cover
Contact Name
Adit Widodo Santoso
Contact Email
adit.santoso@ukrida.ac.id
Phone
+6285171706076
Journal Mail Official
meditek@ukrida.ac.id
Editorial Address
Gedung A Lantai 5 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Krida Wacana, Jl. Arjuna Utara No. 6, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11510
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Meditek
ISSN : 26861437     EISSN : 26860201     DOI : https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran MEDITEK merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel-artikel dalam lingkup bidang kedokteran dan biomedik secara open access. Proses publikasi artikel melalui proses penelaahan oleh pakar sebidang (peer-review) secara double-blind. Jurnal Kedokteran Meditek berafiliasi pada Fakultas Kedokterandan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana, dengan misi mendorong penyebarluasan perkembangan ilmu kedokteran & biomedis di Indonesia maupun secara global dengan menerbitkan 3 edisi dalam setahun, yaitu: Januari, Mei dan September.
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 29 No 2 (2023): MEI" : 17 Documents clear
Hubungan Self-esteem dan Adiksi Media Sosial pada Mahasiswa Kedokteran Callista Maharani; Eva Suryani; Mahaputra
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 2 (2023): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i2.2365

Abstract

Media sosial merupakan sarana komunikasi yang sering digunakan oleh masyarakat. Penggunaan media sosial yang cukup tinggi dapat berdampak pada berbagai aspek, salah satunya adalah self-esteem. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara self-esteem dengan adiksi media sosial pada mahasiswa kedokteran. Penelitian ini menggunakan metode potong lintang dengan jumlah responden 193 orang yang merupakan mahasiswa preklinik angkatan 2018, 2019, dan 2020 di Kampus Kedokteran Swasta di Jakarta yang diperoleh melalui metode proportionate stratified random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Rosenberg Self-esteem Scale (RSES) dan Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS). Analisis data menggunakan uji chi-square. Dari 193 responden, 16.1%  mengalami adiksi media sosial ringan, 77.2% mengalami adiksi media sosial sedang, dan 6.7% mengalami adiksi media sosial berat. Ditemukan 76.7% memiliki self-esteem tinggi dan 23.3% memiliki self-esteem rendah. Hasil uji chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara self-esteem dan adiksi media sosial, p = 0,109 (p > 0,05). Penggunaan media sosial yang bijak dapat menjadi penyebab tidak terdapat hubungan antara self-esteem dan adiksi media sosial.
Variasi Arteri Subscapularis : Studi Literatur Adrian Valentinus; Hartanto; Handy Winata; Santoso Gunardi
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 2 (2023): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i2.2395

Abstract

Arteri subscapularis merupakan salah satu arteri yang berlokasi di ekstremitas superior, di sisi posterior dinding toraks. Pembuluh A. subscapularis merupakan cabang besar dari A. axillaris yang berfungsi untuk mengalirkan darah ke kulit dan otot. Variasi pada A. subscapularis memiliki makna penting karena berbagai operasi ortopedi yang melibatkan bahu. Variasi ini dapat menyebabkan risiko kesalahan dalam operasi, yang dapat mengancam ekstremitas. Tujuan studi ini adalah untuk mengidentifikasi dan memberikan pemahaman mengenai variasi anatomis A. subscapularis. Metode pencarian jurnal dilakukan pada database jurnal elektronik  PubMed, ScienceDirect, Cochrane, dan Google Scholar. Studi ini menggunakan 12 literatur sebagai dasar penulisan mengenai variasi A. subscapularis. Berbagai variasi A. subscapularis adalah sebagai berikut. A. subscapularis mempercabangkan A. circumflexa humeri anterior et posterior, dan A. thoracica lateralis selain mempercabangkan arteri yang secara klasik, yaitu A.circumflexa scapulae dan A. thoracodorsalis. Selain itu, A. subscapularis yang biasa berasal dari segmen ketiga atau distal A. axillaris juga ditemukan variasinya yang berasal dari segmen kedua A. axillaris atau hasil percabangan dari A.thoracica lateralis.
Hubungan Obesitas dengan Premenstrual Syndrome Samuel Nico Lunardi; Flora Rumiati; Marcel Antoni; Heriyanto
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 2 (2023): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i2.2424

Abstract

Premenstrual syndrome memiliki prevalensi yang cukup tinggi pada perempuan. Premenstrual syndrome dapat menimbulkan gejala baik somatik maupun afektif pada 7-10 hari sebelum datangnya menstruasi dan dapat menyebabkan gangguan pada aktivitas sehari-hari perempuan. Banyak faktor yang berhubungan dengan premenstrual syndrome dan salah satu faktor yang dikaitkan adalah status gizi obesitas. Perempuan dengan status gizi obesitas berisiko lebih tinggi mengalami premenstrual syndrome dibanding perempuan berstatus gizi normal. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara obesitas dengan premenstrual syndrome. Metode pada literatur ini dengan cara pencarian artikel dalam database jurnal penelitian, pencarian melalui internet, dan tinjauan ulang artikel menggunakan Google Scholar dan PubMed. Berdasarkan review jurnal-jurnal yang didapatkan disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara obesitas dan premenstrual syndrome, yang menyebabkan meningkatnya angka kejadian premenstrual syndrome pada perempuan obesitas dibanding perempuan dengan status gizi normal. Hal ini dikarenakan ketidakseimbangan hormon yang berperan juga dalam pengendalian neurotransmitter. Produksi androstenedion meningkat pada perempuan obesitas yang menyebabkan estrogen meningkat juga, sehingga menimbulkan gejala-gejala Premenstrual syndrome. Terdapat beberapa penelitian yang bertentangan dengan korelasi antara obesitas dan premenstrual syndrome, namun, hal ini diduga karena jumlah responden yang obesitas tidak signifikan sehingga mendapatkan hasil yang berbeda.
Pengaruh Gelombang Elektromagnetik Extremely Low Frequency (ELF) terhadap Kelistrikan Jantung Siti Hindun Hindiyati; Sudarti
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 2 (2023): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i2.2528

Abstract

Paparan gelombang elektromagnetik  Extremely Low Frequency  dicurigai berdampak pada kelainan tubuh khususnya organ jantung.  Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh paparan Elektromagnetik Extremely Low Frequency terhadap kelistrikan jantung. Metode penulisan menggunakan literature review dari 30 artikel hasil penelitian yang relevan mulai tahun 2012 sampai 2022,ditemukan 11 artikel yang sesuai kriteria yang telah ditetapkan. Indikator kelistrikan jantung yang akan dianalisis dalam penelitian ini antara lain, detak jantung (aritmia) dan metabolisme jantung. Hasil penelitian menunjukkan gelombang Extremely Low Frequency memengaruhi secara positif sebanyak 85% terhadap total sampel jantung sakit khususnya pada proses penyembuhan penyakit Ischemia Reperfusi (IR) dan koroner dengan cara meningkatkan fungsi jantung dan meningkatkan NO pada sampel jantung sakit. Namun, 15% sisanya, Extremely Low Frequency tidak signifikan berpengaruh terhadap aritmia maupun metabolisme pada  sampel jantung sehat baik manusia maupun hewan. Hasil penelitian melaporkan bahwa paparan medan listrik 50-60 Hz intensitas 12 µT mampu melindungi jantung dari kerusakan Ischemia Reperfusi dan juga mempertahankan metabolisme selama cedera IR. Hasil pada jantung sehat paparan tidak memberikan efek signifikan terhadap tekanan darah, denyut nadi, denyut jantung, atau irama jantung sehingga penelitian pada jantung sehat masih sangat kontroversial. Sedangkan pada jantung yang terkena cidera IR dan coroner, ELF dapat digunakan sebagai alternative terapi proses penyembuhan.
Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Orang Tua terhadap Kejadian Otitis Media Akut di Rumah Sakit Family Medical Center Deviana; Ni Luh Airin Gita Devinda; Hartanto
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 2 (2023): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i2.2535

Abstract

Otitis Media Akut (OMA) adalah peradangan yang terjadi pada telinga bagian tengah selama kurang dari 3 minggu. Sekitar 80% anak pernah setidaknya satu kali mengalami insiden OMA di dalam hidupnya. Insiden OMA dapat menyebabkan terjadinya komplikasi berupa hilangnya pendengaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku orang tua terhadap penyakit otitis media akut di Rumah Sakit Family Medical Center pada tahun 2021. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan.103 subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan data dilakukan menggunakan data primer berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reabilitasnya. Dari data yang didapatkan, mayoritas subjek adalah perempuan (66%), usia 38-47 tahun (33,9%), pendidikan menengah (37,9%), pendapatan setara/di bawah upah minimum regional (UMR) (66,1%), memiliki 2 orang anak (37,9%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (43,7%). Mayoritas subjek memiliki tingkat pengetahuan sedang (68%), tetapi sikap dan perilaku baik (70,9% dan 82,5%) terhadap OMA. Perlu dilakukan edukasi mengenai gejala dan faktor risiko OMA serta pentingnya posisi menyusui sebagai salah satu faktor pencetus OMA.
A Rare Case: HaemoglobinS-Thalassemia in Adult Linny Luciana; Ninik Sukartini
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 2 (2023): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i2.2540

Abstract

Hemoglobinopathy refers to a disease involving a qualitative or quantitative defect of the structure or synthesis of haemoglobin molecules. The HaemoglobinS- beta thalassemia occurs in a heterozygotes individual with beta-thalassemia and HaemoglobinS gene.  A 29-year-old man came with severe anemia, thrombocytopenia, and history of repeated blood transfusions. Physical examination showed pale conjunctiva, pansystolic murmurs, and hepatosplenomegaly. The HaemoglobinS fraction was found in haemoglobin electrophoresis with increased HaemoglobinF and decreased HaemoglobinA2 fraction. The peripheral blood smear shows abnormal erythrocytes morphologies such as pencil shapes, fragmentocytes, target cells, and sickle shapes. The patient was diagnosed with chronic anaemia caused by HaemoglobinS-beta thalassemia. It makes ineffective erythropoiesis, intravascular, and extravascular hemolysis. This haemoglobinopathy caused increased ferritin and transferrin saturation. The presence of renal failure indicate there is a complicated condition like microvascular obstruction of renal. In this case, there is a reduction of HaemoglobinA2 fraction that is not common in HaemoglobinS-beta thalassemia. The patient with Haemoglobin S / beta+ thalassemia shows intravascular hemolysis, ineffective hematopoiesis, and vaso-occlusive signs. Deoxyribo Nucleic Acid analysis is further needed to confirm the combination defect of haemoglobin synthesis disorders in conjunction with alpha thalassemia or Hereditary persistence of fetal haemoglobin.
Keberhasilan Penerapan Blended Learning pada Pendidikan Profesi Dokter di Masa Pandemi COVID-19 Eva Oktavia; Asriana Timang; Citra Rencana Peranginangin
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 2 (2023): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i2.2546

Abstract

Pendidikan profesi dokter merupakan tahap lanjutan setelah pendidikan sarjana kedokteran dengan mayoritas pembelajaran dilakukan dalam bentuk praktik magang klinis di institusi kesehatan. Blended learning dalam pendidikan rotasi klinik belum banyak dilakukan di Asia termasuk Indonesia. Pandemi COVID-19 pada akhirnya mendorong diwajibkannya metode pembelajaran tersebut pada semua lini pendidikan, termasuk profesi dokter. Tujuan tinjauan pustaka ini adalah memberikan gambaran keberhasilan blended learning pada pendidikan profesi dokter serta rekomendasi teknis dalam penerapannya. Metode pencarian literatur yaitu dengan mencari publikasi jurnal pada tahun 2020-2021 dari PubMed dan ProQuest dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Hasil pencarian didapatkan 9 (sembilan) jurnal penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan melaporkan tingkat kepuasan yang baik dari mahasiswa maupun pendidik klinik. Metode yang digunakan juga dilaporkan meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa. Mayoritas studi tidak menunjukan perbedaan yang bermakna dalam pencapaian prestasi mahasiswa baik sebelum maupun setelah penerapan blended learning. Dari tinjauan pustaka ini dapat disimpulkan bahwa rotasi klinik blended learning dapat diterima dengan baik oleh mahasiswa dan pendidik klinis karena mampu memberikan fleksibilitas pengajaran dan meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa.
Hubungan Masalah Emosi dan Perilaku dengan Pola Asuh, dan Relasi Keluarga pada Anak Sekolah Dasar Surilena Hasan; Adela Teresa; Nelly Tina Widjaja
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 2 (2023): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i2.2548

Abstract

Emotional-behavioral problems in children can manifest as negative behaviors and self-concepts. Parenting patterns and family relationships have an essential role in preventing emotional-behavioral problems in children, and both can prevent their occurrence. An essential role in emotional-behavioral problems in children, and both can prevent their occurrence. and SDN 10) in Penjaringan Subdistrict, North Jakarta. A cross-sectional study was conducted from August to December 2019, involving 231 parents of public elementary school students in the Penjaringan Subdistrict who met the inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed by univariate and bivariate analysis using SPSS 22.0. Elementary school students are in grades 4, 5, and 6, aged 10–14 years; 53.2% are male, and 11.7% of children have emotional behavior problems. This study shows that 18.7% of students with exposure parenting have emotional-behavioral problems, and 10.8% of children with extreme family relationships have emotional-behavioral problems. The bivariate analysis test (chi-square test) showed a significant relationship (p = 0.000) between emotional-behavioral problems and family relationships. Therefore, parents need to evaluate and increase awareness of the critical role of parents in the physical, psychological, and social development of children, especially in maintaining the quality of family relationships.
Studi Prevalensi Pedikulosis Kapitis di Pondok Pesantren X Jakarta Barat Angelia; Inneke Kusumawati Sutanto; Djap Hadi Susanto
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 2 (2023): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i2.2555

Abstract

Pedikulosis kapitis merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi di pondok pesantren yang penyebarannya berasal dari kontak rambut. Di Indonesia, prevalensi pedikulosis kapitis mencapai 20%. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menentukan kejadian pedikulosis kapitis dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya  di Pondok Pesantren X di Jakarta Barat pada pertengahan bulan April 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan cross-sectional mengenai prevalensi pedikulosis kapitis. Berdasarkan hasil, santri yang mengalami pedikulosis kapitis yaitu 28 santri (50,9%). Penyakit ini tersering terjadi pada perempuan (79,4%), usia 12 – 15 tahun (56,2%), tingkat pendidikan MTs (55,9%), panjang rambut >20 cm (80,8%), tipe rambut lurus (44,4%), frekuensi keramas ≥3x seminggu (62,5%), penggunaan bantal/tempat tidur secara bersamaan (45,2%), dan penggunaan sisir/aksesoris rambut secara bersamaan (52,2%). Kejadian pedikulosis kapitis pada santri di Pondok Pesantren X di Jakarta Barat yaitu 28 santri (50,9%). Kebiasaan dan perilaku siswa saat melakukan aktivitas sehari-hari dan praktik kebersihan rambut menjadi faktor yang memengaruhi terjadinya pedikulosis.  
Perbandingan Efektivitas Antimikroba Nanopartikel Seng Oksida terhadap Candida albicans dengan Streptococcus mutans: Telaah Sistematik Arnold Ferdy Yanto; Mora Octavia; Evi Ulina Margaretha Situmorang
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 2 (2023): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i2.2575

Abstract

Nanopartikel seng oksida (Np-ZnO) merupakan bahan dalam semen gigi yang digunakan dalam menambal gigi berlubang akibat karies karena memiliki daya antibakteri yang sangat baik. Penyebab utama karies adalah Streptococcus mutans.Selain bakteri tersebut, Candida albicans juga diketahui memiliki peran dalam perkembangan Streptococcus mutans terhadap kejadian karies gigi, walaupun mekanismenya belum jelas diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas daya antimikroba Np-ZnO pada Candida albicans dengan Streptococcus mutans. Penelitian ini akan menggunakan metode telaah sistematis dengan mengumpullkan berbagai jurnal dari berbagai database seperti: PubMed, Google Scholar,dan ProQuest dengan berfokus pada konsentrasi hambat minimum (KHM) maupun konsentrasi bunuh minimum (KBM) Np-ZnO pada kedua mikroorganisme tersebut. Berdasarkan 5 dari 2.764 jurnal yang ditemukan oleh tiga investigator dengan menggunakan PRISMA, didapatkan hasil konsentrasi Np-ZnO yang dibutuhkan dalam menghambat maupun membunuh Streptoccus mutans lebih kecil jika dibandingkan dengan Candida albicans, sehingga dapat disimpulkan Np-ZnO memiliki daya antimikroba yang lebih baik pada  Streptococcus mutans. Meskipun demikian, partikel tersebut diketahui memiliki daya toksisitas yang relatif rendah sehingga dibutuhkan konsentrasi yang lebih tinggi untuk mengeliminasi Candida albicans.

Page 1 of 2 | Total Record : 17


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 31 No 6 (2025): November Vol 31 No 5 (2025): SEPTEMBER Vol 31 No 4 (2025): JULI Vol 31 No 3 (2025): MEI Vol 31 No 2 (2025): MARCH Vol 31 No 1 (2025): JANUARI Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER Vol 30 No 2 (2024): MEI Vol 30 No 1 (2024): JANUARI Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER Vol 29 No 2 (2023): MEI Vol 29 No 1 (2023): JANUARI Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL Vol 26 No 3 (2020): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 26 No 2 (2020): MEI-AGUSTUS Vol 26 No 1 (2020): JANUARI - APRIL Vol 25 No 3 (2019): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 25 No 2 (2019): MEI - AGUSTUS Vol 25 No 1 (2019): JANUARI - APRIL VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018 VOL. 24 NO. 67 JULI-SEPTEMBER 2018 VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018 VOL. 24 NO. 65 JANUARI-MARET 2018 VOL. 23 NO. 64 OKTOBER-DESEMBER 2017 VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017 VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017 VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017 VOL. 22 NO.60 SEPTEMBER-DESEMBER 2016 VOL. 22 NO. 59 MEI-AGUSTUS 2016 VOL. 22 NO. 58 JANUARI-APRIL 2016 Vol. 21 No. 57 September-Desember 2015 Vol. 21 No. 56 Mei-Agustus 2015 Vol. 21 No. 55 Januari - April 2015 Vol. 20 No. 54 September-Desember 2014 Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014 Vol. 20 No. 52 Januari-April 2014 Vol. 18 No. 48 September - Desember 2012 Vol. 18 No. 47 Mei - Agustus 2012 Vol. 18 No. 46 Januari - April 2012 Vol. 17 No. 45 September - Desember 2011 vol. 17 no. 44 Mei-Agustus 2011 vol. 17 no. 43 Januari-April 2011 Vol. 16 No. 43B Mei - Agustus 2010 Vol. 16 No. 42A Januari - April 2010 vol. 16 no. 42 September-Desember 2009 vol. 15 no. 40 Januari-April 2009 Vol. 15 No. 39C Januari-April 2008 Vol. 15 No. 39E September-Desember 2008 vol. 15 no. 39 Januari-April 2007 Vol. 15 No. 39A Mei-Agustus 2007 Vol. 15 No. 39B September-Desember 2007 vol. 14 no. 38 September-Desember 2006 vol. 14 no. 37 Mei-Agustus 2006 vol. 14 no. 36 Januari-April 2006 vol. 13 no. 35 September-Desember 2005 vol. 13 no. 34 Mei-Agustus 2005 vol. 13 no. 33 Januari-April 2005 vol. 12 no. 32 September-Desember 2004 vol. 12 no. 31 Mei-Agustus 2004 vol. 12 no. 30 January-April 2004 vol. 11 no. 29 Agustus-Desember 2003 vol. 11 no. 28 April-July 2003 Vol. 10 No. 27 Januari-April 2002 Vol. 9 No. 26 September - Desember 2001 Vol. 9 No. 25 Mei-Agustus 2001 Vol. 8 No. 23 September - Desember 2000 Vol. 7 No. 20 Juli-Oktober 1999 Vol. 6 No. 17 Oktober-Desember 1998 Vol. 6 No. 15 April-Juni 1998 Vol. 5 No. 13 Oktober-Desember 1997 Vol. 5 No. 12 Juli-September 1997 Vol. 5 No. 11 Juli-September 1997 Vol. 4 No. 10 September-Desember 1996 Vol. 4 No. 9 Mei-Agustus 1996 Vol. 4 No. 8 Januari-April 1996 Vol. 3 No. 7 September-Desember 1995 Vol. 3 No. 6 Mei-Agustus 1995 Vol. 3 No. 5 Januari-April 1995 More Issue