cover
Contact Name
Sielly Budi Prameswari
Contact Email
garuda@apji.org
Phone
+6281269402117
Journal Mail Official
PURI_FP@widyakarya.ac.id
Editorial Address
Jalan Bondowoso Nomor 2 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal BisTek Pertanian : Agribisnis dan Teknologi Hasil Pertanian
ISSN : 24771864     EISSN : 27214699     DOI : 10.37832
Sistem Agribisnis, Manajemen Agribisnis, Pembiayaan Agribisnis, Manajemen Produksi, Manajemen Pemasaran, Rantai Pasok, Ekonomi Pertanian, Ekonomi Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Sosiologi dan Komunikasi Pertanian, Kebijakan Pertanian dan Pangan, Mikrobiologi Pangan, Kimia dan Gizi Pangan, Bioteknologi Pangan, Rekayasa Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, serta Industri Pangan
Articles 76 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN STARTER YOGURT DAN SUSU SKIM TERHADAP KUALITAS YOGURT SUSU KACANG HIJAU (Vigna radiata L) Aryati Rambu Nalu; Kukuk Yudiono; Sri Susilowati
BiSTeK Pertanian Vol 6 No 1 (2019): Desember: Jurnal BisTek Pertanian
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37832/bistek.v6i1.1

Abstract

Yogurt is a type of beverage classified as a refreshment drink which is produced through a fermentation process that uses Lactic Acid Bacteria. Most legumes have been widely used as raw materials in the making of a milk known as vegetable milk. Legume milk contains amino acids that are almost equivalent to the amino acid content of animal milk so it can be used as a base substitute material for fermented animal milk. Processed green bean milk yogurt is a form of food diversification. Skim milk is a lowfat milk added in the production of green bean milk yogurt, and yogurt starter is an important factor in the process of yogurt making. The purpose of the study is to determine the effects of the addition of yogurt starter and skim milk on the quality of green bean milk. The research design is 2-Factor Factorial Design arranged with Completely Randomized Design (CRD). Factor I consists of 2 levels, namely 12 grams of skim milk and 15 grams of skim milk; factor II consists of 3 levels, namely 15 ml, 20 ml, and 25 ml of starters. Observation variables consist of pH, total acid, viscosity, protein content, lactic acid bacteria, organoleptic aroma test, organoleptic texture test, and organoleptic taste test. From the results of this study, the highest results obtained in the treatment consist of: a) 12 grams of skim milk and 25 ml of 8.13%,Total Acid, Organoleptic Aroma Test 4.57, Organoleptic Texture Test 4.73; b) 15 grams of skim milk and 25 ml of starter of pH 4.17, Viscosity 8.67 cP, protein content 0.94%, Lactic Acid Bacteria 2933.33 x 103 CFU / mL, Organoleptic Aroma Test 4.57, Organoleptic Texture Test 4.61, Organoleptic Taste Test 5.02.
ANALISIS SWOT PADA STRATEGI PEMASARAN LEDRE PISANG UD. DUA PUTRI DEWI, KOTA MALANG Dimas Indrajati Herlambang; Lisa Kurniawati; Maria Puri Nurani
BiSTeK Pertanian Vol 6 No 1 (2019): Desember: Jurnal BisTek Pertanian
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37832/bistek.v6i1.2

Abstract

Pisang merupakan salah satu tanaman hortikultura yang potensi produksinya cukup besar di Indonesia. Ada dua jenis pisang yang ada di Indonesia, yaitu jenis buah yang langsung dapat dimakan dan yang harus diolah terlebih dahulu untuk bisa dimakan. Pengolahan pisang sangat banyak sekali dan salah satu contohnya adalah makanan ringan yang dinamakan Ledre. Salah satu industri pengolahan Ledre Pisang yang ada di Kota Malang adalah UD. Dua Putri Dewi. Maka, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pemasaran yang ada di UD. Dua Putri Dewi dengan menggunakan Analisis SWOT sebagai metode penelitian kali ini. Dalam usaha ledre pisang UD. Dua Putri Dewi, hasil analisis menunjukan bahwa masing-masing faktor pada strategi pemasaran memiliki nilai skor yang bervariasi. Pada faktor kekuatan (Strength) ledre pisang UD. Dua Putri Dewi, nilai skor indikator tertinggi adalah rasa ledre pisang yang enak dengan skor 0,189. Faktor kelemahan (Weakness) memiliki nilai skor indikator tertinggi adalah belum lengkapnya peraturan pelaksanaan pengelolaan produksi dan dana, termasuk SOP (standar operasi dan prosedur) dengan skor 0,121. Faktor peluang (Opportunity) memiliki nilai skor indikator tertinggi yaitu dukungan pemerintah sangat berguna dengan skor 0,206. Faktor ancaman (Threat) memiliki nilai skor indikator tertinggi yaitu jumlah pesaing yang bertambah dan kompetitif dengan skor 0,154. Strategi pemasaran pada usaha UD. Dua Putri Dewi dengan menggunakan analisis SWOT berada pada kuadran I yang merupakan strategi yang mendukung strategi agresif. Pada posisi tersebut UD. Dua Putri Dewi berada pada situasi yang dimana kekuatan yang memanfaatkan peluang. Dengan demikian, strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth Oriented Strategy).Kata kunci: Ledre Pisang, Strategi Pemasaran, Analisis SWOT
PENGARUH VARIETAS DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP KUALITAS KEFIR SUSU KACANG TANAH (Arachis hypogaea) Klaudia Maris Stella
BiSTeK Pertanian Vol 6 No 1 (2019): Desember: Jurnal BisTek Pertanian
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37832/bistek.v6i1.4

Abstract

Kefir is one fermented product that has a taste, a yogurt-like consistency color and has a distinctive yeast aroma. Peanuts are economically ranked second after soybeans. As peanut food has important nutritional benefits in the human nutriency of high protein, minerals and essential fatty acids such as linoleic and oleic acids. Peanut milk contains a very high amino acid almost equivalent to the protein content of animal milk and the price is relatively cheap This study aims to determine the effect of varieties and length of fermentation on the quality of peanut milk kefir. The research design used was Completely Randomized Design (RAL) consisting of 2 factor V peanut varieties consisting of 2 levels (Hypoma 1 and Singa) and long L fermentation factor consisting of 3 levels (21, 24 and 27 hours), each of which was repeated 3 times. The observed observations were pH, total acid, alcohol content, protein content, fat content, Total Plate Count (TPC), Texture Profile Analysis (TPA). Treatment of varieties and duration of fermentation of peanut milk kefir have significant effect on pH value, total acid, fat content, Total Plate Count (TPC), significantly affect alcohol content and no significant effect on protein content, Texture Profile Analysis (TPA), organoleptic aroma, taste and texture. Quality of peanut milk kefir produced on lion varieties with 24 hours fermentation time of total acid 6.43%, alcohol content 2.84%, protein content 2.80%, Total Plate Count (TPC) 30.67 x 103 CFU and Adhesiveness 1.324 g/s.Keywords: Kefir, Long fermentation, Variety.
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN TEMPE (Studi Kasus di Sentra Produksi Tempe Sanan, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang) Maria Christina Sarkol; Lisa Kurniawati; Sari Perwita
BiSTeK Pertanian Vol 6 No 1 (2019): Desember: Jurnal BisTek Pertanian
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37832/bistek.v6i1.5

Abstract

Industri tempe merupakan jenis usaha yang umumnya berupa industri rumah tangga, dengan investasi tidak terlalu besar dan jumlah karyawaran sedikit. Pemasaran yang efisien dapat memberikan keuntungan maksimal bagi pengarjin tempe. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi pemasaran dan faktor-faktor yang mempengaruhi marjin pemasaran tempe di daerah penelitian. Dalam penelitian ini, efisiensi pemasaran dilihat dari nilai farmer’s share yang diterima oleh pengrajin, serta marjin pemasaran tempe itu sendiri. Sampel penelitian adalah pengrajin tempe dan pedagang. Sebanyak 58 pengrajin tempe dijadikan sampel dan ditentukan dengan mengunakan metode simple random sampling, dan para pedagang yang ditentukan dengan metode sampling snowball sampling, yaitu menelusuri saluran pemasaran tempe tersebut. Variabel-variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah: 1) harga jual ditingkat pengrajin tempe, 2) harga jual ditingkat lembaga pemasaran, 3) biaya pemasaran, 4) Nilai produk yang dipasarkan, 5) jumlah lembaga pemasaran yang dilalui, 6) marjin pemasaran, 7) farmer’s share dan 8) efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 3 (tiga) saluran pemasaran di tempat penelitian, yaitu pada saluran pertama pengrajin – konsumen, saluran kedua pengrajin- pedagang pengecer- konsumen, dan pada saluran ketiga pengrajinpedagang keliling-konsumen. Dari hasil perhitungan efisiensi pemasaran dengan menggunakan farmers share, diketahui bahwa pada saluran pemasaran yang pertama terjadi efisinesi pemasaran sebesar 100%, dikarenakan pada saluran tersebut tidak melalui perantara. Berdasarkan hasil analisis regresi berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi margin pemasaran tempe di daerah penelitian, diketahui bahwa faktor harga jual ditingkat pedagang (X4) berpengaruh secara dominan terhadap marjin pemasaran tempe. Kata Kunci: Efisiensi pemasaran, Margin Pemasaran, Farmer’s Share, dan Saluran pemasaran.
OPTIMALISASI PERSEDIAAN BAHAN BAKU KERIPIK KENTANG DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (STUDI KASUS DI AGRONAS GIZI FOOD) Stefani Natalia Dinda Advenia; Maria Puri Nurani; Kukuk Yudiono
BiSTeK Pertanian Vol 6 No 1 (2019): Desember: Jurnal BisTek Pertanian
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37832/bistek.v6i1.6

Abstract

The optimalization of raw materials supply is intended to meet the needs of raw materials for the process of the production process the future; the activity of controlling raw materials manages the implementation of necessary supply in accordance with the required amount and minimal cost, which includes the problem of purchasing raw materials, storing and maintaining materials, controlling the output of the material when materials are needed and maintaining the optimal supply amount. The raw material supply control can be analyzed using the EOQ method as one of the choices in comparing the implemented company policies. This research was conducted at Agronas Gizi Food. The analysis technique used is by comparing the results of company policy calculation and the EOQ method. The calculation of company policy includes the cost of ordering (S) with the results of Rp. 183,800 / order, supply costs (H) with a result of Rp.859 / Kg, total inventory costs (TIC) that must be spent Rp.5,689,560, the frequency of purchase 30 times, with an average purchase of 1500 kg / year while the calculation method EOQ includes economical purchases (Q*) with results of 4198 kg, frequency of purchases (F) with the result 10 times a year, total inventory costs (TIC) with the result of Rp.3,605,795, safety stock Rp.3,605,795, and ROP 234 Kg. Based on the analysis technique on raw material for potato chips in Agronas Gizi Food, it can be concluded that it is not optimal because the calculation the results of company policies are greater than the EOQ method. Keywords: Raw Materials, company policy, EOQ method
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN PENDAPATAN HOME INDUSTRY KERIPIK TEMPE (Studi Kasus Home Industry di Jalan Sanan Kota Malang) Albertus Jemirolis Rudin; Lisa Kurniawati; Sari Perwita
BiSTeK Pertanian Vol 1 No 1 (2014): Desember: Jurnal BisTek Pertanian
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37832/bistek.v1i1.7

Abstract

Keripik tempe adalah jenis makanan ringan hasil olahan tempe. Kadar protein keripik tempe cukup tinggi yaitu berkisar anatara 23% - 25%. Industri keripik tempe merupakan industri yang terkait langsung dengan komoditi kedelai dan tempe. Selain memiliki prospek pasar yang cukup baik akibat tingginya tingkat permintaan, keberadaan industri keripik tempe juga memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap penyerapan tenaga kerja. Tujuan pengolahan keripik tempe itu adalah untuk meningkatkan nilai tambah kedelai itu agar memperoleh nilai jual yang tinggi di pasaran. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui besarnya volume produksi dan harga produksi pada home industry keripik tempe sudah mencapai titik impas (Break Even Point). (2) untuk mengetahui keuntungan home industry keripik tempe. (3) untuk mengetahui besarnya nilai tambah yang dihasilkan dalam home industry keripik tempe. Penelitian dilakukan pada home industry keripik tempe di jalan Sanan kota Malang. Penentuan responden dalam pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dan jumlah sampel responden pada penelitian ini adalah 41 home industry keripik tempe. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis 1 menggunakan analisis break event poin (BEP), untuk menguji hipotesis 2 menggunakan R/C Ratio, dan untuk menguji hipotesis 3 menggunakan analisis nilai tambah. Simpulan penelitian (1) volume produksi dan harga jual keripik tempe pada home industry keripik tempe sudah mencapai break event point (BEP), (2) home industry keripik tempe sudah menguntungkan karena nilai R/C Ratio > 1 sebesar 1,12, (3) home industry keripik tempe memberikan nilai tambah sebesar Rp 5.624,37 per kg.Kata Kunci : Keripik Tempe, Pendapatan, Nilai Tambah
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN BERAS ORGANIK (Studi Kasus di Kelompok Petani Sumber Makmur 1, Desa Sumber Ngepoh, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang) Aloysius; Lisa Kurniawati; Stefanus Jufra M. Taneo
BiSTeK Pertanian Vol 1 No 1 (2014): Desember: Jurnal BisTek Pertanian
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37832/bistek.v1i1.8

Abstract

Usaha tani padi organik menghadapi berbagai permasalah terutama yang terkait dengan efisiensi pemasaran. Pemasaran yang efisien adalah ketika total biaya yang dikeluarkan petani lebih kecil dari total nilai produk yang diterima (TB < TNP) dan efisiensi pemasaran juga dipengaruhi oleh Break Even Point (BEP), semakin rendah nilai titik impas akan menyebabkan EP yang semakin tinggi (< 100%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi pemasaran beras organik dan untuk mengetahui BEP dari harga jual dan jumlah produksi beras organik yang dapat disasilkan petani dalam satu kali masa produksi. Penelitian dilaksanakan di Kelompok Tani Sumber Makmur 1, Desa Sumber Ngepoh, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Metode sensus digunakan dalam penentuan sampel, dengan total populasi sebanyak 44 petani. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi, dengan metode analisis data kuantitatif. Hipotesis penelitian: 1) Pemasaran beras organik belum efisien. 2) Harga jual dan jumlah produksi beras organik sudah mencapai Break Even Point (BEP). Berdasarkan hasil analisis menunjukkan efisiensi pemasaran dicapai nilai sebesar 64,66%,. Hal tersebut berati bahwa total biaya yang dikeluarkan petani hanya sebesar 64,66% dari total nilai produk yang terjual. Untuk BEP harga jual sebesar Rp. 4.849 dan BEP produksi sebesar 1.855 kg, berarti harga jual yang ditetapkan petani sebesar Rp. 7.500 dan produksi yang dihasilkan sebesar 2.870 kg sudah mencapai BEP. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak, berarti pemasaran beras organik di Kelompok Tani Sumber Makmur 1, Desa Sumber Ngepoh sudah mencapai BEP.Kata Kunci: Beras Organik, Efisiensi Pemasaran, Break Even Point
KAJIAN KANDUNGAN SENYAWA POLIFENOL DAN ANTIOKSIDAN DALAM BERBAGAI VARIETAS DAN TINGKAT PERKEMBANGAN DAUN UBI JALAR Andika Novanto Putra Wijaya; Kukuk Yudiono; Sri Susilowati
BiSTeK Pertanian Vol 1 No 1 (2014): Desember: Jurnal BisTek Pertanian
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37832/bistek.v1i1.9

Abstract

Polifenol memiliki manfaat sebagai salah satu antioksidan serta obat herbal. Daun ubi jalar merupakan salah satu sumber polifenol yang mudah untuk didapatkan karena sering tidak dimanfaatkan setelah panen. Pada proses metabolisme senyawa polifenol dipengaruhi oleh berbagai faktor dan tingkat pertumbuhan daun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh varietas dari daun ubi jalar terhadap konsentrasi senyawa polifenol dan aktivitas antioksidannya. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor dan 2 ulangan. Faktor pertama dengan empat tingkat berbagai ubi jalar yaitu MSU 03028-10 (Calon Varietas), RIS 03063-05 (Calon Varietas), BB 97256-9 (Sawentar) dan MSU 99051-1 (Solossa Papua) dan faktor kedua dengan empat tingkat perkembangan daun adalah perkembangan 1 sampai 4, 5 sampai 8, 9 sampai 12 dan 13 sampai 16 yang dihitung dari pucuk daun. Untuk mengetahui dampak perlakuan dilakukan analisis ragam dan menggunakan tabel F 1% dan 5% untuk perbandingan uji F. Kemudian dilakukan uji lanjut Tukey. Analisis ragam menunjukkan bahwa variasi dan pengembangan daun ubi jalar polifenol yang sangat signifikan pada 1% untuk tingkat nyata konsentrasi polifenol dan aktivitas antioksidan. Perlakuandianjurkan untuk dilakukan sehingga mendapatkan polifenol konsentrasi yang lebih tinggi dan aktivitas antioksidan yang tinggi adalah perlakuan dengan varietas RIS 03063-05 (Calon Varietas) dan perkembangan daun 1 sampai 4 yang memiliki polifenol konsentrasi pada 4,0947 mg / g bahan kering dan aktivitas antioksidan 67,1875%.Kata Kunci: Polifenol, Antioksidan, Daun Ubi Jalar
PENGARUH LAMA PEREBUSAN SECANG DAN KONSENTRASI GULA PASIR TERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK MINUMAN INSTAN SECANG Disa Ardelia Ilyas; Sri Susilowati; Jinarti
BiSTeK Pertanian Vol 1 No 1 (2014): Desember: Jurnal BisTek Pertanian
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37832/bistek.v1i1.10

Abstract

Secang memiliki kandungan kimia antara lain saponin, minyak atsiri, asam tanin, brazilin, dan senyawa fenol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari lama perebusan secang dan konsentrasi gula pasir terhadap sifat kimia dan organoleptik minuman instan secang.Analisis yang dilakukan meliputi kadar tanin, kadar air, kadar abu, kadar gula, rasa, warna, dan aroma. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor, dan 3 kelompok. Faktor 1 adalah lama perebusan secang dengan 3 level yaitu 10 menit, 15 menit, dan 20 menit, dan faktor 2 adalah konsentrasi gula pasir dengan 3 level yaitu 150%, 200%, dan 250%. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA), untuk mengetahui pengaruh perlakuan digunakan Tabel F 5% dan F 1% untuk membandingkan F hitung. Selanjutnya dilakukan uji Tukey. Berdasarkan pada analisis ragam menunjukkan bahwa interaksi lama perebusan secang dan konsentrasi gula pasir berpengaruh sangat nyata pada taraf 1% untuk kadar air kadar abu; berpengaruh nyata pada taraf 5% untuk kadar gula dan tidak berpengaruh nyata pada kadar tanin. Uji organoleptik pada perlakuan lama perebusan secang dan konsentrasi gula pasir tidak berpengaruh nyata terhadap rasa, warna, dan aroma minuman instan secang. Perlakuan yang direkomendasikan untuk dilakukan sehingga menghasilkan kadar tanin, kadar gula tertinggi dan kadar abu dan kadar air rendah adalah pada perlakuan lama perebusan 20 menit dan konsentrasi gula pasir 150% dengan kadar tanin sebesar 2,2374%; kadar air 1,9077%; kadar abu 0,035 dan kadar gula 10,6%. Kata kunci: secang, konsentrasi gula pasir
EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI JAGUNG (Zea mays L) (Studi Kasus PT Branitha Shandini Mosanto Desa Kidangbang Kecamatan Wajak Kabupaten Malang) Florianus Arsi; Lisa Kurniawati; Sari Perwita
BiSTeK Pertanian Vol 1 No 1 (2014): Desember: Jurnal BisTek Pertanian
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37832/bistek.v1i1.11

Abstract

Jagung hibrida (Zea mays L) merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang baik dalam perekonomian Indonesia, karena merupakan bahan makanan penghasil karbohidrat kedua setelah padi. Jagung hibrida juga merupakan suatu makanan pokok masyarakat Indonesia, dan juga sebagai makanan ternak dan bahan baku industri produk makanan. Dalam usahatani jagung hibrida perusahaan bekerjasama dengan Kelompok Tani Mosanto, Kabupaten Malang untuk memproduksi jagung pembenihan, dimana perusahaan menyediakan input produksi seperti: modal, dan benih jagung dengan mengadakan ikatan kontrak kerja selama semusim panen, dan hasilnya akan dijual semua kepada perusahaan.Penentuan responden dalam pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling, yaitu setiap sampel yang berukuran sama memiliki probabilitas yang sama untuk terpilih dari populasi. Jumlah anggota Kelompok Tani jagung hibrida pada penelitian ini adalah 200 orang yang menjadi pelaku dalam usahatani. Besarnya sampel diambil dengan metode rumus Slovin menggunakan tingkat kekeliruan sebesar 10%. Berdasarkan hasilperhitungan, anggota Kelompok Tani yang dijadikan responden sebanyak 67 orang. Dalam penelitian ini rumusan masalah yang diteliti adalah: 1. Bagaimanakah pengaruh faktor-faktor produksi terhadap jumlah produksi yang dihasilkan dalam usahatani Jagung Hibrida? 2. Bagaimanakah tingkat efisiensi teknik penggunaan faktor-faktor produksi usahatani jagung sudah efisien atau belum?. Dalam hipotesis I untuk mengetahui pengaruh faktor produksi adalah luas lahan, benih, tenaga kerja, pestisida, pupuk dan modal terhadap hasil produksi jagung, dengan menggunakan alat uji asumsi klasik dan analisis regresi pada fungsi produksi cob douglass. Dari 6 (enam) Faktor produksi yang diteliti semuanya berpengaruh nyata terhadap hasil produksi jagung hibrida didaerah penelitian. Dalam hipotesis II menyatakan bahwa uji efisiensi teknis faktor produksi belum efisien karena dari pengolahan hasil angka menghasilkan secara keseluruhan faktor produksi yang digunakan semuanya belum efisien diihat dari angka koefisien regresi dengan melihat perbandingan elastisitas produksinya berada pada daerah I dan III menunjukan belum efisien dan tidak efisien.Kata kunci: efisiensi faktor produksi, usahatani jagung hibrida