cover
Contact Name
Moh. Aqil Musthofa
Contact Email
aqilmusthofa@iai-tabah.ac.id
Phone
+6285730179460
Journal Mail Official
aqilmusthofa@iai-tabah.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Deandles No. 1 Kranji Paciran Lamongan 62264
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Al-Faruq
ISSN : -     EISSN : 30308542     DOI : https://doi.org/10.58518/alfaruq
Core Subject : Social,
Al-Faruq: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Islam diterbitkan oleh Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH) Lamongan. Jurnal ini didedikasikan untuk penyebarluasan kajian ilmiah di bidang hukum ekonomi syariah, fikih muamalah, hukum islam atau ilmu syariah. Al-Faruq: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Islam terbit dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli. Semua publikasi di Jurnal Al-Faruq bersifat akses terbuka yang memungkinkan artikel tersedia secara bebas tanpa berlangganan apapun.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 35 Documents
Peran Financial Technology dalam Hukum Islam sebagai Upaya Preventif terhadap Tindak Pemalsuan Uang Rif'ah, Sifwatir; Rozin, Ahmad
Al-Faruq: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Islam Vol. 4 No. 2 (2025): Al-Faruq : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Islam
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/al-faruq.v4i2.3577

Abstract

The circulation of counterfeit money threatens the stability of the Indonesian economy. This study aims to analyze the role of financial technology in preventing the circulation of counterfeit money at UIN Alauddin Makassar from the perspective of sharia law, through a literature study from various sources. The method used is a qualitative approach with a literature study approach from scientific journals, books, and trusted sources related to financial technology and sharia law. The results of the study show that fintech, through innovations such as digital wallets and peer-to-peer lending, can be an effective preventive strategy in minimizing cash transactions and risks such as the circulation of counterfeit money, but its implementation must be in accordance with sharia principles, such as the prohibition of usury and transparent transactions. Thus, financial technology has great potential to prevent the circulation of counterfeit money and its development needs to be supported by increased digital literacy and collaboration between stakeholders to create a more stable and reliable financial system whose implementation is in accordance with the provisions of sharia law.
Kesenjangan dan Perlindungan Hukum Nasabah BMT di Indonesia: Systematic Literature Review Ananda, Briza Khaterine; Rahman, Taufiqur
Al-Faruq: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Islam Vol. 4 No. 2 (2025): Al-Faruq : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Islam
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/al-faruq.v4i2.3700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesenjangan dan perlindungan hukum nasabah dalam praktik Baitul Maal wat Tamwil (BMT) di Indonesia, dengan pertanyaan utama: sejauh mana literatur ilmiah tahun 2019–2024 membahas perlindungan hukum nasabah BMT dan celah penelitian apa saja yang masih belum tergarap. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelusuri dan menyeleksi artikel dari database seperti Google Scholar, DOAJ, dan Garuda. Dari hasil analisis terhadap sebelas artikel, ditemukan bahwa isu perlindungan nasabah masih didominasi pendekatan normatif, minim data empiris, serta belum menyentuh aspek partisipasi nasabah dan pemanfaatan teknologi. Penelitian ini menyarankan penguatan riset berbasis lapangan, pemanfaatan sistem digital, serta pembentukan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Syariah sebagai solusi konkret. Kajian ini diharapkan menjadi dasar pengembangan kebijakan perlindungan konsumen di sektor keuangan mikro syariah. 
Kajian tehadap Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Asuransi Syariah di Indonesia Anjelina, Juwita; Andrini, Rozi
Al-Faruq: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Islam Vol. 4 No. 2 (2025): Al-Faruq : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Islam
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/al-faruq.v4i2.3881

Abstract

Asuransi syariah merupakan bagian penting dari industri keuangan syariah yang memiliki prospek besar di Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Meskipun potensinya besar, penetrasi pasar asuransi syariah masih rendah dibandingkan dengan asuransi konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai faktor yang mempengaruhi pertumbuhan asuransi syariah di Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif, di mana sumber data diperoleh dari buku, jurnal, laporan resmi, dan dokumen relevan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor utama yang mendorong pertumbuhan asuransi syariah, antara lain tingkat pendidikan dan pendapatan, peningkatan jumlah unit usaha syariah, peran strategi energi pemasaran, layanan digitalisasi, dukungan regulasi yang jelas, serta peningkatan literasi keuangan masyarakat. Penelitian ini juga menemukan peluang seperti kolaborasi dengan fintech dan peningkatan aksesibilitas melalui teknologi digital. Di sisi lain, tantangan yang dihadapi mencakup rendahnya literasi masyarakat, keterbatasan sumber daya manusia yang profesional, dan kurangnya promosi produk. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat dalam mengembangkan strategi yang efektif untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan kepercayaan terhadap asuransi syariah. Dengan pendekatan yang tepat, asuransi syariah dapat tumbuh secara berkelanjutan dan inklusif di Indonesia.
Regional Synergy Model in Strengthening Islamic Social Finance: Southeast Asian Perspective Zakiyah, Hanifah; Andrini, Rozi
Al-Faruq: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Islam Vol. 4 No. 2 (2025): Al-Faruq : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Islam
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/al-faruq.v4i2.3989

Abstract

Islamic Social Finance (ISF) is a vital instrument in promoting economic justice in Islam through the management of zakat, infaq, sadaqah, and waqf (ZISWAF). In Southeast Asia, Muslim-majority countries such as Indonesia, Malaysia, and Brunei have developed national-level ISF systems. However, regulatory fragmentation, the absence of cross-border coordination, and suboptimal technological integration remain significant barriers to collective efforts aimed at empowering the Muslim community at the regional level. This research designs an adaptive and sustainable regional synergy model in strengthening Islamic Social Finance in Southeast Asia. The research employs a descriptive qualitative approach, relying on in-depth literature analysis of regulations, institutional reports, and academic publications in the field of Islamic social finance. Data were analyzed using content analysis to identify challenges and opportunities for inter-country collaboration and to develop a conceptual framework for cross-border synergy. The findings reveal a high potential for ISF in the region, supported by a large Muslim population, active managing institutions, and advancing digitalization in several countries. Nonetheless, disparities in legal systems, lack of data sharing, and the dominance of national approaches serve as major constraints. This article proposes the establishment of a synergy model consisting of a regional coordinating institution, a Southeast Asia ISF data center, and a shared digital platform for managing cross-border ZISWAF funds. The study recommends ASEAN support in creating a regional legal framework for ISF, the development of cross-national human resources, and collaborative research to ensure effective and sustainable implementation.
Perlindungan Hak Ekonomi Pencipta Lagu dalam Perspektif Maqāṣid al-Syarī’ah Zuhdi, Irfan; Irfan, Irfan
Al-Faruq: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Islam Vol. 4 No. 2 (2025): Al-Faruq : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Islam
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/al-faruq.v4i2.4049

Abstract

The high rate of copyright infringement in Indonesia, particularly concerning musical works, reflects a paradox between Islamic values that uphold justice and prevailing social practices that neglect the economic rights of creators. This study aims to evaluate the protection of the economic rights of songwriters under Law No. 28 of 2014 and Government Regulation No. 56 of 2021 through the lens of maqāṣid al-syarī‘ah. Employing a normative juridical approach and qualitative analysis of statutory regulations alongside classical and contemporary Islamic legal thought, the study finds that Indonesia’s copyright regulations align substantially with the principle of ḥifẓ al-māl (protection of wealth) and other core objectives of Islamic law. The protection encompasses exclusive rights, licensing procedures, and a royalty management system administered by collective management organizations. The findings highlight the importance of integrating positive law with Islamic ethical values to build a just, sustainable, and welfare-oriented legal framework. The implications of this study are expected to strengthen legal legitimacy, enhance public awareness, and encourage policymakers to adopt more proactive measures in protecting copyright.

Page 4 of 4 | Total Record : 35