cover
Contact Name
M. Zidny Nafi' Hasbi
Contact Email
ijma@almaata.ac.id
Phone
+62821352318897
Journal Mail Official
mzidnynafihasbi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Brawijaya No 99 Jadan Tamantirto Kec Kasihan, Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
IJMA
ISSN : 27466388     EISSN : 30326508     DOI : -
IJMA (Indonesian Journal of Management and Accounting) is a peer-reviewed journal published by the Faculty of Economics and Business, Alma Ata University. IJMA aims to publish articles in the field of accounting and management that make a significant contribution to the development of accounting practice, the accounting profession and the manager profession in Indonesia and the world. In accordance with its objectives, IJMA provides insights in the fields of accounting, finance and management for academics, practitioners, researchers , regulators, students and other parties interested in the development of accounting practice, the accounting profession and the manager profession. IJMA accepts research manuscripts, both quantitative and qualitative, written in Indonesian or English. IJMA accepts manuscripts from Indonesian writers and also writers from various parts of the world. IJMA (Indonesian Journal of Management and Accounting) will have number e-ISSN: 3032-6508 (online); P-ISSN: 2746-6388 (print).
Articles 199 Documents
Determinasi Persepsi Etis Mahasiswa Akuntansi: Peran Gender, Hedonisme, Love of Money dan Machiavellian Nila Hidayah; Muhammad Hendri Kurniawan; Asri Dwi Ariyani; Meutia Layli
IJMA (Indonesian Journal of Management and Accounting) Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijma.2026.7(2).12-25

Abstract

ABSTRACT The purpose of this study is to examine accounting students perceptions of ethical considerations related to gender, hedonism, love of money, and machiavellianism, where machiavellianism is a new variable added to this study because there are many cases of misconduct committed by accountants, which confirm the characteristics of this variable. Accounting students, as future accountants, were selected as respondents in order to gain a clear understanding of the duties and professionalism that must be maintained. This is because student behavior will influence their future behavior in the workplace. This study used a quantitative approach with primary data and descriptive statistical methods. Data analysis was performed using multiple linear regression techniques to test the extent to which the four independent variables collectively or individually influence the dependent variable. The results show that gender has no effect (Sig. 0,19 > 0.05) on students' ethical perceptions, while the variables of hedonism (Sig. 0,00 < 0.05) and love of money (Sig. 0,00 < 0.05), and machiavellianism (Sig. 0,00 < 0.05) did influence students' ethical perceptions. The implications of this study confirm that internal factors such as value orientation and personality traits have a greater influence on ethical perceptions than gender factors. Therefore, accounting education needs to emphasize the development of integrity and control of materialistic orientation in order to prevent potential professional misconduct in the future.   ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji persepsi mahasiswa akuntansi mengenai pertimbangan etis terkait variabel gender, hedonisme, love of money dan machiavellian, di mana machiavellian merupakan variabel baru yang ditambahkan dalam penelitian ini sebab ada banyak kasus penyimpangan yang dilakukan para akuntan, yang menegaskan karakteristik dari variabel tersebut. Mahasiswa akuntansi sebagai calon akuntan dijadikan responden dengan tujuan agar dapat memahami dengan jelas dan mengetahui apa saja tugas dan profesionalitas yang harus dijaga. Sebab perilaku mahasiswa akan mempengaruhi bagaimana perilaku mereka nantinya di dunia kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif data primer dengan metode statistik deskriptif. Analisis data dilakukan dengan teknik regresi linier berganda untuk menguji sejauh mana ke empat variabel independen secara bersama-sama atau individual mempengaruhi variabel dependen. Hasil menunjukkan gender tidak berpengaruh (Sig. 0,19 > 0,05) terhadap persepsi etis mahasiswa, sementara variabel hedonisme (Sig. 0,00 < 0,05), love of money (Sig. 0,00 < 0,05) dan machiavellian (Sig. 0,00 < 0,05) berpengaruh terhadap persepsi etis mahasiswa. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa faktor internal berupa orientasi nilai dan karakter kepribadian lebih menentukan persepsi etis dibanding faktor gender. Maka, pendidikan akuntansi perlu menekankan pembentukan integritas dan pengendalian orientasi materialistik guna mencegah potensi penyimpangan profesi di masa depan.
The Influence of Work Stress, Work-Life Balance, and Organizational Support on Auditor Resilience with Self-Efficacy as a Mediating Variable Edwin Jonathan Panjaitan; Fauzi; Sheilla Amanda Putri; Tommy Munaf
IJMA (Indonesian Journal of Management and Accounting) Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijma.2026.7(2).37-53

Abstract

ABSTRACT This research seeks to explore the impact of work stress, work-life balance, and organizational support on the resilience of auditors, with self-efficacy acting as a mediating factor. A quantitative research strategy utilizing a survey format was adopted, engaging auditors from public accounting firms. The data were assessed through multiple regression, t-tests, Sobel mediation assessments, and F-tests. The main results show that organizational support has a significant effect on auditor resilience both directly and through self-efficacy. Self-efficacy also has a strong direct relationship with resilience. In contrast, work stress does not have a direct effect on resilience but has a significant indirect effect through the mediation of self-efficacy. Meanwhile, work-life balance does not show a significant direct or indirect effect on resilience. Collectively, the three independent variables (work stress, work-life balance, organizational support) are only able to explain a small portion of the variance in resilience. However, when self-efficacy is included in the model, the model's predictive ability increases substantially. The study's empirical contribution lies in demonstrating that self-efficacy serves as a crucial mediator, particularly in converting work stress into resilience. A novel aspect of this study is its finding that work-life balance does not serve as a factor influencing auditor resilience, which contradicts typical beliefs in different professions. For public accounting firms, the implication involves emphasizing organizational support and self-efficacy development instead of focusing on work-life balance initiatives to improve auditor resilience during busy periods.   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak stres kerja, keseimbangan kerja-hidup, dan dukungan organisasi terhadap ketahanan auditor, dengan efikasi diri sebagai faktor mediasi. Strategi penelitian kuantitatif yang menggunakan format survei diadopsi, melibatkan auditor dari firma akuntansi publik. Data dianalisis melalui regresi berganda, uji-t, penilaian mediasi Sobel, dan uji-F. Hasil utama menunjukkan bahwa dukungan organisasi memiliki pengaruh signifikan terhadap ketahanan auditor baik secara langsung maupun melalui efikasi diri. Efikasi diri juga memiliki hubungan langsung yang kuat dengan ketahanan. Sebaliknya, stres kerja tidak memiliki pengaruh langsung terhadap ketahanan tetapi memiliki pengaruh tidak langsung yang signifikan melalui mediasi efikasi diri. Sementara itu, keseimbangan kerja-hidup tidak menunjukkan pengaruh langsung atau tidak langsung yang signifikan terhadap ketahanan. Secara kolektif, ketiga variabel independen (stres kerja, keseimbangan kerja-hidup, dukungan organisasi) hanya mampu menjelaskan sebagian kecil varians dalam ketahanan. Namun, ketika efikasi diri dimasukkan ke dalam model, kemampuan prediksi model meningkat secara substansial. Kontribusi empiris studi ini terletak pada demonstrasi bahwa efikasi diri berperan sebagai mediator penting, khususnya dalam mengubah stres kerja menjadi ketahanan. Aspek baru dari studi ini adalah temuannya bahwa keseimbangan kerja-hidup tidak berperan sebagai faktor yang memengaruhi ketahanan auditor, yang bertentangan dengan keyakinan umum di berbagai profesi. Bagi firma akuntansi publik, implikasinya adalah menekankan dukungan organisasi dan pengembangan efikasi diri daripada berfokus pada inisiatif keseimbangan kerja-hidup untuk meningkatkan ketahanan auditor selama periode sibuk.  
Analisis Model Beneish Dalam Mendeteksi Kecurangan Laporan Keuangan Pada BUMN Karya Santy Aji Sitohang Sitohang; Yanuke Patricia Siahaan; Ramly Siahaan; Roris Tua Pandiangan
IJMA (Indonesian Journal of Management and Accounting) Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijma.2026.7(2).26-36

Abstract

ABSTRACT This research aims to detect indications of fraud in the financial reports of state-owned construction companies for the 2021-2025 period. The purpose of this study is to determine the most dominant indicators for detecting fraud. The fraud detection tool selected is the Beneish model. The data required for this study is secondary data in the form of financial reports obtained from the official IDX website. The research data was analyzed using quantitative descriptive methods. The results of the M-Score analysis identified three manipulator companies and one non-manipulator company for the 2021-2025 period. The companies detected as manipulators were WSKT in 2022, WIKA in 2021-2022, and ADHI in 2023. Meanwhile, PTPP was categorized as a non-manipulator from 2021-2025. The most potential indicators for fraud include a high increase in accounts receivable (DSRI), drastic sales growth (SGI), and an increase in accrual value (TATA). This M-Score calculation analysis is only capable of identifying red flags, necessitating a forensic audit to provide definitive evidence of fraud. The results of this research are expected to positively impact report users, such as helping investors avoid investing in companies that manipulate financial statements and assisting auditors in focusing their audits on areas with a high risk of fraudulent practices.   ABSTRAK Penulisan riset ini bertujuan untuk mendeteksi apakah terdapat indikasi kecurangan dalam laporan keuangan perusahaan BUMN Karya pada periode 2021-2025. Untuk mengetahui indikator yang paling dominan mendeteksi indikasi kecurangan. Alat deteksi kecurangan yang dipilih adalah model Beneish. Data yang dibutuhkan dalam penulisan kajian ini adalah data sekunder berupa laporan keuangan yang diperoleh dari situs resmi BEI. Data penelitian dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif. Hasil analisis M-Score mengidentifikasikan tiga perusahaan manipulator dan satu perusahaan non manipulator dalam kurun waktu 2021-2025. Perusahaan yang terdeteksi sebagai manipulator adalah WSKT tahun 2022, WIKA tahun 2021-2022 dan ADHI tahun 2023. Sementara PTPP masuk kategori non manipulator dari tahun 2021-2025. Indikator yang paling potensial dalam indikasi kecurangan mencakup peningkatan piutang usaha yang tinggi (DSRI), pertumbuhan penjualan yang drastis (SGI) dan peningkatan nilai akrual (TATA). Analisis perhitungan M-Score ini hanya mampu mengidentifikasi tanda bahaya (red flags) sehingga perlu melakukan audit forensik untuk menghasilkan bukti final terjadinya kecurangan. Hasil riset ini diharapkan memberikan kontribusi positif bagi pengguna laporan seperti membantu investor menghindari investasi pada perusahaan manipulator serta membantu auditor untuk lebih fokus melakukan pemeriksaan terhadap rasio yang memiliki risiko tinggi diterapkan dalam tindakan manipulasi.
Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Beban Pajak Tangguhan, Pertumbuhan Penjualan, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Penghindaran Pajak: (Studi Kasus Pada Perusahaan Properti dan Real Estate yang Terdaftar di BEI Periode 2021-2024) Alifia Feliana Anggraeni; Abi Suryono; Marsuking; Kusumaningdiah Retno Setiorini
IJMA (Indonesian Journal of Management and Accounting) Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijma.2026.7(2).54-68

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the effects of profitability, leverage, deffered tax expense, sales growth, and firm size on tax avoidance. This study employs a quantitative approach using secondary data in the form of financial statements and annual reports obtained from the website www.idx.go.id and the respective websites of property and real estate companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2021-2024. The research design employs an associative or causal-associative design. The sample was selected using purposive sampling, with 9 companies meeting the criteria, yielding a total of 36 data points. The data were analyzed using SPSS 25, involving three testing stages descriptive statistical analysis, classical assumption tests, and hypothesis testing, along with multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that the leverage variable influences tax avoidance, whereas profitability, defferef tax expense, sales growth, and firm size do not influence tax avoidance. Simultaneously, all independent variables influence tax avoidance, with a coefficient of determination of 0,31 indicating that the variables of profitability, leverage, deffered tax expense, sales growth, and firm size account for 31% of variation in tax avoidance. The conclusion of this study confirms that firms with high debt are more likely to engage in tax avoidance.   ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, leverage, beban pajak tangguhan, pertumbuhan penjualan, dan ukuran perusahaan terhadap penghindaran pajak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan dan annual report yang diperoleh melalui website www.idx.go.id dan website masing-masing perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021-2024. Desain penelitian menggunakan desain asosiatif atau asosiatif kausal. Pengambilan sampel penelitian menggunakan metode purposive sampling, dengan jumlah sampel yang memenuhi kriteria sebanyak 9 perusahaaan, dan diperoleh data sebanyak 36. Data penelitian diolah menggunakan SPSS 25, dan dilakukan tiga pengujian yaitu uji statistik deskripstif, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis, serta menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel leverage berpengaruh terhadap penghindaran pajak, sedangkan profitabilitas, beban pajak tangguhan, pertumbuhan penjualan, dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak. Secara simultan, semua variabel berpengaruh terhadap penghindaran pajak, dengan koefisien determinasi sebesar 0,31 yang menunjukkan bahwa variabel profitabilitas, leverage, beban pajak tangguhan, pertumbuhan penjualan, dan ukuran perusahaan mampu mempengaruhi penghindaran pajak sebesar 31%. Simpulan pada penelitian ini menegaskan bahwa perusahaan dengan utang yang tinggi lebih cenderung untuk melakukan penghindaran pajak.
Strategi Peningkatan Kinerja Organisasi: Menelaah Pengaruh TQM dan Produktivitas Kerja dengan Kepuasan Kerja sebagai Mediator Della Apriani; Nurherawati; Viska Putria Ananda; Ramdani Alfalah; Muhamad Zulfikar Bintang Satrio
IJMA (Indonesian Journal of Management and Accounting) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijma.2026.7(1).1-13

Abstract

ABSTRACT The labor-intensive creative industry in the MSME sector faces major challenges in balancing global quality standards and high output targets. This study aims to analyze strategies for improving organizational performance through the implementation of Total Quality Management (TQM) and work productivity, with job satisfaction as a mediating variable in embroidery production houses in Kawalu, Tasikmalaya. Using a quantitative approach with the Partial Least Squares (PLS)-based Structural Equation Modeling (SEM) method, data were collected through questionnaires from 100 respondents who were active embroidery craftsmen. The results of the analysis show that TQM has a significant positive effect on job satisfaction and organizational performance. However, the main scientific contribution of this study lies in revealing the anomaly in the relationship between productivity and performance; it was found that work productivity has a significant negative effect on organizational performance directly. This indicates that without psychological well-being support, productivity pressure actually reduces the quality of the final results. The impact of productivity becomes positive when fully mediated by job satisfaction. These findings have crucial implications for creative industry management, namely that pursuing excessive quantity targets without regard for artisan satisfaction will actually be counterproductive. Therefore, organizations are advised to shift their orientation from merely pursuing short-term output efficiency to strengthening aspects of job satisfaction and sustainable quality standardization (TQM) in order to maintain competitiveness in the global market.   ABSTRAK Industri kreatif padat karya di sektor UMKM menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan standar kualitas global dan target output yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan kinerja organisasi melalui implementasi Total Quality Management (TQM) dan produktivitas kerja, dengan menempatkan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada rumah produksi bordir di Kawalu, Tasikmalaya. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS), data dikumpulkan melalui kuesioner dari 100 responden yang merupakan pengrajin bordir aktif. Hasil analisis menunjukkan bahwa TQM berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja dan kinerja organisasi. Namun, kontribusi ilmiah utama penelitian ini terletak pada pengungkapan anomali hubungan antara produktivitas dan kinerja; ditemukan bahwa produktivitas kerja berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja organisasi secara langsung. Hal ini mengindikasikan bahwa tanpa dukungan kesejahteraan psikologis, tekanan produktivitas justru menurunkan kualitas hasil akhir. Dampak produktivitas tersebut berubah menjadi positif apabila dimediasi sepenuhnya oleh kepuasan kerja. Temuan ini memberikan implikasi krusial bagi manajemen industri kreatif bahwa mengejar target kuantitas secara berlebihan tanpa memperhatikan kepuasan pengrajin justru akan bersifat kontraproduktif. Oleh karena itu, organisasi disarankan untuk menggeser orientasi dari sekadar efisiensi output jangka pendek menuju penguatan aspek kepuasan kerja dan standarisasi kualitas (TQM) yang berkelanjutan guna menjaga daya saing di pasar global.
Pengaruh Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Retribusi Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah (Studi Kasus : Pemerintah Kabupaten Sleman Periode 2020-2024) Tessa Ameta; Fahrul Imam Santoso
IJMA (Indonesian Journal of Management and Accounting) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijma.2026.7(1).32-45

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the effect of hotel tax, restaurant tax, entertainment tax, and regional retributions on Local Own-Source Revenue (PAD), both partially and simultaneously. The research employs a quantitative approach using a case study of the Sleman Regency Government for the period 2020–2024. The data used are secondary data obtained from budget realization reports and official regional government publications. Data analysis techniques include descriptive statistics, classical assumption tests, multiple linear regression, and hypothesis testing through t-tests, F-tests, and the coefficient of determination. The results show that partially, hotel tax and regional retributions have a positive and significant effect on PAD. This indicates that the tourism sector and public service charges contribute substantially to enhancing regional fiscal independence. In contrast, restaurant tax and entertainment tax do not have a significant effect, suggesting that their revenue potential has not been optimally managed. Simultaneously, all independent variables significantly affect PAD, with a coefficient of determination of 37.9%, meaning that the model explains 37.9% of the variation in PAD, while the remaining percentage is influenced by other factors outside the model. These findings highlight the importance of optimizing hotel tax and regional retribution management and the need to evaluate restaurant and entertainment tax policies to increase their contribution to Sleman Regency’s PAD.   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, dan retribusi daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan studi kasus pada Pemerintah Kabupaten Sleman periode 2020–2024. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan realisasi anggaran dan publikasi resmi pemerintah daerah. Teknik analisis data meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, serta pengujian hipotesis melalui uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pajak hotel dan retribusi daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap PAD. Hal ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata dan pelayanan publik memiliki kontribusi nyata dalam meningkatkan kemandirian fiskal daerah. Sebaliknya, pajak restoran dan pajak hiburan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan, yang mengindikasikan adanya potensi yang belum optimal dalam pengelolaannya. Secara simultan, seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap PAD dengan nilai koefisien determinasi sebesar 37,9%, yang berarti model penelitian mampu menjelaskan variasi PAD sebesar 37,9%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan pentingnya optimalisasi pengelolaan pajak hotel dan retribusi daerah serta perlunya evaluasi kebijakan pemungutan pajak restoran dan hiburan guna meningkatkan kontribusinya terhadap PAD Kabupaten Sleman.
Transformasi Sistem Pembayaran Internasional: QRIS Mengguncang Dominasi Visa dan Mastercard Nabila Yudith Permatasari; Ezra Dwiguna; Salwa Anasti Rahayu; Caelin Yefta Monica Tamba; Rachel Graceipin Silalahi; Bintang Lazuardi Benteng Buana Muslim
IJMA (Indonesian Journal of Management and Accounting) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijma.2026.7(1).46-56

Abstract

ABSTRACT Over the past decade, advances in digital technology have triggered a major transformation in the global payment system, marked by a shift from card-based methods (Visa and Mastercard) to smartphone-based payments and QR codes. In Indonesia, the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) was launched in 2019, which became an important milestone in creating a faster and more efficient payment ecosystem. This study aims to analyze the transformation of international payment systems and discuss public responses to these changes in payment infrastructure. The method used is a qualitative literature study with a comparative descriptive analysis approach, using data from scientific articles and academic reports published between 2019 and 2025. The results of the study show that the adoption of the QRIS payment system not only promotes financial inclusion and transaction cost efficiency for MSMEs, but also marks a shift in the economic model towards a decentralized payment system. Several countries in Asia are beginning to show financial independence by building domestic payment infrastructures that are capable of operating across borders without having to rely entirely on the dominance of traditional payment networks such as Visa and Mastercard. This study has limitations, namely the need for user education, digital infrastructure, and data security threats. The conclusion of this study is that the emergence of various digital payment innovations has encouraged greater sustainability in conducting cross-border transactions and provides many benefits to the current financial system because payment systems can be created by each country.   ABSTRAK Dalam satu dekade terakhir, kemajuan teknologi digital dapat memicu transformasi besar dalam sistem pembayaran global yang ditandai dengan pergeseran dari metode berbasis kartu (Visa dan Mastercard) menuju pembayaran berbasis ponsel cerdas dan kode QR. Di Indonesia, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah diluncurkan pada tahun 2019 yang menjadi tonggak penting dalam menciptakan ekosistem pembayaran yang lebih cepat dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi sistem pembayaran internasional serta membahas tanggapan masyarakat trhadap perubahan infrastruktur pembayaran ini. Metode yang digunakan adalah studi literatur kualitatif dengan pendekatan analisis deksriptif komparatif, menggunakan data dari artikel ilmiah dan laporan akademik yang diterbitkan antara tahun 2019 hingga 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi sistem pembayaran QRIS tidak hanya mendorong inkulis keuangan dan efisiensi biaya transaksi bagi UMKM, tetapi juga menandai pergeseran model ekonomi menuju desentralisasi sistem pembayaran. Beberapa negara di Asia mulai menunjukkan kemandirian finansial dengan membangun infrastruktur pembayaran domestik yang mampu beroperasi lintas batas tanpa harus bergantung sepenuhnya pada dominasi jaringan pembayaran tradisional seperti Visa dan Mastercard. Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu kebutuhan edukasi pengguna, infrastruktur digital dan ancaman keamanan data. Kesimpulan penelitian ini adalah munculnya berbagai inovasi pembayaran digital telah mendorong keberlanjutan yang lebih besar dalam melakukan transaksi lintas negara dan memberikan banyak manfaat dalam sistem keuangan saat ini karena sistem pembayaran dapat diciptakan oleh masing-masing negara.
Bank Size and Bank Performance During the Covid-19 Pandemic: Evidence from ASEAN Shindy Dwita Nuansari; Zunairoh; Meme Rukmini; Aulia Annisa Izzati; Ike Cindia; Aji Prasojo; Cantikan dwi
IJMA (Indonesian Journal of Management and Accounting) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijma.2026.7(1).14-31

Abstract

ABSTRACT This study examines the impact of COVID-19-related uncertainty on bank performance in ASEAN countries and investigates whether bank size moderates this relationship. While prior studies document the vulnerability of banking sectors during crises, limited empirical evidence explores how bank size shapes resilience in emerging ASEAN markets during the COVID-19 pandemic. This study addresses this gap by employing panel data from commercial banks across ASEAN over the pandemic period. Using panel regression analysis, the results indicate that uncertainty caused by COVID-19 significantly reduces bank performance. However, the negative effect is less pronounced for large banks, suggesting that bank size plays a stabilizing role during systemic shocks. Additional sub-sample analyses across individual countries and between large and small banks confirm the robustness of the findings. This study contributes to the banking and crisis literature by providing empirical evidence on the moderating role of bank size during an unprecedented global disruption. The findings offer important implications for regulators and policymakers in strengthening banking sector resilience against future systemic crises.   ABSTRAK   Studi ini meneliti dampak ketidakpastian terkait COVID-19 terhadap kinerja bank di negara-negara ASEAN dan menyelidiki apakah ukuran bank memoderasi hubungan ini. Meskipun studi sebelumnya mendokumentasikan kerentanan sektor perbankan selama krisis, bukti empiris yang terbatas mengeksplorasi bagaimana ukuran bank membentuk ketahanan di pasar negara berkembang ASEAN selama pandemi COVID-19. Studi ini mengatasi kesenjangan ini dengan menggunakan data panel dari bank komersial di seluruh ASEAN selama periode pandemi, dengan menggunakan analisis regresi panel. Hasilnya menunjukkan bahwa ketidakpastian yang disebabkan oleh COVID-19 secara signifikan mengurangi kinerja bank. Namun, efek negatifnya kurang terasa untuk bank-bank besar, menunjukkan bahwa ukuran bank memainkan peran penstabil selama guncangan sistemik. Analisis sub-sampel tambahan di masing-masing negara dan antara bank besar dan kecil mengkonfirmasi kekokohan temuan tersebut. Studi ini berkontribusi pada literatur perbankan dan krisis dengan memberikan bukti empiris tentang peran moderasi ukuran bank selama gangguan global yang belum pernah terjadi sebelumnya. Temuan ini menawarkan implikasi penting bagi regulator dan pembuat kebijakan dalam memperkuat ketahanan sektor perbankan terhadap krisis sistemik di masa mendatang.
Tata Kelola Perusahaan Memediasi Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Pada Manajemen Pendapatan Fera Tjahjani; Angelica Gloria Tunarsono; Widanirni Pudjiastuti
IJMA (Indonesian Journal of Management and Accounting) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijma.2026.7(1).57-69

Abstract

ABSTRACT The Law of the Republic of Indonesia No. 3 of 2020 and Government Regulation No. 96 of 2021 regulate corporate governance and the implementation of corporate social responsibility (CSR) for companies operating in the mining, mineral, and coal sectors in Indonesia. This study aims to explore the function of corporate governance as a mediating variable in the relationship between CSR disclosure and profit management. The research sample consists of 18 companies operating in the mining, minerals, and coal sectors listed on the Indonesia Stock Exchange from 2021 to 2023. The research employed a quantitative method using the Partial Least Squares (PLS) approach, with statistical testing conducted using the SmartPLS 4 program. The results of the study indicate that: CSR disclosure has a negative impact on profit management and corporate governance, while corporate governance has a negative impact on profit management. As a mediating variable, corporate governance shows that CSR disclosure has a negative impact on profit management. ABSTRAK Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 dan Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2021 mengatur tata kelola perusahaan dan implementasi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk perusahaan yang beroperasi di sektor pertambangan, mineral, dan batubara di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi fungsi tata kelola perusahaan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara pengungkapan CSR dan manajemen laba. Sampel penelitian terdiri dari 18 perusahaan yang beroperasi di sektor pertambangan, mineral, dan batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2021 hingga 2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Partial Least Squares (PLS), dengan pengujian statistik dilakukan menggunakan program SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pengungkapan CSR memiliki dampak negatif terhadap manajemen laba dan tata kelola perusahaan, sedangkan tata kelola perusahaan memiliki dampak negatif terhadap manajemen laba. Sebagai variabel mediasi, tata kelola perusahaan menunjukkan bahwa pengungkapan CSR memiliki dampak negatif terhadap manajemen laba.