cover
Contact Name
Edowinsyah
Contact Email
edopga18@gmail.com
Phone
+6285290642110
Journal Mail Official
sttplppm@gmail.com
Editorial Address
Jln. Masik Siagim No.75 Simpang Mbacang Kel. Karang Dalo, Kota Pagar Alam, SUM-SEL, Indonesia
Location
Kota pagar alam,
Sumatera selatan
INDONESIA
BERING: Jurnal Imiah Besemah Engineering
ISSN : 2355617X     EISSN : 28281160     DOI : https://doi.org/10.36050/bering.v10i2
Core Subject : Engineering,
The scope of the journal BERINGS includes: Civil Engineering research including hydrology, Structure, Construction, Material Technology, Geometric, Transportation, and also in the field of planning such as Regions and cities development and planning, Urban Design, Community Development, Housing
Articles 21 Documents
FEASIBILITY STUDY (STUDI KELAYAKAN) PERENCANAAN PEMBANGUNAN TPS 3R DI PULAU SABIRA KABUPATEN KEPULAUAN SERIBU PROVINSI DKI JAKARTA) Ernamaiyanti; Mega Yunanda
Jurnal Ilmiah BERING Vol. 10 No. 1 Maret (2022): BERING: Jurnal Imiah Besemah Engineering
Publisher : P3M Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36050/bering.v9i1 Maret.202

Abstract

The purpose of this study was to compile a technical study of planning for the construction of 3R TPS on Sabira Island, Seribu Islands Regency, DKI Jakarta Province. The research method is a quantitative method. The types of surveys carried out are polygon and rate generation. The plan for the construction of the Sabira Island 3R TPS is recommended in an available location with a land area of ±375 m2 or 15 m x 25 m. The condition of Service and Waste Management on Sabira Island has a weighting score with a total score of 14. This means that the criteria for service and waste processing locations for the construction of 3R TPS on Sabira Island are recommended in the available locations. Of the four waste processing technologies on Sabira Island that were assessed using the SWOT method, it was concluded that composting was the one that exceeded the median score for both internal and external environmental factors. The number of collecting vehicles for motorbike carts on Sabira Island is 4 trips/day (1 (one) unit of existing motorbike cart is suitable for use). The loading rate to be processed at the 3R TPS on Sabira Island is 0.542 m3/hour. The land area required for the construction of the 3R TPS on Sabira Island is 193.67 m2. The social feasibility study in the plan for the construction of the 3R TPS on Sabira Island is that the people of Sabira Island support the plan for the construction of the 3R TPS. The service period of 3R TPS according to the technical analysis above is 10 years. Facilities and infrastructure are evaluated according to the applicable SNI standards in the current planning year.
PENENTUAN PRIORITAS PENANGANAN LOKASI KUMUH PERKOTAAN DI KOTA PAGAR ALAM Didi Ardiansyah
Jurnal Ilmiah BERING Vol. 10 No. 1 Maret (2022): BERING: Jurnal Imiah Besemah Engineering
Publisher : P3M Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Kumuh di Kota Pagar Alam seluas 63,58 hektar, Daerah yang kumuh seperti rumah atau keadaan hunian masyarakat di daerah itu tidak layak atau tidak sesuai dari standar yang diberlakukan yaitu standar kebutuhan prasarana dan sarana, persyaratan rumah sehat, ruang terbuka, kepadatan bangunan, kelengkapan fasilitas sosial dan lainnya. Metode penelitian ini ialah penelitian deskriptif kuantitatif yang menguraikan data-data tentang level kekumuhan dengan analisis skoring untuk hal non fisik dan fisik. Metode pengumpulan data ialah survei, wawancara dan kuisioner tentang rencana peningkatan kualitas lingkungan permukiman kumuh kualitas permukiman. Cara Mengidentifikasi level kekumuhan dengan melakukan pemberian nilai pada kriteria-kriteria indikator kekumuhan sesuai dengan skala penilaian yang bisa memberi pengaruh pada daerah permukiman kumuh di Kota Pagar Alam. Selanjutnya melakukan analisis tentang klasifikasi level daerah kumuh di Kota Pagar Alam. Hasil yang diperoleh dari penelitian ialah karakteristik permukiman kumuh Kota Pagar Alam dapat dilihat dari kelurahan masing-masing yang terindikasi kumuh diantaranya Kelurahan Sidorejo, Tebat Giri Indah, Beringin Jaya, Tumbak Ulas, Besemah Serasan, Bangun Jaya, Pagar Alam, Sukorejo, dan Nendagung. Daerah kumuh dapat diidentifikasi sesuai dengan keadaan bangunan, pelayangan dan pengelolaan air minum, keadaan jalan, pengelolahan air limbah, keadaan drainase dilingkungan, keadaan persampahan dilingkungan, kesiagaan kebakaran, legalitas lahan dan pertimbangan lain, maka diperoleh level kekumuhan kategori berat ialah Kelurahan Tumbak Ulas dan Besemah Serasan, sedangkan daerah yang dikatakan dalam kategori kumuh sedang ialah Kelurahan Sukorejo, Sidorejo dan Tebat Giri Indah. Secara keseluruhan tingginya kepadatan penduduk, kurangnya pengelolaan air minum, keadaan sanitasi yang kurang baik, keadaan persampahan merupakan salah satu karakteristik daerah kumuh dikawasan itu. Prioritas penanganan untuk Kawasan yang termasuk kategori kumuh sedang yaitu peremajaan, sedangkan kategori kumuh tingkat berat yaitu peremajaan dan pemugaran.
PERENCANAAN SALURAN DRAINASE DI KAWASAN MEKARALAM KOTA PAGAR ALAM Mia Ayu Lestari; Didi Ardiansyah; Herawati
Jurnal Ilmiah BERING Vol. 11 No. 02 Oktober (2023): Bering : Jurnal Ilmiah Bering Engineering
Publisher : P3M Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36050/bering.v11i02 Oktober.205

Abstract

Genangan menjadi salah satu yang menyebabkan terjadi di kawasan ruas jalan terdapat genangan baik diruas kanan dan kiri jalan pada saat terjadi turun hujan. Kejadian ini berimbas terhadap jalan disebabkan ketika hujan turun air memenuhi jalan dan dapat mengakibatkan kerusakan jalan. Disebabkan tidak adanya sistem saluran drainase yang dilaksanakan pada sepanjang jalan, sehingga air hujan memenuhi ruas jalan sehingga terjadi hujan. Oleh karena itu, diperlukan analisis hidrologi untuk menjadi debit banjir rencana sehingga bisa mendapatkan dimensi yang optimal untuk perencanaan saluran drainase. Di Jl.Serma M Sarip sering terjadi genangan saat hujan turun dikarenakan tidak adanya saluran drianase di sepajang ruas jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui besarnya debit air rencana dan merencanakan dimensi saluran drainase pada Jl.Serma M Sarip. Metode yang digunakan adalah metode rasional. Dari hasil penelitian direncanakan dimensi penampang saluran type U sehingga dapat kesimpulan bahwa Qrencana = 1,1042 m3/det dan Qsaluran = 0,4973 m3/det, sehingga berdasarkan hasil analisis hidrolika diperoleh penampang saluran ekonomis dengan ukuran (b) = 0,35 m, (h) = 0,3 m, dan w = 0,075 m.
PENGARUH RASIO NA₂SIO₃ : NAOH TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR GEOPOLIMER ABU SEKAM PADI abdi nasrullah; Agil
Jurnal Ilmiah BERING Vol. 10 No. 2 (2022): BERING: Jurnal Imiah Besemah Engineering
Publisher : P3M Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36050/bering.v10i2.207

Abstract

This research was conducted to study the influence of rice husk ash and variations in the ratio of alkali activator solution on the compressive strength of geopolymer mortar. Additionally, this study aimed to determine the optimal proportion of rice husk ash and alkali activator ratio for geopolymer mortar, as well as to evaluate the potential of rice husk ash and alkali activator as alternative raw materials for geopolymer mortar production. In the experimental method, the mortar mixture used consisted of rice husk ash that had been filtered using a No.200 sieve, and NaOH:Na₂SiO₃ alkali activator solution with a concentration of 16 M, and weight ratios of NaOH to Na₂SiO₃ of 2, 2.25, and 2.5. The ratio of alkali activator to precursor used was 1:2, and testing was conducted at ages of 3, 7, 14, 21, and 28 days in the Laboratory of the Pagar Alam Higher School of Technology. Based on the research results, it was found that the mixture with a 1:2 ratio had the highest compressive strength in geopolymer mortar, with a value of up to 13.06 MPa at 28 days of age. This indicates that rice husk ash and alkali activator solution can be used as alternative raw materials for geopolymer mortar production, which has a sufficiently high compressive strength. This study provides valuable information for the construction industry in selecting environmentally friendly and sustainable raw materials.
ANALISIS KAPASITAS RESERVOIR DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR PADA KELURAHAN PADANG TEMU Barrorotul Azizah
Jurnal Ilmiah BERING Vol. 10 No. 2 (2022): BERING: Jurnal Imiah Besemah Engineering
Publisher : P3M Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36050/bering.v10i2.209

Abstract

Reservoir is a water storage building before distribution to customers or the public which can be placed underground or above ground in the form of a tower or towers Clean water management in Temu Karya , Padang Temu Village. Managed by the residents of Temu Karya. The Padang Temu Village Reservoir has a capacity/volume of 535.07303 m3 which is sourced from a spare spring. The research aims to determine whether the current reservoir capacity is still able to meet the increasing demand for clean water throughout the year based on population projections from 2022-2031. The population of Temu Karya in 2022 will be 545 people. The results of the projected population until 2031 are 686.5495 people using the linear arithmetic method. The current reservoir in Padang Temu Village is sufficiently capable of serving the community optimally for 24 hours, because water can be flowed continuously. Based on this study it can be concluded that a reservoir measuring (9.72 x 9 x 7 m) is sufficient water, and if in the following years there is a shortage of water capacity, the residents of the Padang Temu Village must look for new sources of water to overcome the shortage of clean water caused by a significant population growth.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT DAUN SISAL (Agave sisalana) DAN SERAT BATANG RESAM (Dicranopteris linearis) TERHADAP KARAKTERISTIK BETON Ridno Faluvi; Edowinsyah; Vike Itteridi
Jurnal Ilmiah BERING Vol. 10 No. 2 (2022): BERING: Jurnal Imiah Besemah Engineering
Publisher : P3M Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36050/bering.v10i2.210

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penambahan serat daun sisal dan serat batang resam yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat daun sisal dan serat batang resam terhadap karakteristik beton yang meliputi kuat tekan dan kuat lentur beton. Beton serat merupakan bagian komposit yang terdiri dari beton biasa dan bahan lain yang berupa serat alami maupun serat buatan. Metode yang dipakai pada penelitian ini yaitu metode Eksperimen, yaitu dengan penambahan serat daun sisal dan serat batang resam sebanyak 0,5% dari berat semen terhadap beton normal berdasarkan mutu rencana F’c 19,3 MPa, dengan panjang serat 3 cm dan rasio penambahan serat daun sisal 75%, serat batang resam 25% untuk BS1 dan serat daun sisal 25%, serat batang resam 75% untuk BS2. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu beton silinder dan beton balok yang diuji menggunakan mesin Universal Testing Machine. Berdasarkan hasil penelitian didapat nilai kuat tekan optimum kuat tekan umur 28 hari pada beton normal yaitu 21,42 MPa, untuk BS1 yaitu 20,44 MPa menurun 4,47% dari BN dan untuk BS2 yaitu 18,80 Mpa menurun 12,23% dari BN dikarenakan pada serat daun sisal dan serat batang resam dimasukan pada campuran beton sehingga campuran beton menjadi semakin sulit untuk dipadatkan yang membuat beton menjadi berongga dan berpori sehingga mempengaruhi kuat tekan pada beton. Pada hasil pengujian kuat lentur optimum pada BS2 yaitu 4,68 Mpa meningkat 27,52% dari BN dan untuk BS1 yaitu 4,03 MPa meningkat 9,80% dari BN yaitu 3,67 Mpa dikarenakan serat daun sisal dan serat batang resam memiliki kelebihan serat yang tidak mudah putus dan memiliki daya kuat tarik yang cukup baik sehingga dapat menambah kuat lentur pada beton.
ANALISIS KEBUTUHAN AIR BERSIH DI KOTA PAGAR ALAM Lily Endah Diansari
Jurnal Ilmiah BERING Vol. 10 No. 2 (2022): BERING: Jurnal Imiah Besemah Engineering
Publisher : P3M Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36050/bering.v10i2.211

Abstract

Clean water is needed to meet daily needs, all Indonesia people have the right to get decent and affordable clean water infrastructure and facilities. In Pagar Alam city still many residents who have not been served supply of clean water, where this needs to be anticipated considering the need for clean water for the community from year to year continues to grow. This relead to determine the needs of clean water needed by the people of Pagar Alam city. In this research method estimate clean water needs besed on geometric, dan arithmetic methods and based on existing dat plans. Calculation came back that there was a need for clean water in cities Pagar Alam by the year 2023 it was estimated to be 374,277 liters/second, the need for reservoirs in cities Pagar Alam by the year 2023 it was estimated to be 6.061,001
PREDIKSI LAJU EROSI MENGGUNAKAN METODE USLE DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) (STUDY KASUS DAS SELANGIS) Elpita Aisah Pita
Jurnal Ilmiah BERING Vol. 10 No. 2 (2022): BERING: Jurnal Imiah Besemah Engineering
Publisher : P3M Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36050/bering.v10i2.212

Abstract

Erosion and sidimentation are processes that occur continuously in river flows. The hose watershed is one of the watersheds that often experiences erosion. This is due to land clearing triggered by a rapid increase in population in the selangis watershed. In this study, we used a USLE method based on a geographic information system by calculating erosion rates that consider erosivity factors, erodibility, slope factors and slope lengths, land cover factors and conservation-specific action factors. The rainfall data used in the settlement can be obtained from PTPN 7 Pagar alam. From the results of the calculation, the value of the Elapsivity Index (EI30) was 863,017 N/h. Watershed area (1) 2,583,8625 ha, watershed (2) 6,897.5 ha, watershed (3) 464,375Ha, watershed (4) 666.0625 ha, watershed (5) 2,555 ha, watershed (6) 4,607.0625 ha. And the minimum erosion is 10,775 tons/year, the maximum erosion is 110,360 tons/year,because of the large erosion, sedimentation occurs and conservation is needed to overcome it.
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH STYROFOAM DAN FLY ASH DALAM PEMBUATAN BETON RINGAN TERHADAP KARAKTERISTIK MEKANIK DAN DAMPAK LINGKUNGAN Abdi Nasrullah; Vike Itteridi
Jurnal Ilmiah BERING Vol. 11 No. 02 Oktober (2023): Bering : Jurnal Ilmiah Bering Engineering
Publisher : P3M Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36050/bering.v11i02 Oktober.215

Abstract

Pertumbuhan pesat dalam industri konstruksi telah menjadi katalisator bagi perkembangan teknologi, terutama dalam konstruksi perumahan, perkantoran, dan gedung. Beton, sebagai materi konstruksi yang telah lama dikenal, digunakan secara luas dalam berbagai proyek pembangunan karena keunggulannya, termasuk kekuatan yang optimal, ketahanan api, ketahanan terhadap perubahan cuaca, ketersediaan yang baik, dan kemudahan dalam proses pengerjaannya. Namun, keberatannya yang tinggi telah menjadi kelemahan utama karena meningkatkan beban mati pada struktur. Oleh karena itu, inovasi dalam teknologi beton menjadi penting untuk memenuhi kebutuhan akan beton yang ramah lingkungan dengan berat jenis yang lebih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan limbah styrofoam dan fly ash sebagai tambahan dalam produksi beton ringan. Fokus utama dari studi ini adalah untuk mengevaluasi dampak lingkungan dari penggunaan limbah styrofoam dan fly ash dalam beton, sekaligus mengukur pengaruh keduanya terhadap kekuatan dan karakteristik beton ringan. Metode yang diaplikasikan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan limbah styrofoam pada persentase 5 dan 10% tidak optimal sebagai pengganti agregat kasar karena tidak menghasilkan kuat tekan yang diinginkan, namun, campuran styrofoam mampu mengurangi berat beton. Sementara itu, penambahan limbah fly ash pada persentase 5 dan 10% sebagai pengganti semen menghasilkan peningkatan kuat tekan pada beton.
PERENCANAAN PEMANENAN AIR HUJAN DIDEMPOREJO RT 007 KELURAHAN DEMPO MAKMUR KOTA PAGAR ALAM Elin Oviriani; tarmizi
Jurnal Ilmiah BERING Vol. 11 No. 02 Oktober (2023): Bering : Jurnal Ilmiah Bering Engineering
Publisher : P3M Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36050/bering.v11i02 Oktober.223

Abstract

Air bersih merupakan salah satu kebutuhan primer bagi makhuk hidup maka dari itu guna mengatasi permasalahan kekurangan air dapat dilakukan sistem pemanenan air hujan (rain water harvesting) dengan memaksimalkan curah hujan yang turun. Dengan luas daerah 6.659 ha dan rata-rata curah hujan selama 10 tahun ialah 93,6 mm/detik didapatkan debit masuk air yang dapat dipanen dari keseluruhan atap rumah yaitu 2380,489 m3/hari. Dari debit masuk yang diperoleh maka dapat diasumsikan volume tampungan dengan Panjang 20 meter lebar 20 meter dan kedalaman 6 meter dapat menampung air hingga 2400 m3/hari.

Page 2 of 3 | Total Record : 21