cover
Contact Name
Mida Hamidah
Contact Email
jkbth2mida@gmail.com
Phone
+62265-334740
Journal Mail Official
lppm_jkbth@universitas-bth.ac.id
Editorial Address
Universitas Bakti Tunas Husada Jl. Mashudi No. 20 Kota Tasikmalaya
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : 10.36465
Core Subject : Health, Science,
Journal scope includes: Pharmacy Health Analyst Nursing Medicine (general or dental) Nutrition and other fields relevant to health science
Articles 481 Documents
PENGARUH AIR SEDUHAN ANGKAK TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA MENCIT (Mus musculus) JANTAN GALUR SWISS WEBSTER Meti Kusmiati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i1.195

Abstract

Hiperkolesterolemia atau meningkatnya kadar kolesterol merupakan permasalahan pada masyarakat. Faktor yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah ialah mengurangi makanan yang mengandung kadar kolesterol tinggi dan dengan pengobatan tradisional salah satunya dengan menggunakan angkak.       Angkak adalah beras yang difermentasi oleh kapang Monascus purpureus sehingga penampakannya berwarna merah. Angkak sudah sejak lama digunakan sebagai bahan bumbu, pewarna dan obat karena mengandung bahan bioaktif berkhasiat.Tujuan penelitian untuk melihat adanya pengaruh terhadap penurunan kadar kolesterol total darah dengan pemberian air seduhan angkak dalam berbagai variasi dosis.Metode penelitian bersifat eksperimen dengan menggunakan 27 ekor mencit jantan galur Swiss Webster dengan umur 2-3 bulan. Mencit dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan dan setiap kelompok terdiri dari 5-6 ekor mencit. Kelompok I (kontrol negatif) diberi diet tinggi kolesterol propiltiourasil 0,26mg/20 g BB mencit dan kuning telur puyuh 0,2ml/20 g BB mencit, kelompok II (kontrol positif) diberi diet tinggi kolesterol propiltiourasil 0,26mg/20 g BB mencit, kuning telur puyuh 0,2ml/20 g BB mencit dan obat simvastatin 0,026mg/20 g BB mencit, kelompok III, IV dan V (kelompok dosis uji) diberi air seduhan angkak secara oral dengan dosis 0,00234 g/20 g BB mencit, 0,00468 g/20 g BB mencit dan 0,00936 g/20 g BB mencit yang telah diinduksi diet tinggi kolesterol. Penetapan kadar kolesterol total dilakukan selama 14 hari, 7 hari digunakan untuk adaptsi dan 7 hari digunakan untuk pemberian dosis. Pengukuran kadar kolesterol total menggunakan metode strip test.Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian air seduhan angkak mempunyai efektivitas dalam menurunkan kadar kolesterol total darah mencit, dosis efektif adalah dosis I dengan persen efektivitas penurunan kadar kolesterol total sebesar 19,2%.
GAMBARAN JUMLAH RETIKULOSIT PADA RETINOPATI DIABETIKA PROLIFERATIV DENGAN PERDARAHAN VITRIEUS DI RUMAH SAKIT MATA CICENDO BANDUNG Yane Liswanti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v9i1.98

Abstract

Telah dilakukan pemeriksaan jumlah retikulosit dalam sediaan apus darah tepi pada Retinopati Diabetika Proliferativ dengan Perdarahan Vitrieus sebanyak 18 sampel.Penelitian ini dilakukan pada bulan agustus-Desember 2012 di poli rawat jalan UPF Retina Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung dan Laboratorium TUK Analis Kesehatan STIKes BTH Tasikmalaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Retikulosit pada Penderita Retinopati Diabetika Proliferaiv dengan Perdarahan Vitrieus.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat deskriptif dan pemeriksaan laboratorium menggunakan metode New Metilen Blue dengan sediaan kering.Hasil dari penelitian menunjukan bahwa sebesar 61.1% adalah normal, dan sisanya 38.9% meningkat.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terjadinya anemia pada perdarahan kecil di Vitrieus sehingga nilai retikulosit normal.  Kata Kunci : Retikulosit, diabetika proliferaiv, perdarahan vitreus
AKTIVITAS ANTIRADIKAL BEBAS SENYAWA β-KAROTEN PADA ALGA MERAH Anindita Tri Kusuma Pratita; Denis Pajriati; Gatut Ari Wardani; Mochamad Fathurohman
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 23, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v23i2.1023

Abstract

Mikroalga merah diketahui mengandung senyawa fenolat, karotenoid, fikobiliprotein, dan klorofil yang mampu mendonorkan atom hidrogennya pada radikal bebas. Warna merah pada alga dihasilkan oleh pigmen karotenoid dengan salah satu turunannya adalah β-karoten. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas antiradikal bebas dari senyawa β-karoten yang terkandung dalam mikroalga merah. β-karoten diekstrasksi dengan cara maserasi kemudian dilakukan analisis kualitatif dengan menggunakan KLT dan FTIR, pengujian aktivitas antiradikal bebas dilakukan dengan pengujian dengan menggunakan DPPH. Hasil KLT menunjukan senyawa β-karoten yang dielusi dengan menggunakan pelarut aseton dan etil asetat (3:7) memiliki nilai Rf 0,8 dan pada FTIR menunjukkan senyawa β-karoten memiliki gugus hidroksil, karbonil, alkana, alkohol, dan aromatik. Aktivitas antiradikal bebas pada senyawa β-karoten  memiliki nilai IC50 sebesar 267,375 ppm yang dikategorikan lemah.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIJAMUR EKSTRAK BATANG AKAR KUNING (Fibraurea chloroleuca Miers) TERHADAP Escherichia coli, Staphylococcus aureus DAN Candida albicans Udi Santoso; Medriana Utari; Mauritz Pandapotan Marpaung
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v20i2.611

Abstract

Akar kuning merupakan tanaman yang memiliki banyak khasiat khususnya bagian batang dalam pengobatan seperti antidiabetes, antiinflamasi, antikanker, dan antibiotik. Tujuan penelitian ini untuk menentukan aktivitas ekstrak batang akar kuning sebagai antibakteri terhadap Escherichia coli ATCC 25922, Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan antijamur terhadap Candida albicans 10231. Penelitian ini menggunakan metode difusi cakram dengan konsentrasi ekstrak yaitu 10%, 15%, dan 20%. Kontrol positif uji antibakteri dan antijamur masing-masing adalah amoksisilin dan ketokonazol dengan CMC sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata diameter hambat tertinggi terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus terdapat pada ekstrak 20% masing-masing sebesar 26,5 mm dan 21,5 mm. Untuk rata-rata diameter hambat tertinggi terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans terdapat pada ekstrak akar kuning 15% sebesar 23,2 mm. Kesimpulan dari penelitian adalah ekstrak batang akar kuning mempunyai aktivitas sebagai antibakteri terhadap Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan antijamur terhadap Candida albicans. 
GAMBARAN KADAR CRP PADA KETURUNAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS SUKARAJA Rudy Hidana
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v12i1.70

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit degeneratif yang memerlukan penanganan serius yang mempunyai tujuan jangka pendek dalam penatalaksanaan pada pasien diabetes melitus adalah untuk menghilangkan keluhan atau gejala diabetes melitus. Pemeriksaan C-Reactive Protein (CRP) merupakan pengukuran konsentrasi CRP dalam darah. CRP adalah suatu reaktan fase akut yang meningkat konsentrasinya beberapa jam setelah inisiasi proses peradangan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Kadar CRP pada keturunan diabetes Mellitus Tipe 2 diPuskesmas Sukaraja Kabupaten TasikmalayaMetode penelitian yang digunakan adalah bersifat deskriptif. Populasi dalam penelitian ini 30 anak umur 20 – 40 Tahun yang orang tuanya mempunyai penyakit Diabetes Mellitus Tipe 2.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden sebanyak 10 orang (33.33%) yang memiliki positif pada pemeriksaan CRP dan negatif sebanyak 20 orang (66.67%), dari hasil  CRP positif sebanyak 10 orang diantaranya 6 orang (60%) CRP positif keturunan dari ibu dan sebanyak 4 orang (40%) CRP Positif keturunan dari ayah.Kesimpulannya adalah bahwa keturunan DM dari ibu lebih banyak dibandingkan DM tipe 2 keturunan dari ayah.
EFEKTIFITAS BEBERAPA MERK MINYAK SEREH WANGI (Cymbopogon sp) TERHADAP MORTALITAS KUTU KEPALA (Pediculus humanus capitis) SECARA In vitro Meri Meri
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.272

Abstract

Pediculus humanus capitis merupakan ektoparasit penyebab pedikulosis pada manusia. Minyak sereh wangi merupakan bahan alami yang dihasilkan dari tanaman Cymbopogon nardus R atau Cymbopogon winterianus J. Didalamnya terdapat kandungan kimia yang bersifat insektisida dan berpotensi sebagai pedikulosida nabati yaitu “Sitronelal”. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas beberapa merk minyak sereh wangi terhadap mortalitas kutu kepala. Metode penelitian bersifat eksperimen, yaitu dengan meletakkan 2 ekor kutu kepala dewasa (jantan dan betina) pada kertas saring yang telah dijenuhkan dengan minyak sereh wangi didalam cawan petri. Mortalitas kutu kepala diamati berdasarkan waktu. Pengujian dilakukan dengan 5 kali pengulangan dan 3 merk minyak sereh wangi. Aquadest digunakan sebagai kontrol serta uji pembanding menggunakan pedikulosida merk “X” dengan senyawa aktif permethrin 1 %. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa minyak sereh wangi merk “A”, “B”, dan “C” memiliki waktu pengaruh yang lebih cepat dibandingkan dengan pedikulosida merk “X” dengan senyawa aktif permethrin 1%. Waktu yang dibutuhkan untuk membunuh kutu kepala yaitu kurang dari 15 menit. Minyak Sereh Wangi Merk “A” mempunyai waktu tercepat terhadap mortalitas kutu kepala dengan rata-rata waktu 6 menit 1 detik. Sedangkan Merk “B” dengan waktu 7 menit 30 detik dan 10 menit 3 detik untuk Merk “C”.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KRIM EKSTRAK DAUN MANGGA (Mangifera indica L) Terhadap DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil) Lusi Nurdianti; Ira Rahmiyani
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.165

Abstract

Daun mangga ((Mangifera indica L)adalah salah satu tumbuhan yang biasanya ditanam di pekarangan rumah sebagai tanaman obat. Salah satu senyawa yang terkandung di dalamnya adalah flavonoid, isoflavonoid, fenolik, vitamin C dan beta karoten sehingga berpotensi sebagai antioksidan yang dapat berpotensi menghambat radikal bebas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formula yang paling baik dari sediaan krim daun mangga dengan variasi konsentrasi basis setil alkohol. Hasil dari pengujian krim ekstrak daun mangga yang dilakukan selama 28 hari bahwa pengamatan organoleptik, pH dan viskositas pada ketiga formula di dapat hasil yang paling baik adalah formula 3 dengan konsentrasi basis setil alkohol sebesar 12%. Pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dari ekstrak etil asetat daun mangga diperoleh IC50 adalah 21,79 ppm sedangkan hasil pengujian aktivitas antioksidan pada sediaan krim ekstrak etil asetat daun mangga pada formula 3 didapat nilai IC50 sebesar 50,54 ppm.
GAMBARAN PENGETAHUAN ORANG TUA DAN PERILAKU TEMPER TANTRUM PADA ANAK PENYANDANG AUTISME Gusgus Graha ramdhanie; Hendrawati hendrawati; Sifa nuraeni
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 22, No 1 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v22i1.897

Abstract

DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL BUNGA TELANG (Clitoria Ternatea L) TERHADAP BAKTERI PERUSAK PANGAN Ervina Fauzia Riyanto; Rochmanah Suhartati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i2.500

Abstract

Makanan dapat menjadi tempat hidup dan berkembangbiak satu atau lebih jenismikroorganisme, karena mengandung nutrisi untuk pertumbuhan mikroorganisme. Mikroorganismetersebut dapat menyebabkan kerusakan pada makanan dan menimbulkan permasalaan kesehatan.Mikroorganisme yang berperan dalam proses pembusukan makanan misalnya Pseudomonasaeruginosa dan Bacillus cereus. Upaya menghambat pertumbuhan bakteri tersebut dapatmemanfaatkan bunga telang yang diketahui mengandung senyawa fitokimia seperti: alkaloid,flavonoid, tannin, saponin, sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan mikroorganisme dan serangga.Penelitian ini bertujuan mengetahui daya hambat ekstrak etanol bunga telang (Clitoria ternatea L)terhadap bakteri patogen perusak pangan yaitu Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus cereus. Metodeyang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen. Ekstrak etanol bunga telang diekstraksidengan metode maserasi. Daya hambat bakteri diukur dari diameter zona hambat ekstrak etanol bungatelang dengan metode difusi agar Kirby Bauer. Hasil penelitian menunjukan terdapat daya hambatekstrak etanol terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa pada konsentrasi 10% hingga 100%sedangkan daya hambat terhadap bakteri Bacillus cereus terdapat pada konsentrasi 30% sampai 100%.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konsentrasi hambat minimal (KHM) ekstrak etanol bungatelang terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa adalah 10% dan konsentrasi hambat minimal (KHM)ekstrak etanol bunga telang terhadap bakteri Bacillus cereus adalah 30%.
AKTIVITAS KANGKUNG AIR (Ipomoea aquatica) TERHADAP JAMUR Pityrosporum ovale HASIL ISOLASI SECARA IN VITRO Anna Yuliana
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v9i1.87

Abstract

Telah dilakukan penelitian Aktivitas kangkung Air (Ipomoea aquatica) dengan menggunakan jamur Pityrosporum ovale yang diperoleh dari hasil isolasi Ketombe. Ketokonazol sebagai pembanding. Metode yang digunakan adalah difusi agar  dengan  perforasi. Bahan pemeriksaan berupa kerokan skuama kulit kepala penderita ketombe. Dilanjutkan dengan pembiakan pada Sabouraud Dekstrose Agar (SDA) olive oil pada suhu 37,0o C selama 3 hari. Hasil biakan (+) diencerkan dalam larutan NaCl Fisiologis steril dan dibuat sama kekeruhannya dengan larutan Mc Farland 0,5 kemudian diambil 0,2 cc dan ditanamkan pada media SDA olive oil dan dibuat lubang dengan diameter 6mm yang masing-masing lubang mengandung air rendaman kangkung dan ketokonazol 2%. Selanjutnya di inkubasi pada suhu 37,0o C selama 3 hari. Hasil menunjukan adanya aktivitas antijamur dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) 40% v/v terhadap Pityrosporum ovale. Konsentrasi 40% v/v infusum setara dengan konsentrasi 0,013%v/v Ketokonazol.

Page 6 of 49 | Total Record : 481