cover
Contact Name
Mida Hamidah
Contact Email
jkbth2mida@gmail.com
Phone
+62265-334740
Journal Mail Official
lppm_jkbth@universitas-bth.ac.id
Editorial Address
Universitas Bakti Tunas Husada Jl. Mashudi No. 20 Kota Tasikmalaya
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : 10.36465
Core Subject : Health, Science,
Journal scope includes: Pharmacy Health Analyst Nursing Medicine (general or dental) Nutrition and other fields relevant to health science
Articles 481 Documents
ELAYANAN STUNTING PREVENTIF CARE DENGAN MEMANFAATKAN MEDIA INTERAKTIF: TINJAUAN LITERATUR Gusgus Ghraha graha Ramdhanie; Elsadai Elsadai; Ema Arum Arum Rukmasari
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 22, No 2 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v22i2.1020

Abstract

PENGUKURAN ZAT WARNA Monascus purpureus MENGGUNAKAN LCMS Anna Yuliana
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v20i1.548

Abstract

The formation of Monascus purpureus color-substance, as the result of solid fermentation, had been studied by using IR64 rice as a substrate. The formation of color substance had been measured by extracting the sample using 80% methanol which had undergone 14-day fermentation, followed by the thin-layer chromatography (TLC) test with the eluent of chloroform: methanol: water (90: 25: 4). The thorough test was accomplished by using UV-Vis spectrophotometry. The absorbance of Monascus purpureus color substance was measured by UV-Vis spectrophotometry at 364, 365, 375, 400, 480 and 500 nm wavelength. The results of color pigment absorbance of each isolate variedly were in the range of 0.219-0.590. The following analysis was done by using Liquid Chromatography-Mass Spectrum (LC-MS). LC-MS results showed the differences of each isolate. The IPB-B and IPB-T isolates showed that there were two compounds identified to have 359 and 386 molecular weight, ITBCC isolates showed that there were three compounds identified to have 359 371 and 386 molecular weight, while INACC F01 and INACC F147 isolates showed that there were five compounds identified to have 294, 346, 359, 371 and 386 molecular weight. The study result showed that the differences of isolate affect the production of Monascus purpureus color substance.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEMATIAN NEONATUS DINI DI RUANG PERINATALOGI RSUD TASIKMALAYA TAHUN 2012 Enok Nurliawati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v11i1.52

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan masih tingginya angka kematian bayi di Indonesia. Pada tahun 2012 di ruang Perinatalogi RSUD Tasikmalaya ada sebanyak 156 bayi dengan penyebab asfiksia, kelainan kongenital, BBLR dan lain-lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan faktor yang paling berpengaruh dalam kematian neonatal dini.  Jenis penelitian deskriptif korelasi dengan menggunakan pendekatan kohort retrospektif. Jumlah sampel sebesar 368 bayi dengan tehnik pengambilan sampel secara simple random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor yang paling berhubungan atau yang mempunyai risiko paling tinggi adalah asfiksia dengan nilai p = 0.000, RR= 6.759 ,CI 95% = 3.688 – 12.387 yang berarti bahwa neonatal dengan asfiksia mempunyai risiko 7 kali dibandingkan dengan neonatal yang tidak mengalami asfiksia atau normal. Kata kunci : Kematian neonatal dini, asfiksia,berat badan lahir, usia kehamilan, paritas, cara melahirkan
PERBANDINGAN HASIL PENILAIAN AWAL BAYI BARU LAHIR ANTARA IBU BERSALIN YANG DILAKUKAN DAN TIDAK DILAKUKAN HIPNOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS INDIHIANG KOTA TASIKMALAYA TAHUN 2017 Adeselpi Negara
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.254

Abstract

Angka kematian pada bayi baru lahir di Indonesia masih cukup tinggi, dimana salah satu penyebab kematian bayi adalah asfiksia. Kematian bayi di wilayah kerja Puskesmas Indihiang yang disebabkan asfiksia sebesar 4%. Salah satu upaya untuk menanggulangi terjadinya asfiksia pada bayi baru lahir adalah dengan metode nonfarmakologi pada saat ibu bersalin memasuki kala I persalinan diantaranya dengan cara hipnosis. Untuk melihat asfiksia atau tidaknya dilihat dari hasil penilaian awal bayi baru lahir. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan perbedaan hasil nilai awal bayi baru lahir antara ibu bersalin yang dilakukan dan tidak dilakukan hipnosis. Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif, dengan desain eksperimental semu atau quasy experiment. Rancangan penelitian yang digunakan adalah posttest with control group design. Sampel pada penelitian menggunakan purposivesamplingsebanyak 48 orang. Data diperoleh dengan menggunakan format observasi kemudian dianalisis dengan uji Mann whitney U. Hasil penelitian diperoleh penilaian awal pada bayi baru lahir dari ibu yang diberikan hipsosis sebagian besar termasuk baik yaitu sebanyak 21 orang (70.8%), sedangkan bayi baru lahir dari ibu yang tidak dilakukan hipnosis diperoleh sebagian besar termasuk baik yaitu sebanyak sebanyak 13 orang (54.2%). Hasil uji Mann whitney U diperoleh terdapat perbedaan hasil penilaian awal antara ibu bersalin yang dilakukan dan tidak dilakukan hipnosis dengan p value 0.012 Kesimpulan dari penelitian ini terdapat perbedaan hasil penilaian awal antara ibu bersalin yang dilakukan dan tidak dilakukan hipnosis. Oleh karena itu bidan dapat melakukan upaya pengurangan rasa nyeri pada ibu bersalin dan menghindari efek trauma psikologi pasca bersalin serta mengurangi angka kejadian asfiksia terhadap bayi baru lahir dengan pemberian hipnosis.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BEBERAPA EKSTRAK DAUN PACING (COSTUS SPECIOSA) DENGAN METODE DPPH Ira Rahmiyani; Diana Sri Zustika
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 15, No 1 (2016): Pebruari 2016
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v15i1.147

Abstract

Pacing merupakan tumbuhan keluarga Zingiberaceae yang diduga memiliki aktivitas antioksidan. Senyawa yang diduga berpotensi sebagai antioksidan pada ekstrak daun pacing adalah senyawa golongan flavonoid. Penelitian ini dilakukan untuk mengatahui aktivitas antioksidan ekstrak daun pacing (Costus specious (Koenig) J.E Smith) terhadap radikal bebas DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Ekstraksi daun pacing dilakukan menggunakan metode maserasi bertingkat dengan pelarut n-heksana, etil asetat, dan metanol. Ekstrak yang didapat diuji aktivitas antioksidannya terhadap radikal bebas DPPH menggunakan spektrofotometer yang diukur serapannya pada λmax 516 nm dengan vitamin C sebagai pembanding. Parameter adanya aktivitas antioksidan pada ekstrak daun pacing ditunjukkan oleh nilai IC50. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa ekstrak n-heksana dan metanol daun pacing memiliki aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC50 masing-masing 57,93 dan 84,20 ppm. Ekstrak etil asetat memiliki aktivitas antioksidan lemah dengan nilai IC50 169,82 ppm, sedangkan vitamin C sebagai pembanding memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 3,60 ppm.
FAKTOR PENYEBAB DAN UPAYA PENANGGULANGAN KEJADIAN HUBUNGAN SEDARAH (INCEST): STUDY LITERATURE Deanny Melati Sukma; Ahmad Yamin; Hendrawati Hendrawati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 21, No 2 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v21i2.753

Abstract

RIWAYAT PIJAT BAYI, ASUPAN MAKANAN DAN STATUS GIZI ANAK USIA 6-12 DI KOTA SALATIGA Dary Dary
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 1 (2019): .
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.448

Abstract

Status gizi merupakan kondisi keseimbangan dari tubuh yang diperoleh dari kebutuhan zat gizi maupun asupan demi menunjang proses dari tumbuh kembang anak. Status dari gizi anak yang baik sangat penting karena akan berperan dalam proses perkembangan maupun pertumbuhan anak yang optimal serta mencegah terjadinya penyakit pada anak. Untuk meningkatkan status gizi anak dibutuhkan asupan makanan yang seimbang. Karena dengan asupan makanan yang baik dan seimbang maka akan berkontribusi terhadap kesehatan anak. Selain pemberian asupan makanan, diperlukan juga stimulasi salah satunya yaitu pijat bayi untuk peningkatan status pada gizi anak. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan hubungan antara riwayat pijat bayi, asupan makanan dan status gizi anak usia 6-12 bulan di Kota Salatiga. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode kuantitatif korelasi dengan teknik pengumpulan data wawancara, kuisoner Food Recall 24 jam, dan menghitung Indeks Masa Tubuh anak. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian adalah analisis koefisien korelasi rank spearman. Populasi dalam penelitian ini adalah Ibu dan anaknya yang berusia 6-12 bulan di Kota Salatiga. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan bulan Mei tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat pijat bayi terhadap status gizi anak sedangkan pada riwayat pijat bayi maupun asupan makanan tidak berpengaruh terhadap status gizi anak. Hal ini dipengaruhi dari beberapa faktor yaitu, nafsu makan anak, pantangan makan, kesukaan, rasa lapar, rasa kenyang, emosi serta tipe kepribadian dari anak tersebut. Kemudian, faktor lain yang memengaruhi status gizi anak yaitu konsumsi makanan yang tidak mencukupi kebutuhan anak tersebut. Kata Kunci: Asupan makanan, Riwayat Pijat bayi, Status gizi.
GAMBARAN JUMLAH RETIKULOSIT SEBELUM DAN SETELAH DONOR DARAH Yane Liswanti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v13i1.21

Abstract

Donor darah merupakan suatu tindakan pengambilan darah dengan volume tertentu melalui pembuluh darah. Tubuh yang kehilangan darah akan menimbulkan respon eritropoetin yang diatur oleh hormon eritropoietin yang diproduksi oleh ginjal dalam enam jam, dan hitung retikulosit naik dalam dua sampai tiga hari dan mencapai puncaknya pada hari ke-4 sampai ke-7. Retikulosit meningkat menandakan bahwa sumsum tulang bereaksi secara normal. Telah dilakukan pemeriksaan jumlah retikulosit dalam sediaan apus darah tepi pada pendonor sebelum dan setelah donor darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Majalengka. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jumlah retikulosit pada  pendonor  sebelum dan setelah donor darah di UDD PMI Kabupaten Majalengka.Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Pemeriksaan retikulosit ini memakai metode Briliant Cresil Blue (BCB) 1% dalam sediaan kering.Dari  hasil penelitian terhadap jumlah retikulosit pada 5 orang pendonor didapat secara seluruhnya (100%) meningkat.Jadi berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jumlah retikulosit sebelum dan setelah donor darah terjadi peningkatan. Kata Kunci : Retikulosit, Donor darah
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK SEFALOSPORIN DI RUANG PERAWATAN BEDAH SALAH SATU RUMAH SAKIT DI KABUPATEN TASIKMALAYA Nur Rahayuningsih
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i1.200

Abstract

Telah dilakukan evaluasi penggunaan antibiotik sefalosporin di ruang perawatan bedah Salah satu Rumah Sakit di Kabupaten Tasikmalaya secara retrospektif dari bulan April 2013- Maret 2014. Pengumpulan data sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkanyaitu meliputi penetapan kriteria obat, kriteria penderita, penetapan standar penggunaan obat untuk dilakukan analisis data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil evaluasi jumlah sefalosforin yang paling banyak digunakan adalah generasi III (98,84%), disusul oleh generasi I (1,16%) dari 86 total antibiotik. Tidak ditemukan adanya ketidaktepatan indikasi, ketidaktepatan dosis antibiotik, ketidaktepatan lama tetapi antibiotik, kasus interaksi obat sefalosforin dengan obat lain, serta kasus duplikasi penggunaan obat sefalosforin. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan antibiotik sefalosforin di RSU Kabupaten Tasikmalaya telah rasional
POTENSI ANTIKANKER DARI EKSTRAK BUNGA KECOMBRANG DENGAN BERBAGAI TINGKAT KEPOLARAN TERHADAP SEL T47D Tresna Lestari
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.104

Abstract

Telah dilakukan uji aktivitas sitotoksik dari ekstrak bunga kecombrang yang diekstraksi menggunakan pelarut dengan berbagai tingkat kepolaran terhadap sel T47D. Metode ekstraksi yang digunakan yaitu refluks secara bertingkat dengan pelarut n-heksan, etil asetat dan metanol. Hasil uji aktivitas sitotoksik diketahui ekstrak n-heksan memiliki potensi sitotoksisitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak etil asetat dan metanol dengan nilai IC50 berturut-turut adalah 372,117 ppm; 455,263 ppm; 448,589 ppm.Kata Kunci : kecombrang, refluks, kepolaran pelarut, aktivitas sitotoksik

Page 9 of 49 | Total Record : 481