cover
Contact Name
Nasrul Umam
Contact Email
jurnalwarna@unugha.id
Phone
+6281391626393
Journal Mail Official
jurnalwarna@unugha.id
Editorial Address
Jl. Kemerdekaan Barat No. 17 Kesugihan Cilacap Jawa Tengah
Location
Kab. cilacap,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Warna
ISSN : 25500058     EISSN : 26151642     DOI : https://doi.org/10.52802/warna
Warna: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini aims to provide a forum for consideration of issues and for the exchange of information and ideas on research and practice in the field of early childhood education, especially in Muslim society.
Articles 95 Documents
APLIKASI MODEL COOPERATIVE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN TEMA TANAMAN CIPTAAN ALLAH SUB TEMA TANAMAN SAYUR Fasicha
JURNAL WARNA Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Early Childhood Education is a level of education before the basic education level which is a coaching effort aimed at children from birth to the age of six which is carried out through the provision of educational stimuli to help physical and spiritual growth and development so that children have readiness to enter further education, which is held on formal, non-formal and informal pathways. Early childhood development includes religious and moral, physical, cognitive, linguistic and social emotional values. Early Childhood Education is a level of education before the basic education level which is a coaching effort aimed at children from birth to the age of six which is carried out through the provision of educational stimuli to help physical and spiritual growth and development so that children have readiness to enter further education, which is held on formal, non-formal and informal pathways. Early childhood development includes religious and moral, physical, cognitive, linguistic and social emotional values.
AKTUALISASI METODE EKSPERIMEN PADA SENTRA BAHAN CAIR Siti Khomsiyah
JURNAL WARNA Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The learning model in TK Ya BAKII Kesugihan uses a central learning model, one of which is the Liquid Material play center. The center model is a model where learning focuses on the child, the learning process is centered on the center of play and when the child is in a circle. The experimental method is a way to present the lesson material by showing or demonstrating a process and the results of that process to achieve the teaching objectives. With the experimental method, children can also learn about simple experiments, such as activities carried out in Ya BAKII Kindergarten during learning at the liquid material center. With the activity of painting using candles on white paper, the picture is not visible, after the picture is rubbed with colored cotton wool, suddenly the image appears visible. As well as activities to introduce children to the colors of nature and also foster children's creativity during experiments.
PENERAPAN METODE SOSIODRAMA PADA SENTRA BERMAIN PERAN Uswatun Hasanah
JURNAL WARNA Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The real world of the child is the world of play, play has very important benefits for the growth and development of the child, both psychic and physical child, through play children test their guesses about how the world functions, the child can explore and experiment with various things around him. Role-playing is not an easy activity, children who often practice with drama games are often those who succeed in life as adults. Sociodrama activities at the role-playing center at Yabakii Kesugihan Kindergarten are held from 07.30 to 10.00, in class B3 the role center learning is carried out one month twice face-to-face, namely every month of the first week and the third week with a total of 17 students. Sociodrama Activities in Role-Playing Center Learning Develop abstract, language, Social Emotional thinking skills, connect the knowledge that children already have with new knowledge, using role-playing tools that are small in size or according to the actual size.
METODE MENDONGENG UNTUK MENANAMKAN BUDI PEKERTI ANAK USIA DINI KELOMPOK B1 TK MASYITHOH WELAHAN WETAN Titik Kadarsih; Utami Budiyati
JURNAL WARNA Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Storytelling Method to Instill Character in Early Childhood in Group B1 of Masyithoh Welahan Wetan Kindergarten in the 2021-2022 Academic Year is one of the methods used in Group B1 of Masyithoh Welahan Wetan Kindergarten to instill character in early childhood in Group B1. The purpose of this study was to determine the method of storytelling to instill character in early childhood in the B1 group of Masyithoh East Welahan Kindergarten for the 2021-2022 academic year. This research uses the type of field research (Field Research). The research approach used is a qualitative descriptive approach. Data collection techniques were carried out using observation, interviews, and documentation. The subjects in this study were children of Group B1 TK Masyithoh Welahan Wetan. The results of the study can be concluded that the storytelling method is one of the methods used to instill character in early childhood in Group B1 TK Masyithoh Welahan Wetan. The benefits of the storytelling method include: bringing children closer to their environment, the relationship between children and teachers will be closer. The storytelling method develops the ability of religious and moral values, social emotional, language, cognitive, and physical motoric. The storytelling method will train children to be good listeners. The storytelling method develops children's fantasies. The storytelling method fosters children's interest in reading. The storytelling method is one of the learning media. The results of the percentage assessment of the cultivation of character for early childhood in group B1 TK Masyithoh Welahan Wetan obtained an average of 87.44% Very Well Developed (BSB) and an average of 12.56% Developed as Expected (BSH).
PENERAPAN METODE KOOPERATIF STAD UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK USIA DINI DI RA DARUSSALAM KROYA Nurhalimah Nurhalimah
JURNAL WARNA Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v7i2.821

Abstract

Penelitian ini terkait penerapan metode kooperatif STAD untuk meningkatkan minat belajar anak usia dini. Berdasarkan kenyataan permasalahan yang terjadi di RA Darussalam yaitu kurangnya minat belajar pada peserta didik pada waktu pembelajaran berlangsung, maka peneliti melakukan penelitian tersebut. Pendekatan penelitian ini merupakan kualitalitatif menggunakan jenis studi kasus. Data diperoleh menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumentasi. Sumber data penelitian ini yaitu pendidik, tenaga pendidik dan kepala RA. Kemudian data dicek keabsahannya melalui teknik triangulasi. Adapun analisis data menggunakan alur miles dan huberman dengan 1) tahap perencanaan, 2) tahap pelaksanaan, 3) tahap pengamatan dan 4) tahap refleksi. Hasil penelitian ini bahwa penerapan metode kooperatif STAD terdiri dari a) perencanaan pembelajaran; b) pelaksanaan pembelajaran; c) evaluasi pembelajaran. Dari hasil penelitian ini diharapkan penerapan metode kooperatif STAD dapat membentuk serta mewujudkan suasana pembelajaran yang efektif sekaligus memelihara suasana belajar yang kondusif, optimal dan menyenangkan, serta dapat menumbuhkan minat belajar anak lebih semangat lagi dalam proses pembelajaran. Penggunaan metode STAD ini tidak membosankan serta justru akan semakin menarik minat siswa untuk belajar sehingga prestasinya akan semakin meningkat. Selain itu metode ini diharapkan mampu memotivasi peserta didik berkomunikasi, bertukar pikiran mengutarakan pendapat-pendapat mereka secara efektif, bekerjasama antar tim sehingga mereka lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran.
PENGGUNAAN MEDIA BUKU CERITA BERGAMBAR DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA ANAK USIA DINI KELOMPOK B Purwati Purwati
JURNAL WARNA Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v5i2.823

Abstract

Penelitian ini terkait dengan penggunaan media buku cerita bergambar dalam meningkatkan kemampuan membaca AUD kelompok B dalam pembelajaran PAUD. Berdasarkan fenomena yang terjadi di Lembaga RA Nurul Haq Kalisabuk memang untuk pemahaman huruf dan cara membaca huruf menjadi kata, anak masih kurang bersemangat, maka peneliti melakukan penelitian tersebut. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh menggunakan teknik wawacara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data penelitian ini adalah guru, kepala TK, dan tenaga kependidikan. Kemudian data dicek keabsahannya melalui teknik triangulasi sumber. Adapun analisis data menggunakan alur Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpualan atau verifikasi. Hasil penelitian ini yaitu a) data yang muncul berwujud kata-kata dan bukan rangkaian angka, b) Data itu mungkin telah dikumpulkan aneka macam cara (observasi, wawancara, intisari dokumen dan pita rekaman) dan yang biasa diproses kira-kira sebelum siap digunakan, c) Melalui pencatatan, pengetikan dan alih-tulis, tetapi analisis kuaitatif tetap menggunakan kata- kata yang biasanya disusun kedalam teks yang diperluas. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkuat teori-teori kemampuan membaca AUD kelompok B dalam pembelajaran PAUD
PENERAPAN METODE MERONCE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI KELOMPOK B Supriyatin
JURNAL WARNA Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v5i2.827

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Penerapan Metode Meronce Dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Kelompok B di TK Siwipeni Cilacap. Menurut pemaparan guru kelas motorik halus anak harus dilatih sedini mungkin agar motorik halus anak tidak kaku dan otot tangan serta jari-jari tangan bisa dengan mudah terkoordinasi dalam memegang suatu benda. Kegiatan yang bisa melatih motorik halus anak usia 5-6 tahun sebagai berikut: anak dapat menggunakan gunting untuk memotong kertas, anak bisa mengambil balok dengan menggunakan 2 jari (ibu jari dan telunjuk), dapat memasang dan membuka kancing baju sendiri, melipat kertas, dan anak dapat melakukan kegiatan meronce dengan memasukan manik-manik kedalam benang. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kegiatan meronce dengan memasukan manik-manik kedalam benang. Peningkatan motorik halus melalui kegiatan meronce dapat dilihat pada hasil penelitian. Pada kondisi awal kriteria sangat kurang berjumlah 0 anak (0%), kurang berjumlah 4 anak (36%), cukup berjumlah 1 anak (9%), dan baik berjumlah 6 anak (55%). Setelah dilakukan tindakan pada siklus I hasilnya pada kemampuan motorik halus melalui kegiatan meronce mengalami peningkatan yang dapat diilihat yaitu untuk kriteria sangat kurang berjumlah 0 anak (0%), kurang berjumlah 3 anak (27%), cukup berjumlah 1 anak (9%), dan baik berjumlah 7 anak (64%). Pada siklus II meningkat pada kriteria baik berjumlah 10 anak (91%), cukup berjumlah 1 anak (9%) dan kriteria kurang, sangat kurang berjumlah 0 anak (0%). Penelitian ini dihentikan sampai siklus II karena sudah memenuhi kriteria indikator keberhasilan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan meronce dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini.
PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI DALAM SURAT AL BAQARAH AYAT 76 (Studi Kritik Ayat Al Qur’an) Salwa Kusuma Ningrum; Wiji Astuti
JURNAL WARNA Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v7i1.838

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan ayat tersebut dengan pendidikan di masa kini. Penting untuk para pendidik memberikan contoh teladan mengenai cara mengendalikan emosi pada anak usia dini. Metode yang digunakan pada penelitiannya ini menggunakan metode study literatur, library research dengan data yang diperoleh dari beberapa sumber. Kecerdasan emosional merupakan kemampuan mengendalikan perasaan diri sendiri dan orang lain. Allah berfirman dalam surah al Baqarah ayat 76 yang berisi tentang perintah untuk mengendalikan emosi. Namun, di zaman ini anak anak kesulitan dalam mengendalikan emosinya. Pada usia dini anak anak mulai mengenal beberapa macam emosi, baik itu emosi positif maupun negatif.
ASPEK PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA DINI DALAM SURAT AL KAHFI AYAT 109 DAN SURAT THAHA AYAT 25-28 Dewi Purnamasari; Istijabah Qurniatun
JURNAL WARNA Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v7i2.841

Abstract

Perkembangan bahasa pada anak usia dini memiliki keterkaitan yang erat dengan teori-teori psikologi perkembangan anak. Teori-teori tersebut memberikan wawasan tentang tahapan-tahapan perkembangan kognitif anak, termasuk dalam hal penguasaan bahasa. Teori Piaget menekankan interaksi sosial dan pengalaman langsung dalam pembentukan bahasa anak, sementara teori Vygotsky menyoroti peran lingkungan sosial dan budaya. Dalam konteks Al-Qur'an, Surat Al Kahfi ayat 109 dan Surat Taha ayat 25-28 dianggap sebagai sumber nilai-nilai yang mempengaruhi perkembangan bahasa anak usia dini. Surat Al Kahfi mengajarkan tentang kebesaran Allah dan tak terbatasnya ilmu-Nya, sementara Surat Taha menekankan pentingnya berbicara dengan jelas dan tidak terburu-buru dalam menerima ajaran Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana ayat-ayat dalam Al-Qur'an, khususnya Al Kahfi ayat 109 dan Surat At Thaha ayat 25-28, dapat memengaruhi perkembangan bahasa pada anak usia dini. Melalui studi teoritik, analisis struktur bahasa, dan kontekstualisasi ayat-ayat, diharapkan dapat ditemukan pola-pola yang mendukung pengembangan bahasa anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi literatur, analisis tafsir, dan pembahasan kontekstual. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pendekatan pembelajaran bahasa Islam pada anak usia dini dengan memanfaatkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an. Kesimpulannya, pemahaman tentang perkembangan bahasa anak usia dini perlu dipahami dengan memperhatikan teori-teori psikologi perkembangan anak dan memanfaatkan sumber nilai seperti Al-Qur'an. Dengan demikian, pendidikan bahasa pada anak usia dini dapat dirancang secara holistik, mengintegrasikan aspek kognitif, sosial, dan nilai-nilai keagamaan.
PENERAPAN MEDIA KARTU GAMBAR HIJAIYAH DALAM MENGENALKAN HURUF HIJAIYAH PADA ANAK DI TPQ AN NOUR AL ISLAMY KESUGIHAN Kharisma Fauziah
JURNAL WARNA Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v5i2.843

Abstract

Penelitian ini terkait dengan penerapan kartu bergambar huruf hijaiyah sebagai media untuk menunjang kemampuan anak dalam membaca huruf hijaiyah secara baik sehingga anak dapat dengan mudah membaca Al-Qur’an. Dengan fenomena kejadian yang sedang terjadi di TPQ An-Nour Al-Islamy ada sebagian anak yang masih kurang lancar dalam mengenal dan melafalkan huruf hijaiyah. Pada penelitian ini 5 anak yang menjadi sample. Yang mana 3 anak laki-laki dan 2 anak perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualititif dengan pendekatan penelitian tindakan kelas. Data diperoleh menggunakan tekhnik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dan keabsahan data di cek melalui triangulasi data. Pada penelitian ini dilakukan dua siklus. Dikarenakan pada siklus pertama anak belum mencapai kriteria yaitu anak dapat mengurutkan huruf hijaiyah, membedakan huruf hijaiyah dan melafadzan huruf hijaiyah secara benar. Sehingga peneliti mengadakan siklus ke 2 yang aman di harapkan anak dapat mencapai tingkat kriteria yang di tentukan. Dan kesimpulan yang di dapat meskipun belum sepenuhnya 100 persen berhasil setidaknya anak sudah mengalami peningkatan.

Page 2 of 10 | Total Record : 95