cover
Contact Name
Mida Hamidah
Contact Email
jkbth2mida@gmail.com
Phone
+62265-334740
Journal Mail Official
lppm_jkbth@universitas-bth.ac.id
Editorial Address
Universitas Bakti Tunas Husada Jl. Mashudi No. 20 Kota Tasikmalaya
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : 10.36465
Core Subject : Health, Science,
Journal scope includes: Pharmacy Health Analyst Nursing Medicine (general or dental) Nutrition and other fields relevant to health science
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2013)" : 16 Documents clear
UJI AKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA DARI REBUSAN DAUN MURBEI (Morus alba L) TERHADAP MENCIT JANTAN GALUR SWISS WEBSTER Muharam Priatna
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v9i1.93

Abstract

Telah dilakukan penelitian  aktivitas antihiperurisemia pada rebusan daun murbei (Morus alba L) terhadap mencit jantan galur swiss webster (dosis 1,15 g/ Kg BB, 2,3 g/Kg BB hewan uji) dengan metode kolorimetri dengan pereaksi enzimatik (metode urikase-PAP). Rebusan daun murbei diberikan secara oral dengan dosis 1,15 g/Kg BB dan 2,3 g/Kg BB hewan uji dan pemberian alopurinol sebagai obat pembanding dengan dosis 13 mg/Kg BB hewan uji serta diinduksi oleh potasium oxonat. Pengukuran kadar asam urat dilakukan dengan menggunakan menggunakan photometric Biolyzer 104 pada panjang gelombang 546 nm. Hasil penelitian menunjukan bahwa dosis 1,15 g/Kg BB hewan uji mempunyai aktivitas antihiperurisemia, tetapi efeknya tidak sebaik alopurinol dengan dosis 13 mg/Kg BB hewan uji (43,61%).  Kata kunci : Hiperurisemia, Murbei, Daun
GAMBARAN JUMLAH RETIKULOSIT PADA RETINOPATI DIABETIKA PROLIFERATIV DENGAN PERDARAHAN VITRIEUS DI RUMAH SAKIT MATA CICENDO BANDUNG Yane Liswanti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v9i1.98

Abstract

Telah dilakukan pemeriksaan jumlah retikulosit dalam sediaan apus darah tepi pada Retinopati Diabetika Proliferativ dengan Perdarahan Vitrieus sebanyak 18 sampel.Penelitian ini dilakukan pada bulan agustus-Desember 2012 di poli rawat jalan UPF Retina Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung dan Laboratorium TUK Analis Kesehatan STIKes BTH Tasikmalaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Retikulosit pada Penderita Retinopati Diabetika Proliferaiv dengan Perdarahan Vitrieus.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat deskriptif dan pemeriksaan laboratorium menggunakan metode New Metilen Blue dengan sediaan kering.Hasil dari penelitian menunjukan bahwa sebesar 61.1% adalah normal, dan sisanya 38.9% meningkat.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terjadinya anemia pada perdarahan kecil di Vitrieus sehingga nilai retikulosit normal.  Kata Kunci : Retikulosit, diabetika proliferaiv, perdarahan vitreus
AKTIVITAS KANGKUNG AIR (Ipomoea aquatica) TERHADAP JAMUR Pityrosporum ovale HASIL ISOLASI SECARA IN VITRO Anna Yuliana
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v9i1.87

Abstract

Telah dilakukan penelitian Aktivitas kangkung Air (Ipomoea aquatica) dengan menggunakan jamur Pityrosporum ovale yang diperoleh dari hasil isolasi Ketombe. Ketokonazol sebagai pembanding. Metode yang digunakan adalah difusi agar  dengan  perforasi. Bahan pemeriksaan berupa kerokan skuama kulit kepala penderita ketombe. Dilanjutkan dengan pembiakan pada Sabouraud Dekstrose Agar (SDA) olive oil pada suhu 37,0o C selama 3 hari. Hasil biakan (+) diencerkan dalam larutan NaCl Fisiologis steril dan dibuat sama kekeruhannya dengan larutan Mc Farland 0,5 kemudian diambil 0,2 cc dan ditanamkan pada media SDA olive oil dan dibuat lubang dengan diameter 6mm yang masing-masing lubang mengandung air rendaman kangkung dan ketokonazol 2%. Selanjutnya di inkubasi pada suhu 37,0o C selama 3 hari. Hasil menunjukan adanya aktivitas antijamur dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) 40% v/v terhadap Pityrosporum ovale. Konsentrasi 40% v/v infusum setara dengan konsentrasi 0,013%v/v Ketokonazol.
DESAIN DAN PEMODELAN MOLEKUL TURUNAN 1,3-DIBENZOIL TIOUREA SEBAGAI INHIBITOR CHK1 SECARA IN SILICO Ruswanto Ruswanto
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v9i1.89

Abstract

Pencarian obat antikanker terus dilakukan salah satunya pencarian inhibitor Check point kinase 1 yang mampu meningkatkan level apoptosis sel kanker. Telah dilakukan skrining virtual inhibitor Check point kinase 1 dari derivat 1,3-dibenzoylthiourea dengan menggunakan perangkat lunak PLANTS 1.1 (Protein-Ligand ANT System). Dari 23 senyawa yang di-docking pada Check point kinase 1 didapat 5 senyawa dengan energi ikatan paling stabil yaitu, 1,3 – bis ( { [ 3-dimethylamino ) phenyl ] carbonyl } ) thiourea, 1,3-bis ( { [ 4- (dimethylamino)-3-methylphenyl] carbonyl}) thiourea, 1,3-bis ( { [ 3-(trifluoromethyl) phenyl] carbonyl } ) thiourea, 1,3-bis ( { [ 4-( dimethylamino ) -3- methylphenyl ]carbonyl})thiourea dan 1,3-bis ( {[4-chloro-3- (trifluoromethyl)phenyl] carbonyl})thiourea    dengan  energi  ikatan  berturut  -  turut    -95,6248,  -92.9495,  -92,5560, -92,5509 sedangkan untuk (UCM) native ligand adalah         -95.3636 . Terdapat kesamaan interaksi antara UCM ( native ligand ) yaitu dengan senyawa 1,3 – bis ( { [ 3-dimethylamino ) phenyl ] carbonyl } ) thiourea dimana keduanya berinteraksi dengan 7 residu yaitu Lys 132, Ile 131, Ile 146, Asn 135, His 128,  Leu136 dan Asp 130. Hal tersebut menunjukan bahwa 1,3 – bis ( { [ 3-dimethylamino ) phenyl ] carbonyl } ) thiourea diprediksi memiliki aktivitas inhibitor Check point kinase 1 yang memiliki energi ikatan paling stabil menurut metode docking. Key words: Check point kinase 1, Thiourea, Docking
UJI AKTIVITAS HIPOGLIKEMIK EKSTRAK ETANOL BAYAM (Amaranthus cruentus L.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN GALUR SWISS-WEBSTER Muharam Priatna
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v9i1.94

Abstract

Latar Belakang : Bayam (Amaranthus cruentus L.) merupakan salah satu tanaman yang sering digunakan oleh masyarakat sebagai antidiabetik. Penggunaan bayam sebagai obat tradisional perlu di dukung oleh informasi ilmiah mengenai khasiat dan efek samping yang ditimbulkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antidiabetik ekstrak etanol bayam pada mencit putih jantan galur Swiss-Webster.Metode : Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pretest and post test with control group design. Hewan uji dibagi menjadi lima kelompok yaitu kelompok kontrol negatif diberi PGA 2%, kelompok kontrol positif diberi glibenklamid 0,65 g/Kg BB mencit, kelompok dosis uji 0,082 g/Kg BB mencit, kelompok dosis uji 0,164 g/Kg BB mencit dan kelompok dosis uji 0,328 g/Kg BB mencit yang disuspensikan dalam PGA 2%, kemudian diberi glukosa dengan dosis 2 g/Kg BB mencit secara oral. Kadar glukosa darah ditentukan  pada menit ke 30, 60, 90 dan 120. Kemudian dilakukan analisis data menggunakan post hoc LSD.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol bayam yang diberikan secara peroral pada mencit putih jantan galur Swiss-Webster hiperglikemi dengan dosis 0,164 g/Kg BB mencit dapat menurunkan kadar glukosa darah sebesar 28,49% sedangkan dosis  0,328 g/Kg BB mencit memberikan penurunan kadar glukosa darah tertinggi yaitu 39,09% pada taraf  nyata 0,05, tetapi efeknya masih dibawah kontrol positif (glibenklamid) yang dapat menurunkan kadar glukosa darah sebesar 43,76%. Kata kunci : antidiabetika, bayam, toleransi glukosa.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DENGAN PERAN SERTA PERAWAT DALAM PELAKSANAAN PROGRAM DESA SIAGA DI WILAYAH DINAS KESEHATAN KOTA TASIKMALAYA TAHUN 2009 Yanyan Bachtiar
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v9i1.99

Abstract

Perawat memiliki peran strategis dalam upaya mendukung pelaksanaan desa siaga. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan cross-sectional desigen yang bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan peran serta perawat dalam pelaksanaan desa siaga di wilayah Dinkes Kota Tasikmalaya. Populasi penelitian yaitu seluruh perawat yang berada di Wilayah Dinkes Kota Tasikmalaya, dengan ukuran sampel 101 responden. Teknik samplingnya adalah purposif sampling. Hasil penelitian dianalisis dengan metode chi-square (X2). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan peran serta perawat dalam pelaksanaan desa siaga (ρ=0,006) dengan OR=3,87. Sedangkan variabel sikap tidak ada hubungan yang signifikan dengan peran serta perawat dalam pelaksanaan desa siaga (ρ=0,902). Perawat yang berpengetahuan tinggi mempunyai peluang 3,87 kali untuk berperan serta dalam pelaksanaan program desa siaga dibandingkan dengan perawat berpengetahuan kurang. Peran serta perawat dalam pelaksanaan desa siaga yang didasari dengan pengetahuan cenderung akan lebih menetap. Perawat diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya sehingga dapat lebih berperan dalam pelaksanaan desa siaga.    Kata Kunci                           :  Pengetahuan, sikap, peran serta, desa siaga.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA TANIN DARI EKSTRAK AIR KULIT BATANG KELAPA GADING (Cocos nucifera var. eburnea) Tresna Lestari
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v9i1.90

Abstract

Telah dilakukan isolasi dan identifikasi senyawa tanin dari ekstrak air kulit batang kelapa gading (Cocos nucifera var. eburnea). Ekstraksi kulit batang kelapa gading dilakukan dengan cara infundasi. Ekstrak cair selanjutnya dikeringkan dengan metode freeze drying. Terhadap ekstrak selanjutnya dilakukan KLT analitik dengan eluen n-butanol : asam asetat : air (4 : 1 : 5). Eluen ini memisahkan tiga bercak noda dengan nilai Rf yaitu 0,51;0,67;0,78. Berdasarkan studi literatur dan pengamatan dibawah lampu UV 254 nm dan 366 nm bercak dengan nilai Rf 0,67 adalah senyawa yang diduga tanin. Senyawa dengan Rf 0,67 selanjutnya diisolasi dengan KLT preparatif. Isolat selanjutnya diidentifikasi dengan spektrofometer UV-Vis dan FTIR. Hasil analisis spektrofotometer UV-Vis menunjukkan bahwa isolat memiliki serapan pada panjang gelombang maksimum 333 nm. Hasil identifikasi dengan spektrofotometer FTIR menunjukan serapan – serapan spesifik dari senyawa tanin seperti rentangan OH asimetri pada bilangan gelombang 3424,96 cm-1, rentang CH pada 2923,56 cm-1, rentangan C=C cincin aromatik pada 1635,34 cm-1 C-O alkohol sekunder pada 1130,8 cm-1 dan benzene pada 759,816 cm-1. Kata kunci :          Kulit batang kelapa gading (Cocos nucifera Var. eburnea), tanin,      kromatografi lapis tipis (KLT), spektrofotometer UV-Vis, FTIR.
PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN SIKAP ANTARA PERAWAT PELAKSANA DI RSU TASIKMALAYA DENGAN MAHASISWA PERAWAT STIKes BAKTI TUNAS HUSADA TENTANG PERAN PERAWAT ADVOKAT Rahayu Iskandar
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v9i1.95

Abstract

Peran advokat klien bukanlah hal yang baru bagi perawat. Menurut sejarah, peran advokat klien telah menjadi kewajiban moral seorang perawat. Selama beberapa tahun terakhir, literatur keperawatan berfokus pada peran advokat dan profesi keperawatan telah mengadopsi istilah advokat klien ke dalam praktek keperawatan (Negarandeh, 2006). Hasil penelitian Gea dan Eldawati (2006) menyatakan tingkat pengetahuan perawat tentang peran perawat sebagai advokat klien pada umumnya berada pada kategori tingkat pengetahuan tinggi dan dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, umur dan pengalaman kerja. Hipotesa dalam penelitian ada dua yaitu pengetahuan perawat pelaksana tentang peran advokat klien lebih tinggi dibandingkan mahasiswa perawat dan sikap perawat pelaksana tentang peran advokat klien lebih positif dibandingkan mahasiswa perawat. Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai masukan untuk pengembangan ilmu keperawatan khususnya yang berhubungan dengan peran perawat sebagai advokat klien., sebagai masukan bagi perawat untuk meningkatkan ilmu pengetahuan tentang peran perawat sebagai advokat klien dan hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk melakukan penelitian selanjutnya terkait peran perawat sebagai advokat klien. Penelitian dilaksanakan selama 14 minggu dari mulai minggu ke-2 bulan Oktober sampai dengan Minggu akhir bulan Januari 2013.  Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode penelitian cross sectional dengan hasil penelitian pada mahasiswa perawata didapatkan hasil tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan mahasiswa tehadap sikap mahasiswa tentang peran perawat advokat sedangkan pada perawat pelaksana didapatkan hasil ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan mahasiswa tehadap sikap mahasiswa tentang peran perawat advokat. Perbedaan hasil penelitian yang berbeda antara mahasiswa perawat dengan perawat pelaksana dapat dipengaruhi oleh karena tempat penelitian yang berbeda sehingga terdapat perbedaan dalam karakteristik responden, pengalaman kerja perawat dalam menerapkan konsep peran perawat advokat, serta situasi dan kondisi tempat penelitian saat penelitian dilakukan. Disamping itu persepsi dari responden juga dipengaruhi oleh : perhatian yang selektif, kebutuhan yang dirasakan saat itu, sistem nilai dan kepercayaan yang dianut, konsep diri dan pengalaman masa lalu ( Kozier, 2004 ). Dengan demikian akan terjadi perbedaan tingkat pengetahuan dengan sikap antara mahasiswa dengan perawat pelaksana dalam menerapkan peran perawat sebagai advokat klien Kata kuci:  pengetahuan, sikap, mahasiswa perawat, perawat pelaksana, peran perawat advokat klien
EFEKTIVITAS ECENG GONDOK ((Eichormia crassipes) DALAM MENYERAP LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) Korry Novitriani
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v9i1.100

Abstract

Eceng gondok (Eichernia crassipes) dianggap sebagai gulma di perairan, tetapi sebenarnya ia berperan dalam menangkap polutan logam berat. Tumbuhan ini dapat mentolerir perubahan yang ekstrim dari ketinggian air, laju air, dan perubahan ketersediaan nutrient, pH, temperatur dan racun-racun dalam air. (Handy, 2003). Dari penelitian yang telah dilakukan terlihat terjadi penurunan kadar Pb dalam air setelah dilakukan perendaman eceng gondok dengan berbagai variasi hari dan jenis eceng gondok. Setelah direndam selama 3 hari, didapat penurunan kadar Pb yang awalnya Pb tersebut mempunyai konsentrasi 8,8 ppm terjadi penurunan yang cukup besar. Penurunan yang paling Signifikan terdapat pada sampel eceng gondok pendek dan kotor perendaman 3 hari yaitu sebesar 3,4 ppm. Hal ini disebabkan karena pada akar yang kotor , masih didukung  dengan adanya   Mikroorganisme pada akar eceng gondok  yaitu Mikrobia rhizosfera sebagai tempat pertumbuhan nya. Bahan-bahan organik maupun anorganik termasuk logam Pb dapat direduksi oleh mikrobia rhizosfera yang terdapat pada akar eceng gondok dengan cara menyerapnya dari perairan kemudian mengakumulasikan kedalam struktur tubuhnya. Juga didukung oleh daya absorbsi serta akumulasi yang besar. Dengan demikian dapat di tarik simpulan bahwa eceng gondok memang mampu menurunkan kadar logam berat dalam air.
UJI KONSENTRASI HAMBAT MINIMUM MENIRAN HIJAU ( Phyllanthus niruri L ) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli Meti Kusmiati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v9i1.91

Abstract

Tanaman meniran (Phyllanthus niruri L) digunakan sebagai obat diuretikum kuat dan rebusan daun meniran digunakan sebagai salah satu tanaman obat diare kronis sedangkan akar tanaman ini digunakan sebagai obat mulas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi minimum meniran hijau ((Phyllanthus niruri L) yang dapat menghambat bakteri Escherichia coli. Pengujian dilakukan secara eksperimen terhadap sampel Infusum meniran hijau (Phyllanthus niruri L). Metode yang digunakan yaitu metode  Kirby Bauer. Infusum meniran hijau dalam berbagai konsentrasi diteteskan sebanyak  10 µl kedalam kertas cakram yang sudah disimpan dalam cawan petri yang berisi media Mueller-Hinton dan suspensi bakteri  Escherichia coli. Setelah diinkubasi 37˚C selama 24 jam, dilihat ada tidaknya zona hambat yang berupa daerah jernih disekitar kertas cakram. Diameter zona hambat merupakan hasil pengurangan diameter zona keseluruhan oleh diameter kertas cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi Infusum meniran hijau 36%, 37%, 38% dan 39% terdapat zona jernih yang berarti pada konsentrasi tersebut dapat menghambat pertumbuhan bakteri  Escherichia coli. Sedangkan pada konsentrasi infusum 31%, 32%, 33%, 34%, 35% tidak terdapat zona jernih yang menandakan tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Penelitian ini menyimpulkan konsentrasi hambat minimum Infusum meniran hijau (Phyllanthus niruri L) terhadap bakteri Escherichia coli pada konsentrasi 36 %.Kata kunci : Infusum, Meniran hijau, Escherichia coli

Page 1 of 2 | Total Record : 16