Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI)
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) merupakan Jurnal yang diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal ini merupakan jurnal yang dapat akses secara terbuka bagi para Peneliti, Mahasiswa dan Dosen yang ingin mempublikasikan hasil penelitiannya pada bidang kesehatan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat mempublikasikan artikel-artikel kajian empiris dan teoritis dalam bidang Gizi, Rekam medis dan Informasi Kesehatan, Keperawatan, Kebidanan, Obat-obatan, Psikologi Kesehatan dan bidang penelitian lain yang berkaitan dalam kesehatan masyarakat. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Articles
22 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 1 No. 4 (2024): Juli"
:
22 Documents
clear
Perbedaan Status Oksigenasi Setelah Pemberian Nesting pada Asfiksia Neonatorum
Desy Fitriana Putri;
Rahmah , Rahmah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/jkmi.v1i3.1295
Kematian neonatus tetap menjadi masalah global yang signifikan, dengan sekitar 4 juta bayi meninggal dalam 4 minggu pertama kehidupan setiap tahun, 85% di antaranya terjadi dalam 7 hari pertama. WHO melaporkan prematuritas sebagai penyebab tertinggi kematian neonatus secara global (36%). Di Asia Tenggara, asfiksia menjadi penyebab kematian neonatus utama kedua (23,9%) dan ketiga terbesar secara global (23%). Pemasangan nesting sebagai metode pengelolaan lingkungan terbukti efektif meningkatkan saturasi oksigen dan mengurangi insiden apnea pada bayi asfiksia. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan penelusuran literatur dari tahun 2018 hingga 2024. Dari 32 artikel yang ditemukan, 3 artikel disaring berdasarkan kriteria tertentu. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi perbedaan status oksigenasi setelah pemberian nesting pada asfiksia neonatorum. Hasil: Hasil literatur menunjukkan penggunaan nesting meningkatkan status oksigenasi dan menurunkan insiden apnea pada neonatus dengan asfiksia. Kesimpulan: Pemberian nesting berpotensi meningkatkan status oksigenasi pada neonatus dengan asfiksia. Metode ini bisa diintegrasikan ke dalam perawatan standar, namun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memperkuat temuan dan mengembangkan pedoman praktis di unit perawatan intensif neonatus.
GAMBARAN HYGIENE SANITASI TEMPAT PENGELOLAAN PANGAN DI WILAYAH PELABUHAN TANJUNG PERAK
Shofiyah Ajeng Sekar Arum;
Abdul Hakim Zakkiy Fasya;
Mas Adhi Hardian Utama
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/jkmi.v1i3.1313
Menurut Permenkes No. 2 Tahun 2023 tentang Kesehatan Lingkungan TPP adalah tempat yang digunakan sebagai sarana pengolahan makanan dari bahan mentah hingga makanan jadi. Sehingga, dalam peningkatan kesehatan perlu adanya pengawasan terhadap TPP terutama di wilayah pelabuhan karena banyaknya aktivitas manusia yang terjadi di pelabuhan. Guna dilakukanya pengawasan TPP untuk meningkatkan kualitas makanan dan minuman serta terhindar dari risiko penyakit seperti keracunan dan diare. Penelitian ini bersifat observasional dan menggunakan study cross sectional, di mana penelitian dilakukan pada bulan Juli - September 2023 di 16 TPP yang sedang beroperasi di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini meliputi lokasi dan bangunan, fasilitas sanitasi, dapur, ruang makan dan gudang bahan makanan, bahan makanan dan makanan jadi, pengolahan makanan, tempat penyimpanan bahan makanan dan makanan jadi, penyajian makanan, peralatan, serta tenaga kerja. Penilaian variabel tersebut menggunakan total skor yang didapat dari penjumlahan seluruh skor tiap variabel dengan nilai minimum 700. Hasil penelitian menyebutkan dari 16 TPP yang diperiksa terdapat 3 TPP (18,75%) tidak memenuhi syarat hygiene sanitasi dan 13 TPP (81,25%) memenuhi syarat hygiene sanitasi. Kesimpulan pada penelitian ini adalah banyak TPP yang sudah memenuhi persyaratan, akan tetapi masih perlu dilakukan peningkatan hygiene sanitasi TPP dan anjuran mengikuti pelatihan kursus hygiene sanitasi bagi penjamah makanan di wilayah pelabuhan Tanjung Perak Kota Surabaya.
Kajian Literatur Perencanaan Sumber Daya Manusia yang Efektif Untuk Membangun Sumber Daya Insani yang Unggul di Rumah Sakit
Murni Arumahati;
Satriya Wijaya
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/jkmi.v1i4.1331
Penelitian ini bermaksud untuk menunjukkan perencanaan sumber daya manusia (SDM) yang efektif untuk mengembangkan sumber daya manusia unggul di rumah sakit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yang mengacu pada studi literatur review dimana penulis melakukan penelitian dengan menganalisis berbagai sumber literatur yang membahas topik yang sama, mulai dari artikel jurnal ilmiah, buku, skripsi, dan berbagai literatur lain yang relevan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan sumber daya manusia berperan penting dalam pengembangan sumber daya manusia sebagai pelaku organisasi yang berkualitas; melalui perencanaan SDM yang optimal dan efektif, seluruh budaya kompetitif suatu perusahaan mungkin terpengaruh secara tidak langsung. Oleh karena itu, perencanaan SDM digunakan sebagai ujung tombak dalam mencapai kesuksesan dalam suatu organisasi.
GAMBARAN PENDAMPINGAN PEMBERIAN ASI ESKLUSIF BAGI IBU MENYUSUI DI PUSKESMAS SIWALANKERTO
Rizka Fiyadila;
Novera Herdiani;
Martha Ariana Wijayanti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/jkmi.v1i4.1506
ASI adalah sumber makanan utama bagi bayi ketika mereka masih terlalu kecil untuk mengonsumsi makanan padat. Pemberian makanan pendamping ASI dini pada bayi dapat menyebabkan gangguan pencernaan . Faktanya, hanya 5% anak-anak di Indonesia yang masih mendapat ASI eksklusif pada usia 23 bulan, dan hanya 1 dari 2 bayi di bawah 6 bulan yang mendapat ASI eksklusif. Bayi diberikan makanan pendamping ASI (MPASI) setelah mencapai usia enam bulan. Pemerintah menargetkan pemberian ASI Ekslusif mecapai 80%, tetapi pada tahun 2022 masih mencapai 66% .Metode dalam penelitian ini menggunakan penyajian data secara deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Jenis kegiatan ini berupa pendampingan ASI ekslusif dengan melakukan edukasi manajemen laktasi dan edukasi menu gizi seimbang. Hasil kegiatan pendampingan ASI esklusif dengan jumlah responden 24 dengan terbanyak Tingkat Pendidikan SMA 58,3% berdampak baik khususnya pada ibu menyusui , dimana ibu menyusui mengetahui cara memberikan ASI Esklusif. Kesimpulan Hasil pendampingan ASI eksklusif sesuai dengan target yaitu keluarga bisa memberikan dukungan kepada ibu menyusui dalam mencapai keberhasilan pemberian ASI ekslusif.
GAMBARAN PEMBERIAN DAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH (TTD) PADA IBU HAMIL DI KABUPATEN SIDOARJO
Erica Dwi Dithasari;
Novera Herdiani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/jkmi.v1i4.1549
Anemia merupakan suatu keadaan kadar hemoglobin di dalam darah yang rentan terjadi kepada ibu hamil. Kehamilan yang disertai anemia memiliki kadar hemoglobin <11 gr% pada trimester I dan III, sedangkan pada trimester II kadar hemoglobin <10,5 gr%. Angka kejadian ibu hamil risiko tinggi di Sidoarjo masih tinggi berdasarkan jenis komplikasi kebidanan paling tinggi disebabkan karena anemia mencapai angka 2.341 (6,10%) ibu hamil dengan anemia dari 38.316 jumlah ibu hamil yang ada pada tahun 2022. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui gambaran pemberian dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah untuk ibu hamil di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo tahun 2019-2022. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu adanya penurunan pemberian tablet tambah darah dengan cakupan 97,4% (2019) menjadi 96,59% (2020) karena pandemi covid-19 kemudian mengalami peningkatan menjadi 97,13% (2021) dan terus meningkat menjadi 98,84% (2022) dengan adanya peningkatan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) tersebut angka kasus ibu hamil anemia mengalami penurunan hingga 30,25% pada tahun 2022. Kesimpulan yang didapatkan yaitu pemberian dan kepatuhan dalam konsumsi tablet tambah darah di Kabupaten Sidoarjo telah mencapai keseluruhan jumlah ibu hamil yang mendapatkan Tablet Tambah Darah (TTD).
Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Bagi Peserta Didik SMP Panca Jaya Surabaya
Nudiah Rahma Fahlevi;
Atik Qurrota A’Yunin Al Isyrofi;
Anna Mahsusoh
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/jkmi.v1i4.1551
Tujuan dari acara ini adalah untuk melakukan sosialisasi kepada Sekolah Menengah Pertama (SMP) Panca Jaya tentang bahaya penyalahgunaan narkoba agar peserta memahami dampak dari penyalahgunaan narkoba. Acara sosial menggunakan pendekatan partisipatif, ceramah dan diskusi. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 2 November yang diikuti oleh 150 siswa dan 3 orang guru. Untuk itu, melalui kegiatan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba ini dapat meningkatkan kesadaran siswa sekolah menengah di Panca Jaya Surabaya tentang jenis-jenis narkoba, dampak penyalahgunaan narkoba, serta cara pencegahan dan penanggulangan narkoba. pelecehan pada anak-anak. dan remaja. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi ini dapat melindungi generasi muda sebagai generasi penerus bangsa khususnya siswa Sekolah Menengah Panca Jaya dari bahaya penyalahgunaan narkoba.
Gambaran Pelaksanaan Surveilans Difteri Berdasarkan Komponen Sistem Di Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo
Eva Komalasari;
Dwi Handayani;
Qudrotin
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/jkmi.v1i4.1557
Difteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacteria diphtheriae. Menurut data WHO pada tahun 2022, Indonesia menempati urutan kedua di Dunia dengan jumlah kasus difteri sebanyak 540 kasus. Kondisi kasus difteri di Kabupaten Sidoarjo, pada tahun 2020 terdapat kasus difteri sebanyak 13 kasus, pada tahun 2021 mengalami penurunan menjadi 5 kasus, jumlah kematian difteri sebanyak 1 kasus dengan penyebab utama yaitu karena penyakit komorbid berupa kelainan darah, pada tahun 2022 kembali mengalami peningkatan sebanyak 10 kasus, serta 28 kasus per bulan November di tahun 2023. Penelitian ini menggambarkan pelaksanaan surveilans difteri di Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo berdasarkan komponen sistem surveilans berupa input, proses, output. Informan dari penelitian ini terdiri dari 1 orang penanggungjawab surveilans dan 2 orang tenaga surveilans difteri. Hasil menunjukkan bahwa tenaga dan sarana surveilans sudah memadai, pengumpulan data dilakukan secara aktif dan pasif, pengolahan data SKDR berdasarkan waktu dan tempat, analisis data menggunakan analisis deskriptif di buletin, Diseminasi dilakukan dengan pembuatan buletin di setiap minggunya. Simpulan dari penelitian ini yaitu pelakasanaan surveilans di Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo sudah sesuai dengan pedoman dan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2014.
PERBANDINGAN TINGGI BADAN BALITA SEBELUM DAN SESUDAH DI BERI PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) DENGAN KEJADIAN ISPA DI WILAYAH PESISIR
Nurmitha , Nurmitha;
Ferawati , Ferawati;
Vela Devista;
Fitri Yanti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/jkmi.v1i4.1571
Penelitian ini membahas tentang pentingnya masa anak usia dini dalam pendidikan dan perkembangan manusia. Gizi adalah ilmu yang mempelajari makanan dan zat gizi dalam tubuh, termasuk proses asimilasi zat gizi, pencernaan, pengangkutan, penyerapan, metabolisme, interaksi, penyimpanan, dan pelepasan. Program Makanan Tambahan (PMT) merupakan intervensi gizi yang bertujuan untuk meningkatkan status gizi anak, terutama balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius, terutama pada anak kecil. Analisis statistik kuantitatif digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian ISPA. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder untuk mengembangkan strategi intervensi yang efektif. Sampel yang digunakan adalah ibu balita sebanyak 34 orang. Hasil penelitian diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan anak. Berdasarkan hasil uji wilcoxon di dapatkan p-value = 0,000 artinya nilai < α 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara tinggi badan balita bulan lalu dan tinggi badan balita bulan ini sebelum dan sesudah di beri pemberian makanan tambahan (PMT), dimana pemberian makanan tambahan dengan memperhatikan gizi dan vitamin yang di kandung makanan akan meningkatkan pertumbuhan balita di desa Nii Tanasa.
PENERAPAN WATER TEPID SPONGE UNTUK MENGATASI MASALAH HIPERTERMIA PADA ANAK DHF DI RUANG ANGGREK RST BHAKTI WIRA TAMTAMA SEMARANG
Chintami Wiji Risdiantari;
Witri Hastuti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/jkmi.v1i4.1572
Menurut World Health Organization, (2018) memperkirakan bahwa 2,5 milyar atau 40% populasi didunia berisiko terhadap penyakit Dengue Hemorragic Fever terutama yang tinggal di daerah perkotaan di negara tropis dan subtropis. Saat ini juga diperkirakan ada 390 juta infeksi dengue yang terjadi diseluruh dunia setiap tahun. Dengue Hemorragic Fever adalah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypty yang ditandai berupa demam tinggi yang tiba-tiba kurang lebih dua sampai tujuh hari. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan dalam menurunkan demam dan mengurangi peningkatan suhu tubuh secara mendadak adalah mealakukan kompres hangat dengan metode tepid water sponge Tujuan : Penulisan adalah melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami dengue hemorrhagic fever dengan masalah hipertermi di ruang Anggrek RST Bhakti Wira Tamtama dengan menggunakan terapi tepid water sponge Metode Peneletian :Jenis penelitian ini adalah study kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan pendokumentasian. Pelaksanaan tepid water sponge dilakukan selama pasien mengalami hipertermi dan dihentikan ketika suhu tubuh menurun. Hasil penelitian : Analisis data menunjukkan beberapa diagnosis yaitu hipertermi, Resiko deficit nutrisi dan Resiko perdarahan. Pemberian terapi tepid water sponge adalah salah satu intervensi yang bisa digunakan dalam menurunkan suhu tubuh pada masalahb hipertermi Kesimpulan: Berdasarkan hasil evaluasi kasus yang dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa penerapan terapi tepid water sponge yang dilakukan selama klien mengalami hipertermi efektif dilakukan dalam menurunkan suhu tubuh pasien
Gambaran Pengetahuan Ibu Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Puskesmas Kalijudan Surabaya
Diva Ali Savitri;
Akas Yekti Pulih Asih
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/jkmi.v1i4.1599
Kejadian diare menjadi salah satu penyebab kematian dan gizi buruk pada balita. Faktor kejadian diare disebabkan pengetahuan ibu yang kurang sehingga menjadi masalah tiap tahunnya mengalami peningkatan kejadian diare. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu dengan kejadian diare pada balita di wilayah Puskesmas Kalijudan Surabaya. Metode penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh ibu yang mempunyai balita satu sampai lima tahun di wilayah Puskesmas Kalijudan Surabaya dengan besar sampel 90 ibu balita. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan ibu dengan analisis univariat yang menghasilkan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah ibu balita yang memiliki pengetahuan kurang tentang diare sekitar 39 responden (43,3%). Sedangkan pengetahuan ibu tentang diare memiliki pengetahuan cukup sebanyak 29 (32,2%) responden ibu balita dan pengetahuan ibu tentang diare memiliki pengetahuan baik sebanyak 22 (24,4%) responden ibu balita. Simpulan pada penelitian ini yaitu gambaran pengetahuan ibu tentang kejadian diare pada balita di wilayah Puskesmas Kalijudan Surabaya menunjukkan hasil pengetahuan ibu masih kurang. Saran dari penelitian yaitu diharapkan ibu balita menerapkan dan mengaplikasikan cara mencegah diare balita dalam kehidupan sehari-hari dengan memberikan pola makan yang sehat, bergizi dan teratur.