cover
Contact Name
Zainul Anwar
Contact Email
ziananwarza@gmail.com
Phone
+6282332662772
Journal Mail Official
iltizam@ibrahimy.ac.id
Editorial Address
Jl. KHR. Syamsul Arifin No.1-2, Sukorejo, Sumberejo, Kec. Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur 68374
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Iltizam : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
Published by Universitas Ibrahimy
ISSN : 30257107     EISSN : 30257093     DOI : https://doi.org/10.35316/iltizam
Iltizam adalah jurnal ilmiah yang memiliki fokus dan cakupan pada hasil riset di bidang Ekonomi, keuangan, dan bisnis, terutama dari perspektif syariah. Iltizam merupakan salah satu jurnal ilmiah yang ada di lingkungan Universitas Ibrahimy. Iltizam diharapkan bisa menjadi wadah terbuka bagi penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi antar perguruan tinggi, dan penunjang bagi peningkatan mutu tridharma Universitas Ibrahimy. Iltizam akan terbit dua kali per tahun, yakni pada bulan Januari dan Juli. e-ISSN : 3025-7093 (Online). p-ISSN : 3025-7107 (Cetak).
Articles 70 Documents
RISK ANALYSIS OF MUDHARABAH AND WADIAH CONTRACTS IN THE MANAGEMENT OF HAJJ FUNDS AT BANK SYARIAH INDONESIA Achmad Junaidi; Khaled Marzuki; Putri Salsabila
Iltizam : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): Iltizam : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
Publisher : Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/iltizam.v4i1.9535

Abstract

Fundraising remains the primary pillar of stability in Islamic banking, with Hajj funds serving as a strategic long term funding source for Bank Syariah Indonesia (BSI). However, the management of these large scale funds involves complex risk dynamics influenced by macroeconomic fluctuations and the rising competitiveness of the Islamic capital market. This study aims to analyze risk management within Mudharabah and Wadiah contracts in the context of Hajj fund management during the post-merger BSI era leading toward 2026. Employing a qualitative descriptive approach with a Systematic Literature Review (SLR) method, this research synthesizes findings from 21 reputable journal articles published between 2019 and 2026, screened via the PRISMA protocol. The results indicate that Mudharabah contracts exhibit high vulnerability to Displaced Commercial Risk (DCR) due to the volatility of bank income and financing quality (NPF), while Wadiah contracts require stringent mitigation of Systemic Liquidity Risk to ensure fund availability during potential "bank rush" scenarios. Furthermore, the aggressive penetration of Retail Sukuk was identified as a dominant external factor triggering "deposit cannibalization," as rational customers shift preferences toward sovereign instruments with more stable yields. The findings suggest that the integration of AI based Predictive Risk Analytics, the optimization of Profit Equalization Reserves (PER), and the strengthening of Shariah Governance are crucial for maintaining liquidity resilience. This research provides a theoretical contribution to Islamic banking literature and offers practical recommendations for BSI to transform into an integrated Shariah Wealth Management hub to remain competitive in a volatile global financial landscape.
PENGARUH SPIRITUAL LEADERSHIP DAN GREEN HRM TERHADAP GREEN BEHAVIOR PADA SANTRI PONDOK PESANTREN SALAFIYAH SYAFI’IYAH SUKOREJO Rizki Hidayaturrochman; Moh. Rivqi Amin; Misbahul Ali
Iltizam : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): Iltizam : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
Publisher : Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/iltizam.v4i1.9569

Abstract

ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh spiritual leadership dan Green Human Resource Management (Green HRM) terhadap perilaku hijau santri di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis explanatory research. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada santri yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (PLS-SEM) dengan bantuan aplikasi SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritual leadership berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku hijau santri dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,413 dan t-statistics sebesar 10,621. Green HRM juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku hijau santri dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,436 dan t-statistics sebesar 11,435. Nilai R-Square sebesar 0,527 menunjukkan bahwa spiritual leadership dan Green HRM mampu menjelaskan perilaku hijau santri sebesar 52,7%. Temuan penelitian menunjukkan bahwa praktik Green HRM memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan spiritual leadership dalam membentuk perilaku ramah lingkungan santri. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi kepemimpinan spiritual dan praktik organisasi berbasis lingkungan dapat menjadi strategi efektif dalam membangun budaya Green Pesantren yang mendukung pembentukan karakter ekologis santri dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
PERAN FINANCIAL TECHNOLOGY (FINTECH) SYARIAH DALAM MENDORONG PERTUMBUHAN EKONOMI MASYARAKAT DI INDONESIA Imroatus Sholiha
Iltizam : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): Iltizam : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
Publisher : Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/iltizam.v4i1.9617

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang peran fintech syariah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Indonesia, dengan menggunakan penelitian pustaka dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan, peran fintech syariah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Indonesia antara lain memberikan akses permodalan yang mudah dan merata khususnya bagi UMKM, berperan dalam pengembangan inklusi keuangan, mendorong inovasi produk keuangan Islam berbasis teknologi serta mendorong pembangunan ekosistem ekonomi digital yang halal serta berkeadilan. Tantangan dalam mengembangkan fintech syariah adalah persyaratan dan perizinan serta modal minimum yang tinggi dalam mendirikan fintech syariah, rendahnya literasi digital dan keuangan syariah bagi masyarkat pedesaan, melekatnya stigma negatif bagi masyarakat terhadap fintech secara umum, minimnya sumber daya manusia yang memahami tentang akad-akad syariah, adanya ancaman inovasi teknologi keuangan lain. Sedangkan peluang fintech syariah adalah masyarakat Indonesia mayoritas beragama Islam, masyarakat sudah mengenal teknologi dan mulai berminat menggunakan layanan keuangan digital, munculnya perbankan syariah mengarah pada trend positif untuk pengembangan fintech syariah, serta dukungan pemerintah dan MUI.
PERAN INVESTASI SYARIAH DALAM PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR BERKELANJUTAN: Studi Sistematis Literatur Dan Rekomendasi Kebijakan Untuk Indonesia Nailul Marom; Asmito Asmito
Iltizam : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): Iltizam : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
Publisher : Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/iltizam.v4i1.9704

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran investasi syariah dalam mendorong pengembangan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia serta mengidentifikasi hambatan dan peluang yang dihadapi oleh pelaku industri keuangan syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur sistematis (systematic literature review) berdasarkan protokol PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Sampel terdiri dari 74 sumber primer yang mencakup jurnal ilmiah peer-reviewed, buku akademik, fatwa DSN-MUI, regulasi OJK, laporan institusi internasional, dan dokumen resmi pemerintah periode 2018–2025. Temuan menunjukkan bahwa instrumen investasi syariah—khususnya Sukuk, Green Sukuk, dan struktur pembiayaan berbasis akad Mudharabah, Musyarakah, dan Istisna—memiliki keselarasan intrinsik dengan prinsip pembangunan berkelanjutan tiga pilar (ekonomi, sosial, dan lingkungan). Data menunjukkan bahwa emisi Green Sukuk Indonesia mencapai USD 6,9 miliar pada 2022, menjadikannya pemimpin global dalam inovasi instrumen keuangan syariah ramah lingkungan. Namun, tantangan struktural seperti keterbatasan likuiditas pasar sekunder, rendahnya literasi investor ritel tentang produk infrastruktur syariah, fragmentasi standar fatwa lintas yurisdiksi, dan kebutuhan ekosistem pendukung regulatif menghambat optimalisasi potensi investasi syariah sebesar USD 3,3 triliun di kawasan Asia Tenggara (IIFM, 2023)
ANALYSIS OF MSME READINESS IN ADOPTING SHARIA FINANCIAL TECHNOLOGY: A Study In Malang City Dharmawan Iqbal Akbar; Yasin Nur Rohim; Fathimatus Zahro Fazda Oktavia; Rosy Aprieza Puspita Zandra
Iltizam : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): Iltizam : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
Publisher : Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/iltizam.v4i1.9707

Abstract

This study examines the readiness of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Malang City to adopt Sharia-based financial technology (Sharia fintech). The research method used is a qualitative descriptive approach through direct observation, semi-structured interviews, and documentation to explore factors influencing MSME readiness. The results show that despite supporting digital infrastructure, low Sharia financial literacy and limited human resources are major obstacles. Support from the government and Sharia financial institutions, as well as intensive training, are needed for MSMEs to optimally utilize Sharia fintech, increasing their competitiveness and business sustainability in the digital era. With increased Sharia financial literacy and strengthened digital infrastructure, it is hoped that MSMEs in Malang City can adapt more quickly and optimize the potential of Sharia fintech. This study also emphasizes the need for strong synergy between the government, Sharia financial institutions, and MSMEs to create a business ecosystem that supports Sharia-based financial sustainability and inclusion
PENGARUH PEMBIAYAAN MUDHARABAH DAN TATA KELOLA TERHADAP PROFITABILITAS DENGAN REVENUE SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (PADA BANK UMUM SYARIAH TAHUN 2021-2024) Ahmad Fawaiz; Nanang Asfufi
Iltizam : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): Iltizam : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
Publisher : Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/iltizam.v4i1.9762

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variable pembiayaan mudharabah, tata kelola terhadap profitabilitas dengan revenue sebagai variable mediasi pada Bank Umum Syariah tahun (2021-2024). Penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif ini menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan Bank Syariah yang bersumber dari annual report tahun 2021–2024. Sampel penelitian ini berjumlah 14 Bank Syariah berupa sampel sensus yang diambil secara keseluruhan. Penelitian ini menerapkan analisis regresi data panel yang diolah menggunakan bantuan software EViews 13. Penelitian ini menguji tiga model estimasi data panel yang terdiri dari Common Effect Model, Fixed Effect Model, dan Random Effect Model guna memilih model terbaik yang akan digunakan. Hasil pengujian secara simultan menunjukkan bahwa variabel pembiayaan mudharabah tidak berpengaruh signifikan terhadap revenue variable tata kelola berpengaruh positif dan signifikan terhadap revenue, variable pembiayaan mudharabah tidak signifikan terhadap profitabilitas, variable tata kelola signifikan terhadap profitabilitas, variable revenue signifikan terhadap profitabilitas, variable pembiayaan mudharabah tidak mampu memediasi variable profitabilitas melalui revenue dan tata kelola mampu memediasi profitabilitas melalui revenue.
REKONSTRUKSI MANAJEMEN STRATEGIK BISNIS SYARIAH BERBASIS ESG DAN MAQASHID SYARIAH UNTUK MEWUJUDKAN KEBERLANJUTAN USAHA Ari Trisna Winata; Baiq El Badriati
Iltizam : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): Iltizam : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
Publisher : Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/iltizam.v4i1.9790

Abstract

Perkembangan isu keberlanjutan dalam dunia bisnis mendorong perusahaan untuk tidak hanya berorientasi pada pencapaian keuntungan, tetapi juga memperhatikan dampak sosial, lingkungan, dan tata kelola organisasi. Dalam konteks bisnis syariah, prinsip keberlanjutan memiliki keterkaitan yang erat dengan Maqashid Syariah yang menempatkan kemaslahatan sebagai tujuan utama aktivitas ekonomi. Namun demikian, implementasi keberlanjutan pada bisnis syariah masih menghadapi berbagai tantangan, terutama karena aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola belum sepenuhnya terintegrasi dalam proses manajemen strategik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsep Environmental, Social, and Governance (ESG) dan Maqashid Syariah serta merumuskan rekonstruksi manajemen strategik bisnis syariah yang mendukung keberlanjutan usaha. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder berupa buku, artikel jurnal ilmiah, laporan lembaga nasional dan internasional, serta dokumen resmi yang relevan dengan tema penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui proses identifikasi, pengelompokan, interpretasi, dan sintesis berbagai konsep yang berkaitan dengan ESG, Maqashid Syariah, dan manajemen strategik bisnis syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ESG dan Maqashid Syariah memiliki tujuan yang saling mendukung dalam mewujudkan keberlanjutan usaha. ESG berfungsi sebagai instrumen operasional yang menyediakan indikator keberlanjutan yang terukur, sedangkan Maqashid Syariah menjadi landasan etis yang mengarahkan aktivitas bisnis pada penciptaan kemaslahatan. Integrasi kedua konsep tersebut dapat diterapkan dalam proses perumusan, implementasi, dan evaluasi strategi sehingga menghasilkan model manajemen strategik bisnis syariah yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam Kata kunci: manajemen strategik, bisnis syariah, ESG, Maqashid Syariah, keberlanjutan usaha..
MODEL GOOD CORPORATE GOVERNANCE UNTUK KEBERLANJUTAN BIDANG USAHA MILIK PONDOK PESANTREN : Studi Kasus Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo M. Zikwan; Ahmad Hamdi
Iltizam : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): Iltizam : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
Publisher : Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/iltizam.v4i1.9837

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Good Corporate Governance (GCG) in supporting the sustainability of Pesantren-Owned Business Units (BUMP) at Salafiyah Syafi’iyah Islamic Boarding School, Sukorejo Situbondo. The research employs a qualitative approach with a case study design, using observation, in-depth interviews, and documentation as data collection techniques. Data analysis was conducted using the constant comparative method and Miles and Huberman’s model. The findings reveal that the BUMP structure follows a semi-decentralized pattern with a coordinative approach. BUMP does not function as a centralized controlling entity but rather as a coordinating body that connects various business units with operational autonomy. The implementation of GCG principles—transparency, accountability, responsibility, professionalism, and fairness—has been carried out substantively, though in a contextual manner aligned with pesantren values. Transparency is reflected in periodic reporting, accountability in clear task distribution, and responsibility in the orientation toward sustainability and communal benefit. Furthermore, the governance model is categorized as a value-based coordinative-participatory model, integrating modern GCG principles with Islamic values such as trust (amanah), collectivity, and moral responsibility. This model effectively balances operational flexibility with institutional alignment, thereby enhancing the sustainability, adaptability, and competitiveness of pesantren-based enterprises..
PENGARUH LITERASI KEUANGAN SYARIAH KEPERCAYAAN DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP MINAT MENABUNG SANTRI DI KOPERASI PESANTREN AL UTSMANI BEDDIAN Siti Habibatur Rahma Rahma; Siti Masita
Iltizam : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): Iltizam : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
Publisher : Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/iltizam.v4i1.10131

Abstract

The development of Islamic finance in Indonesia highlights the importance of Islamic financial literacy, trust, and service quality in shaping financial behavior, including among students in Islamic boarding schools. This study aims to analyze the effect of Islamic financial literacy, trust, and service quality on students’ saving intention at the Al-Utsmani Beddian Islamic Boarding School Cooperative. This research employed a quantitative approach using a survey method. The sample consisted of 110 respondents selected through purposive sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression with SPSS. The results indicate that Islamic financial literacy, trust, and service quality partially have a positive and significant effect on students’ saving intention. Simultaneously, the three variables significantly influence saving intention. This study implies that improving Islamic financial education, strengthening trust, and enhancing service quality are important factors in developing Sharia-based Islamic boarding school cooperatives.
WASATHIYAH IQTISHADIYAH SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN EKONOMI ISLAM Makhsusi Zakiyah; Sukandi Sukandi
Iltizam : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): Iltizam : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
Publisher : Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/iltizam.v4i1.10280

Abstract

Islamic economic development requires a paradigm that not only emphasizes economic growth but also integrates the values of justice, balance, public welfare, and sustainability. To date, Wasathiyah Iqtishadiyah has predominantly been understood as a principle of moderation in economic activities, while its position as a paradigm of Islamic economic development has not been comprehensively conceptualized. This article aims to analyze and reconstruct Wasathiyah Iqtishadiyah as a paradigm of Islamic economic development through a systematic conceptual approach. The study employed a qualitative approach using a library research method. Data were collected from secondary sources, including books, scientific journal articles, conference proceedings, dissertations, and academic documents related to Wasathiyah Iqtishadiyah, Islamic economic development, and maqashid al-shari'ah. The data were analyzed using content analysis and conceptual analysis through data reduction, thematic classification, interpretation, and conceptual synthesis. The findings reveal that Wasathiyah Iqtishadiyah possesses the characteristics of an Islamic economic development paradigm by integrating the principles of balance (tawazun), justice ('adl), moderation (wasathiyah), public welfare (maslahah), sustainability, and the objectives of Islamic law (maqashid al-shari'ah). This paradigm offers a holistic development approach that combines economic, social, moral, spiritual, and ecological dimensions, thereby emphasizing not only economic growth but also equitable welfare distribution and the improvement of human well-being. This study contributes conceptually by reconstructing Wasathiyah Iqtishadiyah as a paradigm of Islamic economic development, enriching the theoretical foundation of Islamic economics while providing a conceptual basis for formulating inclusive, equitable, and sustainable development policies.