cover
Contact Name
Oki Wahyu Setiawan
Contact Email
okiyusewan2020@gmail.com
Phone
+6281311722528
Journal Mail Official
tiara@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. MT. Haryono No.165, Ketawanggede, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65300
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan (TIARA)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 2985332X     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/tiara
Core Subject : Economy,
Publish all forms of quantitative and qualitative research articles and other scientific studies related to the field of Accounting and Taxation.
Articles 119 Documents
Pengaruh Penghindaran Pajak, Struktur Kepemilikan, Dan Jenis Industri Terhadap Pengungkapan Esg Wibisono, Muhammad Ezra; Prastiwi, Arum
Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan Vol. 1 No. 3 (2023): Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan (TIARA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/tiara.2023.1.3.63

Abstract

This study aims to obtain empirical evidence and investigate the effect of tax avoidance, ownership structure, and industry types on the environmental, social, and governance (ESG) disclosures of companies listed on the Indonesia Stock Exchange between 2016 and 2021. This study employs a quantitative approach involving secondary data from the companies’ annual reports published on the official website of the Indonesia Stock Exchange collected through documentation. The samples selected through the purposive sampling method include 186 observational data analyzed by multiple linear regression. The results of this study prove that tax avoidance allows companies to make better ESG disclosures to generate positive perspectives from stakeholders. Industry type supports the hypothesis as high-profile companies conduct more social responsibility than those of the profile category, making ESG disclosures by high-profile companies better than those of the profile category. However, the ownership structure—represented by institutional ownership and foreign ownership—does not prove to increase ESG disclosure as the observed samples have a high proportion of institutional ownership that results in agency conflicts and a low proportion of foreign ownership that is unable to encourage company management to conduct social activities. Abstrak  Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris dan menginvestigasi pengaruh penghindaran pajak, struktur kepemilikan, dan jenis industri terhadap pengungkapan environmental, social, dan governance (ESG) pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode dokumentasi melalui data sekunder dari annual report perusahaan yang telah dipublikasi pada website resmi Bursa Efek Indonesia. Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode purposive sampling. Data observasi yang diolah dalam penelitian ini sebanyak 186 observasi dan diuji menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini mendukung hipotesis pada variabel penghindaran pajak, pada penelitian ini menemukan bukti bahwa ketika perusahaan melakukan penghindaran pajak, maka perusahaan akan melakukan pengungkapan ESG yang lebih baik untuk menimbulkan perspektif positif dari stakeholders. Pada variabel jenis industri mendukung hipotesis dikarenakan pada penelitian ini menemukan bukti bahwa perusahaan yang masuk dalam kategori profil tinggi akan melakukan lebih banyak tanggung jawab sosial dibanding perusahaan yang masuk dalam kategori profil rendah yang menyebabkan pengungkapan ESG yang didapat perusahaan profil tinggi akan lebih baik daripada perusahaan profil rendah. Namun, pada variabel struktur kepemilikan yang diproksikan oleh kepemilikan institusional dan kepemilikan asing tidak terbukti untuk menaikkan pengungkapan ESG. Hal tersebut terjadi dikarenakan sampel yang diteliti memiliki proporsi kepemilikan institusional tinggi yang akan mengakibatkan konflik keagenan serta proporsi kepemilikan asing memiliki rata-rata yang rendah sehingga tidak mampu mendorong manajemen perusahaan untuk melakukan kegiatan sosial.
Pengaruh Corporate Social Responsibility Dan Corporate Financial Performance Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Reputasi Perusahaan Sebagai Variabel Intervening Auliaulhaq, Tsarsia Adriana; Subandi, Hendi
Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan Vol. 2 No. 1 (2024): Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan (TIARA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/tiara.2024.2.1.68

Abstract

This study quantitatively determines the effect of corporate social responsibility and corporate financial performance on company value with company reputation as the intervening variable. The secondary data utilized in this study include samples of 16 mining companies listed on the IDX from 2017 to 2021, selected through a purposive sampling method and examined by Path Analysis utilizing SPSS software. The results of the study indicate that corporate social responsibility (CSR), company financial performance (CFP), and company reputation have a positive and significant effect on company value. CSR has no effect on company reputation, while CFP has a positive and significant effect on company reputation. The relationship between CSR and CFP toward company value cannot be mediated by the company's reputation. This study shows investors and companies how important it is to disclose corporate social responsibility and maintain corporate financial performance as they affect company value. Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh corporate social responsibility dan corporate financial performance terhadap nilai perusahaan dengan reputasi perusahaan sebagai variabel intervening. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode purposive sampling untuk pengambilan sampel. Data sekunder digunakan dengan total sampel sejumlah 16 perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di BEI dari tahun 2017 sampai 2021. Metode analisis data menggunakan Path Analysis dengan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa corporate social responsibility (CSR), company financial performance (CFP), dan reputasi perusahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. CSR tidak memiliki pengaruh terhadap reputasi perusahaan, sedangkan CFP memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap reputasi perusahaan. Hubungan antara CSR dan CFP terhadap nilai perusahaan tidak dapat dimediasi oleh reputasi perusahaan. Studi ini menunjukkan kepada investor dan perusahaan bagaimana pentingnya pengungkapan corporate social responsibility dan mempertahankan corporate financial performance karena kedua hal tersebut berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
Pengaruh Isu Lingkungan Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kinerja Keuangan Sebagai Pemoderasi Acintya, Sannidya Tara; Subandi, Hendi
Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan Vol. 1 No. 4 (2023): Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan (TIARA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/tiara.2023.1.4.70

Abstract

The performance of the capital market amid the industrial activity in Indonesia certainly experiences frequent stock price index fluctuations, and companies must be able to maintain good relations with the community to build a good image that impacts on firm value. As such, companies need to consider environmental issues to realize sustainable future business. This study aims to determine the effect of environmental performance and environmental management systems on firm value with financial performance as the moderator. The samples in this study include 105 non-cyclical consumer and healthcare industry companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2018-2022 period. The data are analyzed by multiple linear regression employing Moderated Regression Analysis (MRA). The results of this study exhibit that environmental performance has a positive effect on firm value, and the environmental management system does not have a positive effect on firm value. Financial performance is able to strengthen the effect of environmental performance on firm value but is unable to strengthen the effect of environmental management systems on firm value.   Abstract Dalam kinerja pasar modal di tengah aktivitas industri di Indonesia tentu saja kerap mengalami fluktuasi pada indeks harga saham. Perusahaan harus mampu untuk tetap menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat untuk membangun pandangan yang baik juga, sehingga hal tersebut akan berdampak pada nilai perusahaan. Dalam hal ini, isu lingkungan perlu diperhatikan oleh perusahaan untuk mewujudkan bisnis masa depan agar industri dapat tetap bertahan. Penelitian ini berupaya untuk mengetahui pengaruh kinerja lingkungan dan sistem manajemen lingkungan terhadap nilai perusahaan dengan kinerja keuangan sebagai pemoderasi. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah 105 perusahaan industri consumer non-cyclical dan healthcare yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan analisis regresi linear berganda dengan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa kinerja lingkungan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan dan sistem manajemen lingkungan tidak berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Lalu, kinerja keuangan mampu memperkuat pengaruh kinerja lingkungan terhadap nilai perusahaan, namun tidak mampu memperkuat pengaruh sistem manajemen lingkungan terhadap nilai perusahaan.
Pengaruh Ukuran Perusahaan, Pertumbuhan Penjualan, Dan Profitabilitas Terhadap Penghindaran Pajak (Studi Pada Perusahaan Pertambangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2021) Pradnyaparamitha, Sasanti; Roekhudin
Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan Vol. 1 No. 4 (2023): Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan (TIARA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/tiara.2023.1.4.71

Abstract

Tax avoidance by taxpayers is a legal action as it does not violate any applicable tax regulations. Thus, this study aims to determine the effect of firm size, sales growth, and profitability on tax avoidance of mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) between 2018 and 2021. The samples include 52 companies selected through purposive sampling of nonprobability sampling. The results of the multiple linear regression analysis reveal that sales growth and profitability have a negative effect on tax avoidance while firm size has no effect on tax avoidance. Abstract Penghindaran pajak merupakan upaya penghindaran pajak yang dilakukan secara legal dan aman bagi wajib pajak karena tidak melanggar ketentuan perpajakan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, pertumbuhan penjualan, dan profitabilitas terhadap penghindaran pajak pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2021. Terdapat 52 sampel penelitian yang diperoleh dengan metode nonprobability sampling yaitu teknik purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pertumbuhan penjualan dan profitabilitas berpengaruh negatif terhadap penghindaran pajak. Sedangkan variabel ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak. 
Implementasi Perubahan Kedua Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2008 Menjadi Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2022 Hidayat, Panji Rahmandanu
Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan Vol. 2 No. 2 (2024): Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan (TIARA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/tiara.2024.2.2.72

Abstract

In early 2020, the world experienced the COVID-19 pandemic, which had a negative impact on various business fields; one of the affected business sectors was the construction services business. As one of the efforts made by the government to ease the tax burden of construction service business actors, the government issued a new policy, namely PP No. 9 of 2022, which is the second amendment to PP No. 51 of 2008. This research seeks to find out the implementation of the changes in PP No. 9 of 2022 on construction service companies and the impact of tariff changes on the tax burden of construction service companies. This research uses descriptive qualitative research methods, where the research subject is one of the telecommunication construction service companies in Indonesia, namely PT Adyawinsa Telecommunication & Electrical. This study found that the changes in PP No. 9 of 2022 at PT Adyawinsa Telecommunication & Electrical have been implemented correctly, and the effect on the company's tax burden is considered insignificant. Abstract Di awal tahun 2020 lalu dunia mengalami pandemi Covid-19 yang memiliki dampak negatif terhadap berbagai bidang usaha, salah satu bidang usaha yang terkena dampaknya adalah bidang usaha jasa konstruksi. Sebagai salah satu usaha yang dilakukan pemerintah untuk meringankan beban pajak pelaku usaha jasa ko   nstruksi, pemerintah mengeluarkan kebijakan baru yaitu PP No 9 Tahun 2022 yang merupakan perubahan kedua dari PP No 51 Tahun 2008. Penelitian ini berupaya untuk mengetahui bagaimana implementasi dari perubahan yang ada dalam PP No 9 Tahun 2022 pada perusahaan jasa konstruksi dan bagaimana dampak perubahan tarifnya terhadap beban pajak perusahaan jasa konstruksi. penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, yang mana subjek penelitian nya adalah salah satu perusahaan jasa konstruksi telekomunikasi di Indonesia yaitu PT Adyawinsa Telecommunication & Electrical. Penelitian ini menemukan bahwa perubahan PP No 9 Tahun 2022 pada PT Adyawinsa Telecommunication & Electrical sudah diimplementasikan secara benar serta pengaruhnya terhadap beban pajak perusahaan dinilai tidak signifikan.
Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Sektor Teknologi Sebelum Dan Saat Pandemi Covid-19 (Perusahaan Listing di Bei) Putri, Mira Permatasari; Mardiati, Endang
Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan Vol. 1 No. 4 (2023): Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan (TIARA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/tiara.2023.1.4.73

Abstract

This study aims to test and analyze the financial performance differences of technology companies listed on the IDX before and during the pandemic, involving four ratios (profitability, liquidity, activity, and solvency). This study employs quantitative approach analyzing secondary data sources from the samples of 17 technology companies—listed on the Indonesia Stock Exchange from 2018 to 2021 with data accessibility and completeness for each variable—selected through purposive sampling method. The data are analyzed by paired difference test or the Wilcoxon signed rank test utilizing SPSS version 25 software. The study results exhibit the four ratios significantly indicating the technology companies’ financial performance differences IDX before and during the pandemic, in which the value of profitability, liquidity, and activity ratios increased during the Covid-19 pandemic. It implies that companies stand a chance for business development and good prospects in the future; proven that, during the pandemic, the companies can still fulfill their obligations and manage all assets in increasing sales to support improvements in the technology sector. Whilst, the solvency ratio values are likely to decrease during the pandemic. That is, the companies’ condition is considered good because its ability to manage its assets is not heavily funded by debt, as such, the risk of bankruptcy is minimal or negligible.   Abstract Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis perbedaan kinerja keuangan pada perusahaan sektor teknologi yang terdaftar di BEI sebelum dan saat pandemi yang dikaji dalam empat rasio yaitu profitabilitas, likuiditas, aktivitas, dan solvabilitas. Penelitian kuantitatif digunakan bersamaan dengan sumber data yang diperoleh dari data sekunder. Sampel penelitian ditentukan menggunakan metode purposive sampling sehingga didapatkan 17 perusahaan sektor teknologi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dalam periode 2018 hingga 2021 dan memiliki aksesbilitas dan kelengkapan data untuk masing-masing variabel. Teknik analisis yang digunakan menggunakan uji beda t-berpasangan atau uji wilcoxon signed rank test dengan bantuan alat hitung berupa software SPSS versi 25. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa keempat rasio yang digunakan secara signifikan menunjukkan perbedaan kinerja keuangan pada perusahaan sektor teknologi yang terdaftar di BEI pada sebelum dan saat pandemi. Nilai rasio profitabilitas, rasio likuiditas, dan rasio aktivitas mengalami peningkatan saat pandemi Covid-19. Artinya perusahaan dapat meningkatkan usahanya dan memiliki prospek berkembang yang baik di masa yang akan datang, terbukti di masa pandemi yang perusahaan masih dapat memenuhi kewajiban serta mengelola keseluruhan aset dalam meningkatkan penjualan dengan sangat baik sehingga mampu mendukung peningkatan pada sektor teknologi. Sementara rasio solvabilitas cenderung menurun nilainya pada saat pandemi. Artinya, kondisi perusahaan dinilai baik karena kemampuan perusahaan dalam mengelola asetnya tidak banyak didanai oleh utang, sehingga risiko kebangkrutannya minim atau sedikit.
Pengaruh Penerapan Sistem Perpajakan (E-Filing), Pengetahuan Dalam Penggunaan Internet, Pengetahuan Perpajakan, Kesadaran Wajib Pajak, Dan Pelayanan Fiskus Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak (Studi Pada Wajib Pajak Orang Pribadi Kpp Pratama Ponorogo) Mudyanasari, Tiara; Mardiati, Endang
Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan Vol. 2 No. 1 (2024): Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan (TIARA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/tiara.2024.2.1.74

Abstract

The self assessment system is achieved by voluntary taxpayer compliance; as such, KPP Pratama Ponorogo reached its tax revenue target in 2021 although not all taxpayers comply with their tax obligations. This study aims to quantitatively examine and analyze the effect of the e-filing implementation, internet knowledge, taxation knowledge, taxpayer awareness, and tax officer services on individual taxpayer compliance at KPP Pratama Ponorogo. The data are collected through survey utilizing questionnaires from the samples of 100 respondents, and analyzed by multiple linear regression utilizing SPSS version 25. The results exhibit that the e-filing implementation, internet knowledge, taxation knowledge, and tax officer services positively affect the individual taxpayer compliance. However, taxpayer awareness does not affect the individual taxpayers compliance. Abstract Keberhasilan self-assessment system bergantung pada kepatuhan wajib pajak secara sukarela. KPP Pratama Ponorogo telah mencapai target penerimaan pajak pada tahun 2021, tetapi belum seluruh wajib pajak di KPP Pratama Ponorogo patuh melaksanakan kewajibannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis penerapan e-filing, pengetahuan dalam penggunaan internet, pengetahuan perpajakan, kesadaran wajib pajak, dan pelayanan fiskus terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi di KPP Pratama Ponorogo. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data survei kuesioner. Sampel penelitian sebanyak 100 responden. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan e-filing, pengetahuan dalam penggunaan internet, pengetahuan perpajakan, dan pelayanan fiskus berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi KPP Pratama Ponorogo. Namun, kesadaran wajib pajak tidak memiliki pengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi KPP Pratama Ponorogo.
The Mechanism and Benefits of Receiving Government Facilities in Bonded Zone for Tax and Financial Report: A Case Study Putri, Shafa Alika; Prihatiningtias, Yeney Widya
Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan Vol. 1 No. 4 (2023): Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan (TIARA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/tiara.2023.1.4.75

Abstract

This research aims to find out more about the mechanism and benefits of the Bonded Zone Facility. A qualitative research approach was adopted to explore the mechanism of obtaining this facility and the benefits for the manufacturing companies, involving interviews, documentation analysis, and case studies. The interview was conducted online by interviewing sources from PT X’s Bonded Zone Team, which are Informant LR, Informant ESP, and Informant MR. The research findings indicate that the mechanism to obtain the Bonded Zone facility is governed by the rules outlined in the Directorate General of Customs and Excise number PER-19/BC/2018. Companies interested in getting the facility must fulfill the requirements specified in these rules and register as Entrepreneurs in The Bonded Zone (PDKB). The benefits of receiving the Bonded Zone facility can be classified into two aspects: financial and operational. The company can reduce costs from a financial perspective due to the deferred import duty and exemptions of Value-Added Tax and Income Tax Article 22 for Import. In conclusion, the Bonded Zone facility in Indonesia offers significant advantages for export-oriented manufacturing companies. Through the mechanism outlined in the Directorate General of Customs and Excise rules, eligible companies are subject to financial benefits through tax exemptions and deferrals, as well as operational benefits by eliminating the need for customs clearance and enabling the direct unloading of goods. These benefits enhance manufacturing companies' competitiveness in the global market and stimulate the Indonesian economy.   Abstract Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui lebih lanjut terkait Mekanisme dan Manfaat Penerima Fasilitas Kawasan Berikat. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara, pengambilan dokumen, serta studi kasus. Wawancara akan dilakukan dengan mewawancarai tiga narasumber dari tim Kawasan Berikat dari PT X, yaitu informan LR, informan ESP, dan MR. Penelitian ini dilakukan secara daring dengan menggunakan aplikasi Google Meet. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa mekanisme mendapatkan fasilitas Kawasan Berikat diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor PER-19/BC/2018 yaitu dengan mengajukan permohonan dan persyaratan yang diperlukan dalam peraturan tersebut serta mendaftarkan pengusaha sebagai Pengusaha Kawasan Berikat (PDKB), lalu menunggu hasil pengecekan lapangan dari Kantor Wilayah Bea dan Cukai setempat sehingga akhirnya perusahaan bisa menjadi penerima fasilitas Kawasan Berikat. Keuntungannya ada dalam dua aspek, keuangan dan operasional. Dalam aspek keuangan, perusahaan dapat menghemat dana karena adanya penangguhan Bea Masuk dan tidak dipungutnya PPN dan PPh Pasal 22 Impor. Sementara untuk aspek operasional, pengusaha dapat menghemat waktu tanpa harus menempuh customs clearance sehingga barang dapat dibongkar di pabrik atau gudang perusahaan manufaktur tersebut.
Pengaruh Audit Tenure, Auditor Switching, dan Opini Audit terhadap Audit Delay Alba Elma Nabilla; Aulia Fuad Rahman
Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan Vol. 1 No. 4 (2023): Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan (TIARA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/tiara.2023.1.4.76

Abstract

Although it is required for go-public companies to report their audited financial statements, some companies do not fulfill their responsibility in a timely manner. This study aims to examine the effect of audit tenure, auditor switching, and audit opinion on audit delay. The data, including independent auditor reports obtained from the Indonesian Stock Exchange website (www.idx.co.id), are analyzed by panel data regression. The samples consist of 140 manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange between 2018 and 2021. The results of this study exhibit that audit tenure and auditor switching have a positive effect on audit delay while audit opinion has a negative effect on audit delay. An additional analysis is conducted using binary logistic regression to test the effect of the pandemic on the deadline for submission of financial reports by the decisions of the directors of the Indonesia Stock Exchange in 2020, and the results indicate that audit tenure and auditor switching have no effect on audit delay, but audit opinion has a negative effect on audit delay.   Abstract Perusahaan go public wajib untuk melaporkan laporan keuangan yang telah diaudit, namun masih terdapat perusahaan yang belum memenuhi tanggung jawab atas penyampaian laporan keuangan secara tepat waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh audit tenure, auditor switching, dan opini audit terhadap audit delay. Metode penelitian yang digunakan adalah regresi data panel. Data dalam penelitian ini adalah laporan auditor independen yang diperoleh dari website Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id). Penelitian dilakukan menggunakan sampel sebanyak 140 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2021. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa audit tenure dan auditor switching berpengaruh positif terhadap audit delay. Sementara itu, opini audit berpengaruh negatif terhadap audit delay. Penelitian tambahan dilakukan dengan menggunakan regresi binary logistik untuk menguji adanya pengaruh pandemi terhadap batas waktu penyampaian laporan keuangan oleh keputusan direksi Bursa Efek Indonesia tahun 2020. Atas penelitian tambahan tersebut menunjukkan bahwa audit tenure dan auditor switching tidak berpengaruh terhadap audit delay, namun opini audit berpengaruh negatif terhadap audit delay.
Pengaruh Ukuran Perusahaan, Leverage, Profitabilitas Dan Intensitas Modal Terhadap Penghindaran Pajak Utami, Puspita Dwi; Herawati, Tuban Drijah
Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan Vol. 1 No. 4 (2023): Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan (TIARA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/tiara.2023.1.4.77

Abstract

Tax avoidance is a planned and legal practice as it complies with tax regulations, and aims to minimize tax incidence. As such, taxpayers can take advantage of the government policy of a self-assessment system in the tax collection process. This study aims to determine the effect of firm size, leverage, profitability, and capital intensity on tax avoidance. The population includes banking sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX), from which 31 sample companies were selected through a purposive sampling method. The results of multiple regression analysis indicate that profitability and capital intensity have a negative effect on tax avoidance while firm size and leverage have no effect on tax avoidance.   Abstract Penghindaran pajak merupakan upaya perencanaan pajak yang dilakukan secara legal dan aman bagi wajib pajak. Hal ini dikarenakan penghindaran pajak masih berpedoman terhadap peraturan perpajakan dan bertujuan untuk meminimalkan beban pajak. Kebijakan pemerintah yang menerapkan self-assessment system dalam sistem pemungutan pajak dapat dimanfaatkan oleh wajib pajak. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris atas pengaruh ukuran perusahaan, leverage, profitabilitas dan intensitas modal terhadap penghindaran pajak. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan subsektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Terdapat sebanyak 31 perusahaan sebagai sampel penelitian yang diperoleh dengan menggunakan metode purposive sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel profitabilitas dan intensitas modal berpengaruh negatif terhadap penghindaran pajak, sedangkan variabel ukuran perusahaan dan leverage tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak.

Page 5 of 12 | Total Record : 119