Articles
96 Documents
KAJIAN Q.S. AL-AHZAB AYAT 21 TENTANG PENANAMAN NILAI AGAMA DAN MORAL ANAK USIA DINI
Ika Zafira;
Lutviah Nur Azizah;
Nasrul Umam
Jurnal Warna Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Warna
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52802/warna.v8i1.893
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam surat al-Ahzab ayat 21 perspektif tafsir al-Misbah karya Muhammad Quraish Shihab; mendeskripsikan kontribusi konsep nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam surat al-Ahzab ayat 21 Pendidikan karakter yang terdapat dalam Q.S. al-Ahzab ayat 21 meliputi: siddiq merupakan sebuah kenyataan yang benar yang tercermin dalam perkataan, perbuatan atau tindakan, dan keadaan yang ada pada diri Rasul, amanah adalah sebuah kepercayaan yang harus diemban dalam mewujudkan sesuatu yang dengan penah komitmen, kompeten, kerja keras, dan konsisten, fathanah adalah sebuah kecerdasan, kemahiran, atau penguasaan bidang tertentu yang mencakup kecerdasan intelektual, emosional, sosial dan spiritual, dan tabligh adalah sebuah upaya merealisasikan pesan atau misi tertentu yang dilakukan dengan pendekatan atau metode tertentu. Empat karakter ini oleh sebagian ulama menyebutkan karakter yang melekat pada diri Rasul yang wajib diteladani oleh umat manusia. Implikasi penelitian tentunya untuk meningkatkan mutu pendidikan karakter islam dan bertujuan untuk membentuk pribadi muslim yang bertaqwa bagi tenaga pengajar sebagai model dari nilai karakter yang diajarkannya dan juga bagi sekolah tempat pendidikan karakter itu diajarkan, penelitian ini juga berimplikasi pada masyarakat banyak dan bisa dijadikan sebagai materi bahan ajar.
PEMANFAATAN SAMPAH NON ORGANIK MENJADI BAHAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) DI TK BHAKTI KUSUMA CILACAP
Siti Sa'diyah
Jurnal Warna Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Warna
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52802/warna.v8i1.910
Penelitian ini terkait dengan pemanfaatan sampah non organik sebagai alat peraga edukatif dalam pembelajaran PAUD. Berdasarkan fenomena ketersediaan sampah yang kurang dikelola dengan baik peneliti melakukan penelitian tersebut. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh menggunakan teknik wawacara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data penelitian ini adalah guru, kepala TK, dan tenaga kependidikan. Kemudian data dicek keabsahannya melalui teknik triangulasi sumber. Adapun analisis data menggunakan alur Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu sampah non organic dapat dimanfaatkan menjadi mobil-mobilan, lampion, vas bunga, dan miniature masjid. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan Alat Peraga Edukasi (APE) di TK Bhakti Kusuma.
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM PELAKSANAAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI RA AT-TAQWA JEPARA KULON
Makhfudohtun Milah
Jurnal Warna Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Warna
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52802/warna.v8i1.911
Penelitian di RA At-Taqwa Jepara Kulon mengidentifikasi beberapa tantangan, termasuk kesulitan dalam penyusunan modul ajar berdiferensiasi, keterbatasan referensi pembelajaran, kurangnya pengalaman guru dalam konsep pembelajaran merdeka, dan variasi karakter anak-anak. Kepala RA At-Taqwa menyoroti konsep Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan Rohmatan lil’Alamin (RA) sebagai hal baru yang memerlukan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan data dan verifikasi atau kesimpulan. Implementasi Kurikulum Merdeka di RA At-Taqwa Jepara Kulon melibatkan perencanaan pembelajaran berdiferensiasi, pelaksanaan pembelajaran yang menyenangkan, dan evaluasi yang terintegrasi.
STUDI AL QUR’AN SURAT YUSUF AYAT 8 TENTANG PENDIDIKAN ANAK
Titi Rina Hidayati
Jurnal Warna Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52802/warna.v7i1.918
Dalam al-Qur’an terdapat bermacam macam ayat dalam al-Qur’an tentang pendidikan anak. Konsep perkembangan pendidikan pada anak dalam islam menitikberatkan pada konsep tarbiyah dan ta’dib.Pendidikan pada konsep tarbiyah adalah perlakuan kasih sayang untuk menumbuhkan rasa berdaya dan mengembangkan kemandirian anak berupa ketrampilan menjaga diri sendiri, enyelesaikan pekerjaan rumah Sedangkan pendidikan pada konsep ta’dib mengacu pada proses penerapan nilai-nilai, seperti sikap disiplin, dan tertib. Hal ini dapat diterapkan shalat tepat waktu, memberikan respon yang cepat ketika anak melakukan hal hal baik dan juga saat anak melakukan kesalahan.namun adakah perbedaan dalam cara mendidik anak? Karena apabila sebagai orangtua dalam mendidik anak memberi perlakuan yang berbeda pada anak apakah menurut alQur’an dibenarkan,Hal ini yang membuat saya mencoba mengangkat artikel dengan mempelajari surat Yusuf ayat 8.dan mencoba untuk menganalisa dari berbagai sumber.
IMPLEMENTASI BLENDED LEARNING DI MASA PANDEMIC PADA TK AL FALAH DANASRI
Purwati, Titi;
Lathifah, Inayatul
Jurnal Warna Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52802/warna.v5i2.921
Banyak tantangan dan permasalahan yang dihadapi pada saat pembelajaran online di masa pandemi, seperti kurangnya minat siswa dalam belajar. Model blended learning merupakan salah satu alternatif pembelajaran selama pandemi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi model blended learning di TK Al Falah. Metode penelitian ini adalah deksriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa TK Al Falah dan objek penelitian ini adalah Implementasi Blended Learning di TK AL Fatah. Sampel dari penelitian ini adalah menggunakan purposive sampling yaitu guru dan siswa di kelas TK B. Teknik analsis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi. Simpulan dari hasil penelitian ini adalah 1) implementasi blended learning di TK AL Falah menggabungkan model pembelajaran online (zoom meeting, whatsapp group dan youtube) serta menggunakan pembelajaran tatap muka terbatas yang terbagi menjadi dua sesi setiap pertemuannya, 2) Pemilihan media pembelajaran zoom meeting, WhatsApp group dan youtube untuk pembelajaran online berdasarkan kesepakatan orang tua murid dan pihak sekolah, 3) Pembelajaran tatap muka terbatas pada siswa berjalan sesuai dengan aturan dan siswa sangat antusias mengikuti pembelajaran di kelas.
PROGRAM PEMBIASAAN MELAFALKAN SURAT-SURAT PENDEK UNTUK MENANAMKAN KARAKTER RELIGIUS DI RA DIPONEGORO 84 KEDUNGWRINGIN
Fitri Lestari
Jurnal Warna Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52802/warna.v7i1.934
Tujuan penelitian ini adalah 1). Untuk mengetahui pembiasaan melafalkan surat-surat pendek pada anak usia dini di RA Diponegoro 84 Kedungwringin. 2) Untuk mengetahui upaya-upaya penanaman karakter religius pada siswa melalui pembiasaan melafalkan surat-surat pendek pada anak usia dini di RA Diponegoro 84 Kedungwringin. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Adapun lokasi penelitian dan objektif yang terletak di RA Diponegoro 84 Kedungwringin. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) pembiasaan melafalkan surat-surat pendek pada anak usia dini adalah sebuah kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh semua siswa di kelas. Kegiatan ini dilakukan setelah selesai berdo’a dan sebelum di mulainya pembelajaran. Kegiatan ini di lakukan supaya siswa memiliki kebiasaan yang baik mampu berfikir dan bertingkah laku sesuai dengan ajaran agama. 2) Upaya penanaman karakter religius siswa melalui pembiasaan melafalkan surat-surat pendek pada anak usia dini di RA Diponegoro 84 Kedungwringin. a) membaca surat-surat pendek setiap hari pada saat selesai membaca do’a. b) membimbing anak-anak dalam melafalkan surat yang di baca bagi yang belum mampu membacanya. c) membiasakan membaca do’a sebelum dan sesudah belajar, d) menasehati siswa supaya tidak gaduh. Ketika membaca do’a dan surat-surat pendek, e) membiasakan anak agar lebih gemar membaca huruf hijaiyah, f) bercerita tentang nasehat-nasehat atau pokok kandungan yang terdapat pada surat-surat yang telah di baca.
PENDIDIKAN ANAK DALAM KELUARGA: PERAN ORANG TUA TERHADAP ANAK USIA 0-5 TAHUN
Budiyati, Utami;
Ifa Refli Hanita
Jurnal Warna Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52802/warna.v7i2.994
Penelitian ini dilakukan karena pentingnya Pendidikan anak dalam keluarga yang menitik beratkan pada peran orang tua pada anak usia 0-5 tahun/balita. Keluarga tempat pertama dan utama bagi Pendidikan anak, kedua orangtualah yang berperan penting dalam keberhasilan melewati fase usia balita anak. Metodenya menggunakan penelitian pustaka/library research dengan Teknik mengumpulkan data dengan dokumentasi yakni sumber-sumber terkait penelitian seperti buku, jurnal, artikel dan media masa baik manual ataupun on-line. Pengolahan data dengan content analisis. Kemudian dilakukan Analisa sehingga menemukan konsep yang menjadi jawaban dari permasalahan. Hasil: Pendidikan anak dalam keluarga adalah usaha secara sadar dan terencana untuk mentransfer nilai-nilai luhur/budaya dari generasi tua pada generasi penerusnya yang dibimbing oleh keluarga agar mampu hidup dengan baik di masa depan. Peran orang tua pada fase balita; 1) usia 0-3 th; mengajarkan tauhid, membimbing dengan penuh kasih sayang, 2) usia 4 th: a. biasakan membaca buku tiap hari, b. membiasa kan akhlak mulia c. ajarkan tentang keberagaman, d. biasakan memberikan nilai-nilai positif pada anak. 3) usia 5 th: a. membangun karakter anak, b. membiasakan membaca, c. menanamkan kedisiplinan. Kesimpulan: peran orang tua pada fase 0-5 tahun/balita sangat dibutuhkan. Orang tua harus punya trik tertentu agar berhasil mendampingi anaknya melewati fase hidup yang pertama.
ANALISIS PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DOWN SYNDROM DI FLEXI SCHOOL BANDA ACEH
Alifah Rizqi;
Ulya, Reisatul;
Zulhulaifah;
Hijriati
Jurnal Warna Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Warna
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52802/warna.v8i1.1045
Anak-anak dengan Down Syndrome seringkali mengalami tantangan dalam proses pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi bagaimana stimulasi sensori motorik yang tepat dan pendekatan individual dapat meningkatkan kemampuan belajar anak dengan Down Syndrome dalam lingkungan pendidikan inklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, observasi langsung, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling dari anak-anak dengan Down Syndrome yang terdaftar di Flexi School Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukan bahwa stimulasi sensori motorik seperti meremas, menggunting, dan menarik garis membantu meningkatkan keterampilan motorik halus dan kasar, integrasi sensoris, serta kesadaran diri dan tubuh anak-anak dengan Down Syndrome. Pendekatan individual dan kurikulum yang disesuaikan memungkinkan guru untuk memenuhi kebutuhan unik setiap anak. Penanganan hambatan belajar memerlukan kolaborasi antara pendidik, orang tua, dan profesional lainnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif.
ANALISIS KARAKTERISTIK DAN AKTIVITAS BELAJAR ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (TUNARUNGU) DI SEKOLAH SLB- B YPAC BANDA ACEH
Arnida;
Hijriati;
Maulina, Cut Puja;
Fitria, Anna;
Fadila, Nadia
Jurnal Warna Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Warna
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52802/warna.v8i1.1047
Anak tunarungu menunjukan kesulitan mendengar dari katagori ringan sampai berat, di golongkan ke dalam kurang dengar dan tuli. Tunarungu memerlukan media pembelajaran dengan menunjukan foto-foto dan video untuk memperkaya kosa kata bahasa isyarat dalam aktivitas pembelajaran. Karakteristik anak tunarungu dari segi fisik tidak memiliki karakteristik yang khas, karena secara fisik anak tunarungu tidak mengalami gangguan yang terlihat. aktivitas belajar anak tunarungu dapat sangat bervariasi tergantung pada tingkat pendengarannya dan kemampuan belajar anak, serta lingkungan mereka. Karakteristik pada anak berkebutuhan khusus seperti tunarungu ialah memiliki kesulitan dalam komunikasi tetapi seringkali memiliki kemampuan komunikasi visual yang kuat, seperti bahasa isyarat, dalam pembelajaran mereka juga memerlukan bantuan dalam belajar. Penelitian ini telah dilakukan dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan metode observasi dan wawancara yang dilakukan di sekolah, penulis mengambil populasi 9 orang anak dan sampel 5 yang bersekolah di salah satu SLB yang ada di Banda Aceh yang mengidap tunarugu. Subjek yang di amati ada 5 orang anak yang mengalami kelaianan tunarungu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana karakteristik anak tunarungu dalam proses pembelajaran di sekolah SLB-B YPAC Banda Aceh.
ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA FLASH CARD TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA ANAK TUNA RUNGU
Supriyatin;
Wulandari Retnaningrum
Jurnal Warna Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Warna
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52802/warna.v8i1.1053
Penelitian ini dilakukan di TK Siwi Peni Cilacap kelompok B. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis penggunaan media flash card terhadap kemampuan membaca anak tuna rungu. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Tahapan dalam melaksanakan penelitian antara lain persiapan, pelaksanaan dan pengolahan data. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dengan mengumpulkan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian didapatkan bahwa anak tuna rungu mampu membaca dengan menggunakan media flash card terlihat dari kegiatan (1) media flash card penting digunakan agar anak tuna rungu mampu membaca, (2) anak usia dini berada di usia emas yang harus distimulasi agar anak tuna rungu mampu membaca, maka proses pembelajaran dengan menggunakan media flash card sangat penting dan efektif diterapkan, (3) Melalui metode bermain, observasi, pemberian tugas, memberikan pertanyaan kepada anak saat melakukan kegiatan, anak tuna rungu mampu membaca menggunakan media flash card.