Articles
96 Documents
PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN PERILAKU TERPUJI DI RA DIPONEGORO 193 KARANGMANGU
Narwen Narwen
JURNAL WARNA Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52802/warna.v5i2.846
Gaya hidup, pembulian, atau prilaku tidak baik memberikan bukti bahwa prilaku baik (akhlakul karimah) penting diberikan sejak dini. Dengan menerapkan akhlakul karimah sejak dini kekacauan prilaku dapat teratasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses guru dalam mengembangkan perilaku baik (akhlakul karimah) pada anak usia dini di RA Diponegoro 193 Karangmangu Kecamatan Purwojati. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengambilan data menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian lapangan guru mengembangkan akhlakul karimah yaitu:1) pembiasaan rutin berdoa sebelum dan sesudah kegiatan 2) pembiasaan spontan sopan dan santun dalam perilaku sehari-hari, 3) Keteladanan yang baik hormat menghormati dengan orang lain, 4) membimbing anak mampu bersikap hormat pada orangtua maupun sesama. Temuan tersebut dapat diterapkan di sekolah maupun lingkungan keluarga guna mengembangkan perilaku baik (akhlakul karimah) bagi anak usia dini.
PROGRAM PEMBIASAAN MEMBACA AL QUR’AN DENGAN METODE AN NAHDLIYAH DALAM MENINGKATKAN BACAAN AL QUR’AN ANAK RA DIPONEGORO 68 PANCASAN
Neli Lutfiyati
JURNAL WARNA Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52802/warna.v6i2.853
Al Qur’an adalah kalam Alloh yang di turunkan kepada nabi Muhammad SAW. Melalui perantara malaikat jibril yang tertulis pada mushaf-mushaf menyampaikan kepada sahabat-sahabatnya sampai kepada manusia sebagai petunjuk bagi umat manusia dalam menjalankan kehidupan di dunia. Namun pada kenyataannya seseorang yang mempelajari AlQur’an itu tidak sebanyak yang mempelajari ilmu umum. Maka dari itu mempelajari ilmu Alqur’an sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu tajwid itu di ajarkan sedari anak usia dini agar nantinya ketika dewasa sudah terbiasa untuk membaca AlQur’an dengan baik dan benar. Sebagaimana yang ada di RA Diponegoro 68 Pancasan menerapkan Program membaca jilid An Nahdliyah guna untuk menunjang bacaan Alqur’an anak-anak agar bisa membaca Alqur’an dengan baik dan benar sejak dini. Upaya yang dilakukan RA Diponegoro 68 Pancasan dalam program membaca Alqur’an dengan membiasakan setiap hari anak-anak membaca jilid An Nahdliyah dengan berbaris antri untuk membaca satu lembar jilid An Nahdliyah sesuai dengan urutan halaman masing-masing siswa sebelum KBM dilaksanakan. Metode yang penulis terapkan yaitu dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Adapun informan dari penelitian ini yaitu kepaka sekolah dan guru kelas RA Diponegoro 68 Pancasan. Cara pengumpulan datanya dengan observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa program untuk meningkatkan membaca alqur’an di RA diponegoro 68 Pancasan dengan menggunakan metode An Nahdhiyah sebagai pembiasaan sebelum melaksanakan KBM (kegiatan belajar Mengajar) adalah baik dan lancar
STUDI AL-QUR’AN TENTANG PERINTAH SHALAT DALAM SURAT LUQMAN AYAT 17
Dafiniyatul Azizah
JURNAL WARNA Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52802/warna.v6i2.856
Pengabaian orang tua terhadap anak terjadi dimana-mana, sehingga banyak anak-anak yang melakukan pelanggaran terhadap norma agama, norma sosial, norma adat dan lain-lainya. Kesibukan orang tua dalam dunia kerja menyebakban anaknya tidak terawat dengan baik dan tidak diperhatikan masalah pendidikannya terlebih dalam perintah sholat. Akhir-akhir ini semakin banyak orangtua yang fokus duniawi saja dan mengesampingkan urusan akhirat. Metode penelitian ini menggunakan studi pustaka (library research) yaitu metode dengan pengumpulan data dengan cara memahami dan mempelajari teori-teori dari berbagai literatur yang berhubungan dengan tafsir surat Luqman ayat 17. Surah Luqman ayat 17 memuat perintah kepada anak untuk mendirikan shalat, karena shalat merupakan rukun islam dan memiliki manfaat yang sangat. Ayat tersebut juga menggambarkan pendidikan yang diberikan oleh Luqman kepada anaknya, sebagai contoh bagi orang tua dalam mendidik anak. Perintah shalat dalam ayat ini mencakup melaksanakan shalat dengan baik, tunduk kepada Allah, dan menghasilkan kesadaran ruhani untuk mencegah perbuatan buruk. Kekhusyukan dalam shalat adalah hal yang penting, sehingga shalat tidak hanya menjadi rutinitas tanpa dampak dan tidak dapat mempengaruhi orang lain secara positif. Dalam konteks pendidikan, mengajak dan membimbing anak dalam beribadah, seperti shalat berjamaah, dapat dimulai dari dalam keluarga. Pentingnya pendidikan tentang shalat dalam keluarga, melaksanakan dengan baik, dan memiliki kesadaran ruhani untuk mencegah perbuatan buruk dan menghadapi ujian dengan kesabaran.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI TEKNIK MENULIS DI KELOMPOK B RA DIPONEGORO 143
Bariroh
JURNAL WARNA Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52802/warna.v6i2.859
Kemampuan perkembangan menulis anak belum berkembang dengan baik, siswa kurang terampil dalam memegang pensil, cepat bosan, lelah capai, kurangnya koordinasi otot – otot kecil pada anak. Ini adalah masalah-masalah yang dialami dalam kegiatan belajar-mengajar bagi anak usia dini. Dengan permasalah ini peneliti bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis melalui metode demonstrasi di kelas B RA Diponegoro 143 Kalitapen. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang di laksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas B RA Diponegoro 143 Kalitapen sejumlah 35 anak. Tekhnik pengumpulan data yang di gunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis data yang di gunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Peningkatan perkembangan kemampuan menulis dikatakan berhasil apabila presentase kemampuan motoric halus anak mencapai 76-100% dengan ktriteria berkembang sangay baik (BSB). Hasil penelitian kemampuan menulis pada anak pra penelitian dengana nilai presentase sebesar 0%, hasil penelitian kemampuan menulis melalui metode observasi pada siklus I telah berhasil meningkatkan kemampuan menulis pada anak. Dengan nilai presentase siklus I sebesar 66%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I berhasil meningkatkan kemampuan menulis anak tetapi belum mencapai indicator keberhasilan, sehingga diperlukan siklus selanjutnya. Hasil siklus II dalam pencapaian kriteria berkembang sangat baik (BSB) dengan nilai 83%. Berdasarkan hasil ini berasal dari Upaya peningkatan kemampuan menulis anak melalui metode demonstrasi dalam kegiatan menulis.
POLA ASUH ORANGTUA TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA DINI YANG MENGGUNAKAN GADGET DI KB AS SYAHADAH KARANGNANGKA
Fitri Nurul Hidayati
JURNAL WARNA Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52802/warna.v6i2.860
Perlu diketahui bahwa periode perkembangan anak yang sangat sensitif adalah pada usia 1-5 tahun disebut The Golden Age. Ketika anak berada pada masa The Golden Age tersebut, mereka menjadi peniru yang handal, mereka lebih pintar dari yang kita pikir, lebih cerdas dari yang kita lihat, sehingga jangan kita anggap remeh. Di KB As Syahadah Karangnangka ada beberapa siswa yang perkembangan bahasanya kurang baik. hal itu ditunjukan dengan ada beberapa siswa yang pendiam, cedal dan berbicaranya kurang jelas pelafalannya. Setelah ditelusuri penyebabnya yaitu orangtua sering memberikan gadget kepada anak karena orangtua sibuk bekerja. Penelitian ini merupakan penelitian (Pendekatan dan jenis) kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif adalah adalah istilah yang digunakan dalam penelitian kualitatif untuk suatu kajian yang bersifat deskriptif. Deskriptif kualitatif difokuskan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang terkait pertanyaan siapa, apa, dimana dan bagaimana suatu peristiwa atau pengalaman terjadi hingga akhirnya dikaji secara mendalam untuk menemukan pola pola yang muncul pada peristiwa tersebut. Pola Asuh orangtua sangatlah penting dalam perkembangan anak khususnya anak usia dini. Karakter seorang anak dibentuk melalui pendidikan karakter. Pendidikan karakter yang utama dan pertama bagi anak adalah lingkungan keluarga. Didalam lingkungan keluarga, seorang anak akan mempelajari dasar-dasar perilaku yang penting bagi kehidupannya. Karakter dipelajari anak melalui model para anggota keluarga terutama orang tua. Adapun salah satu upaya membentuk karakter yang baik dengan pendampingan orang tua yang berbentuk pola asuh. Hendaknya orang tua mempersiapkan dengan pengetahuan menemukan pola asuh yang tepat dalam mendidik anak
POLA ASUH ORANG TUA DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN ANAK
Vicka Izza Dinillah
JURNAL WARNA Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52802/warna.v6i2.861
Perkembangan yang terjadi pada anak tidak lepas dari keterlibatan orang tua. Keluarga merupakan lingkungan pertama yang dikenal anak dan sangat berperan penting untuk perkembangan anak. Apabila anak tidak diberi kesempatan untuk mengambil Keputusan tentang kegiatan sehari – hari, maka hal ini menghambat pertumbuhan dalam kemandirian dan kepercayaan diri. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui kemandirian anak usia 5 – 6 tahun dan pola asuh orang tua di RA Kalisalak Kebasen. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan data dikumpulkan dengan Teknik observasi. Dalam penelitian ini, peneliti terlibat dalam situasi fenomena yang diteliti. Metode pola asuh yang digunakan orang tua menjadi factor utama yang menentukan potensi dan karakter anak. Terbentuknya kemandirian anak sangat dipengaruhi pola asuh orang tua. Pola asuh demokratis dapat menumbuhkan karakteristik anak yang mandiri, dapat mengontrol diri dan mempunyai hubungan kooperatif dengan orang lain. Namun pola asuh yang digunakan orang tua dalam mendidik, membimbing dan mengarahkan anak adalah pola asuh gabungan. Adakalanya orang tua menerapkan pola asuh otoriter, permisif dan demokratis. Secara tidak langsung tidak ada pola asuh murni yang diterapkan oleh orang tua, karena orang tua menerapkan pola asuh yang fleksibel sesuai situasi dan kondisi.
PROGRAM PEMBIASAAN MEMBACA HADITS PENDEK DALAM MENINGKATKAN BUDI PEKERTI ANAK USIA DINI
Hana Sarifah
JURNAL WARNA Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52802/warna.v7i2.862
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyajikan gambaran secara lengkap mengenai suatu kejadian atau dimaksudkan untuk mengekspos dan mengklarifikasi suatu fenomena yang terjadi. Anak saat bermain dengan teman yang lebih dewasa akan terbiasa mencontoh apa yang teman lain kerjakan. Penelitian kualitatif deskriptif adalah salah satu dari jenis penelitian yang termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Penelitian deskriptif merupakan strategi penelitian Dimana di dalamnya peneliti menyelidiki kejadian, fenomena kehidupan individu-individu dan meminta seorang atau sekelompok individu untuk menceritakan kehidupan mereka. Subjek penelitian ini tentang program pembiasaan membaca hadist pendek dalam meningkatkan budi pekerti di TK Muslimat NU Diponegoro 129 Randegan. Pembiasaan dalam pembelajaran dapat membentuk karakter anak usia dini. Dengan pembiasaan anak-anak usia dini sangat efektif diterapkan di fase fondasi. Pembiasaan merupakan proses pembentukan sikap dan perilaku yang relative menetap dan bersifat otomatis melalui proses pembelajaran yang berulang-ulang. Hal ini karena pada fase fondasi memiliki rekaman ingatan yang kuat dan kondisi kepribadian yang belum matang, sehingga mereka mudah dibentuk dan diatur dengan berbagai kebiasaan yang mereka lakukan sehari-hari. Itulah sebabnya pembiasaan menjadi cara yang efektif dalam mengoptimalkan perkembangan agama dan budi pekerti pada anak usia dini. Pada pembiasaan tersebut ditanamkan nilai-nilai moral yang sesuai dengan ajaran agama anak. Tujuan dengan pembiasaan membaca hadist pendek mempermudah anak untuk menghafal dan memahami makna hadis yang dibaca dan tanpa disadari anak melakukan perilaku sesuai dengan hadist yang dibaca dan meningkatkan budi pekerti anak
POLA KERJASAMA GURU DAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN HAFALAN SURATAN PENDEK SISWA
Puja Hanum Salsabila
JURNAL WARNA Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52802/warna.v6i2.863
Fokus pembahasan dalam penelitian ini adalah kerjasama antara guru dan orang tua siswa kelas B1 di RA Perwanida Banjaranyar dalam meningkatkan hafalan siswa. Permasalahan yang sengaja di angkat dalam penelitian ini adalah: Upaya apa yang dilakukan guru dan orang tua siswa terhadap hafalan suratan pendek anak? Bagaimana bentuk kerjasama antara guru dan orang tua untuk meningkatkan hafalan suratan pendek anak?. Sejalan dengan rumusan masalah maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Upaya apa yang dilakukan guru dan orang tua siswa terhadap hafalan suratan pendek anak? (2) Bagaimana bentuk kerjasama antara guru dan orang tua untuk meningkatkan hafalan suratan pendek anak di RA Perwanida Banjaranyar? Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitataif. Subjek penelitian ini adalah kelas B1 di RA Perwanida Banjaranyar. Teknik pengumpulan data yang di gunakan adalag observasi, wawancara dan dokumentasi.
POLA ASUH PERMISIF ORANGTUA DALAM PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI DI RA DIPONEGORO 71 BANJARPARAKAN
Aufrina Nur Islamy
JURNAL WARNA Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52802/warna.v7i2.864
Aspek perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan, baik dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Seperti yang terjadi RA Diponegoro 71 Banjarparakan Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas. Terdapat beberapa siswa yang perkembangan social emosionalnya kurang dikarenakan pola asuh permisif orangtuanya. Penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang bergerak pada pendekatan kualitatif sederhana diawali dengan proses atau peristiwa penjelas yang akhirnya dapat ditarik suatu generalisasi yang merupakan sebuat kesimpulan dari proses atau peristiwa tersebut. Orangtua bertanggungjawab penuh mengenai perkembangan anak khususnya dalam perkembangan social emosionalnya. Pola asuh permisif menyebabkan anak mengalami permasalahan pada perkembangan social emosional anaknya. Pola asuh orang tua memiliki pengaruh penting terhadap perkembangan emosi anak. Di mana perkembangan emosi merupakan faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi keberhasilan (kesuksesan) di masa yang akan datang. dengan mengajari anak ketrampilan emosi mereka akan lebih mampu untuk mengatasi berbagai masalah
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK MENGHAFAL ASMAUL HUSNA MELALUI METODE BERNYANYI DI RA PERWANIDA BANJARANYAR
Endah Dwi Safitri
JURNAL WARNA Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52802/warna.v7i1.866
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui hasil yang dicapai dalam proses pembelajaran hafalan Asma'ul Husna dengan metode bernyanyi, untuk mengetahui bagaimana penerapan pembelajaran pembelajaran hafalan Asma'ul Husna dengan metode bernyanyi pada kelompok A dan B di RA Perwanida Banjaranyar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas yang berjumlah 3 orang untuk guru kelas A ada 1guru dan B ada 2 guru dan anak kelompok A yang berjumlah 15 dan kelompok B 41 total ada 56 siswa pada RA perwanida Banjaranyar. Sedangkan objek penelitian ini adalah hafalan asma'ul husna melalui metode bernyanyi pada kelompok A dan B di RA Perwanida Banjaranyar. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun teknik pengolahan data yang digunakan adalah kualitatif. Hasil penelitian hafalan asma'ul husna melalui metode bernyanyi pada kelompok A dan B di RA Perwanida Banjaranyar bahwa pada dasarnya peningkatan hasil pembelajaran hafalan asma'ul husna dengan metode bernyanyi adalah sangat efektif. Karena dengan metode bernyanyi dapat melibatkan indera pendengaran, berbicara, serta emosi-emosi positif sehingga dapat membuat memori anak lebih kuat dan mudah mengingat serta cepat menghafal syair-syair yang berisi nama-nama Allah yang bagus.