cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
andriputrakesmawan@gmail.com
Phone
+6281990251989
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Perumahan Sidorejo, Jl. Sidorejo Gg. Sadewa No.D3, Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184.
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Buletin Antropologi Indonesia
ISSN : -     EISSN : 30464722     DOI : https://doi.org.10.47134/bai
Core Subject : Humanities, Social,
Buletin Antropologi Indonesia has a focus and scope that covers various aspects of human life and society, particularly socio cultural issues in Indonesia. Articles in this journal present specific topics related to ethnic or social groups, culture in Indonesia, as well as theoretical discourses in anthropology, especially in Indonesian anthropology. The focus and scope of this journal include: Aspects of Human Life and Society (Investigating various dimensions of human life and social dynamics within societies), Socio-Cultural Issues in Indonesia: Addressing diverse social and cultural issues that arise in Indonesia, encompassing social changes, cultural dynamics, and contemporary challenges, Topics Related to Ethnic/Social Groups: Highlighting topics related to ethnic or social groups in Indonesia, delving into the diversity and dynamics of relationships between groups, Culture in Indonesia: Exploring and analyzing various cultural aspects that characterize Indonesia, including cultural heritage, arts, and traditions, Theoretical Discourses in Anthropology: Discussing theories within the discipline of anthropology, particularly those relevant to the context of Indonesian anthropology. The scope of this journal may include articles that focus on research, analysis, and literature reviews in various aspects of anthropology, contributing to a deeper understanding of cultural diversity and human behavior.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2024): April" : 7 Documents clear
Asia Africa's Impact on Middle East's Specialty Coffee Community Maspul, Kurniawan Arif
Buletin Antropologi Indonesia Vol. 1 No. 2 (2024): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/bai.v1i2.2319

Abstract

In an era when work entails accomplishment, personal progress, financial security, social connections, and finding meaning, the specialty coffee sector has become a magnet for experts from Asia and Africa looking to offer their skills to the Middle East's coffee value chain. This engrossing study dives into the motivations and preferences of labor from different regions, offering light on the unique dynamics that entice people to this particular sector and geographical context. The article investigates the cultural interchange, skill development opportunities, and career progression that attract workers to the Middle East's specialty coffee industry using prominent ideas such as the Pull-Push Theory, Resource-Based View Theory, and Cultural Diversity Theory. The findings not only demonstrate the transforming potential of work, but they also give critical insights for industry stakeholders, governments, and scholars interested in maintaining a thriving and inclusive coffee ecosystem in the region and beyond.
Fenomena Budaya Wibu Sebagai Bentuk Komunikasi Remaja Generasi Z (Studi pada Komunitas Cosplay Naruto Fans Palembang) Al Fariz, Muhamad Bintang; Syarifudin, Achmad; Trisiah, Anita
Buletin Antropologi Indonesia Vol. 1 No. 2 (2024): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/bai.v1i2.2493

Abstract

Fenomena budaya adalah peristiwa atau kejadian yang terjadi pada konteks budaya, seperti tradisi, kebiasaan, norma, nilai, dan ekspresi budaya yang unik dalam suatu masyarakat atau kelompok budaya tertentu. Salah satu fenomena yang terjadi dikalangan remaja adalah fenomena wibu. Wibu adalah istilah untuk seseorang yang menggemari hal-hal yang berbau budaya Jepang. Penelitian ini membahas tentang fenomena budaya wibu sebagai bentuk komunikasi remaja generasi Z pada Komunitas Cosplay Naruto Fans Palembang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bentuk komunikasi budaya pada fenomena budaya wibu di kalangan remaja generasi Z dan pengaruh budaya wibu bagi kalangan anak remaja generasi Z dalam bentuk komunikasi. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu teori komunikasi norma budaya atau Cultural Norms Theory yang dikemukakan oleh Melvin de Fleur, menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif yang menggambarkan objek penelitian sesuai kenyataan. Penelitian ini menggunakan Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara dan analisis yang kemudian dimasukan ke dalam Teknik analisis data deskriptif yang memberikan gambaran umum tentang data yang diperoleh (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Hasil penelitian yang penulis temukan menunjukkan bahwa bentuk komunikasi remaja generasi Z dalam fenomena wibu ada dua macam, yaitu komunikasi langsung (tatap muka) dan komunikasi tidak langsung (menggunakan perantara alat komunikasi dan media sosial) serta pengaruh fenomena wibu dalam komunikasi remaja generasi Z adalah penggunaan bahasa Jepang dalam bahasa komunikasi, memakai pakaian tradisional Jepang, menggunakan nama panggung dengan unsur Jepang, meniru gerakan atau kalimat dari karakter favorit mereka, dan lain sebagainya.
Analisis Peran Museum Seni Jakarta di Kota Tua dalam Mempertahankan dan Melestarikan Warisan Budaya Ardiansyah, Aldizar Fikri; Saputra, Aria; Chatrine, Chatrine; Avesina, Darari Rifqi; Natalia, Desy; Primandana, Devan Fakhriy; Pramesti, Febrina Dwi; Ilyas, Levi Christopher; Rizqathallah, Mohamad Rifqi; Arafah, Rasya; Satino, Satino
Buletin Antropologi Indonesia Vol. 1 No. 2 (2024): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/bai.v1i2.2611

Abstract

Pelestarian warisan budaya memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada setiap orang. Dengan menjaga keaslian dan kelestarian warisan budaya, kita dapat memperkaya pengetahuan masyarakat tentang sejarah, tradisi, dan nilai-nilai budaya. Namun, peran museum dalam melestarikan warisan budaya masih menjadi pertanyaan. Meskipun museum berfungsi sebagai wadah untuk mengumpulkan, memamerkan, dan mengajarkan tentang warisan budaya, efektivitasnya perlu dievaluasi secara kritis. Dengan memastikan museum berperan aktif dalam pemberian informasi terhadap warisan budaya, dalam penelitian yang penulis lakukan, Museum Seni Jakarta di Kota Tua memainkan peran yang sangat penting dalam mempertahankan dan melestarikan warisan budaya. Museum ini tidak hanya menyimpan koleksi seni yang kaya dan beragam, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pembelajaran, edukasi, dan kegiatan budaya. Tujuan penelitian ini untuk menunjukkan bahwa Museum Seni Jakarta berperan penting dalam mempertahankan dan melestarikan warisan budaya melalui berbagai program edukasi dan kegiatan budaya yang diselenggarakan oleh Museum Seni Jakarta. Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini menggunakan Metode Kualitatif Deskriptif dengan teknik pengambilan data menggunakan wawancara sebagai data primer. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Museum Seni Jakarta di Kota Tua berperan penting dalam mempertahankan dan melestarikan warisan budaya serta berperan aktif dalam menyelenggarakan kegiatan dan upaya pelestarian budaya.
Pola Pengasuhan Anak Usia Dini Berbasis Budaya Jawa Situmorang, Agnes Sri Wahyuni; Tessalonika, Tessalonika; Yunita, Christina Maria; Lubis, Dea Fania Asri
Buletin Antropologi Indonesia Vol. 1 No. 2 (2024): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/bai.v1i2.2724

Abstract

Bagaimana pola asuh anak secara tradisional pada masyarakat pedesaan yang di dalamnya mengandung sistem norma, tata kelakuan, nilainilai luhur yang telah disepakati, ditaati dan dapat bertahan terhadap benturan budaya teknologi masa kini, sebab di dalam pola pengasuhan anak, lebih-lebih yang ada di pedesaan, yang di dalamnya tergenggam sejumlah nilai luhur budaya bangsa dapat diwariskan pada generasi muda kita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola asuh anak berdasarkan Budaya Jawa dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data studi pustaka, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam menganalisis data dalam penelitian kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah pengasuhan anak dalam budaya Jawa dimulai sejak masa kehamilan, dengan banyak kepercayaan, budaya, dan mitos yang dipraktikkan secara turun-temurun. Pola asuh keluarga Jawa didasarkan pada perilaku hormat dan keharmonisan. Pengasuhan anak sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun temurun
Pola Komunikasi Pemerintah Untuk Peningkatan Pelayanan Publik Dengan Masyarakat Desa Menten Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin Paisal, Paisal; Hamidah, Hamidah; Walian, Anang
Buletin Antropologi Indonesia Vol. 1 No. 2 (2024): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/bai.v1i2.3161

Abstract

Pemerintah sebagai penyelenggara pelayanan publik memiliki peran penting bagi kesejahteraan masyarakat. Pola komunikasi yang efektif dan juga efisien dari pemerintah dengan masyarakat dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan serta dapat mempercepat penyelesaian masalah yang terkait. Penelitian ini berjudul “Pola Komunikasi Pemerintah untuk Peningkatan Pelayanan Publik dengan Masyarakat Desa Menten Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi yang diterapkan di pemerintah untuk peningkatan pelayanan publik dengan masyarakat Desa Menten dan Kendala serta solusi pemerintah dalam memberikan pelayanan dengan masyarakat. Teori yang digunakan adalah Teori Komunikasi Organiasi R. Wayne Pace dan Don F. Faules yang meliputi 4 aliran informasi yaitu komunikasi ke atas, komunikasi ke bawah, komunikasi horizontal dan komunikasi lintas saluran. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, jenis penelitian lapangan dan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pemerintah Desa Menten menggunakan pola lingkaran dan pola Y. Pola lingkaran memungkinkan setiap anggota dapat saling terhubung dengan anggota lainnya, namun tidak memiliki akses untuk setiap informasi. Sedangkan pola Y terlihat bahwa memiliki peran yang penting selain dari Kepala Desa yaitu Sekretaris Desa dalam menyampaikan informasi kepada bawahannya. (2) Kendala pemerintah Desa Menten dalam memberikan pelayanan publik adalah belum adanya kotak saran yang digunakan untuk mengetahui usulan dari masyarakat. Kurangnya fasilitas yang baik untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah desa kurang mampu dalam mengetahui kebutuhan masyarakat. Banyak informasi di masyarakat yang simpang siur dan progam kerja desa yang belum diketahui oleh masyarakat.
I. Yusupov's Anthropology of Philosophy Orazbaev , Arislanbay
Buletin Antropologi Indonesia Vol. 1 No. 2 (2024): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/bai.v1i2.3191

Abstract

In this article, the works of the great poet of the Karakalpak people, the poetry star I. Yusupov, analyze the problem of man, the attitude of man to the world, his environment, ways and methods of self-improvement from a philosophical and anthropological point of view.
Literary Significance of Number Archetypes o‘g‘li, Umarov Umidjon Akram
Buletin Antropologi Indonesia Vol. 1 No. 2 (2024): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/bai.v1i2.3193

Abstract

This article explains the importance of number archetypes, putting emphasize on their roles as symbols that transcend simple numerical value to show deeper meanings and functions across various cultures and their literature. In this work, main number archetypes are also highlighted. For instance, three embodies unity in diversity, seven symbolizes spirituality and perfection, and twelve represents wholeness and order. These symbol archetypes not only contribute layers of meaning to literary works but also facilitate the expression of complex themes and universal truths. By connecting these archetypes to religious texts, myths, and cultural traditions, this article explores that numbers can enrich narratives and provide insight into human experiences. Finally, the discussion presents the examination of number archetypes in literature as a creative pathway to improve our understanding of reality and cultural way of storytelling.

Page 1 of 1 | Total Record : 7