Articles
THE TRAJECTORY OF THE DISCOURSE OF JIHAD IN INDONESIA
Taufiqur Rahman
Analisa: Journal of Social Science and Religion Vol 1, No 2 (2016): Analisa Journal of Social Science and Religion
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18784/analisa.v1i2.296
The term jihad is central in the development of Islamic identity and the political usage. The term has created many competing identities within Muslim communities especially in Indonesia, a country with the biggest Muslim population in the world. This article provides a historical analysis of the representation of the term jihad in the writing of Muslim scholars and organizations in Indonesia from the early arrival of Islam to the contemporary debate in the context of democratic transition after the collapse of Soeharto’s authoritarian regime. This article employs discourse analytical tools to look at various interpretations of the concept of jihad in the global context and particularly in the Indonesian context, and how these global and local interpretations are interconnected. The article argues that the doctrine of jihad in the history of Islam has developed into a contested doctrine over a long period of time. The article suggests that there is a long history of substantial minorities promoting militaristic jihad in Indonesia against ‘enemies’ of Islam which are defined variously from colonial state to the Indonesian government. The promotion of militaristic jihad was undermined by the consensus of mainstream moderate and peaceful Islam developed in the middle to late years of the New Order regime. However, the promotion of militaristic jihad reappeared after the fall of the New Order authoritarian regime and was further reinforced by transnational influences.
Media, Islamic religious authority and the imagination of ummat in Indonesia
Taufiqur Rahman
Komunikator Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This article investigates the history of Islamic religious authority in Indonesiaand the role of the media in the development of religious authority and the imagination of Islamic community. The old traditional authority of local imam or Islamic clerics is now being challenged by transnational interpreters of Islam with the availability of direct connection with Islamic clerics and religious learning resources from the Middle East, the United States, the United Kingdom or anywhere else in the world facilitated by the internet. The article argues that the media play a significant role in the current understanding of ummat and Islamic religious authority in the global and local contexts. By employing the method of discourse analysis the article also argues that the contestation of Islamic religious authority has contributed to the process of re-imagination and re-conceptualisation of the concept of global Muslim ummat by Muslim groups in Indonesia.
PENINGKATAN LITERASI MEDIA DIGITAL ISLAMI REMAJA MASJID AL-IKHLAS TAMANTIRTO KASIHAN BANTUL
Taufiqur Rahman;
Aly Aulia;
Tri Winarsih
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 6. Digitalisasi Syiar Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (455.541 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.46.831
Remaja di lingkungan masjid Al-Ikhlas Tamantirto Kasihan Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki tantangan yang dihadapi oleh generasi Z pada umumnya. Apalagi di masa pandemi Covid-19 yang mengharuskan mereka untuk lebih banyak tinggal di rumah dan menggunakan internet untuk keperluan belajar, maka ketergantungan terhadap internet menjadi semakin tinggi. Sementara itu, kebutuhan pemanfaatan teknologi internet yang sangat tinggi ini belum diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang memadai sehingga para remaja ini rentan terhadap dampak negatif dari teknologi yang mereka akses sehari-hari. Sebagai solusi dari permasalahan diatas, tim pengusul program pengabdian masyarakat bekerja sama dengan takmir masjid memberikan bekal pelatihan dan panduan literasi digital kepada para remaja masjid serta orang tua dari para remaja tersebut. Peran orang tua dinilai juga masih sangat penting untuk ikut memantau aktifitas para remaja ini selama menggunakan akses internet di masjid maupun di rumah mereka masing-masing. Solusi yang dijalankan yaitu, penyelenggaraan pelatihan literasi digital untuk remaja masjid dengan pendekatan yang terintegrasi dari aspek etika komunikasi dan nilai-nilai agama serta penyelenggaraan psikoedukasi tentang peran pengawasan dan kontrol oleh orang tua terhadap anak dan remaja. Hasil pelaksanaan program menunjukkan bahwa pendekatan yang terintegrasi dalam literasi digital tersebut memberikan kesan yang lebih mendalam bagi para remaja maupun orang tua yang berpartisipasi.
THE TRAJECTORY OF THE DISCOURSE OF JIHAD IN INDONESIA
Taufiqur Rahman
Analisa: Journal of Social Science and Religion Vol 1, No 2 (2016): Analisa Journal of Social Science and Religion
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1513.793 KB)
|
DOI: 10.18784/analisa.v1i2.296
The term jihad is central in the development of Islamic identity and the political usage. The term has created many competing identities within Muslim communities especially in Indonesia, a country with the biggest Muslim population in the world. This article provides a historical analysis of the representation of the term jihad in the writing of Muslim scholars and organizations in Indonesia from the early arrival of Islam to the contemporary debate in the context of democratic transition after the collapse of Soeharto’s authoritarian regime. This article employs discourse analytical tools to look at various interpretations of the concept of jihad in the global context and particularly in the Indonesian context, and how these global and local interpretations are interconnected. The article argues that the doctrine of jihad in the history of Islam has developed into a contested doctrine over a long period of time. The article suggests that there is a long history of substantial minorities promoting militaristic jihad in Indonesia against ‘enemies’ of Islam which are defined variously from colonial state to the Indonesian government. The promotion of militaristic jihad was undermined by the consensus of mainstream moderate and peaceful Islam developed in the middle to late years of the New Order regime. However, the promotion of militaristic jihad reappeared after the fall of the New Order authoritarian regime and was further reinforced by transnational influences.
The improvement of digital media management of Khoirul Ummi Mosque, Tamantirto, Kasihan, Bantul
Taufiqur Rahman;
Zuhdan Aziz
Community Empowerment Vol 7 No 8 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31603/ce.7063
Mosques have a central role in the lives of Muslims. Mosques must innovate to meet the needs of the community in addition to attracting the attention of the congregation. One of the advancements made by the Khoirul Ummi Kasihan Bantul mosque is the development of digital da'wah, particularly during the Covid-19 pandemic to relieve the need for worshipers to attend Islamic studies at the mosque. This service aims to manage digital da'wah media better, particularly through Instagram, Facebook, and Youtube. This activity is in the form of digital da'wah literacy training, workshops on content creation and management of digital da'wah media and assistance in managing digital da'wah media. After this program is implemented, the Khoirul Ummi Kasihan Bantul mosque can expand the reach of da'wah through online life-streaming recitations and the development of a YouTube channel. The results of this community service program are shown by improving the quality of videos shown on Youtube and the trend of increasing the number of viewers of recitation activities on the Khoirul Ummi TV Youtube channel.
Manajemen Humas Imigrasi I Non-TPI selama Pandemi Covid-19
Alditta Khoirun Nisa;
Taufiqur Rahman
Jurnal Audiens Vol. 3 No. 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/jas.v3i3.12978
Pandemi Covid-19 telah menyebabkan seluruh lini pekerjaan dalam bidang keimigrasian tersendat sementara. Imigrasi menjadi salah satu instansi pelayanan publik yang dibatasi layanannya atau bahkan sampai ditiadakan pelayanannya untuk sementara waktu. Dalam hal ini, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pati tetap mengupayakan untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan pelayanan untuk masyarakat dengan menginisiasi layanan online, tentunya tanpa melupakan aspek keamanan bagi masyarakat. Dalam melihat adaptasi yang dilakukan instansi tersebut, penelitian ini dilaksanakan untuk dapat mengetahui manajemen Humas Imigrasi Kota Pati selama pandemi. Dilatarbelakangi dengan banyaknya warga Pati yang masih belum tahu bagaimana cara menggunakan wadah berbasis sistem online dan juga yang belum berani untuk mengurus keiimigrasian di tengah situasi darurat ini, peneliti mencoba melihat apa saja rintangan yang dialami dan beberapa keunggulan yang diraih oleh pihak Imigrasi Kelas I Kota Pati dalam mengembangkan inovasi pelayanan masyarakat. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan pendekatan dengan metode penelitian dan studi kasus deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini bersumber dari studi lapangan, yaitu hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Riset ini juga didukung oleh literatur-literatur relevan yang telah penulis telaah sebelumnya. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa strategi mengelola krisis Covid-19 oleh pihak Imigrasi Pati adalah dengan menerapkan strategi adaptif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran untuk mengelola krisis pandemi Covid-19 yang terjadi dalam kacamata seorang Humas Imigrasi di Indonesia.
KAMPANYE PENCEGAHAN STUNTING MELALUI DETEKSI DINI ANEMIA DAN SOSIALISASI LITERASI DIGITAL KESEHATAN BAGI REMAJA DI KARANG TARUNA DESA BANYURADEN
Luluk Rosida;
Taufiqur Rahman
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37874/bm.v4i1.1166
Remaja putri pada umumnya memiliki karakteristik kebiasaan makan yang tidak sehat. Antara lain kebiasaan tidak makan pagi, malas minum air putih, diet tidak sehat karena ingin langsing, kebiasaan ngemil makanan rendah gizi dan makan makanan siap saji. Sehingga remaja tidak mampu memenui keaneka ragaman zat makanan yang dibutuhkan oleh tubuhnya untuk proses sintesis haemoglobin (Suryani dkk., 2016). Pola diet dan pola makan yang salah ini juga banyak dipengaruhi oleh kurangnya literasi Kesehatan digital pada remaja. Tujuan pengabdian adalah untuk meningkatkan keikutsertaan remaja pada kampanye stunting melalui deteksi dini anemia dan peningkatan kemampuan literasi digital Kesehatan. Metode pelaksanaan KKM “Kampanye pencegahan stunting melalui Deteksi dini anemia dan Sosialisasi Literasi digital Kesehatan Bagi Remaja di Karang taruna desa Banyuraden” dilakukan secara bertahap dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Kegiatan ini juga membantu meningkatkan keterampilan mitra melalui pelatihan penggunaan alat untuk pengecekan kadar Hb dan darah sederhana seperti glukosa darah, kolesterol dan asam urat serta gambaran derajat Kesehatan Mitra melalui Pemeriksaan Kadar hemoglobin. Hasil dari pengabdian didapatkan gambaran kondisi anemia remaja Dimana 27,7% remaja mengakami anemia ringan, selain itu didapatkan peningkatan persepsi remaja terkait literasi digital Kesehatan sebanyak 56,8%. Pencegahan anemia merupakan salah satu upaya pencegahan stunting yang cukup efektif. Kata Kunci : Remaja, Stunting, Anemia, Literasi Digital
THE TRAJECTORY OF THE DISCOURSE OF JIHAD IN INDONESIA
Rahman, Taufiqur
Analisa: Journal of Social Science and Religion Vol 1, No 2 (2016): Analisa: Journal of Social Science and Religion
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18784/analisa.v1i2.296
The term jihad is central in the development of Islamic identity and the political usage. The term has created many competing identities within Muslim communities especially in Indonesia, a country with the biggest Muslim population in the world. This article provides a historical analysis of the representation of the term jihad in the writing of Muslim scholars and organizations in Indonesia from the early arrival of Islam to the contemporary debate in the context of democratic transition after the collapse of Soeharto’s authoritarian regime. This article employs discourse analytical tools to look at various interpretations of the concept of jihad in the global context and particularly in the Indonesian context, and how these global and local interpretations are interconnected. The article argues that the doctrine of jihad in the history of Islam has developed into a contested doctrine over a long period of time. The article suggests that there is a long history of substantial minorities promoting militaristic jihad in Indonesia against ‘enemies’ of Islam which are defined variously from colonial state to the Indonesian government. The promotion of militaristic jihad was undermined by the consensus of mainstream moderate and peaceful Islam developed in the middle to late years of the New Order regime. However, the promotion of militaristic jihad reappeared after the fall of the New Order authoritarian regime and was further reinforced by transnational influences.
Peningkatan manajemen pemasaran UMKM KWT Kusuma Ledoknongko
Rohmah, Fayakun Nur;
Rahman, Taufiqur;
Rosida, Luluk;
Ollin, Siti Nadhir;
Bimantara, Arif;
Musoli;
Wijayanto, Danur
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31101/hayina.3663
UMKM KWT Ledoknongko mengembangkan produk olahan salak diantaranya brownis salak dan yogurt salak. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah pemasaran yang konvensional. Mitra membuat produk berdasarkan pesanan mulut ke mulut. Mitra juga belum memiliki merk yang terdaftar. Tujuan kegiatan ini adalah peningkatan branding produk dengan pendampingan pembuatan logo merk dan pendaftaran merk, pendampingan pembuatan konten digital dan manajemen sumberdaya teknologi informasi. Metode yang diterapkan adalah dengan FGD dan pelatihan tentang tentang pemanfaatan teknologi informasi, strategi branding, pembuatan konten digital, pengenalan platform digital dan manajemen sumber daya teknologi informasi. Setelah pelaksanaan kegiatan merk sudah dibuat dan didaftarkan ke kemenkumham, ketrampilan mitra tentang pembuatan konten digital meningkat dan pemahaman tentang penggunakan teknologi informasi meningkat.
Manajemen Event Kolaboratif Festival Sindoro Sumbing 2019 dalam Melestarikan Budaya Lokal di Kabupaten Temanggung
Widartono, Muhammad Ridho;
Rahman, Taufiqur
Proceeding Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Graduate Conference Vol. 1 No. 1 (2020): Armoring the Youth to Contribute to the SDGs
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (289.8 KB)
Penelitian ini membahas mengenai manajemen event Festival Sindoro Sumbing 2019 di Kabupaten Temanggung Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengelolaan Festival Sindoro Sumbing, serta peluang dan hambatan yang dihadapi dalam pengelolaan kegiatan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan ersam pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan kerangka teori manajemen event yang terbagi menjadi empat tahap, yakni perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Berdasarkan temuan peneliti, manajemen event yang dijalankan oleh penyelenggara sudah sesuai dengan teori perencanaan mulai dari penetapan tujuan sampai dengan evaluasi. Pengorganisasian dilakukan dengan pemetaan kebutuhan dan menentukan kriteria sumber daya manusianya. Pada pelaksanaan dilakukan sesuai perencanaan dan dilakukan koordinasi sebelum dilakukan pelaksanaan event. Dalam pengawasan penyelenggara melakukannya dari perencanaan hingga pelaksanaan, dan terakhir membuat buku laporan sebagai pertanggungjawaban dan bahan evaluasi. Keberhasilan penyelenggaraan Festival Sindoro Sumbing terutama diperoleh dari model pengelolaan yang bersifat kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, akademisi, komunitas dan pengusaha di wilayah Kabupaten Temanggung.