cover
Contact Name
Yoga Priastomo
Contact Email
yogapriastomo@uny.ac.id
Phone
+62274-586168115
Journal Mail Official
elemen@uny.ac.id
Editorial Address
Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Elemen Kimia
ISSN : -     EISSN : 3032448     DOI : 10.21831
Jurnal ilmiah yang dikelola oleh Prodi Kimia, Jurusan Pendidikan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Yogyakarta. Jurnal ini menerbitkan artikel hasil penelitian di bidang kimia dan terapannya, dua kali dalam setahun pada April dan Oktober. Ruang lingkup jurnal ini meliputi seluruh bidang kimia dan aplikasinya, termasuk kimia teoritis, studi kimia lingkungan, anorganik, organik, kimia fisika, kimia analitik dan biokimia.
Articles 116 Documents
Efektivitas Pengurangan Mikroplastik dalam Limbah Masker secara Elektrokoagulasi dengan Elektroda Kombinasi Al-Fe-Al Rachmadiana, Anggie; Padmaningrum, Regina Tutik
Jurnal Elemen Kimia Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Elemen Kimia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakter gugus fungsi masker bedah medis sebelum dan sesudah pelepasan mikroplastik, karakter flok ditinjau dari gugus fungsi dan kenampakan butiran flok dan pengaruh volume Na2SO4 0,01 M, pH dan waktu elektrokoagulasi terhadap efektivitas pengurangan konsentrasi mikroplastik dalam limbah masker bedah medis. Sampel penelitian ini adalah limbah masker bedah medis yang diambil mikroplastiknya dengan cara direndam dalam aquabidest selama ± 50 hari. Identifikasi mikroplastik dengan menganalisis spektrum FTIR. Elektrokoagulasi menggunakan elektroda Al-Fe-Al, arus 2,5 A dan jarak antar elektroda 2 cm dengan variasi volume Na2SO4 0,01 M, pH larutan dan waktu elektrokoagulasi. Efektivitas pengurangan konsentrasi mikroplastik setiap variasi dihitung dengan membandingkan jumlah serat sebelum dan sesudah elektrokoagulasi. Morfologi flok ditentukan dengan menganalisis kenampakan permukaan flok menggunakan SEM dan gugus fungsi flok menggunakan FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakterisasi menggunakan FTIR masker medis sebelum dan sesudah pelepasan mikroplastik serta flok terdapat gugus fungsi yang sama yaitu pada bilangan gelombang 611 cm-1 menunjukkan adanya serapan vibrasi fenil yang memperlihatkan bahwa terkandung monomer polipropilena (PP) dan bilangan gelombang 1165 cm-1 menunjukkan adanya gugus C-Cl yang memperlihatkan bahwa terkandung monomer polivinil klorida (PVC). Hasil SEM menunjukkan bahwa flok berbentuk serbuk berwarna putih dengan butiran flok renggang dan tidak kompak. Volume Na2SO4 0,01 M optimum 1 mL, pH optimum 6 dan waktu elektrokoagulasi optimum 4 jam dengan efektivitas pengurangan konsentrasi mikroplastik dalam limbah masker bedah medis sama yaitu 87,5%.
PREPARASI FILM TiO2 DENGAN METODE HIDROTERMAL AristantoWahyuWibowo, AristantoWahyuWibowo,; A.K. Prodjosantoso A.K. Prodjosantoso; Cahyorini K. Cahyorini K.
Jurnal Elemen Kimia Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Kimia FMIPA UNY
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitianinibertujuanuntukmembuatfilm TiO2menggunakanmetodehidrotermal.Film TiO2dibuatdengancaramelapiskancampuran TiO2, aquades, HCl, titanium tetra isopropokxide (TTIP) padapermukaankacaIndium-Tin Oxide (ITO). Film padakaca ITO dikalsinasitersebutpadasuhu500°C. Film TiO2dikarakterisasidenganmetodeX-Ray Difraction (XRD), spektroskopi UV-Vis, danScanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X-Ray (SEM-EDX).          HasilpenelitianinimenunjukkanbahwaTiO2memilikimorfologiberbentuksferis.Ukuranpartikel TiO2rutileadalahberkisarantara 16,9686 nm sampaidengan 24,0999 nm dananataseberkisarantara 20,5708 nm sampaidengan 26,7485 nm. Sedangkannilaienergicelah pita senyawa TiO2berkisarantara 3,15eVsampaidengan 3,56 eV.
PENENTUAN KADAR FENOLIK TOTAL DAN STANDARDISASI EKSTRAK KULIT KAYU SECANG (CAESALPINIA SAPPAN L) Zainab Muthi'ah; C.Budimarwanti C.Budimarwanti
Jurnal Elemen Kimia Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 No 2 Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenolik totaldalam ekstrak kental dan ekstrak kering, kandungan senyawametabolit sekunder ekstrak kulit kayu secang (Caesalpinia Sappan L.)berdasarkan uji fitokimia kualitatif, dan standardisasi ekstrak kentaldan ekstrak kering kulit kayu secang. Proses pembuatan ekstrakdilakukan dengan metode maserasi-perkolasi menggunakan pelarutetanol 30%, 50%, dan 70%, dilanjutkan dengan penapisan fitokimiakualitatif terhadap alkaloid, flavanoid, tanin, steroid, dan saponin.Hasil ekstraksi dibuat ekstrak kental dan ekstrak kering kemudianditentukan kadar fenolik totalnya menggunakan metode Folin-Cioulciateu dengan standar ekivalen asam galat (EAG) danstandardisasi ekstrak terhadap parameter spesifik dan parameter nonspesifik.Hasil penapisan fitokimia menunjukkan ekstrak kulit kayusecang mengandung senyawa metabolit sekunder flavanoid,tanin/polifenol, steroid, dan saponin. Hasil penentuan kadar fenoliktotal dari ekstrak kulit kayu secang menggunakan pelarut etanol 30%,50%, dan 70% bertrut-turut adalah 396,29 ± 10,85 mg EAG/g Ekstrak,409,46 ± 14,16 mg EAG/g Ekstrak, dan 608,23 ± 28,13 mg EAG/gEkstrak. Kadar fenolik total pada ekstrak kering terbaik adalah ekstrakkering (laktosa) sebesar 513,70 ± 44,52 mg EAG/g Ekstrak. Ekstrakkental dan ekstrak kering kulit kayu tanaman secang yang dibuatmemenuhi standar yang telah ditentukan dalam FHI (FarmakopeHerbal Indonesia).
PEMANFAATAN EKSTRAK SABUT KELAPA (Cocos nucifera L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN PADA MINYAK KELAPA KRENGSENG Rani Dwestiwati; Eddy Sulistyowati
Jurnal Elemen Kimia Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, No 3, Edisi 3 tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari aktivitas antioksidan yaitu pengaruh konsentrasi dan lama inkubasi ekstrak sabut kelapa (Cocos nucifera L.) pada minyak krengseng.Subjek penelitian adalah ekstrak sabut kelapa dan objek penelitian yaitu aktivitas antioksidan ekstrak sabut kelapa. Sabut kelapa dikeringkan kemudian dihaluskan setelah itu dimaserasi dengan etanol 96%. Ekstrak yang didapat diuji kualitatif dengan metode kromatografi kertas. Aktivitas antioksidan ditentukan dengan metode tiosianat. Ion ferro (Fe2+) yang dihasilkan dari oksidasi oleh oksigen tunggal membentuk ion feri (Fe3+) dan bereaksi dengan ammonium tiosianat (NH4SCN) membentuk kompleks feritiosianat yang berwarna merah ([Fe(SCN)6]3-) yang dibaca absorbansinya menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 490 nm. Konsentrasi ekstrak sabut kelapa yang digunakan adalah 0,01%; 0,05%; 0,1%, sedangkan lama inkubasi dilakukan 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, dan 8 hari. Sebagai kontrol positif digunakan tanin dengan konsentrasi 0,05%.Hasil kromatografi ekstrak menunjukkan sabut kelapa mengandung senyawa antioksidan dengan perubahan warna kuning yang dihasilkan setelah hasil kromatografi diuapi dengan ammonia. Warna biru dihasilkan ketika disemprot campuran kalium ferrisianida dengan larutan ferriklorida. Hasil yang didapatkan pada uji aktivitas antioksidan hari ke-6 merupakan penghambatan oksidasi yang paling optimal, setelah hari ke-6 daya penghambatannya menurun secara tajam. Persen penghambatan konsentrasi ekstrak sabut kelapa 0,01%; 0,05%: dan 0,1% berturut-turut sebesar 74,06%; 81,23%; dan 82,61%, sedangkan persen penghambatan kontrol yang berupa tanin sebesar 50,68%.
OPTIMASI KONDISI PROSES ELEKTROKOAGULASI LOGAM KROMIUM DALAM LIMBAH CAIR ELEKTROPLATING Resti Syara Ronita; Regina Tutik Padmaningrum
Jurnal Elemen Kimia Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Kimia Dasar
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum dari kombinasielektroda, waktu elektrokoagulasi, pH dan rapat arus pada proses elektrokoagulasidalam limbah cair elektroplating. Penelitian diawali dengan limbah cairelektroplating dihomogenkan dan dikarakterisasi di Balai Laboratorium Kesehatandan elektroda dikarakterisasi di PSTA–BATAN. Optimasi kombinasi elektrodadengan memvariasi elektroda Al-Al, Fe-Fe, Al-Fe, dan Fe-Al. Optimasi waktuelektrokoagulasi dengan memvariasi 30, 60, 90, dan 120 menit. Optimasi pH denganmemvariasi pH 2, 4, 8, dan 10. Optimasi rapat arus dengan memvariasi 0,00125;0,00375; 0,00625 dan 0,00875 A/cm2. Kondisi optimum adalah kondisi yangmenghasilkan % efisiensi terbesar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisioptimum proses elektrokoagulasi ini pada kombinasi elektroda Al-Fe dengan waktuelektrokoagulasi 60 menit, pada pH 4 dan rapat arus 0,00875 A/cm2.Kata kunci: kromium, kombinasi elektroda, waktu elektrokoagulasi, pH, rapat arus.
SINTESIS BIODIESEL DARI BIJI NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L.) PADA VARIASI SUHU DAN RASIO METANOL/MINYAK PROSES TRANSESTERIFIKASI Rizky Fawziah; Endang Dwi Siswani
Jurnal Elemen Kimia Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Kimia Dasar
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSintesis biodiesel dengan biji nyamplung sebagai bahan baku telah dilakukan. Tujuan penelitian iniadalah untuk mengetahui 1) rendemen minyak hasil pres dan biodiesel hasil proses transesterifikasiminyak biji nyamplung, 2) karakter biodiesel (densitas, viskositas, bilangan asam, kadar air, kalorpembakaran serta analisis gugus fungsi menggunakan spektroskopi IR, dan 3) kesesuaian biodieselberdasarkan SNI 7182: 2015. Ada beberapa langkah untuk mensintesis biodiesel, langkah pertamaadalah preparasi sampel, kemudian proses pres dengan mesin pres hidrolik, setelah itu prosesesterifikasi, dan langkah terakhir adalah proses transesterifikasi menggunakan metanol dan KOHsebagai katalis. Proses transesterifikasi dilakukan pada variasi suhu 45, 55 dan 65˚C, dan variasirasio metanol: minyak = 8: 1 dengan kode sampel B1, B2, B3 dan 10: 1 dengan kode sampel B4, B5dan B6 masing-masing dengan waktu pengadukan selama 120 menit. Karakteristik biodiesel yangsesuai dengan SNI 7182:2015 adalah untuk massa jenis B4, B5 dan B6. Viskositas hanya biodieselB6. Nilai bilangan asam dan kadar air dari semua biodiesel sesuai dengan SNI. Namun nilai kalorpembakaran kurang dari nilai standar (10.160-11.000 kal/g). Gugus fungsi dari biodiesel adalahC=O karbonil ester, C-O ester, C-H alkana, C-H alifatik dan –CH3.Kata kunci: Biji Nyamplung, Transesterifikasi, Rasio (Metanol:Minyak), SuhuTransesterifikasi, Kualitas Biodiesel.
SINTESIS SENYAWA TiO2 TERDOPING NITROGEN SEBAGAI LAPISAN MESOPORI PADA SINTESIS MATERIAL TiO2/CH3NH3PbI3 Denny Hadya Khoirulfatihin; Cahyorini Kusumawardani
Jurnal Elemen Kimia Vol 7, No 5 (2018): Jurnal Kimia Dasar
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan mol TTIP dandodesilamin terhadap karakteristik material mesoporous-TiO2 terdoping nitrogen sertamengetahui pengaruh jenis pelarut terhadap karakteristik material TiO2/CH3NH3PbI3. Materialmesoporous-TiO2 terdoping nitrogen dihasilkan melalui metode sol-gel satu langkah denganprekursor Titanium (IV) Isopropoksida dan Dodesilamin sebagai sumber nitrogen dan pencetakpori. Sintesis dilakukan dengan variasi perbandingan mol TTIP dan Dodesilamin yaitu 1:1, 1:2,1:3, 1:4 dan 1:5. Pada proses refluks digunakan temperatur 80oC dengan waktu 6 jam. Kalsinasidilakukan pada temperatur 450oC selama 4 jam. Diperoleh serbuk berwarna putih kekuningan.Selanjutnya material mesoporous-TiO2 terdoping nitrogen dilapiskan pada kaca yang sudahdilapisi c-TiO2. Material TiO2/CH3NH3PbI3 dibuat dengan mencampurkan larutan CH3NH3Idalam Isopropanol dan PbI2 dalam pelarut yang divariasikan yaitu DMF, DMSO,DMF/DMSO=1:1 dan Asetonitril. Selanjutnya larutan tersebut dilapiskan pada substrat yangsebelumnya telah dilapisi dengan compact-TiO2 dan mesoporous-TiO2. Hasil karakterisasi XRDmenunjukkan perbandingan mol TTIP dan dodesilamin dalam sintesis material mesoporous-TiO2 terdoping nitrogen tidak berpengaruh terhadap fasa, namun mempengaruhi ukuran kristalyang terbentuk, dilakukan karakterisasi UV-Vis terhadap sampel dengan perbandingan molTTIP/DDA 1:2, karena menunjukkan peningkatan ukuran kristal yang cukup signifikan akibatadanya nitrogen dalam kisi kristal TiO2, namun dengan rasio mol TTIP/DDA yang cukup kecil,diperoleh nilai energi celah pita sebesar 3,26 eV. Jenis pelarut sangat mempengaruhi nilai energicelah pita dari material TiO2/CH3NH3PbI3. Sampel dengan pelarut DMF/DMSO 1:1 merupakanyang paling mendekati nilai energi celah pita dari senyawa CH3NH3PbI3 menurut teori. Sampelmaterial TiO2/CH3NH3PbI3 yang memungkinkan untuk diaplikasikan pada sel surya perovskiteyaitu sampel dengan pelarut DMF/DMSO 1:1 dan pelarut asetonitril, meskipun hasilkarakterisasi XRD menunjukkan bahwa seluruh sampel bersifat amorf yang disebabkan olehmaterial TiO2/CH3NH3PbI3 yang telah terdegradasi.Kata kunci : TiO2, nitrogen, mesoporous, CH3NH3PbI3.
OPTIMASI POTENSIAL, SUHU LARUTAN, DAN PENGARUH PENGADUKAN PADA ELEKTRODEPOSISI ION LOGAM Ag(I) DALAM LIMBAH CAIR ELEKTROPLATING DENGAN MENGGUNAKAN AGEN PEREDUKSI FORMALDEHIDA Abdul Fikar Amigato Abdul Fikar Amigato; Siti Marwati Siti Marwati
Jurnal Elemen Kimia Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Kimia FMIPA UNY
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Penelitian Kimia FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan potensial dan suhu larutan optimal, pengaruh pengadukan pada proses elektrodeposisi ion logam Ag(I) dalam limbah cair elektroplating serta pengaruh formaldehida terhadap karakteristik deposit Ag.Subjek penelitian ini adalah limbah cair elektroplating yang diambil dari sentra kerajinan perak Kotagede Yogyakarta. Objek penelitian adalah efisiensi elektrodeposisi pada variasi potensial dan suhu. Proses elektrodeposisi dilakukan dengan variasi potensial; suhu larutan; dan perlakuan pengadukan. Konsentrasi Ag(I) hasil elektrodeposisi dianalisis dengan metode Spektrofotometri Serapan Atom. Kualitas deposit Ag ditentukan dengan pengamatan secara visual. Struktur kristal hasil elektrodeposisi ditentukan dengan metode Difraksi Sinar-X.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) potensial optimal sebesar 5 volt dengan efisiensi elektrodeposisi yaitu 40,887%; 2) suhu optimal 500C dengan efisiensi elektrodeposisi yaitu 41,905%; 3) adanya perlakuan pengadukan dapat memperbesar efisiensi elektrodeposisi yaitu 48,556%; dan 4) deposit Ag hasil elektrodeposisi dengan penambahan formaldehida lebih kristalin dengan parameter kisi rata-rata 4,0751 Å dibandingkan dengan tanpa penambahan formaldehida dengan perameter kisi rata-rata 4,0553 Å.
PEMBUATAN NANOPARTIKEL EKSTRAK KUNCI PEPET (Kaempferia rotunda) DENGAN ALGINAT PADA BERBAGAI VARIASI KONSENTRASI ION KALSIUM Anisa Nur Khakim; Sri Atun Sri Atun
Jurnal Elemen Kimia Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 No 1 Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk membuat nanopartikel ekstrak kunci pepet (Kaempferiarotunda) dengan alginat pada berbagai variasi konsentrasi ion kalsium dan mengetahuikarakter nanopartikel kunci pepet hasil.Penelitian ini diawali dengan ekstraksi kunci pepetmenggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol, dilanjutkan partisi menggunakankloroform dan evaporasi hingga terbentuk ekstrak pekat. Koloid nanopartikel dibuat denganmencampurkan ekstrak pekat kunci pepet dalam 35 mL etanol dan 15 mL akuades kemudianditambahkan larutan alginat dan larutan CaCl???? dengan lima variasi konsentrasi CaCl????, yaitu0,01% b/v; 0,015% b/v; 0,02% b/v; 0,03% b/v dan 0,05% b/v. Padatan terlarut dalam koloidnanopartikel dipisahkan menggunakan sentrifuge kemudian dicuci dengan akuades dandikeringkan menggunakan freezer. Nanopartikel dikarakterisasi menggunakan PSA dan zetasizer untuk mengetahui ukuran partikel dan nilai zeta potensialnya serta SEM untukmengetahui bentuk morfologinya. Metode KLT digunakan untuk membandingkan kandungansenyawa pada ekstrak kunci pepet dengan nanopartikel kunci pepet hasil.Koloid nanopartikelhasil berwarna kuning kecoklatan dan padatan nanopartikel berwarna coklat muda.Nanopartikel hasil pada konsentrasi CaCl???? 0,02% b/v dengan rasio alginat dan CaCl???? (1,4:1)berukuran 100-766 nm sebanyak 100 %; berbentuk bulat; serta nilai zeta potensialnya -49,6mV. Identifikasi dengan KLT menunjukkan kandungan senyawa yang sama antara ekstrakawal dan nanopartikel hasil.
SINTESIS BIODIESEL DARI MINYAK BIJI KAPUK RANDU PADA VARIASI SUHU DAN WAKTU TRANSESTERIFIKASI BERKATALIS NaOH Anggit Tyas Palupi; Endang Dwi Siswani
Jurnal Elemen Kimia Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, No 3, Edisi 3 tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) gugus fungsi biodiesel hasil sintesis dari minyak biji kapuk randu, 2) rendemen biodiesel yang dihasilkan dari proses transesterifikasi minyak biji kapuk randu 3) besarnya massa jenis, viskositas, titik nyala, titik tuang, dan kalor pembakaran dari biodiesel yang dihasilkan serta 4) kesesuaian karakteristik biodiesel jika dibandingkan dengan SNI 7182:2012. Biji kapuk yang digunakan berasal dari Gunungkidul, Yogyakarta.Metode yang digunakan dalam pengambilan minyak adalah pengepresan. Jenis alkohol yang digunakan pada transesterifikasi adalah metanol dengan perbandingan (minyak:metanol) adalah 5:1 b/b. Jenis katalis yang digunakan adalah NaOH 0,5% b/b. Variasi suhu yang digunakan adalah 35oC, 50oC, dan 65oC dengan lama pengadukan 60 dan 120 menit. Biodiesel yang diperoleh dianalisis dengan FTIR dan diuji parameternya meliputi massa jenis, viskositas, titik nyala, titik tuang, dan kalor pembakaran.Gugus fungsional dari biodiesel adalah C=O karbonil ester, C-O ester dan -CH3 metil. Rendemen yang dihasilkan dari proses transesterifikasi pada suhu 35o C, 50o C dan 65o C dengan lama pengadukan 60 dan 120 menit secara berturut-turut adalah 90,7265%; 89,2681%; 82,9376%; 89,4204%; 90,4281%; dan 88,5172%. Karakter biodiesel meliputi: massa jenis berturut-turut sebesar 868,43; 867,40; 870,37; 868,07; 867,37; dan 867,43 kg/m3, viskositas berturut-turut sebesar 3,5926; 3,4446; 3,9883; 3,7076; 3,3144; dan 3,1178 cSt, titik tuang berturut-turut sebesar 0, 0, 6, -3, -3, dan 0 oC, titik nyala berturut-turut sebesar 109, 115, 127, 113, 181, dan 153 oC, serta kalor pembakaran berturut-turut sebesar 7853,0378; 7900,5544; 7973,0324; 7880,2667; 7940,2747; 8014,2446 kal/g. Biodiesel hasil sintesis memiliki nilai massa jenis, viskositas, titik tuang dan titik nyala yang sudah sesuai dengan SNI 7182:2012, namun kalor pembakaran semua biodiesel tersebut belum memenuhi standar.

Page 8 of 12 | Total Record : 116