cover
Contact Name
Setyo Nurwaini
Contact Email
sn164@ums.ac.id
Phone
+6287836559013
Journal Mail Official
usadha@ums.ac.id
Editorial Address
Faculty of Pharmacy, Universitas Muhammadiyah Surakarta jln Ahmad Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Usadha Journal of Pharmacy
ISSN : -     EISSN : 28279905     DOI : 10.23917/usadha
Core Subject : Health, Science,
The Usadha Journal of Pharmacy aims to present up-to-date research, surveys, and literature reviews encompassing various domains of pharmaceutical sciences. These domains include pharmacology, pharmacokinetics, formulation technology, optimization of excipients, standardization of extracts and herbal products, determination of pharmacological activities in natural sources, drug synthesis and development, molecular biology, antibiotic screening, metabolite profiling and quantification, clinical pharmacy, and health and environmental concerns. Each edition of the journal will cover these aspects comprehensively. The publication will encompass a wide range of topics, including chemistry, biochemistry, biotechnology, pharmacology, and many aspects of pharmaceutical research. It will feature communications, complete research papers, reports, and reviews, providing comprehensive coverage in these fields.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2023): Februari" : 20 Documents clear
OPTIMASI HPMC SEBAGAI GELLING AGENT DAN GLISERIN SEBAGAI HUMEKTAN PADA SEDIAAN MASKER GEL EKSTRAK LABU SIAM (Sechium edule (Jacq.) Swartz) Yumna Anis Dhiafanti; Gunawan Setiyadi
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i1.93

Abstract

Labu siam (Sechium edule (Jacq.) Swartz) merupakan tanaman yang mengandung senyawa antioksidan seperti asam galat, asam kafeat, isokuresetin, asam fenolik, tannin, vitamin C dan karotenoid. Ekstrak labu siam diformulasikan menjadi sediaan masker wajah berupa gel dengan tujuan agar lebih mudah dan praktis dalam penggunaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan konsentrasi optimum HPMC sebagai gelling agent dan gliserin sebagai humektan agar dapat memenuhi sifat fisik sediaan masker gel ekstrak labu siam dengan parameter viskositas, daya sebar, daya lekat, dan pH serta menilai aktivitas antioksidan sediaan masker gel ekstrak labu siam. Penelitian ini dilakukan dengan membuat 7 rancangan formula menggunakan variasi HPMC dan gliserin berturut-turut yaitu 3%:12%, 5%:10%, 4%:11%, 3,67%:11,33%, 2,33%:12,67%, 2%:13%, 1%:14%. Optimasi dilakukan menggunakan metode d-optimal design dengan software Design Expert versi 13. Optimasi formula dilakukan dengan terlebih dahulu menentukan persamaan model dari masing-masing respon, kemudian kriteria masing-masing respon ditentukan sebagai batas nilai-nilai respon yang diinginkan. Proses optimasi tersebut menghasilkan konsentrasi optimum HPMC dan gliserin sehingga menghasilkan sediaan masker gel yang paling banyak memenuhi kriteria respon dan prediksi responnya. Formula optimum yang didapatkan diverifikasi dengan membandingkan respon prediksi dari proses optimasi dengan respon verifikasi yang diukur dari formula optimum sediaan masker gel. Formula optimum yang didapatkan tersusun atas HPMC 2,43% dan gliserin 12,57% dengan nilai desirability 0,333, sementara rata-rata semua respon verifikasi berada dalam rentang prediction interval (PI 95%) yang terdapat pada software Design Expert versi 13 sehingga nilai respon prediksi dan verifikasi menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada respon viskositas, daya sebar, daya lekat, dan pH. Hasil uji antioksidan sediaan masker gel ekstrak labu siam tidak mendapatkan hasil yang valid.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL Plumeria alba L. DAN Plumeria rubra L. TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli Yulia Dwi Nuryanti; Haryoto Haryoto
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i1.105

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan bakteri penyebab berbagai penyakit kulit dan keracunan makanan , sedangkan Escherichia coli merupakan bakteri penyebab diare. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit cabang, daun, bunga kamboja putih (Plumeria alba L.) dan kamboja merah (Plumeria rubra L.) disebabkan karena kandungan metabolit sekunder yaitu flavonoid, alkaloid, terpenoid, steroid, polifenol dan saponin.Tujuan dari penelitian untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder dari ekstrak etanol kulit cabang, daun, bunga kamboja putih (Plumeria alba L.) dan kamboja merah (Plumeria rubra L.) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Pembuatan ekstrak etanol dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% (perbandingan 1:10 w/v). Metode Kirby Bauer merupakan metode yang digunakan untuk menguji aktivitas antibakteri. Hasil uji menunjukkan diameter zona hambat ekstrak etanol kulit cabang, daun, bunga Plumeria alba L. dengan konsentrasi 50% terhadap  Escherichia coli lebih tinggi dibandingkan Staphylococcus aureus. Hasil dari penelitian ini daun Plumeria rubra L. terhadap Staphylococcus aureus memiliki zona hambat paling besar diantara bagian tanaman yang lain yaitu 10,38 mm. Kulit cabang  Plumeria rubra L. dan bunga Plumeria alba L. memiliki zona hambat sebesar 9,38 mm. Hasil skrining fitokimia dari kedua simplisia mengandung senyawa alkaloid dan polifenol, kedua simplisia tersebut tidak mengandung senyawa terpenoid, steroid dan flavonoid. Bagian daun dan bunga Plumeria alba L. tidak mengandung senyawa saponin.
OPTIMASI BASIS HPMC DAN NA CMC DALAM SEDIAAN GEL KULIT BUAH SEMANGKA (Citrullus lanatus) SERTA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERINYA TERHADAP Staphylococcus aureus Anggun Tri Wijayanti; Setyo Nurwaini
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i1.107

Abstract

Staphylococcus aureus menyebabkan penyakit kulit yaitu jerawat. Kulit buah semangka (Citrullus lanatus) mengandung senyawa fenolik yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Kulit buah semangka diformulasikan menjadi gel agar mudah diaplikasikan pada kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan basis gel yaitu HPMC dan Na CMC agar diperoleh sifat fisik gel yang optimum. Optimasi ini menggunakan aplikasi Design Expert versi 13.0 (Trial) dengan metode Simplex Lattice Design. Berdasarkan penelitian ini, HPMC memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap daya sebar dibandingkan Na CMC yang berpengaruh besar terhadap pH, daya lekat, dan viskositas. Formula optimum yang diperoleh adalah kombinasi 4% HPMC dan 1% Na CMC. Formula prediksi dibandingkan dengan formula verifikasi menggunakan aplikasi IBM Statistic versi 25 dengan metode one sample t-test dengan tingkat kepercayaan 95% untuk parameter yang diuji (pH, daya lekat, daya sebar, dan viskositas). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa parameter pH, daya lekat, daya sebar, dan viskositas tidak berbeda signifikan sehingga metode optimasi dapat memprediksi semua parameter secara valid. Gel ekstrak kulit semangka (Citrullus lanatus) memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus dengan zona hambat 15,29 mm termasuk kategori intermediet.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI JINTAN HITAM (Nigella sativa) TERHADAP BAKTERI Shigella sonnei DAN Bacillus cereus SERTA BIOAUTOGRAFINYA Fera Astika; Cita Hanif Muflihah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i1.112

Abstract

Biji jintan hitam (Nigella sativa) telah lama digunakan sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Jintan hitam memiliki kandungan senyawa kimia seperti thymoquione, dithymquinone, thymohydroquinone dan thymol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak dan fraksi jintan hitam terhadap bakteri Shigella sonnei dan Bacillus cereus. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Metode difusi disk (Kirby Bauer) digunakan dalam uji aktivitas antibakteri dengan konsentrasi ekstrak sebesar 2, 4, 6 dan 8 mg/disk, sedangkan konsentrasi fraksi yang digunakan adalah 2, 4, dan 6 mg/disk. Hasil uji menunjukkan bahwa diameter zona hambat karena perlakuan dengan ekstrak jintan hitam terhadap bakteri Shigella sonnei dan Bacillus cereus pada konsentrasi 6 mg/disk berturut-turut sebesar 18,6 dan 18,5 mm, sedangkan fraksi etil asetat jintan hitam dengan konsentrasi 6 mg/disk terhadap bakteri Shigella sonnei dan Bacillus cereus berturut-turut sebesar 10,0 dan 9,7 mm. Hasil uji bioautografi menunjukkan kandungan senyawa yang memiliki aktivitas antibakteri pada fraksi etil asetat yaitu alkaloid.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) DAN DAUN MATOA (Pometia pinnata J.R.Forst & G.Forst) TERHADAP BAKTERI Shigella sonnei DAN Bacillus cereus Ismi Dwi Widyanti; Maryati Maryati
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i1.115

Abstract

Penyakit diare dan infeksi merupakan salah satu dari berbagai masalah kesehatan utama di daerah tropis seperti di Indonesia. Penyakit diare dapat ditimbulkan karena beberapa faktor antara lain bakteri dan lingkungan hidup yang kurang sehat. Daun salam dan daun matoa mengandung senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antibakteri sehingga dapat mencegah terjadinya infeksi atau diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas antibakteri pada ekstrak etanol 96% daun salam dan daun matoa terhadap bakteri Shigella sonnei dan bakteri Bacillus cereus penyebab diare. Daun salam dan daun matoa masing-masing dimaserasi menggunakan etanol 96% kemudian dibuat seri konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100% dengan masing-masing loading ekstrak 2,5 ; 5 ; 7,5 ; 10 (mg/disk). Seri konsentrasi daun salam dan daun matoa yang memiliki aktivitas antibakteri paling kuat yaitu pada konsentrasi ekstrak 100%. Hasil KLT-bioautografi menunjukkan senyawa dalam ekstrak daun salam dan ekstrak daun matoa yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Shigella sonnei yaitu senyawa tanin. Senyawa dalam ekstrak daun salam yang menghambat bakteri Bacillus cereus yaitu senyawa flavonoid sedangkan senyawa dalam ekstrak daun matoa yang memiliki aktivitas antibakteri yaitu senyawa tanin.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN IMPLANT BERLAPIS ANTIBIOTIK PADA TERAPI OSTEOMIELITIS Wahyu Puspita Anggraeni; Teguh Imanto
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i1.118

Abstract

Osteomielitis merupakan komplikasi yang umum terjadi dan menjadi tantangan bagi ahli bedah. Pengobatan osteomielitis biasanya melalui pemberian secara sistemik, namun antibiotik ketika diberikan secara sistemik kadar antibiotik yang sampai pada jaringan rendah karena pemberian secara sistemik. Implant dengan lapisan antibakteri telah dikembangkan sebagai alternatif pengganti pengobatan antibiotik secara sestemik. Dari beberapa artikel ilmiah membuktikan bahwa tingkat kesembuhan keseluruhan pasien osteomielitis adalah 65,5% hingga 95% dengan terapi lokal menggunakan implant berlapis antibiotik. Pada penelitian ini dilakukan uji meta analisis dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas implant berlapis antibiotik yang digunakan secara monoterapi atau terapi kombinasi pada pasien osteomielitis. Metode yang digunakan pada literature review ini adalah metode boolean. Sumber informasi didapatkan dari database Science Direct dan PubMed. Data yang digunakan untuk dilakukan meta analisis yaitu sebanyak 9 data yang memenuhi kriteria dilakukannya meta analisis. Pada meta analisis dilakukan analisa pada forrest plot untuk mengetahui efektifitas penggunaan implant berlapis antibiotik gentamisin sebagai monoterapi ataupun biterapi serta dilakukan analisa pada hasil funnel plot untuk mengetahui apakah terdapat bias publikasi pada hasil meta-analisis. Hasil forrest plot menunjukkan nilai random effect model (RE model) (0,86) dimana pada penelitian terdahulu mensyaratakan bahwa nilai size effect (0,88) yang paling mendekati nilai RE model dengan estimasi yang paling akurat. Pada funnel plot menunjukkan hasil yang simetris dimana nilai p-value pada egger’s test (0,667) dan nilai fail-safe N (10373) maka hasil meta analisis ini tidak memiliki makna bias. Sehingga dari hasil meta analisis tersebut telah dibuktikan bahwa antibiotik gentamisin efektif digunakan bersamaan dengan antibiotik vankomisin pada implant berlapis antibiotik pada pasien osteomielitis.
OPTIMASI TABLET LEPAS LAMBAT KAPTOPRIL MENGGUNAKAN PVP SEBAGAI BAHAN PENGIKAT DAN TALK-MAGNESIUM STEARAT SEBAGAI BAHAN PELICIN DENGAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN Gesvi Sari Alita; Suprapto Suprapto
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i1.121

Abstract

Kaptopril merupakan obat yang digunakan dalam pengobatan hipertensi dan gagal jantung dengan frekuensi penggunaan obat dalam sehari harus diberikan berulang kali. Tablet lepas lambat memiliki efek terapeutik lebih panjang dibandingkan dengan tablet biasa karena melepaskan obat ke dalam tubuh secara bertahap sehingga dapat mengurangi frekuensi penggunaan obat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi bahan pengikat PVP dan bahan pelicin talk-magnesium stearat terhadap sifat fisik granul dan sifat fisika-kimia tablet lepas lambat kaptopril, serta untuk mengetahui konsentrasi bahan pengikat PVP dan bahan pelicin talk-magnesium stearat yang dibutuhkan agar tercapai formula yang optimum pada sediaan tablet lepas lambat kaptopril. Penelitian ini dibuat dengan perbandingan PVP dan talk-magnesium stearat formula I (9:9) mg; formula II (15:3) mg; formula III (3:15) mg; formula IV (3:15) mg; formula V (6:12) mg; formula VI (12:6) mg; formula VII (15:3) mg. Evaluasi yang dilakukan terhadap granul yaitu kecepatan alir, sudut diam, dan rasio Hausner, sedangkan evaluasi yang dilakukan terhadap tablet yaitu keragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, dan laju disolusi tablet. Data hasil percobaan diolah dengan program design expert versi 13.0 menggunakan metode simplex lattice design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi PVP dan talk-magnesium stearat meningkatkan kecepatan alir granul, memperkecil sudut diam granul, meningkatkan rasio Hausner, menurunkan keragaman bobot, meningkatkan kekerasan tablet, mengurangi kerapuhan tablet, dan menurunkan laju disolusi tablet. Formula optimum tablet lepas lambat kapropril 300 mg didapatkan 2 solusi dengan nilai desirability 0,702 dengan kombinasi PVP (8,42 mg) dan talk-magnesium (9,57 mg).
UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK N- HEKSAN JAHE MERAH (Zingiber officinale var rubrum) PADA TIKUS GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI ALOKSAN Nurul Cahyaning Nardi Sayekti; Arini Fadhilah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i1.133

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah yang disebabkan oleh menurunnya produksi insulin atau menurunnya sensitivitas reseptor insulin atau keduanya. Diabetes melitus termasuk penyakit degeneratif yang membutuhkan pengobatan dalam jangka waktu lama sehingga pengobatan tradisional saat ini menjadi alternatif untuk mengobati penyakit tersebut. Salah satu tanaman yang dipercaya dapat mengobati diabetes adalah jahe. Jahe memiliki kandungan gingerol yang dengan pemanasan menyebabkan sebagian senyawa gingerol berubah menjadi shogaol. Senyawa shogaol diduga dapat menyebabkan peningkatan ekspresi adiponektin dan menurunkan sekresi TNF (Tumor Necrosis Factor), sehingga terjadi peningkatan sensitivitas reseptor insulin dan penurunan resistensi insulin yang menyebabkan terjadinya penurunan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data ilmiah tentang efek antidiabetes ekstrak n-heksan jahe merah pada tikus galur Wistar yang diinduksi aloksan. Penelitian ini menggunakan metode pre and post test with control group design dengan menggunakan 18 ekor tikus galur Wistar yang dibagi ke dalam 6 kelompok secara acak yaitu kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif (glibenklamid) dan kelompok perlakuan ekstrak n-heksan jahe merah 80, 200, dan 500 mg/kgBB. Kadar gula darah tikus diukur menggunakan spektrofotometer visible dengan panjang gelombang 546 nm pada hari ke-0, 7, 14 dan ke-21. Hasil yang didapatkan adalah pemberian ekstrak n-heksan jahe merah dengan dosis 80, 200, dan 500 mg/kgBB dapat memberikan penurunan kadar gula darah dengan nilai p<0,05 yang dibandingkan dengan kontrol negatif.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN DAN BATANG KEMANGI (Ocimum basilicum) SERTA FRAKSI AKTIFNYA TERHADAP Staphylococcus epidermidis Berlian Utari; Rima Munawaroh
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i1.141

Abstract

Jerawat merupakan penyakit kulit yang secara keseluruhan banyak dijumpai di usia remaja dan dewasa muda dan memiliki kejadian dengan perkiraan 75% pada remaja di dunia dan hampir 80% dari semua kalangan pernah menderita penyakit ini. Beberapa penyebab jerawat yaitu peningkatan produksi sebum dan inflamasi akibat Staphylococcus epidermidis. Penyakit ini dapat diatasi salah satunya menggunakan kemangi karena penelitian sebelumnya menemukan ekstrak etanol 96% herba kemangi mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, polifenol/tannin, saponin dan steroid/triterpenoid. Penelitian ini bertujuan membandingkan aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi dari daun dan batang kemangi (Ocimum basilicum) terhadap Staphylococcus epidermidis. Daun dan batang kemangi diekstraksi secara maserasi menggunakan etanol 96%, ekstrak yang aktif antibakterinya kemudian difraksinasi menggunakan metode partisi cair-cair menjadi fraksi n-heksan, etil asetat dan air. Metode uji aktivitas antibakteri yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode difusi sumuran dan KLT-bioautografi. Hasil berdasarkan penelitian ini yaitu ekstrak daun kemangi memiliki diameter zona hambat sebesar 18,67 ± 0,29 mm pada loading ekstrak 25 mg/sumuran dan 17,83 ± 0,29 mm pada loading ekstrak 12,5 mg/sumuran sedangkan ekstrak batang kemangi tidak memiliki aktivitas antibakteri. Fraksi air merupakan fraksi aktif dari ekstrak etanol daun kemangi dengan diameter zona hambat 17 ± 0,5 mm pada loading fraksi 25 mg/sumuran. Hasil KLT-bioautografi dari fraksi air ekstrak etanol 96% daun kemangi yaitu terdapat zona hambat pada semua hasil elusi fraksi pada kromatogram meliputi Rf 0,14; 0,16; 0,2; 0,26; 0,3 dan 0,4 yang pada analisis KLT menunjukkan kandungan senyawa flavonoid, tannin, alkaloid, saponin.
EVALUASI PERESEPAN OBAT BERDASARKAN INDIKATOR WORLD HEALTH ORGANIZATION (WHO) DI PUSKESMAS KECAMATAN KARANGANYAR Anisa Nur Rahmawati; Nurul Mutmainah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i1.142

Abstract

Penggunaan obat yang benar merupakan hal yang perlu diamati pada sistem pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Salah satu indikator utama untuk mengevaluasi penggunaan obat menurut pedoman WHO yaitu indikator peresepan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pola peresepan obat berdasarkan pedoman WHO di Puskesmas Kecamatan Karanganyar. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi observasional. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif. Pengambilan sampel dengan tehnik purposive sampling menggunakan kriteria inklusi resep pasien rawat jalan di Puskesmas Kecamatan Karanganyar periode Maret, Agustus, dan November 2021 yang tidak rusak/sobek, terdapat nama pasien, tanggal resep, usia pasien, dan nama obat pada lembar resep. Data resep dibandingkan dengan standar peresepan dari WHO dan dihitung dengan rumus sesuai pedoman WHO. Hasil penelitian menunjukkan peresepan obat di Puskesmas Kecamatan Karanganyar belum sesuai standar WHO jika dilihat dari parameter rata-rata jumlah obat tiap resep (2,5) dan presentase obat yang diresepkan dengan Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) atau Formularium (88,20%) dan sudah memenuhi standar peresepan obat pada parameter presentase obat generik (87,05%), presentase peresepan antibiotik (9,79%) dan presentase obat injeksi (0%).

Page 1 of 2 | Total Record : 20