Journal of Holistic Community Service
Journal of Holistic Community Service (JHCS) berisi kumpulan artikel pengabdian kepada masyarakat dibidang kesehatan holistik dan kesehatan konvensional. Scope: - Gizi dan Kesehatan yaitu menitikberatkan pada hubungan makanan/minuman terhadap kesehatan dan penyakit, - Kesehatan Masyarakat yaitu menitikberatkan pada ilmu dan seni untuk mencegah penyakit, memperpanjang hidup, mempromosikan kesehatan dengan menggerakkan potensi seluruh masyarakat untuk meningkatkan tingkat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, - Pengembangan produk pangan fungsional, pangan lokal yang memberikan dampak Kesehatan dan nilai ekonomi bagi masyarakat, - Kesehatan Masyarakat yang menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif bidang kefarmasian, khususnya sediaan farmasi bahan alam, - Sosialisasi dan Pelatihan pembuatan sediaan farmasi bahan alam yang memenuhi standar, - Pemberdayan ekonomi dibidang usaha sediaan farmasi bahan alam.
Articles
37 Documents
Edukasi kesehatan makanan bergizi, pengecekan kesehatan, serta pengobatan massal di Desa Kuta Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor Jawa Barat
Farhan, Farhan
Journal of Holistic Community Service Vol 2 No 2 (2025): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51873/jhcs.v2i2.54
Latar belakang: Kesadaran terhadap pentingnya menjaga pola hidup sehat di wilayah pelosok merupakan fokus utama dan tanggung jawab bersama terutama bagi Institusi Pendidikan yang mengemban Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk dapat melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Desa Kuta yang terletak di wilayah pedalaman Bogor merupakan daerah yang cukup jarang diadakan program – program penyuluhan kesehatan, sehingga hal ini menjadi perhatian bagi pemangku kepentingan untuk dapat memberikan program yang berguna dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan. Tujuan: Untuk mengetahui pola penyakit umum serta memberikan penyuluhan untuk mengedukasi pola hidup sehat pada masyrakat Desa Kuta. Metode: Sebanyak 100 masyarakat Desa Kuta Megamendung Kabupaten Bogor berpartisipasi dalam kegiatan Edukasi Kesehatan, Pengecekan Kesehatan, dan Pengobatan Massal. Karakteristik responden digali dengan berkoordinasi ke perangkat desa setempat serta melakukan penyuluhan. Hasil: Sebagian besar masyarakat desa Kuta belum menerapkan pola hidup sehat, menjadikan masyarakat mengalami beberapa penyakit umum (Hipertensi, Kadar Asam Urat & Glukosa Tinggi) Kesimpulan: Hasil dari kegiatan ini menegaskan bahwa perlunya program Edukasi Kesehatan yang bersifat continued, hal ini dikarenakan sebagian warga Desa Kuta belum mampu menerapkan pola hidup sehat serta kurangnya kepekaan dan pemahaman terhadap kesehatan.
Penyuluhan informasi obat untuk penyakit pembuluh darah pada sekolah lansia di Desa Cikeris Kabupaten Purwakarta
Andriani, Susi
Journal of Holistic Community Service Vol 2 No 2 (2025): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51873/jhcs.v2i2.57
Latar belakang: Penyakit kardiovaskuler adalah penyakit yang mengganggu sistem jantung (kardio) dan pembuluh darah (vaskuler). Jenis penyakit ini berhubungan dengan jantung, peredaran darah dan pembuluh darah yaitu melemahnya kontraksi jantung (gagal jantung), denyut jantung tidak normal (aritmia), penyempitan pembuluh darah dan penumpukan lemak di pembuluh darah (arteriosklerosis). Sekitar 17 juta orang meninggal dunia akibat penyakit jantung, terutama dikarenakan penyakit jantung koroner. Penyakit ini 80% dialami oleh negara-negara berkembang salah satunya Indonesia. Beberapa kasus bahkan terjadi pada usia produktif walaupun fakta di lapangan masih didominasi usia lanjut. Adanya program sekolah Lansia (Lanjut Usia) yang diadakan dibeberapa desa di Purwakarta, memberikan banyak manfaat khususnya dalam hal pengenalan obat-obat untuk kelainan pembuluh darah pada masyarakat lansia. Tujuan: Memberikan wawasan dengan penyuluhan kepada masyarakat di desa Cikeris kabupaten Purwakarta khususnya peserta sekolah lansia tentang informasi macam-macam obat dan khasiatnya untuk penyakit pembuluh darah seperti hipertensi, jantung coroner, arteriosclerosis dan aritmia. Metode: Dilaksanakan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan penyuluhan (sosialisasi) secara tatap muka dengan masyarakat melalui kerja sama program sekolah lansia desa Cikeris dengan Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STIKes Holistik. Hasil: Masyarakat Desa Cikeris Kabupaten Purwakarta telah menerima informasi mengenai macam-macam obat dan khasiat untuk penyakit pembuluh darah melalui kegiatan sekolah lansia. Kesimpulan: Kegiatan PkM dalam bentuk penyuluhan kepada masyarakat lansia di desa Cikeris kabupaten Purwakarta menjadi bentuk kerja sama program pemerintah daerah dan institusi pendidikan yaitu STIKes Holistik dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai macam-macam obat untuk kelainan pembuluh darah.
Penyuluhan manfaat jamu untuk meningkatkan stamina dan kesehatan
Hidayat , Taufik Septiyan
Journal of Holistic Community Service Vol 2 No 2 (2025): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51873/jhcs.v2i2.59
Latar belakang: Jamu merupakan obat tradisional yang memiliki asal usul dari Indonesia, terbuat dari berbagai bahan seperti tanaman, hewan, mineral, serta sediaan galenik atau kombinasinya. Penggunaan jamu telah diwariskan secara turun-temurun sebagai salah satu metode pengobatan yang sesuai dengan aturan yang berlaku di masyarakat. Banyak orang mengonsumsi jamu karena meyakini bahwa jamu memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan, baik sebagai upaya pencegahan dan pengobatan penyakit, serta upaya menjaga kebugaran dan kecantikan, sangatlah penting, serta meningkatkan stamina tubuh. Tujuan: Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat di sekitar Klinik Ferren Purwakarta mengenai manfaat jamu dalam meningkatkan stamina dan kesehatan. Metode: Aktivitas ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan, di mana materi disampaikan kepada masyarakat dan diikuti dengan sesi tanya jawab. Setelah diskusi selesai, masyarakat diberikan angket untuk menilai respon mereka terhadap kegiatan yang telah dilakukan. Angket disusun dengan skala Likert. Hasil: Hasil angket menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat memberikan respon setuju dan netral terhadap pernyataan terkait manfaat serta kejelasan materi yang disajikan. Semua peserta (100%) merasa materi ini menarik, karena topik yang dibahas erat kaitannya dengan manfaat jamu dalam meningkatkan stamina dan kesehatan, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengikuti penjelasan yang diberikan. Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat jamu dalam meningkatkan stamina dan kesehatan, dan mereka memberikan respon positif terhadap kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan.
Jus terapi untuk penderita Diabetes Mellitus
Amalia, Suci
Journal of Holistic Community Service Vol 2 No 2 (2025): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51873/jhcs.v2i2.63
Latar belakang: Data Kementerian Kesehatan tahun 2021 menyebutkan bahwa penderita Diabetes Mellitus (DM) di Indonesia adalah 19,47 juta orang. DM merupakan penyakit yang terjadi karena kelainan progresif pengeluaran hormon insulin oleh pankreas atau ketidakmampuan insulin untuk mengontrol glukosa darah. Tujuan: Memberikan penyuluhan dan praktik pembuatan jus terapi untuk penderita DM bagi anggota Prolanis Klinik Ferren, Purwakarta. Metode: Bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa edukasi dan praktik pembuatan jus terapi DM dengan kombinasi tiga bahan yaitu pare, kacang panjang dan tauge yang diberikan kepada anggota Prolanis Klinik Ferren, Purwakarta. Kegiatan pembuatan jus terapi DM ini dilaksanakan pada tanggal 27 Mei 2025. Hasil: Berdasarkan hasil survey diketahui bahwa peserta pembuatan jus terapi DM mendapatkan informasi yang relevan dengan kebutuhan peserta terutama mengenai manfaat dari bahan-bahan yang digunakan dan cara pembuatan jus terapi DM sebagai alternatif pilihan pengobatan DM. Kesimpulan: Jus pare, kacang panjang dan tauge dapat menjadi pilihan terapi pengobatan alami untuk membantu mengontrol diabetes, namun kendati demikian sebaiknya tetap dikombinasikan dengan pengobatan medis dan pola hidup sehat yaitu olahraga teratur dan pola makan yang baik.
Pemasaran herbal dalam peningkatan ekonomi keluarga
Handayani, Reti Puji
Journal of Holistic Community Service Vol 2 No 2 (2025): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51873/jhcs.v2i2.58
Latar belakang: Desa Gardu adalah desa yang terletak di kecamatan Kiarapedes, berjarak 21 Km dari pusat kota kabupaten Purwakarta. Dengan suhu udara yang dingin dan curah hujan yang tingi menjadikan desa Gardu potensial dalam membudidayakan tanaman obat dengan mengolah sesuatu menjadi produk komersial untuk menambah pundi perekonomian dalam keluarganya. Ketatnya persaingan mengharuskan masyarakat berpikir kreatif dan inovatif, dalam hal ini buah pala (Myristica fragrans Houtt) yang banyak tumbuh di desa Gardu merupakan komoditas unggulan pertanian. Hasil produk pala dimanfaatkan menjadi manisan pala yang cukup menarik bagi masyarakat di luar Purwakarta mengikuti permintaan pasar dan perkembangan jaman. Realitanya penjualan produk olahan berkhasiat tidak dibarengi dengan pengetahuan strategi pemasaran yang baik sehingga menunjukkan tren tidak mencapai laba maksimal. Tujuan: Memberikan penyuluhan bagi Masyarakat desa Gardu tentang pemasaran herbal dalam peningkatan ekonomi keluarga. Metode: Pengabadian ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan. Kegiatan terdiri dari dua tahap, yaitu penyampaian materi mengenai dasar-dasar dan strategi pemasaran produk herbal, serta sesi diskusi interaktif bersama masyarakat. Setelah kegiatan penyuluhan, diberikan angket kepada peserta untuk mengukur respons dan tingkat pemahaman mereka terhadap materi yang telah disampaikan. Analisis data dilakukan secara deskriptif berdasarkan hasil angket Hasil: Pengetahuan masyarakat mengenai informasi pemasaran herbal dalam peningkatan ekonomi keluarga meningkat berdasarkan hasil angket yang menyatakan bahwa materi disampaikan dengan jelas, alokasi waktu pemberian penyuluhan cukup, pemahaman strategi pemasaran herbal meningkat serta materi memberikan manfaat untuk diri sendiri, orang lain dan keluarga. Kesimpulan: Masyarakat memperoleh pengetahuan tentang beberapa strategi pemasaran herbal dalam peningkatan ekonomi keluarga
Pemberdayaan Sekolah Lansia: Pentingnya hobi menjaga lingkungan dengan berkebun untuk menjaga ketahanan pangan keluarga Seri Edukasi Holistic Talks #2
Yani, Ahmad;
Puspariki, Jenta
Journal of Holistic Community Service Vol 3 No 1 (2025): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51873/jhcs.v3i1.66
Latar belakang: Peningkatan hidup lansia memerlukan pendekatan yang menyeluruh, salah satunya melalui kegiatan yang memperkuat aspek fisik, mental, dan lingkungan. Tujuan: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan bagian dari seri edukasi Holistic Talks yang bertujuan memberdayakan lansia di Sekolah Lansia Desa Cikeris melalui aktivitas berkebun sebagai bentuk hobi yang berdampak pada ketahanan pangan keluarga dan pelestarian lingkungan. Metode: Metode yang digunakan meliputi edukasi, pelatihan praktik berkebun sederhana, pembagian starter kit, serta pendampingan selama kegiatan. Hasil: Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan motivasi peserta dalam berkebun, partisipasi tinggi dalam praktik berkebun, serta dampak positif terhadap kesehatan mental dan ketersediaan pangan keluarga. Kesimpulan: Kegiatan ini membuktikan bahwa hobi berkebun dapat menjadi media pemberdayaan lansia yang efektif dalam kerangka pendekatan holistik. Program ini direkomendasikan untuk direplikasi pada komunitas lansia lainnya guna mendukung penuaan yang sehat, produktif, dan mandiri.
Penyuluhan dan edukasi pemanfaatan tanaman obat keluarga untuk terapi penyakit Diabetes Mellitus
Hidayat, Taufik Septiyan
Journal of Holistic Community Service Vol 3 No 1 (2025): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51873/jhcs.v3i1.68
Latar belakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan produksi maupun efektivitas insulin. Prevalensi DM terus meningkat secara global, bahkan WHO memperkirakan jumlah penderita dapat melebihi 1,3 miliar pada tahun 2050. Di Indonesia, kasus DM juga menunjukkan peningkatan signifikan. Salah satu upaya pengendalian DM yang potensial dikembangkan adalah pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai terapi pendukung. Tujuan: tujuan dari kegiatan ini agar meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan pengelolaan DM serta keterampilan dalam pemanfaatan TOGA sebagai terapi pendukung. Metode: Program ini dilakukan melalui sesi edukasi kesehatan yang diawali dengan pemaparan materi kepada peserta, kemudian dilanjutkan dengan interaksi tanya jawab. Sesudah kegiatan berakhir, peserta diminta mengisi kuesioner dengan desain deskriptif evaluatif sebagai bentuk evaluasi terhadap pelaksanaan penyuluhan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta dalam bentuk quisioner. Instrumen penilaian disusun menggunakan skala Likert. Hasil: Penyuluhan dilaksanakan pada 19 Juni 2025 di Klinik Ferren, Purwakarta, diikuti 21 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 80% dan mayoritas peserta menilai materi jelas, menarik, dan bermanfaat, dengan respon setuju mencapai lebih dari 90%. Kesimpulan: Penyuluhan TOGA untuk terapi DM berhasil meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat. Respon positif peserta menunjukkan potensi besar pengembangan edukasi berbasis tanaman herbal dalam mendukung pengendalian DM.
Penyuluhan pembuatan minuman anti kolesterol dari Daun Sirih Cina (Peperomia pellucida L) dan Jeruk nipis di Desa Gardu Purwakarta
Suharti, Suharti;
Hidayat, Taufik Septiyan
Journal of Holistic Community Service Vol 3 No 1 (2025): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51873/jhcs.v3i1.70
Latar belakang: Di era “back-to-nature”, masyarakat semakin tertarik menggunakan bahan alam untuk menjaga kesehatan dan terapi penyakit. Sirih Cina (Peperomia pellucida L.) dikenal tradisional digunakan sebagai antiseptik dan antimikroba. Pemanfaatannya dalam pencegahan kolesterol belum optimal karena masih kurangnya penyebaran informasi yang dapat diakses oleh masyarakat luas. Tujuan: Memberikan edukasi dan memperkenalkan pembuatan minuman “MISEROL” (Minuman Sehat Antikolesterol) berbahan daun sirih Cina dan jruk nipis sebagai alternatif pencegahan kolesterol di Desa Gardu, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta. Metode: Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan interaktif dan demo pembuatan MISEROL, dilanjutkan pengisian kuesioner evaluasi pre -post test sederhana selama 15 menit. Instrumen penilaian memakai skala Likert. Sebanyak 12 warga peserta terlibat. Hasil: Dari kuesioner, 83,3 % sangat setuju bahwa materi relevan dengan kebutuhan mereka dan 16,7 % setuju; 75 % sangat setuju bahwa penyampaian materi jelas dan 25 % setuju; waktu materi dianggap memadai (75 % sangat setuju, 25 % setuju); 92 % sangat setuju bahwa masyarakat mendapat manfaat; 67 % sangat mendukung kegiatan berkelanjutan; 75 % sangat puas dengan keseluruhan kegiatan. Rata-rata jawaban sangat setuju mencapai 77,8 %. Kesimpulan: Masyarakat Desa Gardu merespons sangat positif terhadap edukasi pencegahan kolesterol berbasis herbal sirih Cina. Edukasi ini meningkatkan pengetahuan mereka tentang kolesterol dan mempromosikan pemanfaatan lokal tanaman sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Pelatihan pembuatan kukis berbahan limbah kulit kopi untuk meningkatkan gizi dan mencegah stunting anak
Stepani, Stepani;
Sirniawati, Sirniawati;
Suherman, Quientara Auriell Septianingsih
Journal of Holistic Community Service Vol 3 No 2 (2026): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51873/jhcs.v3i2.77
Latar belakang: Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan yang serius di Indonesia karena berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta produktivitas generasi mendatang. Upaya pencegahan perlu dilakukan melalui intervensi gizi yang memanfaatkan potensi pangan lokal. Di desa Sakerta Timur terdapat banyak petani kopi, namun limbah kulit kopi yang biasanya tidak bisa dimanfaatkan ternyata terdapat kandungan gizi. Limbah kulit kopi merupakan salah satu sumber daya yang kaya serat, protein, dan senyawa bioaktif sehingga berpotensi dijadikan bahan tambahan pangan. Dengan melihat potensi dan adanya solusi yang bisa ditawarkan berdasarkan ketersediaan bahan pangan lokal, maka dibuatlah kegiatan pelatihan pembuatan kukis berbahan limbah kulit kopi. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Sakerta Timur dalam mengolah limbah kulit kopi menjadi kukis sebagai alternatif makanan bergizi untuk mencegah stunting. Metode: Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, penyuluhan gizi dan stunting, pelatihan pembuatan kukis, serta evaluasi dan observasi keterampilan peserta. Hasil: Hasil kegiatan selain dapat meningkatkan pengetahuan tentang stunting dan gizi, didapat juga keterampilan pembuatan kukis berbahan dasar kulit kopi. Selain itu, peserta berminat mengembangkan produk sebagai usaha ekonomi. Kesimpulan: Pelatihan ini bermanfaat meningkatkan kesadaran gizi, keterampilan pengolahan pangan, dan membuka peluang ekonomi produktif berbasis pemanfaatan limbah lokal.
Optimalisasi pengendalian Hipertensi pada lansia melalui program sekolah lansia: pendekatan perubahan perilaku diet dan aktivitas fisik
Hermanto, Restu Amalia;
Puspariki, Jenta;
Amelia, Dian
Journal of Holistic Community Service Vol 3 No 2 (2026): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51873/jhcs.v3i2.84
Latar belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi pada populasi lansia dan menjadi faktor risiko utama terjadinya komplikasi kardiovaskular. Pengendalian hipertensi memerlukan pendekatan komprehensif, tidak hanya melalui terapi farmakologis tetapi juga melalui modifikasi gaya hidup, khususnya pengaturan pola makan dan peningkatan aktivitas fisik. Namun, perubahan perilaku kesehatan pada lansia masih menjadi tantangan dalam praktiknya. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengendalian hipertensi pada lansia melalui penyuluhan berbasis Sekolah Lansia guna mendorong perubahan perilaku pola makan dan aktivitas fisik. Metode: Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan interaktif kepada peserta Sekolah Lansia. Materi yang diberikan meliputi edukasi tentang hipertensi, prinsip diet rendah garam dan rendah lemak, serta jenis dan frekuensi aktivitas fisik yang sesuai bagi lansia. Evaluasi dilakukan menggunakan checklist perilaku untuk mengidentifikasi kebiasaan sehat yang telah dijalani serta komitmen peserta dalam menerapkan perubahan perilaku setelah kegiatan. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil: Sebagian besar peserta Sekolah Lansia telah menerapkan perilaku sehat untuk mengendalikan hipertensi, seperti rutin memeriksa tekanan darah (90%), mencukupi konsumsi air putih (95%), membatasi alkohol (87,5%), tidak merokok (85%), dan mengelola stres (80%). Perilaku pola makan sehat juga cukup tinggi, termasuk mengonsumsi lebih banyak buah dan sayur (72%) dan mengurangi garam (70%). Aktivitas fisik teratur masih relatif rendah (67,5%). Kesimpulan: Penyuluhan berbasis Sekolah Lansia efektif meningkatkan perilaku pengendalian hipertensi terutama pada aspek pemantauan tekanan darah dan hidrasi. Perilaku diet dan aktifitas fisik masih perlu ditingkatkan untuk mendukung pengendalian hipertensi yang optimal.