cover
Contact Name
Muhammad Haizul Falah
Contact Email
muhammadhaizul15@gmail.com
Phone
+6282229549843
Journal Mail Official
siyar@uinsa.ac.id
Editorial Address
Department of International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya. Jl. Dr. Ir. H. Soekarno No.682, Gn. Anyar, Kec. Gn. Anyar, Surabaya, Jawa Timur 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
SIYAR (Social Issues by Academic Researhers) Journal
ISSN : 2747223X     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.15642/siyar
SIYAR (Social Issues by Academic Researhers) Journal is a peer-reviewed, open access journal published by the Department of International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, UIN Sunan Ampel Suarabaya. This Journal has been assigned with DOI from Crossref and indexed by Garuda, Google Scholars, Index Copernicus, Moraref, WorldCat, Indonesia Onesearch and DOAJ. SIYAR Journal to facilitate the dissemination of ideas and research in the field of international relations that is published twice a year, in January and July. The scope of SIYAR consist of: Islam and International Relations; Diplomacy and International Politics; Peace and Security Studies; Global Political Economy; International Organization and international Business; Foreign Aid, Philanthropy and International Development; or The other topics which are relevant with International Studies and Social Studies. IMPORTANT: Before you submit a manuscript, make sure that your paper is prepared using SIYAR TEMPLATE FOR SUBMISSION, has been proofread and polished carefully, and conformed to the Author Guidelines.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2024): July" : 6 Documents clear
ANALISIS UPAYA ASEAN DALAM MEMBERANTAS DISTRIBUSI NARKOTIKA DI WILAYAH ASIA TENGGARA Prima, Rama Putra Primawardana; Firdaus N, Praja
SIYAR Journal Vol. 4 No. 2 (2024): July
Publisher : The Department of International Relations, The Faculty of Social and Political Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/siyar.2024.4.2.118-134

Abstract

Pada era globalisasi ini semakin marak terjadi kejahatan transnasional yang dapat mengancam keamanan negara, salah satunya adalah distribusi obat-obatan ilegal terutama di kawasan Asia Tenggara. Drug-Free ASEAN merupakan salah satu upaya inisiatif regional yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang bebas dari penyalahgunaan narkoba di kawasan Asia Tenggara. Dengan melibatkan sepuluh negara anggota ASEAN, program ini didasarkan pada kerjasama lintas batas untuk mengatasi tantangan kompleks yang terkait dengan peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Abstrak ini membahas landasan filosofis dan tujuan strategis dari inisiatif Drug-Free ASEAN. Metode kerja sama antarnegara, seperti pertukaran intelijen, penguatan perbatasan, dan peningkatan kapasitas lembaga penegak hukum, menjadi sorotan utama dalam usaha mencapai target bebas narkoba. Selain itu, disoroti juga upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui edukasi masyarakat, rehabilitasi, dan pengembangan program kesehatan mental. Tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam mewujudkan masyarakat bebas narkoba juga diperincikan. Faktor ekonomi, sosial, dan politik yang mempengaruhi peredaran narkoba menjadi fokus analisis, bersama dengan upaya bersama untuk membangun pemahaman yang lebih baik tentang dampak narkoba terhadap individu dan masyarakat.
THE ROLE OF THE NATION FROM THE COLONIAL ERA TO THE REFORMATION ERA IN SUPPORTING INDONESIA'S GASTRODIPLOMACY Mohamad, Amirunnaufal; S., Miavania
SIYAR Journal Vol. 4 No. 2 (2024): July
Publisher : The Department of International Relations, The Faculty of Social and Political Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/siyar.2024.4.2.135-159

Abstract

In recent decades, the trend of gastrodiplomacy has become increasingly significant, where countries use their culinary uniqueness as a major attraction in building bilateral relations and strengthening public diplomacy. However, the problems that arise are the difficulty in determining a unified food that represents Indonesian culture; Adjustment of Indonesia's culinary image to suit international tastes without losing authenticity and uniqueness; Global competition in the field of gastrodiplomacy is getting tougher. The purpose of this study is to provide a treasure of the origin of the many archipelago menus and provide strategies that need to be done by the government and non-government in Indonesia's gastrodiplomacy. The results of this study show that the menus in Indonesia are inseparable from the role of the Nusantara kingdom as the largest producer of spices in the world. In response to this, the government has made various efforts to support Indonesia's gastrodiplomacy, but there are still gaps that need to be filled to perfect the diplomacy strategy. Further research on the strategy and technical implementation of Indonesia's gastrodiplomacy is recommended.
ARAB SPRING DI YORDANIA 2011-2013: DARI DEMONSTRASI PUBLIK MENUJU REFORMASI POLITIK Mustofa, Ahmad Zainal
SIYAR Journal Vol. 4 No. 2 (2024): July
Publisher : The Department of International Relations, The Faculty of Social and Political Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/siyar.2024.4.2.104-117

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui fenomena Arab Spring yang terjadi di Yordania. Dalam tulisan ini, penulis mendeskripsikan tiga hal yang menjadi substansi dalam penelitian, yaitu kemunculan Arab Spring di Yordania, kemudian kondisi ekonomi, dan reformasi politik. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik deskriptif. Setelah dilakukan penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa Arab Spring yang terjadi di Yordania berupa gelombang protes massa yang pada awalnya menuntut perbaikan sisi ekonomi. Kondisi ekonomi di Yordania memang sedang tidak stabil. Hal tersebut ditandai dengan banyaknya pengangguran dan naiknya angka kemiskinan serta adanya perilaku koruptif para elit pemerintah. Menyikapi hal tersebut, Raja Abdullah memberikan terobosan baru berupa reformasi politik dengan membentuk badan hukum dan mengamandemen undang-undang bagi pemilih di Yordania. Pendekatan ini efektif meredam gelombang demonstrasi, karena Yordania melakukan pendekatan yang berbeda dengan negara lain seperti Tunisia dan Mesir. Yordania mengutamakan pendekatan yang lebih humanis. Meskipun terdapat kontroversi dan perbedaan pandangan dengan kelompok oposisi seperti Front Aksi Islam, Ikhwanul Muslimin, Hirak, dan lainnya, namun Yordania berhasil terhindar dari kejatuhan kekuasaan.  
POLITIK THE FLAG AND THE STICK DALAM ANCAMAN PENANGGUHAN BANTUAN LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT KEPADA NIGER PASCA JUNTA MILITER 2023 Dewi, Ayu Diah Candra Kumala
SIYAR Journal Vol. 4 No. 2 (2024): July
Publisher : The Department of International Relations, The Faculty of Social and Political Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/siyar.2024.4.2.160-176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki ancaman penangguhan bantuan luar negeri Amerika Serikat akibat dari adanya kudeta militer di Niger pada tahun 2023. Ancaman tersebut diharapkan dapat menekan pemerintah Niger untuk merubah perilakunya dan kembali menegakkan demokrasi di negaranya, namun hal ini menemui tantangan tersendiri ketika dibenturkan dengan respon masyarakat yang justru mendukung junta militer. Dengan fokus pada konsep politik "The Flag and the Stick", penelitian ini berusaha memahami motif dari tindakan Amerika Serikat tersebut. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan studi kepustakaan yang berasal dari analisis data sekunder yang terdiri dari artikel jurnal, berita, dan laporan-laporan yang terkait. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa ancaman tersebut memiliki dua tujuan utama, yaitu untuk mengubah perilaku junta militer agar kembali ke pemerintahan yang demokratis (digambarkan sebagai tongkat) serta menegaskan komitmen AS dalam menjunjung norma dan nilai demokrasi (digambarkan sebagai bendera). Kedua tujuan tersebut ternyata menemukan tantangan tersendiri ketika dipertemukan dengan masyarakat negara penerima, dalam hal ini warga Niger yang justru mendukung pemerintah junta militer dan menolak intervensi asing.
DEFAMASI DIPLOMASI JEBAKAN HUTANG CHINA: EFEKTIVITAS HUTANG CHINA BAGI NEGARA-NEGARA AFRIKA Syakur, Fadli Ramadlan Sobbarin; Mubarokah, Lailatul; Suhendra, Magna; Ulum, Muhammad Nadhif Samsul
SIYAR Journal Vol. 4 No. 2 (2024): July
Publisher : The Department of International Relations, The Faculty of Social and Political Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/siyar.2024.4.2.177-196

Abstract

China mulai aktif di Afrika pada akhir abad ke-20 untuk mencari sumber daya alam, yang akhirnya secara resmi memiliki hubungan dengan negara di Afrika dengan terbentuknya Forum Kerja Sama China-Afrika (FOCAC) didirikan tahun 2000 untuk memfasilitasi kerja sama. Salah satu aspek utama dari keterlibatan China di Afrika adalah pemberian pinjaman dengan bunga rendah dan jangka panjang. Namun, pada 2017 China dituduh melakukan debt-trap diplomacy, yaitu memberikan pinjaman besar yang sulit dilunasi, sehingga mendapatkan pengaruh politik atau ekonomi di Afrika. Maka dari itu dalam penelitian ini mencoba fokus dalam membahas apakah China terbukti melakukan debt-trap diplomacy dan bagaimana perbandingan efektivitas hutang antara China dibandingkan dengan pinjaman dari negara-negara Barat serta dampak hhutang China terhadap negara-negara di Kawasan Afrika tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif dan mengandalkan data sekunder seperti literatur akademik, jurnal, artikel dan lain sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa China tidak terbukti dalam melakukan debt-trap diplomacy di Afrika, yang mana China memiliki opsi atau solusi positif dalam menyikapi negara di Afrika yang mengalami gagal bayar, China juga rutin telah menghapus hutang dari negara-negara yang hutangnya hampir habis atau sudah mencapai jumlah yang relatif kecil, dan pinjaman China efektif dalam konteks pembangunan di Afrika atau negara-negara di Afrika, termasuk Nigeria.
ANALISIS KEGAGALAN PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA (PBB) DALAM MENEGAKKAN NORMA RESPONSIBILITY TO PROTECT (R2P) DI UKRAINA Husra, Zikry Aulia
SIYAR Journal Vol. 4 No. 2 (2024): July
Publisher : The Department of International Relations, The Faculty of Social and Political Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/siyar.2024.4.2.197-218

Abstract

Artikel ini membahas upaya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menegakkan norma Responsibility to Protect (R2P) di Ukraina. Dimana penegakkan norma R2P di Ukraina masih gagal. Salah satu alasan dari kegagalan ini adalah karena penyeimbangan kekuatan besar yang terjadi dalam dinamika hubungan Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB antara Amerika Serikat dan Rusia. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pertanyaan penelitian eksplanatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam artikel ini adalah dengan menggunakan studi dokumentasi. Adapun teknik analisis yang digunakan merupakan teknik analisa Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dalam melakukan analisis dan olah data, peneliti menggunakan teori Balnce of Power (BOP) dengan frame neorealisme. Peneliti melihat alasan kegagalan PBB dalam menegakkan norma R2P disebabkan oleh konflik kubu yang saling berusaha mengimbangi kubu lainnya

Page 1 of 1 | Total Record : 6