cover
Contact Name
Nasrul Umam
Contact Email
jurnalwarna@unugha.id
Phone
+6281391626393
Journal Mail Official
jurnalwarna@unugha.id
Editorial Address
Jl. Kemerdekaan Barat No. 17 Kesugihan Cilacap Jawa Tengah
Location
Kab. cilacap,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Warna
ISSN : 25500058     EISSN : 26151642     DOI : https://doi.org/10.52802/warna
Warna: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini aims to provide a forum for consideration of issues and for the exchange of information and ideas on research and practice in the field of early childhood education, especially in Muslim society.
Articles 96 Documents
STUDI AL-QUR’AN TENTANG PERINTAH SHALAT DALAM SURAT LUQMAN AYAT 17 Dafiniyatul Azizah
Jurnal Warna Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v6i2.856

Abstract

Pengabaian orang tua terhadap anak terjadi dimana-mana, sehingga banyak anak-anak yang melakukan pelanggaran terhadap norma agama, norma sosial, norma adat dan lain-lainya. Kesibukan orang tua dalam dunia kerja menyebakban anaknya tidak terawat dengan baik dan tidak diperhatikan masalah pendidikannya terlebih dalam perintah sholat. Akhir-akhir ini semakin banyak orangtua yang fokus duniawi saja dan mengesampingkan urusan akhirat. Metode penelitian ini menggunakan studi pustaka (library research) yaitu metode dengan pengumpulan data dengan cara memahami dan mempelajari teori-teori dari berbagai literatur yang berhubungan dengan tafsir surat Luqman ayat 17. Surah Luqman ayat 17 memuat perintah kepada anak untuk mendirikan shalat, karena shalat merupakan rukun islam dan memiliki manfaat yang sangat. Ayat tersebut juga menggambarkan pendidikan yang diberikan oleh Luqman kepada anaknya, sebagai contoh bagi orang tua dalam mendidik anak. Perintah shalat dalam ayat ini mencakup melaksanakan shalat dengan baik, tunduk kepada Allah, dan menghasilkan kesadaran ruhani untuk mencegah perbuatan buruk. Kekhusyukan dalam shalat adalah hal yang penting, sehingga shalat tidak hanya menjadi rutinitas tanpa dampak dan tidak dapat mempengaruhi orang lain secara positif. Dalam konteks pendidikan, mengajak dan membimbing anak dalam beribadah, seperti shalat berjamaah, dapat dimulai dari dalam keluarga. Pentingnya pendidikan tentang shalat dalam keluarga, melaksanakan dengan baik, dan memiliki kesadaran ruhani untuk mencegah perbuatan buruk dan menghadapi ujian dengan kesabaran.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI TEKNIK MENULIS DI KELOMPOK B RA DIPONEGORO 143 Bariroh
Jurnal Warna Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v6i2.859

Abstract

Kemampuan perkembangan menulis anak belum berkembang dengan baik, siswa kurang terampil dalam memegang pensil, cepat bosan, lelah capai, kurangnya koordinasi otot – otot kecil pada anak. Ini adalah masalah-masalah yang dialami dalam kegiatan belajar-mengajar bagi anak usia dini. Dengan permasalah ini peneliti bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis melalui metode demonstrasi di kelas B RA Diponegoro 143 Kalitapen. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang di laksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas B RA Diponegoro 143 Kalitapen sejumlah 35 anak. Tekhnik pengumpulan data yang di gunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis data yang di gunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Peningkatan perkembangan kemampuan menulis dikatakan berhasil apabila presentase kemampuan motoric halus anak mencapai 76-100% dengan ktriteria berkembang sangay baik (BSB). Hasil penelitian kemampuan menulis pada anak pra penelitian dengana nilai presentase sebesar 0%, hasil penelitian kemampuan menulis melalui metode observasi pada siklus I telah berhasil meningkatkan kemampuan menulis pada anak. Dengan nilai presentase siklus I sebesar 66%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I berhasil meningkatkan kemampuan menulis anak tetapi belum mencapai indicator keberhasilan, sehingga diperlukan siklus selanjutnya. Hasil siklus II dalam pencapaian kriteria berkembang sangat baik (BSB) dengan nilai 83%. Berdasarkan hasil ini berasal dari Upaya peningkatan kemampuan menulis anak melalui metode demonstrasi dalam kegiatan menulis.
POLA ASUH ORANGTUA TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA DINI YANG MENGGUNAKAN GADGET DI KB AS SYAHADAH KARANGNANGKA Fitri Nurul Hidayati
Jurnal Warna Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v6i2.860

Abstract

Perlu diketahui bahwa periode perkembangan anak yang sangat sensitif adalah pada usia 1-5 tahun disebut The Golden Age. Ketika anak berada pada masa The Golden Age tersebut, mereka menjadi peniru yang handal, mereka lebih pintar dari yang kita pikir, lebih cerdas dari yang kita lihat, sehingga jangan kita anggap remeh. Di KB As Syahadah Karangnangka ada beberapa siswa yang perkembangan bahasanya kurang baik. hal itu ditunjukan dengan ada beberapa siswa yang pendiam, cedal dan berbicaranya kurang jelas pelafalannya. Setelah ditelusuri penyebabnya yaitu orangtua sering memberikan gadget kepada anak karena orangtua sibuk bekerja. Penelitian ini merupakan penelitian (Pendekatan dan jenis) kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif adalah adalah istilah yang digunakan dalam penelitian kualitatif untuk suatu kajian yang bersifat deskriptif. Deskriptif kualitatif difokuskan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang terkait pertanyaan siapa, apa, dimana dan bagaimana suatu peristiwa atau pengalaman terjadi hingga akhirnya dikaji secara mendalam untuk menemukan pola pola yang muncul pada peristiwa tersebut. Pola Asuh orangtua sangatlah penting dalam perkembangan anak khususnya anak usia dini. Karakter seorang anak dibentuk melalui pendidikan karakter. Pendidikan karakter yang utama dan pertama bagi anak adalah lingkungan keluarga. Didalam lingkungan keluarga, seorang anak akan mempelajari dasar-dasar perilaku yang penting bagi kehidupannya. Karakter dipelajari anak melalui model para anggota keluarga terutama orang tua. Adapun salah satu upaya membentuk karakter yang baik dengan pendampingan orang tua yang berbentuk pola asuh. Hendaknya orang tua mempersiapkan dengan pengetahuan menemukan pola asuh yang tepat dalam mendidik anak
POLA ASUH ORANG TUA DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN ANAK Vicka Izza Dinillah
Jurnal Warna Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v6i2.861

Abstract

Perkembangan yang terjadi pada anak tidak lepas dari keterlibatan orang tua. Keluarga merupakan lingkungan pertama yang dikenal anak dan sangat berperan penting untuk perkembangan anak. Apabila anak tidak diberi kesempatan untuk mengambil Keputusan tentang kegiatan sehari – hari, maka hal ini menghambat pertumbuhan dalam kemandirian dan kepercayaan diri. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui kemandirian anak usia 5 – 6 tahun dan pola asuh orang tua di RA Kalisalak Kebasen. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan data dikumpulkan dengan Teknik observasi. Dalam penelitian ini, peneliti terlibat dalam situasi fenomena yang diteliti. Metode pola asuh yang digunakan orang tua menjadi factor utama yang menentukan potensi dan karakter anak. Terbentuknya kemandirian anak sangat dipengaruhi pola asuh orang tua. Pola asuh demokratis dapat menumbuhkan karakteristik anak yang mandiri, dapat mengontrol diri dan mempunyai hubungan kooperatif dengan orang lain. Namun pola asuh yang digunakan orang tua dalam mendidik, membimbing dan mengarahkan anak adalah pola asuh gabungan. Adakalanya orang tua menerapkan pola asuh otoriter, permisif dan demokratis. Secara tidak langsung tidak ada pola asuh murni yang diterapkan oleh orang tua, karena orang tua menerapkan pola asuh yang fleksibel sesuai situasi dan kondisi.
PROGRAM PEMBIASAAN MEMBACA HADITS PENDEK DALAM MENINGKATKAN BUDI PEKERTI ANAK USIA DINI Hana Sarifah
Jurnal Warna Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v7i2.862

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyajikan gambaran secara lengkap mengenai suatu kejadian atau dimaksudkan untuk mengekspos dan mengklarifikasi suatu fenomena yang terjadi. Anak saat bermain dengan teman yang lebih dewasa akan terbiasa mencontoh apa yang teman lain kerjakan. Penelitian kualitatif deskriptif adalah salah satu dari jenis penelitian yang termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Penelitian deskriptif merupakan strategi penelitian Dimana di dalamnya peneliti menyelidiki kejadian, fenomena kehidupan individu-individu dan meminta seorang atau sekelompok individu untuk menceritakan kehidupan mereka. Subjek penelitian ini tentang program pembiasaan membaca hadist pendek dalam meningkatkan budi pekerti di TK Muslimat NU Diponegoro 129 Randegan. Pembiasaan dalam pembelajaran dapat membentuk karakter anak usia dini. Dengan pembiasaan anak-anak usia dini sangat efektif diterapkan di fase fondasi. Pembiasaan merupakan proses pembentukan sikap dan perilaku yang relative menetap dan bersifat otomatis melalui proses pembelajaran yang berulang-ulang. Hal ini karena pada fase fondasi memiliki rekaman ingatan yang kuat dan kondisi kepribadian yang belum matang, sehingga mereka mudah dibentuk dan diatur dengan berbagai kebiasaan yang mereka lakukan sehari-hari. Itulah sebabnya pembiasaan menjadi cara yang efektif dalam mengoptimalkan perkembangan agama dan budi pekerti pada anak usia dini. Pada pembiasaan tersebut ditanamkan nilai-nilai moral yang sesuai dengan ajaran agama anak. Tujuan dengan pembiasaan membaca hadist pendek mempermudah anak untuk menghafal dan memahami makna hadis yang dibaca dan tanpa disadari anak melakukan perilaku sesuai dengan hadist yang dibaca dan meningkatkan budi pekerti anak
POLA KERJASAMA GURU DAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN HAFALAN SURATAN PENDEK SISWA Puja Hanum Salsabila
Jurnal Warna Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v6i2.863

Abstract

Fokus pembahasan dalam penelitian ini adalah kerjasama antara guru dan orang tua siswa kelas B1 di RA Perwanida Banjaranyar dalam meningkatkan hafalan siswa. Permasalahan yang sengaja di angkat dalam penelitian ini adalah: Upaya apa yang dilakukan guru dan orang tua siswa terhadap hafalan suratan pendek anak? Bagaimana bentuk kerjasama antara guru dan orang tua untuk meningkatkan hafalan suratan pendek anak?. Sejalan dengan rumusan masalah maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Upaya apa yang dilakukan guru dan orang tua siswa terhadap hafalan suratan pendek anak? (2) Bagaimana bentuk kerjasama antara guru dan orang tua untuk meningkatkan hafalan suratan pendek anak di RA Perwanida Banjaranyar? Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitataif. Subjek penelitian ini adalah kelas B1 di RA Perwanida Banjaranyar. Teknik pengumpulan data yang di gunakan adalag observasi, wawancara dan dokumentasi.
POLA ASUH PERMISIF ORANGTUA DALAM PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI DI RA DIPONEGORO 71 BANJARPARAKAN Aufrina Nur Islamy
Jurnal Warna Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v7i2.864

Abstract

Aspek perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan, baik dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Seperti yang terjadi RA Diponegoro 71 Banjarparakan Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas. Terdapat beberapa siswa yang perkembangan social emosionalnya kurang dikarenakan pola asuh permisif orangtuanya. Penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang bergerak pada pendekatan kualitatif sederhana diawali dengan proses atau peristiwa penjelas yang akhirnya dapat ditarik suatu generalisasi yang merupakan sebuat kesimpulan dari proses atau peristiwa tersebut. Orangtua bertanggungjawab penuh mengenai perkembangan anak khususnya dalam perkembangan social emosionalnya. Pola asuh permisif menyebabkan anak mengalami permasalahan pada perkembangan social emosional anaknya. Pola asuh orang tua memiliki pengaruh penting terhadap perkembangan emosi anak. Di mana perkembangan emosi merupakan faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi keberhasilan (kesuksesan) di masa yang akan datang. dengan mengajari anak ketrampilan emosi mereka akan lebih mampu untuk mengatasi berbagai masalah
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK MENGHAFAL ASMAUL HUSNA MELALUI METODE BERNYANYI DI RA PERWANIDA BANJARANYAR Safitri, Endah Dwi
Jurnal Warna Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v7i1.866

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui hasil yang dicapai dalam proses pembelajaran hafalan Asma'ul Husna dengan metode bernyanyi, untuk mengetahui bagaimana penerapan pembelajaran pembelajaran hafalan Asma'ul Husna dengan metode bernyanyi pada kelompok A dan B di RA Perwanida Banjaranyar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas yang berjumlah 3 orang untuk guru kelas A ada 1guru dan B ada 2 guru dan anak kelompok A yang berjumlah 15 dan kelompok B 41 total ada 56 siswa pada RA perwanida Banjaranyar. Sedangkan objek penelitian ini adalah hafalan asma'ul husna melalui metode bernyanyi pada kelompok A dan B di RA Perwanida Banjaranyar. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun teknik pengolahan data yang digunakan adalah kualitatif. Hasil penelitian hafalan asma'ul husna melalui metode bernyanyi pada kelompok A dan B di RA Perwanida Banjaranyar bahwa pada dasarnya peningkatan hasil pembelajaran hafalan asma'ul husna dengan metode bernyanyi adalah sangat efektif. Karena dengan metode bernyanyi dapat melibatkan indera pendengaran, berbicara, serta emosi-emosi positif sehingga dapat membuat memori anak lebih kuat dan mudah mengingat serta cepat menghafal syair-syair yang berisi nama-nama Allah yang bagus.
UPAYA GURU DALAM MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI DI RA DIPONEGORO 68 PANCASAN Muflihatun, Siti
Jurnal Warna Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v7i1.869

Abstract

Kemandirian pada anak usia dini bukan dilihat dari bisa atau tidaknya anak dalam melakukan tugas yang diberikan pendidik kepada peserta didik. Kemandirian anak dapat terlihat ketika pembelajaran tidak ditunggui. Metode penelitian yang digunakan berupa penelitian deskriptif kuantitatif.Pengumpulan data dan menganalisis data penelitian yang digunakan berupa dengan sampel berjumlah 65 anak di RA Diponegoro 68 Pancasan Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas. Data diperoleh melalui kuisioner, dan dianalisis menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru dalam mengembangkan kemandirian anak usia dini di RA Diponegoro 68 dilakukan dengan upaya preventif (65%), upaya pengembangan (30%), upaya kuratif (5%). Berdasarkan hasil tersebut disarankan kepada guru untuk mengembangkan kemandirian anak dengan memperhatikan upaya preventif dan upaya kuratif. Sedangkan bagi penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih jauh mengenai upaya preventif dan kuratif secara lebih mendalam.
NILAI AGAMA DAN MORAL DALAM KISAH QABIL DAN HABIL QS. AL-MAIDAH AYAT 27-31 Imroatus Sa'adah; Achsanti, Annastasya Nur
Jurnal Warna Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v7i2.887

Abstract

Perkembangan moral anak yang akan dicapai secara bertahap erat hubungannya dengan emosi dan aspek kognitif sehingga anak dapat membedakan hal yang baik dan buruk, anak biasa dalam antrian, kebaikan, keadilan, kesederhanaan dan keberanian. Untuk menanamkan karakter yang baik terhadap anak, hendaknya orang tua memiliki karakter yang baik pula sehigga anak dapat melihat dan meniru apa yang orang tua lakukan, serta berikan anak tugas yang terpuji sehingga setelah anak beranjak dewasa mereka mampu menjalankanya karna orang tuanya telah menanamkan pembiasaan yang baik sejak dini. Peneletian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai agama dan moral yang terkandung dalam kisah Qabil dan Habil dalam Al-Qur’an Surat Al-Maidah Ayat 27-31, selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk seorang pendidik bagaimana caranya dapat mengimplementasikan nilai-nilai dan moral tersebut dalam kehidupan sehari-hari di dalam dunia pendidikan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kajian Kepustakaan (Library Research), yaitu penelitian dalam mencari dan pengumpulan informasi datanya melalui lingkup perpustakaan sehingga penelitian dilakukan dengan hanya berdasarkan karya tertulis semisal informasi dari buku-buku, majalah, jurnal ataupun artikel yang relevan dengan pembahasan penelitian dengan menggunakan metode deskriptif. Kesimpulannya kita dapat meneladani nilai-nilai agama dan moral dalam kisah Qabil dan Habil QS.Al-Maidah 27-31. Dengan demikian pendidikan anak usia dini dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-sehari sesuai dengan apa yang telah diajarkan dalam Al-Qur’an.

Page 8 of 10 | Total Record : 96