cover
Contact Name
Mida Hamidah
Contact Email
jkbth2mida@gmail.com
Phone
+62265-334740
Journal Mail Official
lppm_jkbth@universitas-bth.ac.id
Editorial Address
Universitas Bakti Tunas Husada Jl. Mashudi No. 20 Kota Tasikmalaya
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : 10.36465
Core Subject : Health, Science,
Journal scope includes: Pharmacy Health Analyst Nursing Medicine (general or dental) Nutrition and other fields relevant to health science
Articles 617 Documents
PENGARUH EYE MASK DAN EARPLUGS TERHADAP KUALITAS DAN KUANTITAS TIDUR PASIEN PRAOPERASI DI RUANG RAWAT INAP BEDAH RSUD DR. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA Asep Robby; M De Is Rizal Chaidir; Urip Rahayu
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.162

Abstract

Pasien yang akan menjalani tindakan operasi perlu mendapatkan kebugaran sebelum menjalani operasi. Pemenuhan kebutuhan tidur dapat mempengaruhi kondisi fisik dan psikologis sebelum menjalani operasi. Salah satu faktor yang dapat menjadi sumber gangguan tidur pasien sedang menjalani perawatan yaitu faktor lingkungan terutama suara (noise) dan cehaya ruangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemakaian eye mask dan earplugs terhadap kualitas dan kuantitas tidur pasien praoperasi di Ruang Rawat Inap Bedah RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan penelitian analitik komparatif dengan pendekatan pre-post test. Instrumen yang digunakan yaitu Actigraphy (Mi Band®). Pengambilan sampel menggunakan metode concecutive sampling sebanyak 45 orang yang terbagi kedalam kelompok eye mask, earplugs, dan kombinasi eye mask-earplugs dimana setiap kelompok terdiri dari 15 orang. Penelitian ini menemukan bahwa kualitas tidur kelompok eye mask meningkat 95±12 menit dari sebelumnya 74±13 menit (p value 0.000), kelompok ear plugs meningkat 100±11 menit dari sebelumnya 86±13 menit (p value 0,001), dan kelompok kombinasi eye mask-earplugs meningkat 92±10 menit dari sebelumnya 85±12 menit (p value 0,038). Kuantitas tidur kelompok eye mask meningkat 387±26 menit dari sebelumnya 355±29 (p value 0.001), kelompok earplugs meningkat 389±35 menit dari sebelumnya 361±52 menit (p value 0,010), sedangkan untuk kelompok kombinasi eye mask-earplugs meningkat 368±35 menit dari sebelumnya 360±39 menit (p value 0,34). Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa terdapat pengaruh eye mask, earplugs, dan kombinasi eye mask-earplugs terhadap kualitas tidur pasien praoperasi, terdapat pula pengaruh eye mask, earplugs terhadap kuantitas tidur pasien praoperasi, namun tidak terdapat pengaruh kombinasi eye mask-earplugs terhadap kuantitas tidur pasien praoperasi. Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan menggunakan eye mask dan earplugs sebagai untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur pasien praoperasi di Ruang Rawat Inap Bedah RSUD dr.Soekardjo Kota Tasikmalaya baik secara terpisah atau kombinasi sesuai keinginan pasien.
PENGARUH DISIPLIN DOSENTERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA DI SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BAKTI TUNAS HUSADA TASIKMALAYA Dede Yuda Wahyu Nurhuda
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.163

Abstract

Dosen merupakan instrumen inti dalam proses pendidikan di kampus, sehingga Dosen mempunyai peranan yang penting dalam mencetak mahasiswa/ peserta didik yang unggul baik secara Keilmuan maupun karakter, sehingga dosen yang baik yang disiplin akan memberikan sumbangsih yang besar untuk mencapai tujuan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Tingkat disiplin Dosen di STIKes BTH Tasikmalaya, menurut penilaian mahasiswa memiliki tingkat disiplin yang baik, (kategori ; Disiplin dan sangat disiplin) dan Tingkat disiplin dosen mempengaruhi motivasi mahasiswa dalam belajar. Semakain tinggi tingkat disiplin dosen, maka akan semakain baik motivasi belajar mahasiswa
PENGETAHUAN IBU POSTPARTUM DENGAN SEKSIO SESAREA MENGENAI PERAWATAN IBU NIFAS DI RUANG I RSUD Dr. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA Etty Komariah Sambas
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.164

Abstract

Kematian ibu pada masa nifas di Indonesia masih cukup tinggi (31 % dari total kematian ibu) akibat komplikasi puerperium seperti perdarahan dan infeksi (Kemenkes,2010 ). Berkaitan dengan hal tersebut, penyelenggaraan pelayanan dan perawatan ibu nifas yang adekuat serta berkualitas sangat diperlukan dan harus dapat dilakukan dan dipertahankan sampai di rumah setelah pulang dari rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu postpartum dengan SC mengenai perawatan nifas. Penelitian dilaksanakan di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya pada bulan November 2015-Januari 2016. Rancangan penelitian adalah deskriptif eksploratif . Teknik sampling secara deskriptif kategorik diperoleh jumlah sampel sebanyak 81 orangresponden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data secara univariat menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menggambarkan pengetahuan ibu postpartum dengan SC mengenai perawatan nifas dengan kategori kurang adalah perubahan/adaptasi fisik&psikologis normal ibu nifas (38%), tanda&gejala tidak normal pada ibu nifas (37%), kebutuhan perawatan diri pada ibu nifas (49%), dan perawatan payudara (42%). Pengetahuan mengenai kebutuhan aktifitas dan latihan semasa nifas kategori rendah (44%), dan pengetahuan mengenai kebutuhan nutrisi dan eliminasi pada masa nifas kategori cukup (52%). Dari penelitian ini disarankan untuk dibuat modul perawatan ibu nifas, SOP pendidikan kesehatan perawatan ibu nifas, mengadakan kelas prenatal yang meliputi juga materi perawatan ibu nifas.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KRIM EKSTRAK DAUN MANGGA (Mangifera indica L) Terhadap DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil) Lusi Nurdianti; Ira Rahmiyani
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.165

Abstract

Daun mangga ((Mangifera indica L)adalah salah satu tumbuhan yang biasanya ditanam di pekarangan rumah sebagai tanaman obat. Salah satu senyawa yang terkandung di dalamnya adalah flavonoid, isoflavonoid, fenolik, vitamin C dan beta karoten sehingga berpotensi sebagai antioksidan yang dapat berpotensi menghambat radikal bebas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formula yang paling baik dari sediaan krim daun mangga dengan variasi konsentrasi basis setil alkohol. Hasil dari pengujian krim ekstrak daun mangga yang dilakukan selama 28 hari bahwa pengamatan organoleptik, pH dan viskositas pada ketiga formula di dapat hasil yang paling baik adalah formula 3 dengan konsentrasi basis setil alkohol sebesar 12%. Pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dari ekstrak etil asetat daun mangga diperoleh IC50 adalah 21,79 ppm sedangkan hasil pengujian aktivitas antioksidan pada sediaan krim ekstrak etil asetat daun mangga pada formula 3 didapat nilai IC50 sebesar 50,54 ppm.
PENGARUH REBUSAN AKAR BAYAM DURI ( Amaranthus spinosus L.) TERHADAP DIARE PADA MENCIT JANTAN GALUR SWISS WEBSTER DENGAN METODE TRANSIT INTESTINAL Muharam Priatna
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.166

Abstract

Telah dilakukan uji aktivitas antidiare dari akar bayam duri (Amaranthus spinosus L) pada mencit jantan galur Swiss Webster. Metode yang digunakan adalah metode transit intestinal. Dosis yang digunakan adalah dosis uji I sebesar 0,039 gram/20 gram BB mencit, dosis uji II 0,078 garm/20 gram BB mencit, dan dosis uji III sebesar 0,156 gram/20 gram BB mencit. Sebagai pembanding digunakan loperamid sebesar 0,78 mgram loperamid. Pemberian seluruh dosis dilakukan secara oral. Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh dosis uji memiliki aktivitas antidiare. Dosis uji II merupakan dosis yang paling baik dibandingkan dosis uji yang lain, meskipun aktivitasnya masih dibawah altivitas loperamid sebagai pembanding. Dosis ini sesuai dengan dosis empiris 30 gram akar bayam duri, semestara dosis empiris yang dianjurkan adalah 30-60 gram.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BUAH KUPA (Syzygium polycephalum) TERHADAP RADIKAL BEBAS DENGAN METODE DPPH Trisna Nurmalasari; Sita Zahara; Nisa Arisanti; Putri Mentari; Yulia Nurbaeti; Tresna Lestari; Ira Rahmiyani
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.167

Abstract

Gowok atau Kupa (Syzygium polycephalum) merupakan buah asli Indonesia. Pada tanaman gowok, umumnya bagian yang dimanfaatkan adalah buahnya. Namun keberadaanya kini mulai langka dan sampai saat ini, penelitian mengenai buah gowok dalam kaitannya sebagai antioksidan belum pernah dilakukan. Antioksidan adalah senyawa kimia yang dapat menyumbangkan satu atau lebih elektron kepada radikal bebas, sehingga radikal bebas tersebut dapat direndam. Antioksidan sintetik seperti BHA (Butil Hidroksi Anisol), BHT (Butil Hidroksi Toluen), PG (Propil Galat) dan TBHQ (Tert-Butil Hidrokuinon) dapat menyebabkan karsinogenesis, hal ini menyebabkan penggunaan antioksidan alami mengalami peningkatan. Antioksidan alami dalam buah dan sayuran yang memiliki fungsi seperti mencegah berkembangnya radikal bebas di dalam tubuh sekaligus memperbaiki sel-sel tubh yang rusak. Tumbuh-tumbuhan diketahui kaya akan antioksidan misalnya vitamin C, beta karoten, Vitamin E, dan flavonoid. Ekstraksi simplisia buah kupa ini dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 95%. Uji aktivitas antioksidan dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Uji kualitatif antioksidan dilakukan dengan Kromatografi Lapis Tipis menggunakan pengembang n-heksan : etanol (6:4) untuk daging buah dan etil asetat : methanol (8:2) untuk biji, serta menggunakan penampak bercak 1-1-difenil-2 pikrilhidrazil (DPPH) 0,2%. Uji kuantitatif antioksidan buah kupa dilakukan dengan metode DPPH dengan vitamin C sebagai pembanding. Hasil pengujian menunjukkan ekstrak biji buah lebih aktif menunjukan aktivitas antioksidan dan termasuk kedalam antioksidan sangat kuat (IC50 5,246 ppm) serta ekstrak daging buah termasuk kedalam antioksidan kuat (IC50 60,187 ppm).
IDENTIFIKASI BAKTERI POTENSIAL PENGHASIL ENZIM AMILASE, SELULASE, XILANASE DAN LIPASE PADA FASE TERMOFILIK KOMPOS MANUR SAPI Fenti Fatmawati; Fida Madayanti Warganegara; Made Puspasari
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.168

Abstract

Kebutuhan akan enzim di Indonesia cukup besar namun pasokannya masih dipenuhi oleh impor. Keaneka ragaman hayati di Indonesia yang begitu melimpah dapat menjadi alternatif dalam mencari sumber- sumber enzim potensial yang banyak digunakan dalam industri. Amilase, selulase, xilanase dan lipase merupakan enzim yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kompos dari kotoran sapi adalah kompos yang menggunakan limbah kotoran sapi sebagai bahan campurannya. Proses pengomposan dapat terbagi menjadi beberapa tahap yaitu fase mesofilik awal, fase termofilik, mesofilik akhir dan fase pematangan. Perbedaan fase tersebut berdasarkan atas perbedaan suhu yang menyebabkan perubahan komunitas bakteri di dalamnya. Pada fase termofilik terjadi peningkatan suhu yang signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bakteri potensial yang dapat menghasilkan enzim amilase, selulase, xilanase dan lipase pada fase termofilik kompos manur sapi. Pada penelitian ini dilakukan isolasi mikroba pada fase termofilik lalu dilakukan skrining enzim. Kemudian dilakukan identifikasi secara genetik dengan metode penentuan urutan nukleotida gen 16S rRNA untuk mengetahui spesies bakteri tersebut. Dari hasil skrining dipilih koloni bakteri F3A pada fase termofilik dimana bakteri tersebut dapat menghasilkan enzim amilase, selulase, xilanase dan lipase. Koloni bakteri tersebut memiliki ukuran sebesar 20.000 pb. DNA kromosom hasil isolasi ini selanjutnya digunakan sebagai templat dalam proses PCR untuk mendapatkan gen secara utuh. Hasil PCR menunjukkan bahwa proses amplifikasi telah berhasil dilakukan yang ditunjukkan diperolehnya ukuran fragmen DNA yang berukuran 1500 pb. Setelah diamplifikasi lalu dilakukan sequensing. Berdasarkan urutan homologi dengan analisis BLAST dan analisis filogenetik dengan menggunakan program MEGA 5 diketahui bahwa bakteri F3A memiliki kemiripan 93% dengan Ureibacillus thermosphaericus.
KAJIAN SENYAWA ELEUTHERINE DAN ISOELEUTHERINE SEBAGAI ANTIINFLAMASI TERHADAP ENZIM COX-1 DAN COX-2 SECARA IN SILIKO DENGAN METODE SIMULASI DOCKING MOLEKULAR Ratih Aryani; Yedi Purwandi
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.169

Abstract

Senyawa eleutherine dan isoeleutherine termasuk merupakan kandungan senyawa yang terdapat pada bawang dayak (Eleutherine americana Merr.) yang berkhasiat sebagai antiinflamasi. Prostaglandin merupakan mediator inflamasi yang dihasilkan dari asam arakhidonat melalui jalur siklooksigenase yang diperantarai oleh enzim siklooksigenase (COX-1 dan COX-2). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui interaksi senyawa eleutherine dan isoeleutherine dengan sisi aktif enzim COX-1 dan COX-2. Proses docking senyawa dilakukan dengan menggunakan program PLANTS yang dihubungkan oleh program co-pendrivelinux. Hasil docking molekular senyawa eleutherine dan isoeleutherine dapat membentuk ikatan hidrogen dengan residu asam amino Ser 530 pada kantung ikatan COX-1 sebagaimana ikatannya dengan ibuprofen, dan dengan Ser 516 pada kantung ikatan COX-2 sebagaimana ikatannya dengan celecoxib. Kedua senyawa eleutherine dan isoeleutherine tersebut lebih selektif terhadap enzim COX-2 dengan energi bebas ikatan yang lebih kecil dibandingkan pada interaksinya terhadap COX-1. Untuk eleutherine menghasilkan energi bebas ikatan sebesar -62,829 kkal dan isoeleutherine -66,439 kkal untuk kode reseptor 1EQG (COX-1), sedangkan untuk kode reseptor 3LN1 (COX-2) eleutherine menghasilkan energi bebas ikatan sebesar -68,666 kkal dan isoeleutherine -74,448 kkal. Senyawa isoeleutherine memiliki aktivitas antiinflamasi yang lebih baik dibandingkan dengan eleutherine dengan energi bebas ikatan yang mendekati dengan nilai native ligand ibuprofen (COX-1) -85,529 kkaldan celecoxib (COX-2) -90,916kkal.
UJI AKTIVITAS PENYEMBUHAN LUKA FORMULA GEL EKSTRAK ETANOL DAUN BABADOTAN (Ageratum conyzoides L) TERHADAP TIKUS JANTAN WISTAR Yedy Purwandi Sukmawan; Ratih Aryani
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.170

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas penyembuhan luka formula gel ekstrak etanol daun babadotan (Ageratum conyzoides L) terhadap tikus jantan wistar dengan melakukan eksisi untuk membuat luka dengan diameter 1 cm. Kemudian pada luka eksisi yang telah dibuat tersebut diberikan perlakuan plasebo (basis gel) terhadap kelompok kontrol, diberikan bioplacento terhadap kelompok pembanding, diberikan sediaan gel ekstrak etanol daun babadotan 5% terhadap kelompok uji I dan diberikan sediaan gel ekstrak etanol daun babadotan 10% terhadap kelompok uji II. Dari penelitian ini dihasilkan bahwa efek penyembuhan luka sediaan gel ekstrak etanol daun babadotan 10% menghasilkan efek yang paling baik dibandingkan dengan kelompok kontrol, pembanding dan sediaan gel ekstrak etanol daun babadotan 5% dengan persentase penutupan luka pada hari ke tujuh yaitu 50,33±4,93%, 30,67±9,08%, 43,5±6,36%, dan 41±3,61% secara berturut-turut.
PENENTUAN TRAYEK pH EKSTRAK KUBIS UNGU (Brassica oleracea L) SEBAGAI INDIKATOR ASAM BASA DENGAN VARIASI KONSENTRASI PELARUT ETANOL Nining Gustriani; Korry Novitriani; Ummy Mardiana
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.171

Abstract

Spesies Brassica oleracea L biasanya dikenal sebagai kubis atau kol. Kubis Ungu ini mempunyai warna yang khas yaitu warna ungu. Warna Ungu tersebut disebabkan oleh adanya pigmen warna yaitu zat antosianin, karena zat inilah kubis ungu bisa dijadikan sebagai Indikator Asam-Basa. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi optimal pelarut etanol dalam mengekstraksi pigmen warna antosianin pada kubis ungu dan mengetahui berapa trayek pH dari ekstrak kubis ungu untuk dijadikan sebagai indikator asam basa. Metode yang digunakan adalah ekstraksi maserasi, dengan merendam kubis ungu yang sudah halus selama 24 jam menggunakan berbagai konsentrasi pelarut etanol (70, 75, 80, 85, 90 dan 95%). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa etanol konsentrasi 95% merupakan konsentrasi pelarut etanol yang paling optimal dengan nilai absorban terbesar yaitu 0,3222, dengan panjang gelombang maksimum 544 nm. Trayek pH Kubis Ungu berada pada pH 6,5-7,50 (Ungu-Biru), pH 10,50-12,00 (hijau-hijau kebiruan) dan pH 12,00-13,00 (Hijau kebiruan-Kuning).