cover
Contact Name
Yoga Priastomo
Contact Email
yogapriastomo@uny.ac.id
Phone
+62274-586168115
Journal Mail Official
elemen@uny.ac.id
Editorial Address
Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Elemen Kimia
ISSN : -     EISSN : 3032448     DOI : 10.21831
Jurnal ilmiah yang dikelola oleh Prodi Kimia, Jurusan Pendidikan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Yogyakarta. Jurnal ini menerbitkan artikel hasil penelitian di bidang kimia dan terapannya, dua kali dalam setahun pada April dan Oktober. Ruang lingkup jurnal ini meliputi seluruh bidang kimia dan aplikasinya, termasuk kimia teoritis, studi kimia lingkungan, anorganik, organik, kimia fisika, kimia analitik dan biokimia.
Articles 121 Documents
PENGARUH TEMPERATUR KALSINASI TERHADAP MIKROSTRUKTUR DAN STRUKTUR ELEKTRONIK ZnO SECARA EKSPERIMEN DAN TEORITIS Nur Kholifah, Dwi; Sutrisno, Hari
Jurnal Elemen Kimia Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Elemen Kimia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur kalsinasi terhadap fasa dan mikrostruktur ZnO, seta untuk mengetahui pengaruh temperature kalsinasi terhadap energi bandgap ZnO secara eksperimen dan teoritis. ZnO yang dianalisis diperoleh dari sintesis yang dilakukan dengan metode presipitasi sederhana menggunakan ZnSO4, selanjutnya diaduk dan dipanaskan selama 2 jam pada temperatur 50oC – 60oC. Sampel yang terbentuk dikeringkan dengan oven pada temparatur 60oC selama 8 jam, kemudian dikalsinasi pada variasi temperatur 100oC, 200oC, 300oC, 400oC dan 500oC masing-masing selama 1 jam. Hasil sintesis dikarakterisasi dengan spektrofotometri Uv-Vis DRS dan XRD. Selanjutnya dilakukan penentuan parameter kisi ZnO menggunakan aplikasi U_FIT yang digunakan untuk menggambar struktur dan perhitungan menggunakan CASTEP Material Studio 2020. Aplikasi CASTEP digunakan dalam perhitungan untuk menentukan energi celah pita dan Density of State (DOS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur kalsinasi mempengaruhi terhadap fasa dan mikrostruktur kristal yaitu pada suhu 100oC, 200oC, 300oC terdapat dua fasa campuran ZnO dan Zn(OH)2 sedangkan pada suhu 400oC dan 500oC hanya terdapat satu fasa yaitu ZnO. Adapun terhadap mikrostruktur kristal menunjukkan semakin tinggi temperatur nilai parameter kisinya rata-rata semakin tinggi juga. Energi celah pita yang diperoleh secara eksperimen sebesar 3,1272 eV – 3,2380 eV serya energi celah pita secara teoritis sebesar 3,20 eV – 3,32 eV. Kata kunci: ZnO, Mikrostruktur, Energi celah pita, DOS
SINTESIS DAN KARAKTERISASI MATERIAL Fe2O3-ZEOLIT UNTUK FOTODEGRADASI ZAT WARNA METIL MERAH Ramadhan, Muhammad Jauharul Lathif
Jurnal Elemen Kimia Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Elemen Kimia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri tekstil di Indonesia mengalami perkembangan sangat pesat sehingga menghasilkan berbagai dampak positif dan negatif. Pencemaran limbah beracun zat warna metil merah menjadi salah satu dampak negatif industri tekstil. Untuk mengurangi dampak negatif limbah metil merah, perlu dilakukan upaya seperti melakukan fotodegradasi menggunakan bahan zeolit alam yang dimodifikasi dengan semikonduktor . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) karakter, 2) aktivitas fotokatalitik, dan 3) lama waktu optimum penyinaran material -zeolit selama fotodegradasi zat warna metil merah di bawah sinar ultraviolet. Material -zeolit dipreparasi menggunakan metode impregnasi dari zeolit alam dan  sebagai prekursor. Zeolit alam diaktivasi secara fisika dan kimia, lalu diimpregnasikan dengan prekursor untuk membentuk -zeolit dengan perbandingan 3:1, 1:1, dan 1:3. Hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan XRD, FTIR, UV-Vis Diffuse Reflectance dan SEM-EDX. Campuran material -zeolit dan metil merah diatur pada kondisi gelap selama 24 jam sebelum dilakukan fotodegradasi di bawah radiasi UV selama 240 menit. Material -zeolit hasil sintesis menunjukkan karakter berikut: ukuran kristal 8,501 – 14,846 nm, gugus fungsional Fe – O berdasarkan spektra pada 517,77 , energi celah pita kisaran 1,87 eV  3,54 eV, dan ukuran partikel  dan zeolit secara berurutan sebesar 0,141 – 0,313 m dan 0,571 – 6,423 μm. Waktu optimum penyinaran pada fotodegradasi metil merah di bawah sinar ultraviolet oleh material -zeolit adalah 120 menit, dengan persentase degradasi sebesar 94,65% pada komposisi -zeolit 1:3. Kata kunci: Fe2O3-zeolit, Fe2O3, zeolit, fotodegradasi, metil merah
Sintesis n-Butil Vanilat Dari Reaksi Esterifikasi n-Butanol Dengan Asam Vanilat Hasil Oksidasi Vanilin Putri, Ariska Sukarno
Jurnal Elemen Kimia Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Elemen Kimia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk sintesis dan karakterisasi senyawa asam vanilat dari oksidasi vanilin menggunakan oksidator Ag2O serta senyawa sintesis n- butil vanilat melalui reaksi esterifikasi antara asam vanilat hasil oksidasi vanilin dengan n-butanol menggunakan katalis H2SO4.  Penelitian ini diawali dengan melakukan oksidasi vanilin menggunakan oksidator Ag2O, yang sebelumnya dibuat dengan menggunakan padatan AgNO3 dengan NaOH. Hasil oksidasi vanilin digunakan untuk sintesis n- butil vanilat  melalui reaksi esterifikasi menggunakan katalis H2SO4 dengan perbandingan mol n-butanol : asam vanilat (1:25) yang direfluks pada suhu 80ºC – 90ºC selama 6 jam. Senyawa hasil oksidasi dan hasil esterifikasi dikarakterisasi menggunakan KLT, KLT Scanner, spektrofotometer FTIR, dan spektrofotometer GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa oksidasi senyawa vanilin dengan oksidator Ag2O diperoleh senyawa asam vanilat berbentuk serbuk berwarna putih gading dengan rendemen 57,85% dan kemurnian 85,85%. Hasil esterifikasi senyawa asam vanilat dengan n-butanol dengan menggunakan H2SO4 berhasil diperoleh senyawa n- butil vanilat berbentuk cairan berwarna coklat pekat dengan  rendemen 66,15% dengan kemurnian 68,99%. Berdasarkan hasil analisis KLT senyawa hasil esterifikasi menunjukkan Rf yang berbeda dengan Rf vanilin dan Rf asam vanilat yaitu 0,9. Hasil analisis spektrofotometer FTIR menunjukkan adanya serapan C=O ester pada daerah 1689.64 cm-1 yang didukung adanya serapan C-O ester pada serapan 1188.15 cm-1.
Efektivitas Adsorpsi Logam Cr Total Menggunakan Adsorben Changang Telur Ayam dengan Variasi Waktu Kontak dan pH Sunarto, Sunarto; Khairunnisa, Cutita Sari
Jurnal Elemen Kimia Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Elemen Kimia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kualitas dan morfologi permukaan dari adsorben cangkang telur ayam dibandingkan dengan SNI 06-3730-1995; (2) mengetahui kondisi optimum waktu kontak dan pH adsorben cangkang telur ayam; (3) mengetahui efektivitas adsorpsi (%) dan kapasitas adsorpsi (mg/g) dari adsorben cangkang telur ayam terhadap penurunan ion logam Cr dalam air limbah industri logam.Penelitian ini menggunakan metode adsorpsi secara batch. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah adsorben dari cangkang telur ayam teraktivasi H3PO4 0,1 M dan kondisi optimum dengan variasi waktu kontak (15; 30; 45; 60; 75 menit) dan pH (1; 2; 3; 4; 5). Sedangkan objek yang digunakan adalah karakterisasi, efektivitas adsorpsi, dan kapasitas adsorpsi adsorben cangkang telur ayam terhadap penurunan ion logam Cr dalam air limbah industri logam.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakterisasi dari karbon aktif, yatiu kadar air sebesar 0,2%, kadar abu sebesar 11,809%, daya serap terhadap I2 sebesar 298,215 mg/g, dan kadar C sebesar 36,68%. Kadar air telah memenuhi standar SNI 06-3730-1995. Morfologi permukaan adsorben cangkang telur ayam teraktivasi menjadi lebih beraturan dan pori-pori lebih terlihat. Kondisi optimum yang dihasilkan, yaitu efektivitas adsorpsi waktu kontak pada 30 menit sebesar 17,43% dan pada pH 5 sebesar 20,248%. Efektivitas dan kapasitas adsorpsi adsorben terhadap ion logam Cr dalam air limbah secara berurutan, yaitu sebesar 46,963% dan 0,016 mg/g.Kata Kunci: Cangkang Telur Ayam, Karbon Aktif, Logam Cr, Air Limbah Industri Logam
PENGARUH EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK DAN DAUN SIRSAK SEBAGAI ANTIOKSIDAN PADA MINYAK GORENG Salirawati, Das; Hasanah, Hanissa Nur
Jurnal Elemen Kimia Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Elemen Kimia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan minyak goreng yang berulang dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Salah satu indikator kerusakan minyak goreng adalah tingginya nilai bilangan peroksida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai variasi konsentrasi ekstrak etanol kulit pisang kepok dan daun sirsak terhadap nilai bilangan peroksida minyak goreng penggorengan satu, dua, dan tiga, serta pengaruh penambahan ekstrak sebelum dan sesudah penggorengan. Variasi konsentrasi ekstrak etanol kulit pisang kepok dan daun sirsak yang digunakan adalah 0 : 1; 1 : 0; 1 : 1; 1 : 2; dan 2 : 1. Penambahan ekstrak ke dalam minyak goreng dilakukan sebelum atau sesudah digunakan untuk menggoreng terung. Kontrol yang digunakan adalah minyak goreng bekas tanpa penambahan ekstrak etanol kulit pisang kepok dan daun sirsak. Metode yang digunakan untuk mengukur nilai bilangan peroksida adalah titrasi iodometri yang mengacu pada SNI 7709:2019 dengan pengujian secara triplo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penambahan berbagai variasi konsentrasi ekstrak etanol kulit pisang kepok dan daun sirsak serta perlakuan penambahan ekstrak sebelum dan sesudah penggorengan dilakukan terhadap nilai bilangan peroksida minyak goreng. Variasi terbaik dengan nilai bilangan peroksida paling rendah adalah perbandingan 2 : 1. Penambahan ekstrak terbaik dilakukan sebelum minyak goreng digunakan.
PENGARUH EKSTRAK DAUN KELOR DAN KULIT PISANG KEPOK SEBAGAI ANTIOKSIDAN PADA MINYAK GORENG Salirawati, Das; Kusuma Dewi, Fitriana Pramesthi
Jurnal Elemen Kimia Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Elemen Kimia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak goreng merupakan kebutuhan penting dalam pengolahan makanan, dengan konsumsi yang terus meningkat. Pemanasan pada minyak goreng secara berulang dapat menimbulkan dampak negatif jika dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data empiris mengenai pengaruh ekstrak etanol daun kelor dan kulit pisang kepok terhadap nilai bilangan peroksida pada minyak goreng dengan perlakuan variasi konsentrasi perbandingan kedua bahan tersebut, baik secara sebelum dan sesudah penggorengan. Sampel minyak goreng digunakan untuk menggoreng terung lalu diberi perlakuan penambahan ekstrak etanol daun kelor dan kulit pisang kepok dengan variasi perbandingan konsentrasi masing-masing 1 : 0; 1 : 1; 1 : 2; 2 : 1; dan 0 : 1. Pengujian bilangan peroksida menggunakan metode iodometri mengacu pada SNI 7709:2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak etanol daun kelor dan kulit pisang kepok dalam berbagai variasi konsentrasi berpengaruh terhadap nilai bilangan peroksida pada minyak goreng, baik dalam satu kali penggorengan, dua kali penggorengan, maupun tiga kali penggorengan, dan pengaruh paling baik dari kedua perlakuan terdapat pada penambahan ekstrak dengan perbandingan konsentrasi 1 : 2. Kedua perlakuan penambahan ekstrak etanol daun kelor dan kulit pisang kepok sebelum dan sesudah penggorengan berpengaruh terhadap nilai bilangan peroksida, dengan pengaruh paling baik pada perlakuan penambahan ekstrak sebelum minyak goreng digunakan.
EFEKTIVITAS PENURUNAN ION LOGAM TEMBAGA DAN NIKEL PADA LIMBAH CAIR ELEKTROPLATING SECARA KONTINYU MENGGUNAKAN ADSORBEN KULIT SALAK Ariyani, Novita Eka; Kristianingrum, Susila
Jurnal Elemen Kimia Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Elemen Kimia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik karbon aktif kulit salak berdasarkan SNI 06-3730-1995; morfologi permukaan; pengaruh kondisi optimum; efisiensi adsorpsi; dan kapasitas adsorpsi ion logam Cu dan Ni dengan karbon aktif kulit salak. Subjek penelitian ini adalah limbah kulit salak teraktivasi NaOH 10% sebagai karbon aktif untuk menurunkan kadar logam Cu dan Ni dalam limbah cair elektroplating. Objek penelitian ini adalah karakteristik karbon aktif kulit salak, efektivitas adsorpsi, dan kapasitas adsorpsi dari adsorben kulit salak teraktivasi NaOH 10%. Penentuan kondisi optimum dilakukan dengan limbah simulasi variasi laju alir yang digunakan, yaitu laju alir cepat (keran terbuka penuh) dan laju alir lambat (kerat terbuka sebagian), sedangkan variasi massa adsorben yang digunakan, yaitu 0,2; 0,4; dan 0,6 gram. Variasi perbandingan volume Cu:Ni, yaitu 1:1; 1:2; dan 1:3 (v/v) dengan volume Cu dibuat tetap. Kondisi optimum yang didapat digunakan untuk adsorpsi limbah industri elektroplating. Analisis kadar ion logam tembaga dan nikel dilakukan menggunakan instrumen Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karbon aktif kulit salak teraktivasi NaOH memiliki karakteristik kadar air sebesar 1,09%, kadar abu sebesar 9,37%, kadar mudah menguap sebesar 22,55%, kadar karbon terikat 67%, dan daya serap iodin sebesar 486,502 mg/g; morfologi kulit salak sebelum aktivasi memiliki permukaan kasar, sedangkan setelah memiliki permukaan lebih halus tetapi bentuk pori keduanya tertutup dan peningkatan kadar karbon; kondisi optimum terhadap adsorpsi ion logam tembaga dan nikel terjadi pada laju alir lambat (0,242-0,0534 mL/detik) dan massa adsorben 0,6 gram, sedangkan perbandingan volume pada 1:3 (v/v) untuk logam Cu dan 1:1 (v/v) untuk logam Ni; efisiensi adsorpsi ion logam Cu dan Ni pada limbah elektroplating secara berturutan 2,71% dan 55,89%; dan kapasitas adsorpsi secara berturutan, yaitu 0,844 mg/g dan 1,334 mg/g.
EFEKTIVITAS PENURUNAN ION LOGAM KROMIUM DAN SENG DALAM LIMBAH CAIR ELEKTROPLATING SECARA KONTINYU DENGAN ADSORBEN KULIT SALAK Fatmawati, Hesti
Jurnal Elemen Kimia Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Elemen Kimia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik karbon aktif kulit salak, morfologi permukaan dari karbon aktif kulit salak, kondisi optimum, efisiensi adsorpsi (%), serta kapasitas adsorpsi (mg/g) ion logam kromium (Cr) dan logam seng (Zn) dengan karbon aktif kulit salak dalam limbah cair elektroplating.Subjek pada penelitian ini yaitu kulit salak sebagai karbon aktif yang diaktivasi dengan NaOH 10 %. Sedangkan objek pada penelitian ini yaitu karakterisasi karbon aktif kulit salak, morfologi permukaan, kapasitas adsorpsi, dan efektivitas adsorpsi. Metode adsorpsi yang digunakan yaitu secara kontinyu. Penentuan kondisi optimum menggunakan variasi laju alir cepat (keran terbuka penuh) dan lambat (keran terbuka sebagian) sedangkan variasi massa yang digunakan yaitu 0,2; 0,4; dan 0,6 gram serta perbandingan volume limbah simulasi yaitu 1:1; 1:2; dan 1:3 dengan Zn sebagai pembanding tetap. Hasil penelitian ini menunjukkan karakteristik karbon aktif kulit salak sudah memenuhi standar SNI 06-3730-1995 kecuali pada daya serap iodin masih belum memenuhi standar. Kadar air yang dihasilkan yaitu 1,09 %, kadar abu 9,36 %, kadar zat mudah menguap 22,54 %, karbon terikat 67 %, dan daya serap iodin 486,502 mg/g. Morfologi permukaan dari karbon aktif kulit salak setelah diaktivasi partikel karbon menjadi lebih beraturan. Kondisi optimum yang didapatkan yaitu laju lambat dengan variasi massa 0,6 gram serta perbandingan limbah simulasi 1:3. Efektivitas adsorpsi dari ion logam Cr dan Zn berturut – turut yaitu 47,62 % dan 7,59 % sedangkan kapasitas adsorpsinya 0,53 mg/g untuk ion logam Cr dan 0,4 mg/g untuk ion logam Zn.
Modifikasi Elektroda Grafit dengan Polikurkumin Sebagai Sensor Ion Cu2+ dan Zn2+ secara Simultan Indika, Laksita Rosa; Padmaningrum, Regina Tutik
Jurnal Elemen Kimia Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Elemen Kimia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian di laboratorium yang semakin berkembang menghasilkan limbah berbahaya yang mengandung logam berat. Metode analisis untuk penentuan logam tersebut yaitu voltametri siklik dengan elektroda grafit termodifikasi polikurkumin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik elektroda grafit termodifikasi polikurkumin (GECUR) secara elektrokimia, gugus fungsi, dan morfologi permukaan; mengetahui validitas metode voltametri menggunakan GECUR; dan mengetahui aplikasi GECUR pada limbah cair laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan kondisi optimum pada 90 detik dan pH 5. GECUR menunjukkan peningkatan kualitas transfer elektron dan luas area elektroaktif, serta menunjukkan permukaan yang lebih tebal. Jenis interaksi Cu2+ yaitu difusi dan Zn2+ adsorbsi. Rentang konsentrasi linear Cu2+ dan Zn2+ yaitu 22,61 – 545,97 dan 7,14 – 553,91 µM (konsentrasi rendah) serta 618,88 – 864,52 dan 597,74 – 852,84 µM (konsentrasi tinggi). Linearitas Cu2+ dan Zn2+ yaitu 0,9988 dan 0,9977 (konsentrasi rendah) serta 0,9964 dan 0,9711 (konsentrasi tinggi). Sensitivitas Cu2+ dan Zn2+ yaitu 0,8731 dan 0,3536 µA/µM (konsentrasi rendah) serta 2,4753 dan 0,8063 µA/µM (konsentrasi tinggi). Batas deteksi Cu2+ dan Zn2+ yaitu 26,51 dan 36,98 µM. Batas kuantitasi Cu2+ dan Zn2+ yaitu 80,33 dan 112,08 µM. Rata-rata akurasi Cu2+ dan Zn2+ yaitu 94% dan 99%. Presisi Cu2+ dan Zn2+ yaitu 2% dan 11%. Aplikasi GECUR pada sampel limbah diperoleh akurasi rata-rata 97%.
PENGARUH KONSENTRASI HNO3, LAJU ALIR, DAN UKURAN GRANULA ZEOLIT TERHADAP ADSORPSI ALIZARINE RED Azra, Fitra Asyifa
Jurnal Elemen Kimia Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Elemen Kimia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to: determine the characteristics of HNO3 activated zeolite granules, determine the effect of HNO3 activator concentration, determine the effect of variations in zeolite granule size, and determine the effect of variations in flow rate on the effectiveness of simulated waste adsorption of Alizarine Red S (ARS) dye, and determine the effectiveness of waste adsorption ARS dye simulation using activated natural zeolite adsorbent. This research is quantitative research. Natural zeolite was characterized using X Ray Diffraction, varying the granule size to 18-35 and 10-18 mesh, and activated using HNO3 with concentrations of 1, 3, and 5 M. Zeolite granules were used for adsorption of ARS dye using the column method. The effectiveness of adsorption for each type of granule was analyzed using UV-Vis. Non-activated and HNO3-activated zeolite granules with maximum adsorption results were characterized using a Scanning Electron Microscope. Based on the research results, the adsorption of ARS dye by HNO3 activated zeolite is better than non-activated zeolite, especially with high activator concentration, small granule size and small flow rate. The effectiveness of adsorption of simulated ARS dye waste with HNO3 activated natural zeolite is maximum when using 5M HNO3 activator at a flow rate of 0.3 L/hour with a granule size of 18-35 mesh.

Page 12 of 13 | Total Record : 121