cover
Contact Name
Muhammad Syafiq
Contact Email
yppijurnal@gmail.com
Phone
+6282170781263
Journal Mail Official
yppijurnal@gmail.com
Editorial Address
Jasa Kelurahan Labuh Baru Timur Kecamatan Payung Sekaki
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Economics Studies and Banking Journal
ISSN : 30324270     EISSN : 30324270     DOI : 10.62207
Core Subject : Economy,
DEMAND focuses on economics, innovation, and investment fields. Dedicated to enhancing the economic development of a country, region, and the world in general. It aims to publish original articles, whether in the form of theoretical studies, empirical studies, or practical studies. DEMAND invites papers on a wide range of topics, including the following (but not limited to these topics), are Economic growth, Monetary and fiscal policy effect, Innovation practices, Innovation capability, Innovation impact, Financial econometrics, Investment, Banking, International Finance, Stock Exchange, Industrial field. DEMAND Journal always publish 12 times in a year, every Month.
Articles 43 Documents
ANALISIS KUALITATIF DAMPAK EKONOMI DAN BUDAYA DARI EVENT BEAUTIFUL MALINO 2025: IMPLIKASI TERHADAP KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN Rudy Makanung
Economics Studies and Banking Journal (DEMAND) Vol. 3 No. 8 (2026): Economics Studies and Banking Journal (DEMAND)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/f832a959

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji dampak ekonomi, sosial budaya, serta implikasi keberlanjutan lingkungan dari penyelenggaraan event pariwisata tahunan Beautiful Malino 2025 di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Pertumbuhan pariwisata berbasis event di Indonesia menuntut pemahaman yang seimbang antara manfaat ekonomi dan pelestarian ekosistem lokal, terutama pada destinasi dataran tinggi yang secara ekologis sensitif. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk menggali pengalaman dan persepsi mendalam informan. Data primer dikumpulkan selama tiga bulan melalui wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, pelaku usaha mikro, dan pemangku kepentingan pariwisata, dikombinasikan dengan observasi partisipan dan dokumentasi lapangan. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Beautiful Malino 2025 berhasil mendorong peningkatan aktivitas ekonomi lokal secara signifikan dan memperkuat visibilitas budaya daerah, namun pada saat yang sama menimbulkan tekanan lingkungan berupa peningkatan timbulan sampah dan indikasi alih fungsi lahan yang mengancam tata ruang hijau kawasan pegunungan. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan event ke depan perlu berorientasi pada keberlanjutan dengan mengintegrasikan prinsip Triple Bottom Line (profit, people, planet). Rekomendasi kebijakan yang diajukan meliputi penerapan sistem manajemen sampah berbasis komunitas serta regulasi zonasi tata guna lahan yang lebih ketat untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang.
ISLAMIC SOCIAL FINANCE AND POVERTY REDUCTION: THE COMPLEMENTARY ROLES OF ZAKAT AND WAQF IN INCLUSIVE ECONOMIC DEVELOPMENT Cholid Fadil
Economics Studies and Banking Journal (DEMAND) Vol. 3 No. 8 (2026): Economics Studies and Banking Journal (DEMAND)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/d94mab71

Abstract

Poverty and structural inequality remain among the most persistent development challenges in Muslim-majority countries, and conventional fiscal and market-based instruments have frequently proven insufficient to achieve inclusive outcomes. This study examines the complementary roles of zakat (obligatory almsgiving) and waqf (Islamic endowment) as instruments of Islamic social finance (ISF) in reducing poverty and promoting inclusive economic development. Using a systematic literature review and synthesis of empirical, conceptual, and institutional studies published between 2008 and 2026, this article analyzes how zakat functions as a short-term redistributive and consumption-smoothing mechanism, while waqf particularly cash waqf and productive waqf provides a sustainable, asset-based platform for long-term human capital formation, micro-enterprise financing, and public-goods provision. The findings indicate that integrating zakat and waqf into a single complementary framework, rather than managing them as separate and competing instruments, produces stronger and more sustainable poverty-reduction outcomes than either instrument used alone. Evidence from Indonesia, Malaysia, Pakistan, Bangladesh, and other Organisation of Islamic Cooperation (OIC) member countries shows that zakat has reduced poverty headcounts and poverty gaps among recipients, while productive and cash waqf have financed education, health, and micro, small, and medium enterprise (MSME) development. However, optimization remains constrained by low financial literacy, fragmented governance, weak regulatory integration, and limited digitalization. This study contributes a conceptual model of zakat-waqf complementarity for inclusive development and offers policy recommendations for regulators, zakat and waqf authorities, and multilateral development institutions seeking to mainstream Islamic social finance within national poverty-reduction and Sustainable Development Goals (SDGs) strategies.
INTEGRASI ZAKAT DAN KEARIFAN LOKAL DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN: MEMBANGUN MODEL POVERTY ECONOMICS BERBASIS MAQASHID SYARIAH Cholid Fadil; Mustofa Mustofa
Economics Studies and Banking Journal (DEMAND) Vol. 3 No. 8 (2026): Economics Studies and Banking Journal (DEMAND)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/2gv9rc04

Abstract

Zakat telah lama diposisikan sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, tetapi literatur menunjukkan praktiknya masih terfragmentasi, cenderung konsumtif, dan jarang dipadukan dengan konteks sosial-budaya penerimanya. Kajian ini bertujuan menyintesis literatur 2015 2026 untuk (1) memetakan peran zakat dalam pengentasan kemiskinan, (2) menelaah operasionalisasi maqashid syariah dalam pengukuran kemiskinan, (3) menelaah peran kearifan lokal dalam efektivitas dan akuntabilitas zakat, dan (4) merumuskan model poverty economics yang mengintegrasikan ketiganya. Kajian ini berdesain narrative review dengan penelusuran purposif terhadap 24 sumber yang dapat diverifikasi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa transfer zakat tidak otomatis meningkatkan kesejahteraan tanpa variabel mediasi seperti pertumbuhan usaha mikro dan pendampingan; bahwa pengukuran kemiskinan berbasis maqashid (CIBEST dan indeks multidimensi Alkire Foster) telah tersedia tetapi belum dikaitkan dengan desain intervensi zakat; dan bahwa kearifan lokal, yang dalam ushul fikih dapat dibaca sebagai bagian dari ‘urf, berpotensi memperkuat penghimpunan, penyaluran, dan akuntabilitas zakat. Berdasarkan sintesis tersebut diusulkan Model ZKL-MPE (Zakat Kearifan Lokal Maqashid Poverty Economics) beserta empat proposisi yang dapat diuji. Model ini bersifat konseptual dan memerlukan validasi empiris.