cover
Contact Name
Bulan Kakanita Hermasari
Contact Email
dr.bulan.kakanita@staff.uns.ac.id
Phone
+6281225381332
Journal Mail Official
pmjfkuns@gmail.com
Editorial Address
Gedung Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36A Kentingan Jebres
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Plexus Medical Journal
ISSN : 2828187x     EISSN : 28284801     DOI : https://doi.org/10.20961/plexus.v1i1.4
Core Subject : Health,
Plexus Medical journal (PMJ) publishes original research articles or article review in the basic medical sciences, clinical medical sciences, medical education and public health science. Plexus Medical journal is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, community or public health research, and medical education to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also interesting case reports. Brief communications containing short features of medicine, latest developments in diagnostic procedures, treatment, or other health issues that is important for the development of health care system are also acceptable. Letters and commentaries of our published articles are welcome.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2025): April" : 5 Documents clear
Hubungan Tingkat Stres dan Kualitas Tidur dengan GERD pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Sebelas Maret Ridho, Muhammad Ihsan; Agung, Ratih Arianita; Darmayani, Aritantri
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i2.798

Abstract

Pendahuluan: Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah penyakit gastrointestinal kronis yang secara signifikan mengurangi kualitas hidup dan pada beberapa pasien menyebabkan komplikasi yang serius. Mahasiswa kedokteran adalah sekelompok mahasiswa dengan tingkat stres yang sangat tinggi, dan kelelahan terkait pekerjaan yang menyebabkan gangguan tidur, termasuk kurang tidur, kualitas tidur yang buruk, dan kantuk di siang hari. Sampai sekarang belum banyak penelitian multivariat yang meneliti hubungan tingkat stress dan kualitas tidur dengan kejadian GERD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan kualitas tidur dengan kejadian GERD pada mahasiswa kedokteran Universitas Sebelas Maret. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 90 orang responden yang telah memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Data yang diperoleh dianalisis secara bivariat dengan menggunakan uji koefesien kontingensi dan secara multivariat dengan menggunakan uji regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat stres (p < 0,001) dan kualitas tidur (p = 0,042) dengan kejadian GERD. Berdasarkan hubungan dengan kejadian GERD (p<0,001). Kesimpulan: Tingkat stres dan kualitas tidur secara parsial dan simultan memiliki hubungan dengan kejadian GERD. Tingkat stres diketahui memiliki hubungan yang lebih bermakna dengan kejadian GERD jika dibandingkan dengan kualitas tidur.
Hubungan antara Status Gizi terhadap Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Gajahan Surakarta Dewi, Tiara Kusuma; Pridania Vidya Ayuningtyas; Dewinda Candrarukmi
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i2.928

Abstract

Pendahuluan: Status gizi adalah parameter pengukuran dengan cara membandingkan BB dan PB/TB untuk menilai status nutrisi seseorang berdasarkan derajat keseimbangan antara asupan zat gizi yang masuk dengan kebutuhan untuk metabolisme. Diare adalah suatu kondisi pengeluaran tinja berair ≥3 kali sehari di mana menjadi penyebab kematian nomor dua dan menimbulkan 370.000 mortalitas pada anak balita pada tahun 2019 yang umumnya terjadi karena dehidrasi. Balita dengan status gizi kurang maupun buruk akan lebih berisiko terkena diare. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian dengan jenis observasional analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional di wilayah kerja Puskesmas Gajahan, Surakarta. Subjek penelitian ini adalah anak dengan usia 0-24 bulan di Puskesmas Gajahan yang terdiagnosis diare maupun non diare. Perolehan data diambil dari rekam medis pasien dan data kader. Analisis data menggunakan uji korelasi spearman pada software SPSS. Hasil: Berdasarkan hasil analisis, tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel status gizi terhadap kejadian diare pada balita dan tingkat korelasi antarvariabel tersebut adalah sangat lemah tetapi searah (p-value = 0.165 > 0.050 dan angka koefisien korelasi = 0.190). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan riwayat pemberian ASI eksklusif terhadap kejadian diare pada balita. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi terhadap kejadian diare pada balita usia 0-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Gajahan Surakarta, tetapi terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan riwayat pemberian ASI eksklusif terhadap kejadian diare pada balita usia 0-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Gajahan Surakarta.
Korelasi Status Nutrisi dan Kekuatan Otot dengan Lama Rawat Inap Pasien Geriatri Rofifah, Tsabita Zulfa; Fatichati Budiningsih; Amalina Shabrina; Bayu Basuki Wijaya
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i2.1132

Abstract

Pendahuluan: Semakin bertambahnya usia, terjadi penurunan fungsi tubuh. Hal ini berisiko menyebabkan malnutrisi dan sarcopenia. Kedua hal ini mempengaruhi mortalitas dan morbiditas sehingga mempengaruhi pula lama rawat pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi status nutrisi dan kekuatan otot dengan lama rawat inap pasien geratri di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah pasien geriatri yang dirawat inap di Divisi Geriatri Bangsal Penyakit Dalam RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel dalam penelitian sejumlah 33 pasien. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dan pengukuran langsung oleh peneliti dengan menggunakan kuesioner MNA untuk mengetahui status nutrisi pasien dan handgrip dynamometer untuk mengetahui kekuatan otot pasien. Lama rawat dilihat dari data rekam medis. Analisis statistik menggunakan analisis Pearson dan Spearman. Hasil: Penelitian dengan sampel sejumlah 33 pasien, didapatkan sebanyak 78,8% berisiko malnutrisi dan 84,8% memiliki kekuatan otot yang lemah. Korelasi antara status gizi dan lama rawat inap ditemukan tidak signifikan (p = 0,751, r = -0,057). Demikian pula, korelasi antara kekuatan otot dan lama rawat inap tidak signifikan (p = 0,506, r = -0,120). Kesimpulan: Tidak ada korelasi antara status nutrisi dan lama rawat serta tidak ada korelasi antara kekuatan otot dan lama rawat.
Hubungan Antara Rasio Neutrofil Limfosit dengan Tingkat Keparahan Penyakit pada Pasien Kolitis Kronis Berdasarkan Gambaran Colonoscopy di RS UNS Warsita, Syahidah Rahayu; Coana Sukmagautama; Desy Puspa Putri
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i2.2026

Abstract

Pendahuluan: Kolitis adalah peradangan yang terjadi di usus besar yang ditandai dengan peradangan pada mukosa dan submukosa kolon. Meskipun merupakan penyakit yang umum terjadi, prevalensi kejadian kolitis meningkat di seluruh dunia. Gold standard penegakan kolitis menggunakan pemeriksaan colonoscopy dan histopatologi. Beberapa metode indirect baru-baru ini digunakan untuk menentukan aktivitas penyakit, Rasio Neutrofil-limfosit  (RNL) adalah salah satunya. RNL diketahui merupakan penanda biologis yang memiliki potensi prognostik pada penyakit inflamasi dan neoplastik. RNL didapatkan dari pemeriksaan darah yang rutin dilakukan, sederhana, murah, dan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah RNL dapat memprediksi tingkat keparahan penyakit pada pasien kolitis. Metode: Penelitian Observasional analitik dengan pendekatan potong lintang retrospektif terhadap pasien kolitis yang dirawat di RS UNS pada periode Januari 2022 – Desember 2023. Data demografis, hasil colonoscopy dan Rasio Neutrofil-limfosit saat pasien terdiagnosis diambil dari rekam medis. Uji Regresi Logistik Ordinal digunakan untuk menganalisis hubungan antara RNL dengan tingkat keparahan penyakit. Hasil: Terdapat 59 subjek penelitian yang dilakukan analisis dengan subjek dominan usia 51-60 tahun, dan tingkat keparahan penyakit didominasi oleh mild colitis. Rasio Neutrofil-limfosit (RNL) tidak signifikan berhubungan dengan tingkat keparahan penyakit pada pasien kolitis. Simpulan: Rasio Neutrofil-limfosit tidak signifikan dalam memprediksikan Tingkat keparahan penyakit kolitis. Rasio Nutrofil-limfosit tidak dapat digunakan untuk menggantikan colonscopy dalam memprediksi tingkat keparahan penyakit.
Studi Deskriptif Terhadap Ciri-Ciri Korban Kematian pada Bayi di IKF RSUD Dr. Moewardi pada Tahun 2018 – 2023 Faradlillah, Adelia Putri; Adji Suwandono; Herratri Wikan Nur Agusti
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i2.2284

Abstract

Pendahuluan: Anak-anak sebagai makhluk sosial memiliki hak asasi yang seringkali terabaikan, terutama dalam perlindungan dari kekerasan dan kejahatan. Faktor penyebab utamanya meliputi stigma sosial terhadap kehamilan di luar nikah, masalah kesehatan mental seperti depresi pasca-melahirkan, dan tekanan sosial untuk menghindari aib keluarga. Penelitian ini penting dilakukan untuk mengungkap gambaran korban kematian pada bayi di Kota Solo karena minimnya informasi dan penelitian terkait topik tersebut. Metode: Penelitian bersifat deskriptif kuantitatif sekunder dengan menggunakan data sekunder. Penelitian dilakukan di RSUD Dr. Moewardi dengan menggunakan data sekunder Visum et Repertum pada tahun 2018 – 2023 yang memenuhi kriteria inklusi. Data kemudian diolah menggunakan analisis deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan berbentuk naratif. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan total 32 kasus dalam rentang waktu lima tahun. Penyebab kematian pada bayi terbanyak disebabkan oleh luka yang mengakibatkan asfiksia pada korban hingga berujung pada kematian. Kesimpulan: Berdasarkan Visum et Repertum RSUD dr. Moewardi tahun 2018–2023, kasus kematian bayi terbanyak terjadi pada tahun 2021 dengan mayoritas korban berjenis kelamin laki- laki dan kelompok usia infant (3–12 bulan). Kasus lahir hidup mendominasi, diikuti oleh kasus tanpa luka terlihat, tanpa perawatan, serta penyebab kematian yang sebagian besar tergolong undetermined.

Page 1 of 1 | Total Record : 5