cover
Contact Name
Mida Hamidah
Contact Email
jkbth2mida@gmail.com
Phone
+62265-334740
Journal Mail Official
lppm_jkbth@universitas-bth.ac.id
Editorial Address
Universitas Bakti Tunas Husada Jl. Mashudi No. 20 Kota Tasikmalaya
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : 10.36465
Core Subject : Health, Science,
Journal scope includes: Pharmacy Health Analyst Nursing Medicine (general or dental) Nutrition and other fields relevant to health science
Articles 617 Documents
MANAJEMEN DIRIUNTUK MENGATASI FATIGUE PADA PASIEN HEMODIALISIS: KAJIAN LITERATUR SISTEMATIS Novi Malisa; Kusman Ibrahim
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.172

Abstract

Fatigue merupakan gejala yang paling sering dikeluhkan oleh pasien Gagal Ginjal Terminal yang menjalani terapi hemodialisis yaitu sebanyak 60-97% dari total pasien yang menjalani hemodialisis, menyebabkan konsentrasi menurun, malaise, gangguan tidur, gangguan emosional, dan penurunan kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas sehari harinya yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien hemodialisis.Kajian literatur diperlukan untuk mengetahui intervensi berbasis fakta untuk mengatasi fatigue. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui strategi intervensi manajemen diri pasien hemodialisis dalam mengelola fatigue. Metode yang digunakan dalam membuat artikel ini adalah cirtical review. Proquest(tahun 2005-2015)dan Google Scoolar(tahun 2005-2015) merupakan database yang digunakan dalam review ini.Key word yang digunakan adalah fatigue, nursing intervention, end stage renal deseases, chronic kidney deseases, hemodialysis, self management, intervensi keperawatan, penyakit ginjal, gagal ginjal kronis, hemodialisis dan manajemen diri.Didapatkan 6 artikel penelitian yang sesuai dengan tujuan dan kriteria review. Ada3strategi untuk mengatasi fatigue, yaitu latihan fisik, penggunaan sinar infra merah dan relaksasi: yoga. Penerapan intervensi ini terbukti menurunkan fatigue. Dari 6 penelitian,pelaksanaan intervensi yang memungkinkan sebagai self management pasien adalah intervensi latihan fisik saja. Akan tetapi pelaksanaan latihan fisik ini perlu pendampingan dari ahli untuk memantau tanda-tanda vital dan kondisi pasien secara keseluruhan setelah latihan fisik, oleh karena itu disarankan perlunya penelitian mengenai empowering interventionyang benar benar melibatkan pasien secara langsung dan pelaksanaannya dapat dilaksanakan secara mandiri oleh pasien sehingga pasien dapat mengelola kondisi yang dialaminya setiap saat sehingga dapat menurunkan tingkat ketergantungan pasien yang berdampak pada peningkatan kualitas hidup pasien.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK AIR DAUN ASHITABA (Angelica keiskei) TERHADAP BAKTERI Pseudomonas aeruginosa SECARA IN VITRO R Suhartati; Isni Nurasiah
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.173

Abstract

Ashitaba (Angelica keiskei) merupakan salah satu tanaman obat yang berasal dari Jepang, memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai antibakteri. Daun ashitaba memiliki kandungan senyawa aktif yaitu alkaloid, tannin, flavonoid, saponin dan triterpenoid yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri.Telah dilakukan sebelumnya uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun ashitaba (Angelica keiskei) terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa secara in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak air daun ashitaba terhadap Pseudomonas aeruginosa secara in vitro dan menentukan konsentrasi minimum yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa.Metode penelitian adalah eksperimen. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut air. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi (Kirby Bauer). Konsentrasi ekstrak daun ashitaba yang digunakan yaitu 1%, 2%, 4%, 6%, 8% , 10%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%. Daya hambat yang terbentuk diukur berdasarkan besarnya diameter daerah hambatan pertumbuhan bakteri.Hasil penelitian menunjukkan, rata-rata diameter daya hambat yang terbentuk dari konsentrasi 2%, 4%, 6%, 8% , 10%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% adalah 6,08 mm; 6,93 mm; 7,97 mm; 8,08 mm; 10,18 mm; 13,75 mm; 15,41 mm; 16,36 mm; 17,20 mm dan 18,78 mm. Sedangkan rata-rata diameter hambat untuk kontrol positif 17,41 mm. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa KHM (Konsentrasi Hambat Minimum) yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa secara in vitro pada konsentrasi 2%.
AKTIVITAS HEMOSTATIK EKSTRAK ETANOL DAUN ANDONG (Cordyline fruticosa [L.] A.Cheval) TERHADAP MENCIT JANTAN GALUR SWISS-WEBSTER Tita Nofianti; Constantia Constantia; Dewi Nuraini; Deden Gugy P; Khairul Yudha P; Ariska Suseno
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.174

Abstract

Pengujian aktivitas hemostatik dari ekstrak etanol daun andong (Cordyline fruticosa [L.] A.Cheval) dilakukan untuk menggali potensi daun andong dalam penggunaannya sebagai hemostatik yang berasal dari bahan alam. Pengujian aktivitas hemostatik ini menggunakan tiga dosis uji ekstrak etanol daun andong yaitu 0,0027456 g/20 g BB mencit (dosis I), 0,0054912 g/20 g BB mencit (dosis II), 0,0109 g/20 g BB mencit (dosis III). Selain ketiga dosis uji digunakan pula tiga pembanding yaitu kontrol normal, kontrol negatif, dan kontrol positif. Hasil yang didapat bahwa ekstrak etanol daun andong yaitu 0,0027456 g/20 g BB mencit (dosis I), 0,0054912 g/20 g BB mencit (dosis II), 0,0109 g/20 g BB mencit (dosis III). Mempunyai aktivitas hemostatik dengan menurunkan waktu pendarahan, memperlama waktu koagulasi, serta mempercepat waktu protombin.
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI MA ATHORIYAH KECAMATAN CIKATOMAS KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2016 Meti Megawati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.175

Abstract

Hasil studi pendahuluan diperoleh data sekunder dari laporan tahunan Program Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, dalam kurun waktu 4 tahun terakhir terjadi peningkatan angka kejadian anemia pada remaja putri. Data terakhir Tahun 2013,yaitu jumlah anemia tertinggi sebanyak 24 orang (40%) dari 60 orang siswi, terdapat di Sekolah MA Athoriyah Cikatomas dan SMA Serba Bakti Suryalaya Pagerageung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan status gizi dan pengetahuan dengan kejadian anemia pada remaja putri di MA Athoriyah Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2016. Manfaat penelitian ini berkontribusi dalam keilmuan Gizi masyarakat dan Ilmu Perilaku dan menjadi dasar dalam penyusunan program perencanaan kegiatan pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja.Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode analitik, dan rancangan cross sectional. Populasi adalah seluruh siswi putri pada Athoriyah Cikatomas kelas X dan XI. Sampel diambil dengan teknik Total Sampling, yaitu sebanyak 41 orang. Instumen menggunakan kuesioner sebanyak 10 soal. Data diuji menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square.Hasil penelitian diperoleh hubungan antara pola makan dengan kejadian anemia (p = 0,054). Serta ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian anemia pada remaja putri di MA At-Thariyah Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya (p = 0,021).Diharapkan MA At-Thariyah dan Puskesmas Wilayah Binaan Kecamatan Cikatomas lebih intensif memberikan pendidikan kesehatan/penyuluhan tentang anemia kepada remaja putri, dan melakukan pemeriksaan rutin kadar hemoglobin dan intervensi pemberian tablet tambah darah (TTD) dan asam folat.
PROFIL FARMAKOGNOSI DAN SKRINING FITOKIMIA DARI KULIT, DAGING, DAN BIJI BUAH LIMUS (Mangifera foetida Lour) Vera Nurviana
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.176

Abstract

Mangifera foetida Lour merupakan salah satu spesies dari genus mangifera yang memiliki potensi sebagai tanaman obat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari farmakognosi dan skrining fitokimia dari serbuk simplisia kulit, daging, dan biji buah Mangifera foetida Lour sebagai dasar untuk pengujian farmakologi senyawa bioaktif yang terkandung didalamnya. Metode yang dilakukan dalam penlitian meliputi pengamatan makroskofis, mikroskofis, dan skrining fitokimia. Berdasarkan hasil penelitian, simplisia serbuk kulit buah Mangifera foetida L. memiliki ciri makroskopis berbau khas, tidak berasa, dan berwarna kekuning-kuningan; secara mikroskopis memiliki fragmen khas rambut penutup, berkas pembuluh, Ca oksalat, sel batu, kelenjar minyak; serta mengandung senyawa metabolit sekunder tanin, polifenol, mono dan seskuiterpen, serta kuinon.Serbuk daging buah secara makroskopis memiliki bau khas, rasa asam, dan berwarna kekuning kuningan; mikroskopis memiliki fragmen butir pati, rambut penutup, Ca oksalat, fragmen kulit, fragmen lembaga berisi tetes minyak, dan pembuluh kayu; skrining fitokimia menunjukan adanya flavonoid, mono dan seskuiterpen serta saponin. Serbuk biji buah M. Foetida L. secara; makroskopis tidak berbau, tidak berasa dan berwarna kekuning-kunigan; mikroskopis memiliki hablur Ca Oksalt prismatic, epidermis, berkas pembuluh, sel minyak, rambut penutup dan bulir pati; serta mengandung metabolit sekunder flavonoid, tannin, polifenol, mono dan seskuiterpen, serta kuinon.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPATUHAN PENDERITA HIPERTENSI DALAM PERAWATAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIBEUREUM KOTA TASIKMALAYA Anih Kurnia
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.177

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi masalah kesehatan kronik di masyarakat.Berdasarkan prediksi WHO pada tahun 2025 prevalensi hipertensi diseluruh dunia pada orang dewasa mencapai 29,2%. Tujuan penelitian ini adalah Mendapatkan gambaran tentang faktor yang mempengaruhi kepatuhan penderita hipertensi dalam perawatan hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Cibeureum Kota Tasikmalaya.Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dengan jumlah sampel 67 responden. Analisis yang digunakan menggunakan Chi-Square.Hasil menunjukkan bahwa Berdasarkan analisis univariat bahwa kepatuhan dan ketidakpatuhan penderita dalam perawatan hipertensi memiliki proporsi kurang patuh lebih besar yaitu 83,8%. Berdasarkan lama menderitap =0,034 dan pendidikan kesehatan p = 0,011 ada hubungan yang signifikan terhadap kepatuhan penderita dalam perawatan hipertensip< 0,05.Pengelola Pelayanan Kesehatan memfasilitasi kebutuhan penderita untuk melakukan kontrol dan perawatan secara rutin dengan menggunakan pendekatan secara holistik, mengoptimalkan peran tenaga kesehatan yang ada di puskesmas untuk lebih banyak melakukan home Upaya memandirikan penderita yang menderita hipertensi dan keluarga
PEMBUATAN INDIKATOR BAHAN ALAMI DARI EKSTRAK KULIT BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) SEBAGAI INDIKATOR ALTERNATIF ASAM BASA BERDASARKAN VARIASI WAKTU PERENDAMAN Army Yulfriansyah; Korry Novitriani
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.178

Abstract

Kulit buah naga merupakan limbah yang jarang dimanfaatkan, selain itu kulit buah naga memiliki pigmen warna merah yang berasal dari antosianin. Pigmen tersebut mengalami perubahan warna pada perubahan keasamannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ekstrak kulit buah naga dapat digunakan sebagai indikator asam basa berdasarkan pigmen warna yang dimiliki kulit buah naga dan untuk mengetahui lama waktu optimum perendaman kulit buah naga sebagai bahan indikator asam-basa. Metode yang digunakan pada penelitian ini bersifat eksperimen untuk menentukan waktu optimum yang digunakan untuk ekstrak kulit buah naga. Ekstraksi yang dilakukan menggunakan variasi waktu perendaman, yaitu 16 jam, 18 jam, 20 jam, 22 jam, 24 jam dan 26 jam. Dengan pelarut yang digunakan yaitu etanol 96%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah naga dapat dijadikan sebagai indikator asam basa, waktu optimum yang digunakan untuk ekstrak kulit buah naga pada waktu 24 jam dan perubahan warna dari trayek pH 12,5-13 pada suasana basa kuat.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU KONSUMSI ZAT BESI (fe) PADA IBU HAMIL TERHADAP KADAR hb DI KELURAHAN CILAMAJANG KEC. KAWALU KOTA TASIKMALAYA TAHUN 2016 Yane Liswanti; Dina Ediana
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.179

Abstract

Anemia Defesiensi Fe pada wanita hamil merupakan problem kesehatan yang dialami oleh wanita seluruh dunia terutama di negara berkembang. Menurut World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa prevalensi ibu hamil yang mengalami anemia sekitar 35-75 %, serta semakin meningkat dengan pertambahan usia kehamilan.Penanggulangan anemia defesiensi Fe yang dilakukan dengan cara pemberian tablet zat besi/Fe, untuk memenuhi kebutuhan zat besi ibu hamil. Namun efektifitas pemangfaatan tablet zat besi/Fe oleh ibu hamil dipengaruhi oleh sejumlah faktor diantaranya adalah pengetahuan, sikap dan perilaku ibu hamil itu sendiri. Oleh karena itu, penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku konsumsi tablet zat besi/Fe pada ibu hamil terhadap kadar hemoglobin.Metode penelitian ini bersifat deskriptif Analitik dengan rancangan penelitian menggunakan desain penelitian study potong lintang (cross sectional), teknik pemeriksaan menggunakan hematologi analyzer sebagai alat penunjang pemeriksaan hemoglobin di laboratorium.Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, sikap dan perilaku konsumsi tablet zat besi (Fe) terhadap kadar hemoglobin. Berdasarkan uji statistik menggunakan uji chi square didapatkan hasil pengetahuan dengan p–value = 0,000, sikap dengan p-value = 0,018 dan perilaku dengan p-value = 0,000. Hal ini menunjukan p- value ≤ 0,05 artinya pada α = 5%Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian tersebut maka ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan,sikap dan perilaku konsumsi tablet zat besi/Fe pada ibu hamil terhadap kadar hb.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK UMUR DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG Lingga Ikaditya
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.180

Abstract

Swamedikasi dengan menggunakan obat sintetik dapat menyebabkan kesalahan penggunaan yang diakibatkan kurangnya pengetahuan tentang obat. Penggunaan tanaman obat keluarga (TOGA) merupakan salah satu cara alternatif swamedikasi karena efek samping yang relatif lebih minimal. Tanaman obat tradisional digunakan lebih banyak oleh dewasa tua yang pada umumnya dengan tingkat pendidikan rendah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara karakteristik umur dan tingkat pendidikan terhadap pengetahuan tentang TOGA.Penelitian dilakukan di Kelurahan Sukahurip Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. Desain penelitian deskriptif analitik dengan variabel dependen adalah tingkat pengetahuan sedangkan variabel independen adalah karakteristik umur dan tingkat pendiidikan. Analisis data menggunakan uji Chi Square untuk melihat hubungan karakteristik responden dengan pengetahuan responden terhadap TOGA.Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan kategori umur < 35 tahun sebesar 26,7% dan ≥35 tahun sebesar 73,3%. Berdasarkan tingkat pendidikan terakhir SD sampai SMP sebanyak 76,6%, SMA sebanyak 16,7% dan 6,7% akademi. Sedangkan berdasarkan tingkat pengetahuan bahwa tingkat pengetahuan kategori baik sebanyak 76,7%, tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 13,3% dan tingkat pengetahuan kategori sangat baik sebanyak 10%. Hasil analisis data (Chi Square Test) menunjukkan nilai probabilitas umur dan tingkat pendidikan lebih besar dari 0,05 sehingga menunjukkan bahwa karakteristik umur dan tingkat pendidikan tidak berhubungan dengan pengetahuan tentang TOGA.
FORMULASI SEDIAAN PASTA GIGI HERBAL KOMBINASI EKSTRAK DAUN SIRIH ( Piper betle ) DAN KULIT BUAH JERUK LEMON (Citrus limon burm f.) SEBAGAI PEMUTIH DAN ANTISEPTIK PADA GIGI Lusi Nurdianti; W F Annissya; Y M Pamela; Elia Novianti; Mina Audina; Elva Kurniasari
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.181

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal penting. Salah satu permasalahan yang sering terjadi pada mulut kita adalah gusi berdarah, tampilan gigi yang menjadi kuning akibat beberapa faktor baik intrinsik maupun ekstrinsik. Pasta gigi yang digunakan haruslah berkhasiat, aman dan tidak menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan dikarenakan penggunaan pasta gigi dalam jangka waktu yang lama. Tujuan penelitian ini yaitu untuk membuat sediaan pasta gigi herbal yang berkhasiat dan aman dengan menggunakan kombinasi ekstrak daun sirih dan kulit buah jeruk lemon. Untuk memperoleh pasta gigi yang berkhasiat dan aman, maka dilakukan serangkaian metode mulai dari pengumpulan bahan baku, ekstraksi, pemeriksaan parameter dan skrining ekstrak, isolasi dan katakterisasi pektin, formulasi dan evaluasi sediaan pasta gigi serta uji aktivitas antibakteri Streptoccocus mutans yang dibandingkan dengan pasta gigi yang beredar di pasaran. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Daya hambat anti bakteri Streptococcus mutans formula pasta gigi paling baik yaitu pada formula 3 dengan konsentrasi ekstrak daun sirih dan kulit buah jeruk lemon 10% dengan zona hambat 15,4 mm yang lebih baik daripada pasta gigi herbal yang ada di pasaran dengan daya hambat sebesar 14,4 mm. Kandungan vitamin c pada ekstrak kulit jeruk lemon juga dapat berpotensi sebagai pemutih gigi dan antisariawan. Berdasarkan uji One Way Anova dengan taraf kepercayaan 95% didapatkan nilai signifikan 0,00006 (P < 0,05) menjelaskan bahwa adanya perbedaan yang bermakna diantara formula artinya peningkatan konsentrasi ekstrak daun sirih dan kulit buah jeruk lemon pada setiap formula memberikan aktivitas antibakteri dan antiseptik yang lebih baik.