cover
Contact Name
Iman Jauhari
Contact Email
iman.jauhari@stikesholistic.ac.id
Phone
+6281282695151
Journal Mail Official
jhcs@stikesholistic.ac.id
Editorial Address
Jl. Terusan Kapten Halim KM.9, Salammulya, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat (41115)
Location
Kab. purwakarta,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Holistic Community Service
ISSN : -     EISSN : 30262585     DOI : https://doi.org/10.51873/jhcs
Core Subject : Health, Science,
Journal of Holistic Community Service (JHCS) berisi kumpulan artikel pengabdian kepada masyarakat dibidang kesehatan holistik dan kesehatan konvensional. Scope: - Gizi dan Kesehatan yaitu menitikberatkan pada hubungan makanan/minuman terhadap kesehatan dan penyakit, - Kesehatan Masyarakat yaitu menitikberatkan pada ilmu dan seni untuk mencegah penyakit, memperpanjang hidup, mempromosikan kesehatan dengan menggerakkan potensi seluruh masyarakat untuk meningkatkan tingkat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, - Pengembangan produk pangan fungsional, pangan lokal yang memberikan dampak Kesehatan dan nilai ekonomi bagi masyarakat, - Kesehatan Masyarakat yang menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif bidang kefarmasian, khususnya sediaan farmasi bahan alam, - Sosialisasi dan Pelatihan pembuatan sediaan farmasi bahan alam yang memenuhi standar, - Pemberdayan ekonomi dibidang usaha sediaan farmasi bahan alam.
Articles 28 Documents
Penyuluhan hidup sehat dengan Diabetes Melitus di Desa Gurudug Kecamatan Pondok Salam Kabupaten Purwakarta Suharti, Suharti
Journal of Holistic Community Service Vol 1 No 2 (2024): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v1i2.38

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia kronis dan memengaruhi metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak. Pola Hidup Masyarakat saat ini yang sering mengonsumsi makanan dan minuman yang tinggi kandungan gulanya sehingga dapat memicu penyakit Diabetes mellitus. Patofisiologi DM berpusat pada gangguan sekresi insulin dan/atau gangguan kerja insulin. Komplikasi yang sering terjadi pada penyakit ini adalah makroangiopati dan mikroangiopati seperti stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, kebutaan bahkan amputasi dan kematian. Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahaya diabetes, karena itu perlu adanya penyuluhan agar masyarakat dapat mengetahui deteksi dini penyakit ini dan mengetahui tentang bahaya penyakit Diabetes melitus. Tujuan: Diharapkan masyarakat Desa Gurudug dapat mengetahui tentang gejala-gejala dan dapat mencegah penyakit Diabetes melitus ini sehingga, kualitas hidup masyarakat di Desa Gurudug meningkat. Metode: Memberikan penyuluhan dalam bentuk ceramah interaktif dan penayangan slide serta gambar tentang penyakit Diabetes melitus. Hasil:  Kegiatan penyuluhan diikuti oleh 22 orang warga Desa Gurudug, selanjutnya warga diminta untuk mengisi kuesioner. Dari hasil kuesioner terdapat 16 orang atau 72,72 % sangat setuju dengan penyuluhan tentang hidup sehat tentang Diabetes melitus, dan yang menyatakan setuju sebanyak 5 orang atau 27,27% dan untuk tidak setuju 0 dan sangat tidak setuju juga 0, sedangkan yang tidak mengisi kuesioner sebanyak 1 orang atau 0,1 %. Kesimpulan: Dari pengamatan lapangan, terlihat jelas bahwa kegiatan penyuluhan tentang bahaya penyakit Diabetes Melitus dan bagaimana jika sudah terkena penyakit tersebut, sangat disetujui oleh Masyarakat Desa Gurudug. Kegiatan penyuluhan ini, merupakan bentuk edukasi bagi masyarakat agar menjalani pola hidup sehat, perlu diadakan secara berkesinambungan agar pengetahuan masyarakat tentang penyakit ini meningkat.
Cover Journal of Holistic Community Service (JHCS) Vol. 1, No. 1, (2023) JHCS, Administrator
Journal of Holistic Community Service Vol 1 No 1 (2023): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v1i1.40

Abstract

Penyuluhan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) di PT Biji Tumbuh Berkembang Rosda, Sabila; Rahmawati, Rahmawati
Journal of Holistic Community Service Vol 1 No 2 (2024): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v1i2.41

Abstract

Latar Belakang: Keamanan pangan tidak dapat terlepas dari penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Kewajiban menerapkan CPPOB tidak membedakan skala usaha mulai dari usaha mikro, kecil, menengah, ataupun besar sebagai persyaratan keamanan pangan. UMKM yang menerapkan CPPOB secara konsisten dapat memperoleh manfaat yang menguntungkan di pasar global. Setiap pangan olahan yang asal produksinya di dalam negeri atau diimpor untuk diperdagangkan dalam kemasan eceran sebelum diedarkan harus memenuhi persyaratan CPPOB agar dapat memperoleh izin edar. Tujuan: Tujuan penyuluhan ini adalah untuk memberikan pemahaman bagi UMKM PT Biji Tumbuh Berkembang tentang CPPOB agar produk yang diproduksi dapat diedarkan secara legal dengan izin edar sesuai ketentuan. Metode: Kegiatan penyuluhan menggunakan metode penyuluhan atau sosialisasi secara langsung kepada pegawai PT Biji Tumbuh Berkembang yang berjumlah 4 orang dengan beberapa tahapan diantaranya yaitu persiapan kegiatan, penyuluhan, serta diskusi dan tanya jawab. Hasil: UMKM PT Biji Tumbuh Berkembang wajib memiliki izin edar untuk produk yang diproduksi yaitu pancake dan choux isi krim buah karena disimpan pada penyimpanan suhu beku. UMKM PT Biji Tumbuh Berkembang telah menerapkan beberapa aspek persyaratan CPPOB yang mencakup lokasi, bangunan, fasilitas sanitasi, mesin/peralatan, bahan, produk akhir, karyawan, pengemas, penyimpanan, pemeliharaan dan program sanitasi, pengangkutan, dokumentasi dan pencatatan, dan pelaksanaan pedoman. Simpulan: Penerapan CPPOB secara konsisten bagi pelaku usaha pangan menghasilkan produk yang aman dan layak dikonsumsi.
Gizi ibu menyusui dan mitos-mitos pemberian ASI Rahman, Listhia Hardiati
Journal of Holistic Community Service Vol 2 No 1 (2024): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v2i1.23

Abstract

Latar belakang. Masa menyusui sama pentingnya dengan masa kehamilan. Pada saat menyusui, ibu harus memenuhi kebutuhan zat gizi karena asupan makanan ibu dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas Air Susu Ibu (ASI) yang dihasillkan. Namun, pemenuhan kebutuhan gizi ini memiliki tantangan di masyarakat yang sampai saat ini masih berkembang. Tantangan tersebut adalah adanya mitos atau kepercayaan terkait mitos-mitos pemberian ASI yang belum terbukti secara ilmiah Metode. Bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa edukasi gizi ibu menyusui dan mitos-mitos pemberian ASI dengan media kuliah Whatapps (Kulwap). Kegiatan ini dilaksanakan pada  tanggal 7 September 2021. Hasil. Sebagian besar respon peserta memilih netral (71,4%) dan sisanya setuju (29,6%) pada perrnyataan materi yang disampaikan cukup jelas, materi yang disampaikan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, materi tersusun secara sistematis, dan materi cukup menarik. Kesimpulan. Kegiatan pengabdian ini dapat menambah informasi mengenai gizi ibu menyusui dan mitos pemberian ASI.
Fakta dan mitos seputar gizi dan pola makan pada ibu menyusui dalam seri edukasi “Holistic Talks” Yani, Ahmad; Amalia, Suci; Hermanto, Restu Amalia
Journal of Holistic Community Service Vol 2 No 1 (2024): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v2i1.47

Abstract

Latar Belakang: Keberhasilan ASI eksklusif dapat dipengaruhi oleh adanya mitos dan kepercayaan di masyarakat. Mitos-mitos atau kepercayaan menjadi salah satu hambatan untuk menyusui yang normal. Mitos yang telah diwariskan secara turun temurun, baik dalam bentuk saran, larangan, atau keyakinan yang tersebar di masyarakat, seringkali membuat ibu ragu untuk memberikan ASI kepada bayinya. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 19 November 2023 pukul 13:00 WIB-selesai, bertempat di Aula Desa Sukajadi Kecamatan Pondoksalam Kabupaten Purwakarta. Peserta kegiatan merupakan kader dan ibu menyusui dari beberapa Posyandu Desa Sukajadi berjumlah 35 orang. Bentuk kegiatan berupa edukasi materi melalui seri edukasi “Holistic Talks” tentang fakta dan mitos seputar gizi dan pola makan pada ibu menyusui. Hasil: Hasil pretest sebelum diberikan edukasi peserta memiliki nilai pengetahuan terendah 2 dan tertinggi 5 dengan nilai rata-rata 2.68 dan simpangan baku 0.900, sedangkan hasil postest setelah diberikan edukasi nilai pengetahuan terendah 3 dan tertinggi 5 dengan rata-rata nilai 4.20 dan simpangan baku 0.764. Ada perbedaan antara hasil peserta pretest dan postest, menurut hasil uji T-test, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,005). Kesimpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam seri edukasi “Holistic Talks” tentang fakta dan mitos seputar gizi dan pola makan pada ibu menyusui mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat. Masyarakat mampu mempraktikan pemberian gizi dan makanan pada ibu menyusui sesuai pedoman gizi yang dianjurkan. 
Pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) untuk pemeliharaan kesehatan bagi masyarakat Puspariki, Jenta
Journal of Holistic Community Service Vol 2 No 1 (2024): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v2i1.49

Abstract

Latar belakang: Desa Mekarjaya berada 28 Km dari pusat kota Purwakarta Kecamatan Pondoksalam, dimana wilayahnya berupa pengunungan, suhu udara 170 – 260C, angka curah hujan 3.000 – 5.000 mm/tahun. Lokasi Desa Mekarjaya jauh dari pusat kota, akses masyarakat Desa Mekarjaya untuk fasilitas kesehatan yang lengkap pun terkendala waktu dan biaya. Kondisi iklim dan tanah yang baik untuk ditanami tanaman obat keluarga (TOGA) menjadi salah satu alternatif strategi yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan tubuh oleh masyarakat Desa Mekarjaya. Setelah dilakukan pengamatan lingkungan di Desa Mekarjaya, tanaman berkhasiat obat banyak ditemukan tumbuh namun masih kurang pemanfaatannya dikarenakan kurangnya informasi pada masyarakat. Tujuan: Memberikan penyuluhan bagi masyarakat Desa Mekarjaya tentang tanaman obat keluarga (TOGA) untuk pemeliharaan kesehatan. Metode: Kegiatan penyuluhan diawali dengan memberikan soal pretes untuk mengetahui pengetahuan awal, dilanjutkan pemberian materi dan diskusi tentang tanaman obat, kemudian masyarakat diberi soal postest untuk mengetahui peningkatan pengetahuan masyarakat dan diberi angket untuk mengetahui respon masyarakat tentang kegiatan penyuluhan yang telah dilakukan. Hasil: Pengetahuan masyarakat meningkat berdasarkan nilai pretest rata-rata 82,4 sedangkan hasil posttest rata-rata 91,5. Berdasarkan hasil angket, masyarakat memberikan respon positif terhadap kegiatan penyuluhan TOGA yang telah dilakukan. Materi yang disampaikan jelas, gambar TOGA yang menarik dan dengan waktu yang cukup membuat masyarakat dapat mengikuti penjelasan yang diberikan. Adanya diskusi interaktif juga membuat pemahaman masyarakat semakin meningkat. Kesimpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan pada masyarakat Desa Mekarjaya tentang tanaman obat keluarga dan masyarakat merespon positif terhadap kegiatan penyuluhan yang dilakukan.
Penyuluhan pembuatan minuman anti kolesterol dari Daun Sirih Cina (Peperomi pellucida L) dan Madu Suharti, Suharti
Journal of Holistic Community Service Vol 2 No 1 (2024): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v2i1.50

Abstract

Latar belakang: Masyarakat saat ini banyak menggunakan bahan alam untuk pencegahan dan pengobatan penyakit dan  digunakan  bahan  alami  atau  back to nature, Hal ini dibuktikan  dengan banyaknya produk topikal berbahan alami  untuk menjaga kesehatan, seperti penggunaan bahan kosmetik  dan  pencegahan  penyakit  . Banyak tumbuhan yang berkhasiat tumbuh  disekitar lingkungan ,disekitar rumah penduduk dengan mudah dan banyak ditemukan tumbuh liar, yang salah satu tumbuhan Suruhan atau Sirih cina (Peperomia pellucida L. Kunth.) yang berkhasiat menurunkan kholeterol dan asam urat dalam darah. Daun sirih cina  cukup beragam, antara lain sebagai antibiotik, antiseptik, antibakteri, antivirus, antijamur, antiinfeksi, anti peradangan dan anti pembengkakan.. Tujuan : Mengajarkan masyarakat tentang cara pembuatan minuman dari daun sirih cina dan manfaatnya sebagai antikolesterol.. Metode: yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah dengan cara memberikan penyuluhan dalam bentuk bentuk  penanyangan slide dan gambar tentang cara pembuatan daun sirih Cina dan  sosialisasi  tumbuhan Suruhan( Sirih Cina )  yang sebagain obat kolesterol  ,serta pembuatan sediaan sirup sirih cina. Hasil: Kegiatan penyuluhan ini diikuti oleh 12 orang warga desa Cipicung kecamatan Sukatani kabupaten purwakarta yang mengikuti  penyuluhan ini ,selanjutnya warga diminta untuk mengisi  Kuesioner ,dari hasil kuesioner ternyata   setuju dengan Materi yang disampaikan sesuai degan kebutuhan masyarakat (66,7%); Materi disampaikan dengan jelas (75%); Waktu pemberian materi cukup memadai (  (92%); Masyarakat mendapat manfaat dari kegiatan ( 84%) : Kegiatan dapat dilakukan secara berkelanjutan ( 84%) ,Secara umum masyarakat puas terhadap kegiatan penyuluhan ( 84 % ) Kesimpulan: Kegiatan  pengabdian pada masyarakat (PkM)  berupa sosialisasi melalui  paparan materi, Cara pembuatan minuman sirup daun Suruhan /sirih cina (Peperomia pellucida, L. ) untuk menurunkan kadar kolesterol, pemeliharaan kesehatan serta pencegahan penyakit dapat memberikan manfaat bagi  masyarakat di desa Cipicung kecamatan Sukatani ( 84 %)  sehingga responden  berharap agar kegiatan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan. 
Pelatihan pembuatan masker herbal dari Daun Sirih Cina (Peperomi pellucida L) dan Lidah Buaya (Aloe vera) bersama warga Desa Cipicung Purwakarta Andriani, Susi
Journal of Holistic Community Service Vol 2 No 1 (2024): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v2i1.52

Abstract

Latar belakang: Pemanfaatan tumbuhan menjadi sediaan kosmetik merupakan informasi yang masih perlu disosialisasikan kepada masyarakat. Salah satunya adalah pembuatan masker dengan bahan baku daun sirih cina (Peperomia pellucida L Kunth), lidah buaya (Aloe vera) dan tepung beras. Daun sirih cina khasiatnya bisa sebagai anti jerawat dan meningkatkan elastisitas kulit sehingga dapat menghambat penuaan kulit. Didalamnya terkandung saponin sebagai antimikroba penyebab timbulnya jerawat. Lidah buaya mengandung polisakarida yang dapat mengganti sel rusak pada kulit sedangkan tepung beras memberikan efek dingin dan menyegarkan kulit wajah. Pelatihan pembuatan sediaan masker lebih mudah untuk dipraktikan pada masyarakat pedesaan. Kegiatan ini sekaligus sebagai kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dalam pemenuhan kewajiban tridarma. Tujuan: Memberikan wawasan sekaligus pelatihan kepada masyarakat di desa Cipicung kecamatan Sukatani kabupaten Purwakarta tentang pembuatan masker yang mudah dibuat dan bermanfaat. Metode: Dilaksanakan dalam kegiatan Pengabdian  kepada  Masyarakat dengan  penyuluhan (sosialisasi) dan praktik pembuatan masker herbal secara sederhana bersama masyarakat desa Cipicung. Hasil: masyarakat  Desa  Cipicung Kabupaten  Purwakarta,  telah  memberikan jawaban yang  disampaikan melalui kuisioner. Jawaban dari peserta terhadap materi penyuluhan dan pelatihan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang sangat setuju (73,33%); yang dijawab setuju penyuluhan dinyatakan menarik (80%); waktu penyuluhan cukup memadai (93,3%);  masyarakat  memperoleh  manfaat (66,67%); perlu dilakukan  berkelanjutan (80%); dan puas  terhadap  kegiatan  penyuluhan  ini (93,3%). Kesimpulan: Kegiatan  PkM  dalam  bentuk  pelatihan dan penyuluhan pembuatan masker herbal dari bahan daun sirih cina, lidah buaya dan tepung beras untuk pemeliharan kesehatan kulit wajah dan  pengobatan jerawat mendapatkan apresiasi yang baik berdasarkan respon kuisioner yang menjawab setuju dengan kegiatan ini yaitu sebesar 73,33%. 
Deteksi status gizi, kebiasaan sarapan dan olah raga serta tingkat kebugaran jasmani sebagai upaya promosi gizi pada pekerja PT Daido Indonesia Manufacturing Hermanto, Restu Amalia; Yani, Ahmad; Amalia, Suci
Journal of Holistic Community Service Vol 2 No 1 (2024): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v2i1.48

Abstract

Latar belakang: Kebiasaan sarapan merupakan salah satu yang menyumbang pemenuhan kebutuhan gizi setiap hari. Kecukupan asupan yang seimbang dengan aktivitas kerja harian menjadi faktor utama yang menentukan status gizi seseorang.  Bagi pekerja, status gizi akan mempengaruhi kebugaran jasmani yang berkontribusi dalam produktivitas kerja yang optimal. Tujuan: mengukur status gizi, kebiasaan sarapan dan tingkat kebugaran jasmani pada pekerja di PT. DAIDO Indonesia Manufacturing. Metode: Sebanyak 234 orang pekerja berpartisipasi dalam kegiatan pengukuran status gizi dan tingkat kebugaran jasmani. Karakteristik responden digali dengan wawancara, status gizi diukur dengan menghitung Indeks Massa Tubuh, sedangkan Havard step test dilakukan untuk mengukur tingkat kebugaran jasmani. Hasil: Sebagian besar pekerja di PT. DAIDO Indonesia Manufacturing terbiasa sarapan, namun ada perbedaan status gizi dan tingkat kebugaran jasmani pada kelompok laki-laki dan perempuan. Mayoritas tingkat kebugaran jasmani pekerja termasuk dalam kategori sangat kurang, sedangkan persentase status gizi lebih, lebih dominan pada kelompok laki-laki dibandingkan perempuan. Kesimpulan: Hasil dari kegiatan ini menegaskan bahwa perlunya pemantauan status gizi dan tingkat kebugaran jasmani pada pekerja demi memperoleh kualitas produktivitas kerja yang optimal. 
Pelayanan kesehatan tradisional Suharti, Suharti
Journal of Holistic Community Service Vol 2 No 2 (2025): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v2i2.11

Abstract

Latar belakang: Perkembangan pelayanan kesehatan di Indonesia setiap tahunya mengalami peningkatan dan berkembang pesat  secara signifikan, khususnya di bidang pengobatan. Biaya kesehatan cukup mahal dan memberatkan masyarakat dengan pendapatan menengah ke bawah. Sebaliknya, bagi masyarakat dengan kemampuan finansial, hal ini tidak berarti  saat memilih jenis pelayanan kesehatan. Sementara itu bagi masyarakat yang tidak dapat memilih atau tidak berkemanpuan finansial secara mandiri mencari pelayanan untuk kesehatan mereka secara alternatif atau tradisional. Penggunaan obat tradisional memiliki peran yang sangat luas dalam dunia pengobatan. Selain manfaatnya yang begitu banyak, obat tradisional memiliki resiko efek samping yang lebih minimal dibanding dengan penggunaan obat-obat kimia. Masih banyak masyarakat yang belum memahami khasiat obat tradisional maupun cara pembuatannya, walaupun sebenarnya banyak tanaman disekitar rumah yang dapat dijadikan obat tradisional. Metode: Bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa informasi tentang pelayanan kesehatan dengan media kuliah Whatsapps (Kulwap). Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus 2021. Hasil: Antusias  positif diberikan peserta kulwap untuk mengetahui lebih banyak tentang pelayanan Kesehatan Tradisional. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan thema  Pelayanan Kesehatan tradisional, hasil dan responnya baik  dengan tujuan masyarakat lebih sehingga peserta kulwap berpendapat bahwa banyak tanaman obat tradisional disekitar rumah yang dapat di manfaatkan dan dibuat menjadi sediaan yang lebih praktis.

Page 2 of 3 | Total Record : 28