cover
Contact Name
Muh. Thohirin
Contact Email
muhtohirin21@gmail.com
Phone
+6282372962315
Journal Mail Official
justimessaburai468@gmail.com
Editorial Address
Jl. Imam Bonjol No. 468 Langkapura, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JUSTIMES (Jurnal Rekayasa Teknik Mesin Saburai)
ISSN : 29862809     EISSN : 29861918     DOI : 10.24967/justimes
Core Subject : Engineering,
JUSTIMES (Jurnal Rekayasa Teknik Mesin Saburai), with registered number p-ISSN: 2986-2809 (print), e-ISSN: 2986-1918 (online), is a scientific journal published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Sang Bumi Ruwa Jurai University, Lampung, Indonesia. JUSTIMES (Jurnal Rekayasa Teknik Mesin Saburai), published two time annually, i.e., in February and August. Every manuscript submitted to JUSTIMES (Jurnal Rekayasa Teknik Mesin Saburai) was independently reviewed by at least two reviewers in the form of "double-blind review". Decisions for publication, amendment, or rejection are based on their reports/recommendations. In certain cases, the editor may submit an article for review to another, third reviewer before making a decision, if necessary. This publication is available online via open access.
Articles 15 Documents
Rancang Bangun Rebusan Buah Kelapa Sawit Sederhana Kapasitas 200 Kg Wisnaningsih, Wisnaningsih; Thohirin, Muh.; Yunus, M.; Santoso, Ari Beni; Raihan, Ahmad
JUSTIMES (Jurnal Rekayasa Teknik Mesin Saburai) Vol 1, No 02 (2023): JUSTIMES (Jurnal Rekayasa Teknik Mesin Saburai)
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/justimes.v1i02.2713

Abstract

Provinsi Lampung memiliki potensi di bidang kelapa sawit. Potensi ini dapat dilihat dari jumlah luas dan produksi kelapa sawit yang tinggi di Provinsi Lampung. Setiap kabupaten di Provinsi Lampung memiliki potensi dan kemampuan berbeda mengenai budidaya kelapa sawit. Berdasarkan masalah tersebut maka peneliti berencana akan membuat rebusan kelapa sawit kapasitas 200 Kg. Pada penelitian ini akan menggunakan pembuatan mesin rebusan, Tahap pertama sebelum menentukan konstruksi rebusan kelapa sawit adalah mencari parameter rebusan kelapa sawit yang sudah berorasi. Parameter yang diketahui pada rebusan kelapa sawit diantarnya adalah waktu pemanasan boiler 45 menit, suhu panas pada boiler sebesar 2800c, suhu panas pada rebusan sebesar 1350c, tekanan maksimal pada rebusan sebesar 3 bar, waktu perebusan kelapa sawit 90-120 menit, berat kelapa sawit yang direbus 30 ton. Waktu perebusan pada penelitian ini dilakukan selama 100, 110 dan 120 menit dengan bahan bakar batok kelapa yang sudah dipecah dengan ukuran 2-3 cm. Perlakuan sterilizer menggunakan dengan suhu dan waktu, perlakuakn terlihat dengan tabel sebagai berikuti. Kelapa sawit yang sudah direbus matang, selanjutnya sawit dilumat menggunakan digester selama 10 menit sampai biji sawit terpisah dengan daging dan seratnya. Hasil dari lumatan selanjutnya dipres menggungakan pres hidrolik untuk memisahkan minyak CPO dengan fiber dan carnelnya. Waktu untuk pengepresan 5,7 dan 9 menit. Pengaruh suhu dan waktu perebusan terhaap kematangan buah kelapa sawit. Pengujian pertama dengan suhu 100oc dan waktu 120 menit hasil buah kelapa sawit kurang matang. Selanjutnya proses pengujian ke dua dengan suhu 100 dan waktu perebusan 130 menit mendapatkan hasil buah sawit kurang matang. Selanjutnya adalah pengujian ketiga dengan suhu 100 dan waktu perebusan 140. Tingkat kematangan buah kelapa sawit semakin meningkat dikarenakan lamanya waktu perebusan. pengujian pertama dengan suhu 100oc dan waktu 110 menit mendaptakan hasil yang kurang merata. Pada pengujian kedua mendapatkan hasil rebusan yang hanya mateng pada bagian terdekan yang terkena uap panas. Pengujian yang idel ditunjukan pada pengujian ketiga dan keempat dimana tingkat kematangan buah kelapa sawit merata kesemua buah kelapa sawit yang direbus (200 Kg). Pengujian kelima dan enam mendapatkan hasil lebih matang atau kelewat matang jika dibandingkan dengan pengujian-pengujian sebelumnya.
Analisis Unjuk Kerja AHU (Air Handling Unit) Sistem Refrigerasi Kompresi Uap Menggunakan Refrigeran NH3 (Studi Kasus di PT. CPB) Agus Apriyanto
JUSTIMES (Jurnal Rekayasa Teknik Mesin Saburai) Vol 1, No 01 (2023): JUSTIMES (Jurnal Rekayasa Teknik Mesin Saburai)
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/justimes.v1i01.2102

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi operasi dari siklus refrigerasi yang ada dalam perusahaan khususnya untuk sistem Air Handling Unit (AHU). Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah mengumpulkan data-data primer dan sekunder terkait system refrigerasi kompresi uap yang ada di perusahaan melalui bebarapa tahapan, yaitu pengenalan dan observasi, melakukan wawancara dan diskusi, dan studi literatur. Lokasi penelitian di PT. Central Pertiwi Bahari, Tulang Bawang, Lampung. Pengambilan data dilakukan dengan cara pengamatan secara langsung di lapangan serta hasil keterangan dari operator dan staff engineering. Data yang sudah terkumpul lalu diolah, dianalisis, dibahas, dan ditarik kesimpulan. Hasil penelitian terhadap analisis unjuk kerja AHU pada daur refrigrasi kompresi uap yang ada di PT. CPB menunjukkan bahwa belum terdapat penurunan Coefficient Of Performance (COP) yang signifikan (8,420) masih dalam range koefisien prestasi desain spesifikasi yang sekitar 8,25 s.d 10,3. Hal ini terbukti bahwa operasional dan maintenance di lapangan dilakukan dengan baik, kerusakan pada sistem masih dapat diminimalisir. Selain itu,  pengaruh penggunaaan refrigerant sangat berdampak pada koefisien prestasi dari sistem. Koefien prestasi yang tinggi menunjukan sejumlah tertentu refrigerasi hanya memerlukan sejumlah kecil kerja. Amonia memiliki selisih antara titik beku dan titik didih yang tidak terlalu jauh sehingga kerja kompresor tidak terlalu besar. Teknologi sistem refrigerasi jenis kompresi uap memiliki koefisien prestasi yang tinggi dan efek terhadap lingkungan yang baik sehingga dapat direkomendasikan untuk industri pengolah udang di Indonesia dan di Lampung khususnya.
Rancang Bangun Mesin Potong Jenis Scroll Saw Yusman, Fardhan Gurun Sangra; Muhyi, Abdul; Puandra, Fajar; Siahaan, Yusuf Kornelius; Manalu, Andrean Prima Jaya
JUSTIMES (Jurnal Rekayasa Teknik Mesin Saburai) Vol 1, No 02 (2023): JUSTIMES (Jurnal Rekayasa Teknik Mesin Saburai)
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/justimes.v1i02.2605

Abstract

Scroll saw adalah salah satu alat atau mesin yang sering digunakan dalam dunia industri khususnya mebel. Scroll saw memanfaatkan tenaga listrik dan motor penggerak yang memiliki kecepatan konstan dan tetap. Pembuatan alat ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan scroll saw untuk pemotongan pada media besi khususnya pelat. Alat ini menggunakan motor listrik dari gerinda tangan sebagai penggerak dari mata gergaji. Mata gergaji bergerak naik turun lalu media yang ingin dipotong didorong ke arah mata gergaji. Alat ini dinyatakan berhasil karena sesuai dengan parameter yaitu pemotongan pada pelat besi dengan ketebalan 0,8 mm, 1,2 mm dan 3 mm yang terbatas pada kecepatan putaran 2250 RPM. Perancangan pada desain alat menggunakan aplikasi solid work 2022. Berdasarkan hasil perancangan, didapat bahwa mesin potong jenis scroll saw dapat memotong pelat besi dari ketebalan 0.8 mm, 1.2 mm dan 3 mm dengan RPM tertentu, dan dapat memotong plywood dengan ketebalan 1 cm.
Analisis Kerusakan Mesin Molen Genteng Mengggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) Kemas Muhammad Abdul Fatah; Muhammad Yunus; Ivan Prasetya
JUSTIMES (Jurnal Rekayasa Teknik Mesin Saburai) Vol 1, No 01 (2023): JUSTIMES (Jurnal Rekayasa Teknik Mesin Saburai)
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/justimes.v1i01.2090

Abstract

Dalam pelaksanaan penggilingan tanah liat, sering terjadi kerusakan pada mesin molen genteng. Overall Equipment Effectiveness (OEE) adalah metode pengukuran efektivitas penggunaan suatu mesin atau peralatan pada saat beroperasi. Kemampuan mengidentifikasikan secara jelas akar permasalahan dan faktor penyebabnya sehingga membuat usaha perbaikan menjadi terfokus. ujuan penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat efektivitas mesin Molen dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan menganalisa penyebab six big losses mesin Molen Genteng. Kinerja mesin Molen Genteng belum sesuai dengan standar OEE. Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan rata – rata nilai Overall Equipment Effectiveness adalah 65 persen. Hal ini disebabkan karena tidak adanya nilai yang mencapai standar untuk 3 komponen perhitungan nilai OEE. pada kinerja mesin oven selama 3 bulan rata-rata nilai Availability Rate 83 persen, Performance Rate 78 persen dan Quality Rate 98 persen. Meskipun nilai tersebut hampir mencapai target. Hal yang menjadi 2 Losses terbesar Penyebab turunnya kinerja mesin sehingga nilai OEE tidak mencapai standar adalah Equipment Failure Losses dengan nilai 72 persen dan Reduced speed losses dengan nilai 11. Penyebab tingginya nilai Equipment Failure Losses adalah rusaknya komponen mesin pada bagian bearing poros as utama. Rusaknya bearing pada poros as utama dikarenakan kurangnya perawatan bearing dan bearing sering kemasukan cipratan tanah saat penggilingan tanah liat.
Perancangan dan Konstruksi Boiler untuk Rebusan Buah Sawit dengan Kapasitas 200 Kg Thohirin, Muh.; Wisnaningsih, Wisnaningsih; Yunus, M.; Pambudi, Ambar; Habibi, Ahmad Solih
JUSTIMES (Jurnal Rekayasa Teknik Mesin Saburai) Vol 1, No 02 (2023): JUSTIMES (Jurnal Rekayasa Teknik Mesin Saburai)
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/justimes.v1i02.2714

Abstract

Provinsi Lampung memiliki potensi di bidang kelapa sawit. Potensi ini dapat dilihat dari jumlah luas dan produksi kelapa sawit yang tinggi di Provinsi Lampung. Pembangunan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Lampung di harapkan mampu meningkatkan nilai tambah, membuka dan memperluas lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, mengentaskan kemiskinan sehingga peningkatkan devisa yang dapat mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung. Setiap kabupaten di Provinsi Lampung memiliki potensi dan kemampuan berbeda mengenai budidaya kelapa sawit. Besarnya biaya dan rumitnya pembuatan pabrik pengelola kelapa sawit menjadi Crude Palm Oil (CPO) membuat masyarakat yang memiliki kebun kelapa sawit dengan ekonomi rendah tidak dapat memproses kelapa sawit menjadi CPO sendiri. Berdasarkan masalah tersebut, tujuan penelitian ini adalah membuat boiler untuk digunakan pada rebusan kelapa sawit dengan kapasitas 200 Kg. Tahap pertama sebelum menentukan konstruksi rebusan kelapa sawit adalah mencari parameter rebusan kelapa sawit yang sudah berorasi. Parameter yang diketahui pada rebusan kelapa sawit diantaranya adalah waktu pemanasan boiler 45 menit, suhu panas pada boiler sebesar 280 derajat celcius, suhu panas pada rebusan sebesar 135 derajat celcius, tekanan maksimal pada rebusan sebesar 3 bar, waktu perebusan kelapa sawit 90-120 menit, berat kelapa sawit yang direbus 30 ton. Konstruksi dan semua komponen boiler mampu bekerja dan mencapai panas 100 dearajt celcius pada waktu pemanasan 90 menit dan mencapai tekanan tertinggi 2 bar. Berdasarkan analisis, efesiensi boiler pada penelitian rancang bangun boiler untuk rebusan kelapa sawit sebesar 79,08 persen.
Perancangan Alat Pembuat Bata Merah Kapasitas 6000 Bata/Hari Kemas Muhammad Abdul Fatah; Muhammad Yunus; Tobby Jaladara
JUSTIMES (Jurnal Rekayasa Teknik Mesin Saburai) Vol 1, No 01 (2023): JUSTIMES (Jurnal Rekayasa Teknik Mesin Saburai)
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/justimes.v1i01.2092

Abstract

Bata merah sebagai komponen utama penyusun sebuah bangunan, dibuat dari tanah liat dengan / tanpa campuran bahan lain, dibakar pada suhu tinggi hingga tidak hancur lagi bila direndam di dalam air. Bata yang baik sebagian besar terdiri atas tanah liat dengan sedikit kandungan pasir. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat rancangan alat pencetak batu bata merah secara otomatis agar memudahkan pengrajin batu bata merah untuk memproduksi batu bata merah secara banyak dengan waktu yang singkat. Tempat Pelaksanaan Perancangan alat pembuat bata dilakukan di Desa Margosari kabupaten Pringsewu. Penelitian ini di laksanakan dari bulan Januari tahun 2022 hingga bulan Juni tahun 2022. Waktu perancangan mulai dilaksanakan pada tanggal 25 Januari 2022. Pengerjaan dilakukan setiap hari sabtu dan minggu dari pukul 13.00 WIB sammpai 17.00 WIB. Berdasarkan hasil perancangan alat pencetak batu bata merah ini, ditemukan hasil bahwa untuk diameter poros dengan daya 17,652 kW adalah 30 mm. Nomor nominal sabuk – V menggunakan No 75 L1905 mm. Bahan pasak menggunakan S45C yang dicelup dingin dan dilunakkan, untuk bantalan menggunakan No. 6406 diameter 30 mm dengan diameter lekukan 86 dibulatkan menjadi 90 mm.
Pengaruh Tekanan dan Temperatur Terhadap Rancangan Konstruksi Boiler Sederhana Menggunakan Solidwork 2019 Wisnaningsih, Wisnaningsih; Thohirin, Muh.; Yunus, M.; Fauzi, Ahmad Afif
JUSTIMES (Jurnal Rekayasa Teknik Mesin Saburai) Vol 1, No 02 (2023): JUSTIMES (Jurnal Rekayasa Teknik Mesin Saburai)
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/justimes.v1i02.2712

Abstract

Untuk merebus tandan buah segar (TBS), tahapan yang pertama adalah proses perebusan atau sterilisasi yang dilakukan dalam bejana bertekanan (sterilizer) dengan menggunakan uap air jenuh (saturated steam). Tahap pertama sebelum menentukan model boiler untuk sterilizer kelapa sawit mini adalah mencari parameter rebusan kelapa sawit yang sudah beroperasi. Parameter yang diketahui pada rebusan kelapa sawit diantaranya adalah waktu pemanasan boiler 45 menit, suhu panas pada boiler sebesar 280 derajat celcius, suhu panas pada sterilizer sebesar 135 derajat celcius, tekanan maksimal pada sterilizer sebesar 3 bar, waktu perebusan kelapa sawit 90-120 menit, berat kelapa sawit yang direbus 30 ton. Analisis menggunakan metode taguchi untuk mengetahui yang paling berpengaruh antara pengaruh suhu dengan pressure terhadapat konstruksi boiler setelah dilakukan simulasi menunjukkan bahwa pengujian level pertama pada pressure memiliki nilai 4,422 dan pada temperature memiliki nilai 4,762. Sedangkan untuk level kedua memiliki nilai pressure 4,427 dan temperature e 4,422. Pengujian level ketiga memiliki nilai pressure 4,434 dan temperature 4,099. Nilai delta pada pressure sebesar 0,012 dan temperature 0,663 dan nilai rank pada pressure 2 sedangkan pada temperature 1. Sehingga dapat diketahui bahwa yang paling memiliki pengaruh besar terhadap konstruksi boiler adalah temperature dengan nilai 2,311.Variasi yang paling baik adalah yang memiliki pengaruh kritis yang paling rendah yaitu pada variasi tekanan 4 bar dan temperatur 140 derajat celcius.
Rancang Bangun Mesin Pengering Biji Kakao Menggunakan Tenaga Hemat Energi Tri Cahyo Wahyudi; Muh. Thohirin; Wisnaningsih Wisnaningsih; Muhammad Yunus; Aditya Saputra
JUSTIMES (Jurnal Rekayasa Teknik Mesin Saburai) Vol 1, No 01 (2023): JUSTIMES (Jurnal Rekayasa Teknik Mesin Saburai)
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/justimes.v1i01.2093

Abstract

Masyarakat pada umumnya memanfaatkan panas yang dihasilkan dari sinar matahari dalam melakukan pengeringan biji kakao, pengeringan membutuhkan waktu sampai 2 hari hingga biji kakao siap untuk dijual. Namun terkadang faktor cuaca merupakan suatu masalah tersendiri selama proses pengeringan. Perlu adanya suatu inovasi untuk memecahkan masalah yang dialami para petani, salah satunya adalah mesin pengering biji kakao. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat rancangan Mesin pengering biji kakao menggunakan tenaga hemat energi. Mesin Pengering biji kakao ini adalah gabungan dari beberapa komponen yang termuat dalam suatu bentuk alat yang digunakan dalam melakukan pengeringan biji kakao dengan cara memanfaatkan energi listrik AC 220 volt, kemudian energi tersebut diubah menjadi energi panas dengan menggunakan elemen pemanas sehingga menghasilkan panas yang digunakan selama proses pengeringan. Pengujian dalam penelitian ini dilakukan secara statistik dengan mengatur suhu yang tepat pada elemen pemanas untuk melakukan pengeringan, putaran yang dihasilkan motor penggerak dalam menggerakkan tabung penampug biji kakao dalam bentuk perhitungan RPM serta waktu yang dibutuhkan selama proses pengeringan. Memecahkan masalah yang dialami petani dalam proses pengeringan biji kakao dengan beberapa tahapan, seperti perencanaan dan pengumpulan data serta melakukan evaluasi yang dilakukan selama proses pengujian alat, sehingga menghasilkan alat yang dapat membantu para petani selama proses pengeringan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mesin pengering dapat menampung kapasitas 1 kg selama proses pengeringan dengan durasi waktu 60 menit. Dengan elemen pemanas bekerja pada suhu 35-40 derajat Celcius. Mesin ini mampu menurunkan kadar air sebesar 1,5 persen. 
Analisis Pengaruh Kecepatan Pemotongan dan Kuat Arus Terhadap Kekasaran Permukaan dan Lebar Kerf Pada Pemotongan Aluminium 5052 Menggunakan CNC Plasma Arc Cutting Manalu, Andrean Prima Jaya; Muhyi, Abdul; Puandra, Fajar; Siahaan, Yusuf Kornelius; Yusman, Fardhan Gurun Sangra
JUSTIMES (Jurnal Rekayasa Teknik Mesin Saburai) Vol 1, No 02 (2023): JUSTIMES (Jurnal Rekayasa Teknik Mesin Saburai)
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/justimes.v1i02.2604

Abstract

Di era perkembangan dunia industri saat ini teknologi yang digunakan semakin canggih dan kompleks. Pemotongan merupakan suatu proses pengolahan bahan baku di dunia industri. Salah satu proses pemesinan non-konvensional adalah plasma arc cutting yang dimanfaatkan untuk mempermudah dalam pemotongan logam dengan menggunakan gas terionisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kecepatan pemotongan dan kuat arus terhadap kekasaran permukaan dan mengetahaui pengaruh variasi kecepatan pemotongan dan kuat arus terhadap lebar kerf dengan alat potong yang digunakan berupa mesin plasma arc cutting 20-45 Multipro cut 45 G-SB, dengan material yang digunakan plat aluminium 5052 dengan ketebalan 3mm. dalam proses pemotongannya, digunakan variasi kuat arus sebesar 25 A, 35 A dan 45 A dan variasi kecepatan pemotongan sebesar 800 mm/menit, 1000 mm/menit dan 1200 mm/menit. Pada hasil penelitian ini diperoleh nilai lebar kerf paling kecil pada penggunaan kecepatan pemotongan 1200 mm/menit dan variasi kuat arus 25 A. Nilai lebar kerf paling besar pada pengguanaan kecepatan pemotongan 800 mm/menit dan variasi kuat arus 45 A. Pada penelitian ini didapat nilai kekasaran permukaan paling kecil pada penggunaan kecepatan pemotongan 1200 mm/menit dengan kuat arus 45 A sebesar 21,60 μm dan nilai kekasaran permukaan paling tinggi didapat dari penggunaan kecepatan pemotongan 800 mm/menit dengan kuat arus 25 A sebesar 37,83 μm. Sehingga, dalam hal ini variasi kecepatan pemotongan dan kuat arus dapat mempengaruhi nilai lebar kerf dan nilai kekasaran permukaan hasil pemotongan.
Pengaruh Variasi Debit Aliran Gas Argon Terhadap Laju Korosi Pada Material Stainlees Steel Austenitic 304 Dengan Larutan C6H8O7 (Asam Sitrat) Wisnaningsih Wisnaningsih; Kemas Muhammad Abdul Fatah; Aditya Kurniawan Saputra
JUSTIMES (Jurnal Rekayasa Teknik Mesin Saburai) Vol 1, No 01 (2023): JUSTIMES (Jurnal Rekayasa Teknik Mesin Saburai)
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/justimes.v1i01.2094

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh laju  korosi Stainless Steel 304 yang telah mengalami proses pengelasan TIG dengan variasi debit aliran gas argon terhadap larutan C6H8O7. Stainless Steel (SS) adalah paduan besi dengan kadar kromium (Cr) minimal 12 persen. Penelitian ini menggunakan suatu metode eksperimen dengan menitikberatkan pada perbandingan laju korosi variasi debit aliran gas argon terhadap larutan C6H8O7. (Asam Sitrat). Penelitian dilakukan pada bulan Maret s/d Mei 2022 di PT. Tjokro putra persada. Bahan yang digunakan sebagai spesimen adalah stainless steel austenit 304, dengan komposisi: Cr = 18,358 persen, Ni = 8,408 persen, C = 0,047 persen, Fe = 70,47 persen. Hasil penelitian didapat bahwa laju korosi rata-rata pada spesimen I 40A = 1.452,34 gram/dm2/minggu, spesimen II 60A = 1.452,93 gram/dm2/minggu, spesimen III 80A = 1.162,34  gram/dm2/bulan.

Page 1 of 2 | Total Record : 15