cover
Contact Name
Istiqomah Dwi Andari
Contact Email
istyandari44@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journal.siklus@poltektegal.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Politeknik Harapan Bersama, Jl Mataram No 9 Pesurungan Lor Kota Tegal
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal Research Midwifery Politeknik Tegal
ISSN : 20896778     EISSN : 25495054     DOI : https://doi.org/10.30591/
Core Subject : Health,
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal (JRMP) is a periodical scientific journal with registrated number ISSN 2089-6778 (print), 2549- 5054 (online). Published by Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Harapan Bersama and managed by Program Studi Kebidanan Politeknik Harapan Bersama which is published two times a year (January and June). The SIKLUS: Journal Research Midwifery Politeknik Tegal accept research articles which includes Health sciences, midwifery, nursing, public health, Social Sciences who related to midwifery.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2013)" : 9 Documents clear
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI DASAR DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR PADA ANAK BALITA DI KELURAHAN PESURUNGAN KIDUL KOTA TEGAL Ulfatul Latifah
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v2i1.46

Abstract

Kota tegal merupakan salah satu kota madya di jawa tengah, pada tahun 2009 program imunisasi dasar dikota tegal sebagian besar belum mencapai standart cakupan atau kurang dari 95 %, dari jumlah sasaran 5190 bayi, rumusan masalah, adakah hubungan pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar dengan pemberian imunisasi dasar pada anak balita, tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar pada anak balita, manfaat penelitian, secara teoritis mendapatkan pengalaman yang nyata dalam melakukan penelitian di bidang keperawatan anak khususnya yang berhubungan dengan imunisasi dasar, secara praktis untuk ibu yang mempunyai anak balita.Berdasarkan hasil analisa data dari uji hipotesis terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan pemberian imunisasi dasar di kelurahan pesurungan kidul kota tegal pada bulan mei-juni 2010. Berdasarkan hasil analisa diatas sejalan dengan teori Lawrence Green yang menyatakan bahwa perilaku dipengaruhi oleh faktor predisposisi (predisposing factor) yang diantaranya adalah pengetahuan. Berdasarkan masalah dan hasil penelitian di kelurahan pesurungan pada bulan mei - juni 2010 maka dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Sebagian besar responden yang berumur ≤ 35 tahun yaitu 58 responden (86.6%) dan 35 tahun 9 responden (13.4%) (2) Sebagian besar responden yang mempunyai tingkat pendidikan tamat SLTA yaitu 27 orang (40.3%). (3) Sebagian besar responden yang mempunyai tingkat pengetahuan kurang baik 38 orang (56.7%) sedangkan pengetahuan baik 29 orang (43.3%) (4) Sebagian besar responden memberikan imunisasi dasar pada anak lengkap sebanyak 55 orang (82.1%) sedangkan yang tidak lengkap 12 orang (17.9%) (5) Ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar dengan pemberian imunisasi dasar pada anak balita dikelurahan pesurungan kidul.Kata Kunci: Pengetahuan tentang Imunisasi Dasar
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI DI BPS NY. E MARGADANA Indah Siloka Dina
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v2i1.47

Abstract

Keluarga berencana merupakan salah satu dari empat pilar Safe Motherhood yang memastikan bahwa setiap orang / pasangan mempunyai akses ke informasi dan pelayanan KB (Saifuddin, 2002). Data dari BPS Ny. E Kecamatan Margadana Tegal bulan Januari sampai Maret 2008 menjelaskan bahwa sebagian besar pengguna alat kontrasepsi memilih pil dan suntik. Studi pendahuluan yang penulis lakukan terhadap 10 akseptor diketahui tingkat pengetahuannya kurang tentang alat kontrasepsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan wanita usia subur dengan pemilihan alat kontrasepsi di BPS Ny. E Kecamatan Margadana Tegal tahun 2008.Desain penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah  purposive sampling. Populasi yang digunakan adalah akseptor KB di BPS Ny. E kecamatan Margadana Tegal pada bulan Mei dan Juni tahun 2008. Jumlah sampel sebanyak 82 orang. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistic Chi square.Berdasarkan hasil analisa didapatkan tingkat pengetahuan wanita usia subur sebagian besar (52,2 %) baik dan responden sebagian besar memilih alat kontrasepsi kelompik I yaitu pil dan suntik (77,8 %). Pengaruh tingkat pengetahuan wanita usia subur dengan pemilihan alat  kontrasepsi adalah signifikan dengan nilai 5,706 3,481. Ada hubungan antara tingkat pengetahuan wanita usia subur dengan pemilihan alat kontrasepsi.Kata Kunci: Tingkat pengetahuan wanita usia subur, pemilihan alat kontrasepsi.
PENGARUH PERILAKU PACARAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR PADA MAHASISWA D-III KEBIDANAN SEMESTER V TAHUN 2012 Adevia Maulidya Chikmah
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v2i1.48

Abstract

Pendidikan Kebidanan merupakan salah satu pendidikan profesional. Untuk mencapai prestasi belajar siswa sebagaimana yang diharapkan, maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain; faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor intern), dan faktor yang terdiri dari luar siswa (faktor ekstern). Fenomena pacaran adalah hal yang wajar dan bukanlah hal aneh pada fase perkembangan remaja. Perilaku pacaran yang terbuka atau lebih mengarah pada hubungan seks akan menimbulkan dampak yang merugikan bagi individu, seperti halnya kehamilan diluar nikah, penyakit menular seksual, beban psikis perasaan bersalah atau bahkan aborsi,serta penyalahgunaan narkoba. Pada kondisi ini tidak jarang para mahasiswa yang mengalami frustasi dan akhirnya malas belajar.Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional.. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa D-III Kebidanan Angkatan V semester V yang berjumlah 97 mahasiswa dan menggunakan purposive sampling yang berjumlah 91 responden. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah data primer yaitu kuesioner . Analisis data menggunakan Spearman’s rho.Hasil dari penelitian menunjukan bahwa perilaku pacaran responden adalah pernah (45%), berarti responden rata-rata pernah melakukan perilaku pacaran mulai dari berpegangan tangan sampai hubungan seksual. Sebagian besar responden memiliki prestasi belajar sangat memuaskan, yaitu sebanyak 72 responden dengan prosentase 79,1%. Hubungan antara perilaku pacaran dengan prestasi belajar mahasiswa , memiliki nilai P volue=0,006α(5%) dan ρ hitung =0,387 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara perilaku pacaran terhadap prestasi belajar dengan arah hubungan positif artinya semakin tidak pernah melakukan perilaku pacaran yang mengarah seksual maka semakin sedikit tinggi prestasi belajarnya.Kata kunci: Perilaku pacaran, prestasi belajar Mahasiswa Kebidanan
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN STATUS PEKERJAAN IBU MENYUSUI DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI DI PESANTUNAN Novia Ludha Iroma Maulida
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v2i1.44

Abstract

ASI eksklusif  adalah Pemberian ASI pada bayi tanpa tambahan makanan lainnya ataupun cairan lainnya seperti susu formula, jeruk, madu, teh, air putih dan tanpa tambahan makanan padat apapun seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi dan tim sampai usia enam bulan.Berdasarkan data SDKI tahun 2002-2003, bayi di bawah usia empat bulan yang diberikan ASI eksklusif hanya 55%, sedangkan pemberian ASI eksklusif  pada bayi usia 2 bulan hanya 64%. Bayi usia 3-4 bulan yang memperoleh ASI eksklusif  hanya 46% dan 14% pada bayi usia 4-5 bulan. Cakupan ASI eksklusif enam bulan malah lebih parah lagi yakni hanya 39,5 %. Dari total jumlah bayi di Indonesia (Depkes RI, 2009).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan tingkat pengetahuan dan status pekerjaan ibu menyusui dengan pemberian ASI Eksklusif pada Bayi di Desa Pesantunan kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes Bulan Juli Tahun 2012.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tingkat pengetahuan ibu menyusui dengan kategori cukup (55,1%), sebagian besar status pekerjaan ibu tidak bekerja (79,6%) dan sebagian besar pemberian ASI eksklusif ibu menyusui yang tidak memberikan ASI sebanyak (81,6%) sedangkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu menyusui dengan pemberian ASI eksklusif dan hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara status pekerjaan ibu menyusui dengan pemberian ASI eksklusif. Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Status Pekerjaan, Asi Eksklusif
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN STATUS PEKERJAAN IBU MENYUSUI DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI DI PESANTUNAN Novia Ludha Iroma Maulida
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v2i1.44

Abstract

ASI eksklusif  adalah Pemberian ASI pada bayi tanpa tambahan makanan lainnya ataupun cairan lainnya seperti susu formula, jeruk, madu, teh, air putih dan tanpa tambahan makanan padat apapun seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi dan tim sampai usia enam bulan.Berdasarkan data SDKI tahun 2002-2003, bayi di bawah usia empat bulan yang diberikan ASI eksklusif hanya 55%, sedangkan pemberian ASI eksklusif  pada bayi usia 2 bulan hanya 64%. Bayi usia 3-4 bulan yang memperoleh ASI eksklusif  hanya 46% dan 14% pada bayi usia 4-5 bulan. Cakupan ASI eksklusif enam bulan malah lebih parah lagi yakni hanya 39,5 %. Dari total jumlah bayi di Indonesia (Depkes RI, 2009).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan tingkat pengetahuan dan status pekerjaan ibu menyusui dengan pemberian ASI Eksklusif pada Bayi di Desa Pesantunan kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes Bulan Juli Tahun 2012.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tingkat pengetahuan ibu menyusui dengan kategori cukup (55,1%), sebagian besar status pekerjaan ibu tidak bekerja (79,6%) dan sebagian besar pemberian ASI eksklusif ibu menyusui yang tidak memberikan ASI sebanyak (81,6%) sedangkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu menyusui dengan pemberian ASI eksklusif dan hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara status pekerjaan ibu menyusui dengan pemberian ASI eksklusif. Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Status Pekerjaan, Asi Eksklusif
GAMBARAN PENGETAHUAN SISWI TENTANG KEPUTIHAN DI SMA NEGERI 4 TEGAL Juhrotun Nisa
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v2i1.49

Abstract

Leukorea (white discharge, flour albus, keputihan) adalah nama gejala yang diberikan kepada cairan yang dikeluarkan dari alat-alat genital yang tidak berupa darah (Wiknjosastro, 2008).Tujuan penelitian untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Tentang Keputihan Fisiologis dan Keputihan Patologis Pada Siswi di SMA Negeri 4 Tegal Tahun 2013.Penelitian dilaksanakan pada siswi di SMA Negeri 4 Tegal. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan pendekatan Cross Sectional. Teknik sampel yang semula menggunakan Simple Random Sampling, tetapi dalam kenyataan (penelitian) menggunakan Sampling Aksidental. Hal ini dikarenakan jumlah populasi tidak sesuai dengan proposal penelitian, yang seharusnya berjumlah 470 menjadi 318 karena siswi kelas XII sudah libur kelulusan. Jadi peneliti mengambil sampel yang kebetulan ada (Sampling Aksidental) dengan jumlah yang tetap sesuai dengan proposal penelitian yaitu 82 responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar berpengetahuan cukup (57,3%) tentang keputihan fisiologis dan keputihan patologis, berpengetahuan cukup (50%) tentang pebedaan tanda-tanda keputihan fisiologis dan keputihan patologis, berpengetahuan baik (59,8%) tentang penyebab keputihan patologis dan berpengetahuan kurang (36,6%) tentang pencegahan keputihan patologis.Kata Kunci: Keputihan, Fisiologis, Patologis
GAMBARAN PENGETAHUAN SISWI TENTANG KEPUTIHAN DI SMA NEGERI 4 TEGAL Juhrotun Nisa
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v2i1.49

Abstract

Leukorea (white discharge, flour albus, keputihan) adalah nama gejala yang diberikan kepada cairan yang dikeluarkan dari alat-alat genital yang tidak berupa darah (Wiknjosastro, 2008).Tujuan penelitian untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Tentang Keputihan Fisiologis dan Keputihan Patologis Pada Siswi di SMA Negeri 4 Tegal Tahun 2013.Penelitian dilaksanakan pada siswi di SMA Negeri 4 Tegal. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan pendekatan Cross Sectional. Teknik sampel yang semula menggunakan Simple Random Sampling, tetapi dalam kenyataan (penelitian) menggunakan Sampling Aksidental. Hal ini dikarenakan jumlah populasi tidak sesuai dengan proposal penelitian, yang seharusnya berjumlah 470 menjadi 318 karena siswi kelas XII sudah libur kelulusan. Jadi peneliti mengambil sampel yang kebetulan ada (Sampling Aksidental) dengan jumlah yang tetap sesuai dengan proposal penelitian yaitu 82 responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar berpengetahuan cukup (57,3%) tentang keputihan fisiologis dan keputihan patologis, berpengetahuan cukup (50%) tentang pebedaan tanda-tanda keputihan fisiologis dan keputihan patologis, berpengetahuan baik (59,8%) tentang penyebab keputihan patologis dan berpengetahuan kurang (36,6%) tentang pencegahan keputihan patologis.Kata Kunci: Keputihan, Fisiologis, Patologis
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI DASAR DENGAN STATUS KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI USIA 9 – 12 BULAN DI TEGAL BARAT Nilatul Izah
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v2i1.45

Abstract

 Kelurahan Tegalsari mempunyai cakupan imunisasi yang paling rendah dari 7 Kelurahan di wilayah kerja Puskesmas Tegal Barat yaitu BCG sebanyak 58,8%, DPT-HB 3 sebanyak 50,2%, Polio 4 sebanyak 44,8% dan Campak sebanyak 41,8% dengan jumlah bayi yang berusia 9-12 bulan sebanyak 40 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik responden berdasarkan umur, pendidikan, pekerjaan, penghasilan keluarga, mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar dan status kelengkapan imunisasi dasar pada bayi serta mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar dengan status kelengkapan imunisasi dasar pada bayi usia 9-12 bulan. Penelitian ini adalah jenis penelitian korelasional dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional, dengan teknik sampling total sampling yaitu ibu yang mempunyai bayi usia 9-12 bulan yang berjumlah 40. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner dan checklist. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil pengujian X2 diperoleh nilai X2 hitung yaitu sebesar 10,935. Hasil ini lebih besar dari X2 tabel (5,99) yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar dengan status kelengkapan imunisasi dasar pada bayi usia 9-12 bulan. Kata kunci : Tingkat pengetahuan, status imunisasi
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU BERSALIN TENTANG INISIASI MENYUSU DINI DAN DUKUNGAN BIDAN DENGAN PENERAPAN INISIASI MENYUSU DINI RSUD KARDINAH Desy Fitrianingsih Iroma Maulida
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v2i1.35

Abstract

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan, dimana bayi dibiarkan mencari puting  susu ibunya sendiri (tidak disodorkan ke puting susu). Berdasarkan data di Departemen kesehatan, dalam tahun 2006 tercatat 149 Rumah Sakit (RS) di Indonesia yang melaksanakan Program Rumah Sakit Sayang Ibu (RSSIB). Program ini mencangkup pelayanan asuhan antenatal (pra melahirkan), pertolongan persalinan sesuai standar, pelayanan nifas, rawat gabung ibu dan bayi, pemberian ASI eksklusif, pelayanan KB dan imunisasi. Sampai bulan juli 2007 hanya 19 Rumah Sakit yang melaksanakan program Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Depkes juga telah mengirim surat edaran agar seluruh RS melakukan program Inisiasi Menyusu Dini (Berita Indonesia, 2007). Penelitian ini bertujuan hubungan tingkat pengetahuan dan status pekerjaan ibu menyusui dengan pemberian asi eksklusif pada bayidi desa pesantunan kecamatan wanasari kabupaten brebes tahun 2012.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tingkat pengetahuan ibu bersalin tentang IMD dengan kategori cukup (35,8%), Frekuensi dukungan Bidan dalam penerapan IMD, ada 30 Bidan (44,8%) yang tidak mendukung dalam penerapan IMD dan ada 28 Bidan (41,8%) yang mendukung dalam penerapan IMD. Frekuensi penerapan IMD, ada 39 orang (58,2%) yang tidak berhasil saat dilakukan IMD, dan 28 orang (41,8%) yang berhasil melakukan IMDKata Kunci: Tingkat Pengetahuan, IMD, Bidan

Page 1 of 1 | Total Record : 9