cover
Contact Name
Oki Wahyu Setiawan
Contact Email
okiyusewan2020@gmail.com
Phone
+6281311722528
Journal Mail Official
tiara@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. MT. Haryono No.165, Ketawanggede, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65300
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan (TIARA)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 2985332X     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/tiara
Core Subject : Economy,
Publish all forms of quantitative and qualitative research articles and other scientific studies related to the field of Accounting and Taxation.
Articles 119 Documents
Pengaruh Faktor Individual, Situasional Dan Organisasional Terhadap Niat Individu Melakukan Whistleblowing (Whis-tleblowing Intention) Yulianti, Yessica Silva; Subandi, Hendi
Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan Vol. 1 No. 2 (2023): Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan (TIARA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/tiara.2023.1.2.49

Abstract

Whereas whistleblowing to detect and expose different frauds in organizations has been recognized by many countries, only a few individuals are willing to become a whistleblowers when they find fraud in their organization. This research seeks to identify, analyze and provide empirical evidence of the effect of individual, situational and organizational factors on individual whistleblowing intentions. This research involves several dimensions to measure the main variables: attitudes, subjective norms, and behavioural control, which measure individual factors; personal cost, fraudster status, and fraud seriousness, which measure situational factors; and perceived organizational support and corporate ethical values, which The population includes law enforcement institutions of the police department, district prosecutor office, and district court of Batu City, from which the samples of 245 members of law enforcement institutions are selected through convenience sampling. This research employs a survey method with SEM-PLS analysis techniques utilizing SmartPLS version 3.0 software to test the data. The results of this study indicate that individual factors and organizational factors affect the whistleblowing intention of members of law enforcement institutions. However, this study fails to provide evidence that situational factors influence whistleblowing intentions in law enforcement institutions. Abstrak Peranan whistleblowing dalam mendeteksi dan mengungkap berbagai kecurangan yang terjadi disuatu organisasi telah diakui oleh banyak negara di seluruh dunia. Namun, tidak banyak individu yang memutuskan untuk menjadi whistleblower ketika mengetahui tindakan fraud terjadi di organisasi mereka. Riset ini berupaya untuk mengetahui serta menganalisis sekaligus memberikan bukti empiris pengaruh faktor individual, faktor situasional dan faktor organisasional terhadap niat individu untuk melakukan whistleblowing. Adapun penelitian ini menggunakan beberapa dimensi untuk mengukur variabel utama diantaranya adalah dimensi sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku untuk mengukur faktor individual. Personal cost, status pelaku kesalahan, dan keseriusan kesalahan untuk mengukur faktor situasional, serta persepsi dukungan organisasi dan nilai etika perusahaan untuk mengukur faktor organisasional. Populasi dari penelitian ini adalah institusi penegak hukum meliputi kepolisian, kejaksaan dan pengadilan negeri di Kota Batu. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah convenience sampling dengan jumlah sampel sebanyak 245 anggota institusi penegak hukum. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik analisis SEM-PLS menggunakan software SmartPLS versi 3.0 untuk menguji datanya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor individual dan faktor organisasional berpengaruh terhadap niat whistleblowing anggota institusi penegak hukum. Namun penelitian ini tidak berhasil memberikan bukti bahwa faktor situasional berpengaruh terhadap niat whistleblowing pada institusi penegak hukum.
Pengaruh Financial Distress Dan Transfer Pricing Terhadap Tax Avoidance Dengan Firm Size Sebagai Pemoderasi Wardani, Naza Adenisa Firdausi Alifia Putri; Subandi, Hendi
Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan Vol. 1 No. 3 (2023): Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan (TIARA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/tiara.2023.1.3.50

Abstract

This study aims to determine the effect of financial distress and transfer pricing on tax avoidance with firm size as a moderating variable. The population of this study includes basic and chemical industry companies listed on the Indonesia Stock Exchange between 2019 and 2021, from which the samples of 16 companies are selected through a purposive sampling technique and analyzed panel data with a common effect model approach utilizing EViews 12. The results of this study exhibit that financial distress does not affect tax avoidance, transfer pricing has a significant effect on tax avoidance practices, firm size is unable to moderate the relationship between financial distress and tax avoidance, and firm size cannot reinforce the relationship between transfer pricing and tax avoidance. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh financial distress dan transfer pricing terhadap praktik penghindaran pajak dengan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi. Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2021. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh 16 perusahaan sektor industri dasar dan kimia menjadi sampel dalam penelitian ini. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah data panel dengan pendekatan common effect model dengan EViews 12 sebagai alat analisis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa financial distress tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak, transfer pricing berpengaruh signifikan terhadap praktik penghindaran pajak, ukuran perusahaan tidak dapat memperkuat hubungan transfer pricing terhadap penghindaran pajak, dan ukuran perusahaan tidak mampu memoderasi hubungan financial distress terhadap penghindaran pajak.
Pengaruh Insentif Pajak, Sistem Perpajakan Digital, Dan Digitalisasi Bisnis Terhadap Peningkatan Kepatuhan Pajak Umkm Di Era New Normal Wijanarko, Karen Natalia; Saraswati, Erwin
Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan Vol. 2 No. 4 (2024): Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan (TIARA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/tiara.2024.2.4.52

Abstract

This study aims to examine and analyze the effect of tax incentives, digital tax systems, and business digitization on increasing MSME tax compliance in the new normal era. The population in this study involves all Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Banyuwangi Regency, from which 99 samples are selected through purposive sampling. This study employs a quantitative approach where the data are collected through a survey utilizing an online questionnaire and analyzed by multiple regression. The analysis shows that digital tax systems and business digitization increase MSME tax compliance. At the same time, this is not the case for tax incentives due to the lack of socialization, tax incentive knowledge, and MSME income fluctuations. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh insentif pajak, sistem perpajakan digital, dan digitalisasi bisnis terhadap peningkatan kepatuhan pajak UMKM di era new normal. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Banyuwangi. Sampel dalam penelitian ini dipilih menggunakan metode purposive sampling dengan total 99 sampel yang dapat diolah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei melalui instrumen kuesioner online. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem perpajakan digital dan digitalisasi bisnis dapat mendorong peningkatan kepatuhan pajak UMKM, sedangkan insentif pajak tidak dapat mendorong peningkatan kepatuhan pajak UMKM. Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya sosialisasi dan pemahaman akan insentif pajak yang disertai dengan naik turunnya penghasilan UMKM.
Pengaruh Insentif Pajak, Sanksi Pajak, Dan Tingkat Pendapatan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Selama Masa Pandemi Covid-19 (Studi Pada Wajib Pajak Orang Pribadi Umkm Industri Makanan Dan Minuman Di Kota Malang) Teddy Avrilliandy; Pusposari, Devy
Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan Vol. 1 No. 3 (2023): Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan (TIARA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/tiara.2023.1.3.53

Abstract

This study aims to analyze and examine the effect of tax incentives, tax penalties, and income levels on tax compliance. The form of this research is quantitative research. The population in this study are private own MSMEs Food and Beverage Industry taxpayers in Malang. The convenience sampling technique was used with a total of 100 respondents which was the result of the calculation of the Slovin method. Data collection techniques were used using a questionnaire that was distributed online with the Google form platform via Whatsapp social media. Data testing used multiple linear regression analysis using SPSS.25.0. The results showed that tax incentives, tax penalties, and income levels have a positive effect on tax compliance. In addition, the tax incentive is the most influential variable on tax compliance.   Abstract Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji pengaruh Insentif Pajak, Sanksi Pajak dan Tingkat Pendapatan terhadap kepatuhan wajib pajak. Bentuk penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi yang digunakan adalah wajib pajak orang pribadi UMKM industri makanan dan minuman di kota Malang. Sampel diambil menggunakan teknik convenience sampling berjumlah 100 responden yang merupakan hasil dari perhitungan metode slovin. Data dikumpulkan menggunakan survei kuesioner yang disebarkan secara online dengan platform google form melalui sosial media whatsapp. Pengujian data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda melalui software SPSS.25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insentif pajak, sanksi pajak, dan tingkat pendapatan berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak. Di samping itu, Insentif Pajak merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak.
Mekanisme Dan Penerapan Tax Planning Pph 21 Atas Gaji Pegawai Asn Dan Non-Asn Universitas Xyz Nurrizky, Wida Apriani; Aulia, Muhammad Rafael Shauqi
Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan Vol. 1 No. 3 (2023): Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan (TIARA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/tiara.2023.1.3.54

Abstract

Tax planning for PPh 21 deductions on employee salaries is one of the efforts that a company can make to achieve tax burden efficiency. This research was conducted to determine how the PPh 21 mechanism affects employee salaries at XYZ University. The applied tax planning is selecting the PPh 21 deduction method to achieve tax efficiency. This type of research is qualitative, using data acquisition techniques and interviews with the finance department of XYZ University. The data used are primary data from interviews and secondary data from books, journals, and other scientific sources to support the explanation of primary data. Based on research conducted, XYZ University deducts PPh 21 with a self-assessment system, where employees calculate, pay and report their tax payable through an application from the Ministry of Finance. For ASN, the application used is Salary GPP, while for non-ASN, it is PPNPN. Meanwhile, XYZ University uses two PPh 21 deduction methods, namely the gross-up method for ASN and the gross method for non-ASN. The gross-up method creates tax efficiency for employees and agencies with PPh 21 dependents by agencies with benefits from the government because XYZ University is a State University. Whereas the gross method creates efficiency for agencies because it doesn’t need to bear the burden of PPh 21 and doesn’t significantly impact employee satisfaction because the majority of PKP Non-ASN are under the PTKP, so that not subject to tax. Abstrak: Tax planning atas pemotongan PPh 21 atas gaji pegawai merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh suatu instansi/perusahaan untuk mencapai efisiensi beban pajak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana mekanisme PPh 21 atas gaji pegawai di Universitas XYZ dan tax planning yang diterapkan berupa pemilihan metode pemotongan PPh 21 atas gaji pegawai untuk mencapai efisiensi perpajakannya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik perolehan data berupa wawancara yang dilakukan dengan bagian keuangan Universitas XYZ dan data sekunder yang berasal dari buku, artikel jurnal, dan sumber ilmiah lainnya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, Universitas XYZ melakukan pemotongan PPh 21 atas gaji pegawai dengan sistem self assessment. Universitas XYZ menggunakan dua metode pemotongan PPh 21, yaitu gross-up method untuk pegawai ASN dan gross method untuk pegawai Non-ASN. Metode gross-up menciptakan efisiensi pajak bagi pegawai dan instansi dengan adanya tanggungan PPh 21 oleh instansi dalam bentuk tunjangan dari pemerintah karena Universitas XYZ merupakan Perguruan Tinggi Negeri. Sedangkan metode gross memberikan efisiensi bagi instansi karena tidak perlu menanggung beban PPh 21 dan tidak berdampak signifikan terhadap pegawai Non-ASN karena PKP mereka di bawah PTKP, sehingga tidak dikenai pajak.
Pengaruh Perputaran Modal Kerja, Profitabilitas, dan Kebijakan Deviden Terhadap Nilai Perusahaan Salsabila, Feby Shafa; Rahman, Aulia Fuad
Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan Vol. 1 No. 3 (2023): Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan (TIARA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/tiara.2023.1.3.55

Abstract

This research aims to determine the effect of working capital turnover, profitability, and dividend policy on firm value. The independent variables used in this research are working capital turnover, which is measured by the working capital turnover ratio (WCT); profitability, which is measured by Return On Asset (ROA); and dividend policy, which is measured by the dividend payout ratio (DPR). The dependent variable used in this research is a firm value measured by Tobin’s q ratio. The population used in this research is basic and chemical industry sector om manufactur company listed on BEI with the observation period of 2016-2020. Based on purposive sampling that fixed before, 106 companies can be able to be the sample. The analytical method used in this research is a hypothesis method called multiple regression analysis with SPSS as tool analysis. The results of this research are: 1) working capital turnover has no significant effect on firm value, 2) Profitability has a significant positive effect on firm value, and 3) dividend policy has a significant positive effect on firm value. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perputaran modal kerja, profitabilitas dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan. Variabel independen yang digunakan pada penelitian ini adalah perputaran modal kerja yang diukur dengan menggunakan rasio Working Capital Turnover (WCT)), Profitabilitas yang diukur menggunakan Return On Asset (ROA), dan kebijakan dividen yang diukur menggunakan rasio Dividend Payout Ratio (DPR). Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai perusahaan yang diukur menggunakan rasio Tobin’s q. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode tahun 2018-2020. Berdasarkan metode purposive sampling yang telah ditetapkan, diperoleh jumlah perusahaan yang memenuhi kriteria sebanyak 106 perusahaan. Adapun metode analisis pada penelitian ini menggunakan pengujian hipotesis yaitu regresi linear berganda dengan alat uji SPSS. Hasil Penelitian menemukan bahwa perputaran modal kerja yang diukur dengan rasio WCT tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, profitabilitas yang diukur menggunakan rasio ROA berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dan kebijakan dividen yang diukur dengan rasio DPR juga berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.
The Effect of Internal Control and Earnings Management on Tax Accounting Aggressiveness Nugrahini, Erdini; Hariadi, Bambang
Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan Vol. 1 No. 3 (2023): Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan (TIARA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/tiara.2023.1.3.56

Abstract

Tax aggressiveness is one of the measures taken by companies by which they aggressively reduce their tax payable by exploiting gray areas in tax regulations. This research attempts to identify the effects of internal control and earnings management on tax aggressiveness using multiple regression analyses performed in SPSS version 24. The research population is food-and-beverage manufacturing companies. The use of the purposive sampling technique and the research period of 2019-2021 resulted in 27 sample companies and 81 observation data. This study finds that internal control and earnings management do not significantly influence tax aggressiveness. The cause of this insignificance might be inefficient internal controls and manager-overriding practices. This study suggests future researchers examine other factors that strongly affect tax aggressiveness. Investors can use the findings of this research to help them determine companies that are suitable for their investing criteria. The government is advised to be more cautious with tax-aggressive actions that might be done by companies that are more difficult to detect. Abstrak Agresivitas pajak adalah suatu tindakan perusahaan yang secara agresif mengurangi pajak terutang dengan memanfaatkan area abu-abu peraturan pajak. Penelitian ini berupaya untuk mengetahui pengaruh pengendalian internal dan manajemen laba terhadap agresivitas pajak.  Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi berganda dan dianalisis dengan software SPSS versi 24. Adapun populasi penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar pada subsector makanan dan minuman tahun 2019-2021 dan sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan total akhir sampel berjumlah 27 perusahaan dengan total observasi sejumlah 81 data. Penelitian ini menemukan bahwa pengendalian internal dan manajemen laba tidak berpengaruh secara signifikan terhadap agresifitas pajak. Penyebab dari ketidaksignifikan hipotesis mungkin disebabkan. oleh ketidak efisiensian pengendalian internal dan praktik manager overriding. Implikasi penelitian ini ditujukan kepada tiga peran. Bagi peneliti selanjutnya ialah dapat mengkaji faktor-faktor lain yang lebih mempengaruhi agresivitas pajak, Implikasi bagi investor sebagai referensi dalam menentukan perusahaan mana yang sesuai dengan kriteria mereka, dan bagi pemerintah ialah tetap mewaspadai agresivitas pajak perusahaan yang semakin sulit untuk dideteksi.
Analisis Pemahaman Dan Pelaksanaan Kewajiban Perpajakan Umkm Pusposari, Devy; Nasihin, Mohammad Bahrun
Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan Vol. 2 No. 1 (2024): Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan (TIARA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/tiara.2024.2.1.57

Abstract

This research aims to qualitatively analyze the implementation of MSME tax obligations of CV XYZ. The data are collected from interviews and documentation. The results of this research exhibited that CV XYZ has conducted tax calculations and reporting according to Government Regulation No. 23 of 2018 but has not implemented other tax obligations such as PPh (Income Tax) Article 21, Article 22, Article 23, and SPT 1771 Reporting. The impact of not implementing other tax obligations can result in CV XYZ being subject to fines. Abstract Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kewajiban perpajakan pada UMKM. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada salah satu UMKM yaitu CV XYZ. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan melakukan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa CV XYZ sudah melaksanakan perhitungan dan pelaporan pajak sesuai PP No. 23 Tahun 2018 namun belum melaksanakan kewajiban perpajakan yang lain. Kewajiban perpajakan yang masih belum dilaksanakan ada kewajiban PPh Pasal 21, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, dan Pelaporan SPT 1771. Dampak dari belum melaksanakannya kewajiban perpajakan tersebut dapat mengakibatkan CV XYZ dikenakan sanksi denda.
Pengaruh Koneksi Politik dan Insentif Eksekutif Terhadap Praktik Penghindaran Pajak Lase, Maria Inggried Soinia; Subroto, Bambang
Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan Vol. 1 No. 3 (2023): Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan (TIARA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/tiara.2023.1.3.61

Abstract

This research examined the effect of political connections and executive incentives on tax avoidance. The method used in this study is a descriptive-quantitative method with multiple linear regression tests for the analysis. The population of this study is all companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2020, with a sample consisting of 300 companies. This research finds that political connections increase tax avoidance practices, while executive incentives do not. These findings indicate that political connections make it easier for companies to access legislators, enabling companies to get information about state policies in advance and lowering the risk of being audited by the tax authorities. This research supports the rent-seeking theory so that this research can be used by the government, especially the tax authorities, as an evaluation material to periodically formulate regulations related to tax revenues and start paying special attention to the tax obligations of companies that have connections with the government. Furthermore, the results of this study suggest that future researchers should develop research by considering, developing, and examining other factors that may influence tax evasion by companies outside the variables in this study and extend the research period. Abstrak Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menguji pengaruh koneksi politik dan insentif eksekutif terhadap penghindaran pajak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-kuantitatif dengan uji regresi linear berganda untuk analisisnya. Adapun populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2020 dengan sampel yang terdiri dari 300 perusahaan.  Penelitian ini menemukan bahwa koneksi politik memicu terjadinya peningkatan praktik penghindaran pajak, sedangkan insentif eksekutif tidak. Temuan ini menunjukkan bahwa koneksi politik membuat perusahaan memiliki akses yang lebih mudah kepada legislator sehingga memungkinkan perusahaan mendapat informasi perihal kebijakan negara lebih dulu dan risiko perusahaan untuk diperiksa oleh otoritas pajak menjadi lebih rendah. Penelitian ini mendukung teori rent-seeking sehingga penelitian ini dapat digunakan oleh pemerintah, terkhusus otoritas pajak, sebagai bahan evaluasi untuk secara berkala menyusun regulasi yang berhubungan dengan penerimaan perpajakan serta mulai memberikan perhatian khusus terhadap kewajiban perpajakan perusahaan-perusahaan yang memiliki koneksi dengan pemerintahan. Selanjutnya, hasil dari penelitian ini menyarankan peneliti selanjutnya untuk mengembangkan penelitian dengan mempertimbangkan, mengembangkan, dan meneliti faktor lain yang dapat memengaruhi penghindaran pajak yang dilakukan oleh perusahaan di luar variabel dalam penelitian ini dan memperpanjang periode penelitian.
Peran Program Pengungkapan Sukarela dalam Mendukung Pembangunan Nasional Putri Ahmad, Nadia Amanda
Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan Vol. 2 No. 2 (2024): Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan (TIARA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/tiara.2024.2.2.62

Abstract

This study aims to determine the role of the Voluntary Disclosure Program (VDP) in national development by applying the principles of simplicity, legal certainty, and benefits based on the Tax Harmonization Law (UU HPP). This study, conducted in the Tax Office of Blitar, employs a descriptive qualitative approach and involves two types of informants: key informants of tax apparatus and supporting ones of taxpayers. The qualitative data, including those primary and secondary, are analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion or verification. The research instruments involve the researcher and other supporting documents, and the data are validated by a triangulation technique. The results of the study exhibit that the Voluntary Disclosure Program is implemented in accordance with the principles of simplicity, legal certainty, and benefits. This study also reveals that the Voluntary Disclosure Program is different from the previous tax amnesty policy.   Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran Program Pengungkapan Sukarela (PPS) atau Voluntary Disclosure Program (VDP) dalam pembangunan nasional dengan menerapkan asas kesederhanaan, asas kepastian hukum, serta asas kemanfaatan dengan berlandaskan Undang-Undang Harmonisasi Perpajakan (UU HPP). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Situs penelitian ini berada di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Blitar. Penelitian ini menggunakan dua jenis informan, yakni informan kunci yang diambil dari aparatur pajak dan informan pendukung yang diambil dari beberapa wajib pajak. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis data kualitatif. Sumber data penelitian ini diperoleh dari sumber data primer dan sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri serta dokumen pendukung lainnya. Penelitian ini menggunakan metode pengujian keabsahan data berupa teknik triangulasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah terungkap bahwa pelaksanaan Program Pengungkapan Sukarela telah sesuai dengan asas kesederhanaan, asas kepastian hukum, dan asas kemanfaatan. Penelitian ini juga mengungkap bahwa Program Pengungkapan Sukarela berbeda dengan kebijakan amnesti pajak sebelumnya.

Page 4 of 12 | Total Record : 119