cover
Contact Name
Nur Meily Adlika
Contact Email
geografi@untan.ac.id
Phone
+6289665140572
Journal Mail Official
geografi@untan.ac.id
Editorial Address
Universitas Tanjungpura, Jl. Profesor Dokter H. Hadari Nawawi, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78115
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Georeference: Jurnal Kajian Ilmu dan Pembelajaran Geografi
ISSN : 30249775     EISSN : 30249279     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/gr.v1i2.70120
Georeference: Jurnal Kajian Ilmu dan Pembelajaran Geografi is an open access, and peer-reviewed journal. This journal publishes a scientific paper on the results of the study and review of the literature. The scope of this journal includes, but is not limited to: Education, Natural and Applied Science, and Science Studies. Georeference will be published in April and October.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2023)" : 5 Documents clear
ANALISIS TINGKAT KEMACETAN DAN FAKTOR PENYEBAB KEMACETAN LALU LINTAS DI JALAN SULTAN HAMID II KECAMATAN PONTIANAK SELATAN Safira, Ega; Khuluqi, Fathoniyy Sahlul
GEOREFERENCE Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/gr.v1i1.64495

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui: 1) Penyebab terjadinya kemacetan di jalan Sultan Hamid II di Kota Pontianak, 2) Menampilkan peta titik kemacetan, dan 3) Menemukan alternatif penanggulangan macet. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan penyajian data berupa data naratif.  Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah survey, observasi dan studi dokumentasi. Adapun hasil penelitian yang dilakukan di jalan Sultan Hamid II: 1) Tingkat kemacetan tinggi terjadi pada pagi dan sore hari kerja, tingkat kemacetan rendah terjadi pada siang hari kerja dan libur. Sedangkan arus bebas terjadi pada pagi hari minggu. 2) kemacetan di jalan Sultan Hamid II disebabkan karena ruas jalan yang tidak lebar, volume kendaraan, persimpangan jalan, mobilitas komuter, dan minimnya jumlah angkutan umum. 3) Alternatif penanggulangan kemacetan dapat dilakukan dengan meningkatkan kapasitas jalan, membangun jembatan baru, mengembangkan angkutan umum, dan membatasi jumlah kepemilikan mobil pribadi serta memberikan batasan umur kepada pengemudi mobil yang melintasi jalan Sultan Hamid II.Keywords: Kemacetan, Jalan Sultan Hamid II, Penyebab, Solusi
PERHITUNGAN LALU LINTAS HARIAN RATA-RATA PADA PERSIMPANGAN ADI SUCIPTO Hadi, Febrian; Khumairah, Mutiari; Melianti, Ikce; Widiyanti, Vina
GEOREFERENCE Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/gr.v1i1.64350

Abstract

Lalu lintas Harian Rata-rata adalah volume lalu lintas rata-rata dalam satu hari dari cara memperoleh data dikenal 2 jenis lalu lintas harian rata-rata, yaitu lalu lintas harian rata-rata tahunan dan lalu lintas rata-rata harian. Lalu lintas Harian Rata-rata dapat di hitung dengan cara menjumlahkan volume lalu lintas dalam satu periode tertentu yang lebih dari satu hari dan kurang dari satu tahun. Pada Persimpangan Adi Sucipto volume lalu lintas harian rata-rata dihitung dengan metode pencacahan arus lalu-lintas yang dihitung pada peak hour dengan interval waktu 15 menit. Selama pengamatan tercatat jumlah kendaraan yang melintas pada persimpangan Adi Sucipto sebanyak 28.425 kendaraan dengan jumlah lalu-lintas harian rata-rata adalah 9.475 kendaraan/jam. Persimpangan Adi Sucipto terdiri dari empat ruas jalan yang saling bertemu dan merupakan jenis simpang sebidang dengan bentuk simpang empat bersinyal. Pergerakan arus lalu lintas kendaraan pada persimpangan Adi Sucipto terdiri dari 12 arah pergerakan dengan bentuk kombinasi dari tiga pergerakan arus lalu lintas yaitu Diverging, Merging dan Crossing.
ANALISIS KONDISI TRANSMIGRASI DI DESA PEMATANG TUJUH Abdullah, Sadi; Sugiharto, Eko; Hidayatullah, Rizki; Harjanti, Diah Trismi
GEOREFERENCE Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/gr.v1i1.54973

Abstract

Transmigrasi merupakan salah satu bentuk mobilitas spasial atau migrasi penduduk atas inisiatif pemerintah. Transmigrasi dapat dipandang sebagai salah satu unsur dari kerangka eksperimen yang sangat penting dalam usaha pemanfaatan lahan di Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk (1). Mengetahui Proses Pelaksanaan Transmigrasi Di Desa Pematang Tujuh, (2). Mengetahui Kehidupan Transmigran Sebelum Dan Sesudah Melakukan Transmigrasi. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif menggunakan pendekatan deksriptif. Hasil penelitia n menunjukan bahwa jenis transmigrasi yang dilakukan oleh para narasumber adalah transmigrasi sektoral dan transmigrasi lokal, dan kehidupan transmigran rata-rata mengalami peningkatan yang baik ketika berada di desa tersebut Penelitian ini menggukan jenis penelitian kualitatif, yang dimana peneliti berperan sebagai alat (isntrumen) utama dalam mengumpulkan data, peneliti turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengamatan, kemudian sumber data dalam penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh langsung dari pihak pertama. Kehidupan transmigran rata-rata mengalami peningkatan yang baik ketika berada di desa tersebut hal ini dapat dilihat mulai dari pekerjaan mereka yang awalnya bekerja sebagai apa dan ketika datang di desa tersebut mengalami perbaikan dalam hal pekerjaan dan tentunya juga mengalami peningkatan dalam pendapatan.
DESKRIPSI PROGRAM TRANSMIGRASI KE DESA RASAU JAYA II Safitri, Yolanda; Egar, Eugenius; Alatas, M. Syahdi; Ashabulkahvi, Vikri; Harjanti, Diah Trismi
GEOREFERENCE Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/gr.v1i1.54872

Abstract

Transmigrasi sebagai model pembangunan komunitas masyarakat mempunyai tiga sasaran pokok. Pertama, meningkatkan kemampuan dan produktivitas masyarakat transmigrasi (transmigrasi dan masyarakat sekitar Permukiman transmigrasi). Kedua, membangun kemandirian (transmigran dan masyarakat sekitar permukiman transmigrasi), dan ketiga, mewujudkan integrasi di permukiman transmigrasi, sehingga ekonomi dan sosial budaya mampu tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan. Desa Rasau Jaya 2 merupakan salah satu sasaran desa transmigrasi dan sekaligus menjadi lokasi penelitian dengan jumlah   narasumber 3 orang dimana kami melakukan wawancara pada narasumber untuk mengumpulkan data "“ data yang dibutuhkan, dan 3 orang tersebut rata "“ rata dengan alasan utamanya mereka   yaitu karena faktor ekonomi, memperbaiki perekonomian keluarga mereka. Metode yang digunakan yaitu , wawancara dan Observasi.   Metode wawancara adalah metode  yang digunakan untuk mengumpulkan data "“ data yang ingin digunakan sebagai acuan kepastian yang ingin didapat, sedangkan metode observation digunakan untuk proses pemerolehan data informasi dari tangan pertama, dengan cara melakukan pengamatan yang dikumpulkan dari beberapa narasumber di Rasau jaya II ini. Hasil yang diperoleh setelah melakukan wawancara dan observasi, diketahui ketiga nasumber kami adalah transmigrant. Para narasumber tersebut melakukan Transmigrasi bersama keluarga mereka dari daerah Jawa. Narasumber tersebut melakukan transmigrasi karena faktor ekonomi, kemudian untuk memperbaiki perekonomian masing "“ masing keluarga dan karena adanya bantuan   dari pemerintah berupa tanah dan lahan persawahan di Rasau Jaya II
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN GARIS PANTAI TERHADAP KONDISI EKOWISATA BAHARI DI PANTAI KURA "“ KURA Farhan, Firda Islamaya; Wahyuni, Uray Lia
GEOREFERENCE Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/gr.v1i1.53699

Abstract

Perubahan garis pantai merupakan suatu proses yang menunjukkan adanya perubahan luas lahan di pantai yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti faktor alami dan faktor manusia. Satu diantara faktor alami yang dapat menimbulkan perubahan garis pantai adalah abrasi. Abrasi akibat gelombang besar dapat mengikis garis pantai sehingga mengalami degradasi. Seperti yang terjadi di Pantai KuraKura. Pantai Kura-Kura terletak di Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat. Garis pantai di Pantai Kura-Kura terus mengalami perubahan pada setiap tahun. Perubahan yang terjadi menyebabkan penyempitan luas pantai serta kerusakan daerah konservasi. Hal ini tentu berdampak negatif dan menghambat Pantai Kura-Kura untuk menjadi ekowisata bahari yang berkelanjutan. Oleh karena itu, perlu adanya upaya konservasi yang tepat untuk meminimalisir dampak perubahan garis pantai akibat abrasi di Pantai Kura-Kura. Selain itu, perlu adanya koordinasi dan kerjasama antara pengelola serta masyarakat di Pantai Kura-Kura bersama Pemerintah Daerah.

Page 1 of 1 | Total Record : 5