cover
Contact Name
Prima Mytra
Contact Email
mytraprima@gmail.com
Phone
+6285239211417
Journal Mail Official
mytraprima@gmail.com
Editorial Address
Jln. Sultan Hasanuddin No. 20, Kelurahan Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan
Location
Kab. sinjai,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Al-Ilmi
ISSN : 27765059     EISSN : 27751503     DOI : https://doi.org/10.47435/al-ilmi.v4i1
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Al-Ilmi adalah Jurnal Program Pascasarjana Prodi PAI yang dikelolah oleh Lembaga penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Ahmad Dahlan yang memuat penelitian tentang Pendidikan Agama Islam.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 72 Documents
Ragam Keyakinan dalam Kehidupan Manusia Jamaluddin, Jamaluddin; Ardianti, Ardianti; Jawil, Jawil; Al Farizi, Salman; Hamra, Arrayana; Hasmiati, Hasmiati
Jurnal Al-Ilmi Jurnal Riset Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-ilmi.v6i1.3575

Abstract

Dalam dunia yang semakin terhubung, perbedaan keyakinan bukan hanya menimbulkan tantangan dan konflik, tetapi juga dapat menjadi sumber kekayaan budaya dan perspektif baru. Penelitian ini bertujuan untuk Mendeksripsikan jenis-jenis keyakinan yang terdapat dalam kehidupan manusia, Penyimpangan-penyimpangan Tauhid, serta Monoteisme dan Koreksi Islam Atas Keyakinan Non- Tauhid. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa literatur research. Hasil dari penelitian ini yaitu ¸Jenis-jenis/ragam keyakinan dalam kehidupan manusia meliputi; Animisme, Dinamisme, Politeisme dan Ateisme. Penyimpangan-penyimpangan Tauhid dalam masyarakat meliputi; Tauhid Ar-Rububiyyah, Tauhid Uluhiyyah dan Tauhid Al-Asma Wa Ash-Shifat. Adapun Monoteisme adalah ajaran yang meyakini bahwa Tuhan itu Esa, Satu, Tunggal. Adapun koreksi islam terhadap keyakinan-keyakinan non tauhid yang meliputi; 1) Allah, Tuhan Yang Maha Esa. 2) Islam yang paling benar, 3) Al Qur'an adalah kitab terakhir, 4) Taurat dan Injil telah dihapus oleh Al-Qur'an, 5) Nabi Muhammad adalah Penutup Para Nabi
Postmodernisme Dalam Perspektif Islam Firdaus, Firdaus
Jurnal Al-Ilmi Jurnal Riset Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-ilmi.v6i1.3578

Abstract

Postmodernisme merupakan arus pemikiran yang muncul sebagai respons terhadap modernisme, menekankan pluralitas, relativitas kebenaran, serta kritik terhadap narasi besar yang dianggap hegemonik. Dalam konteks Islam, postmodernisme menghadirkan tantangan terkait otoritas wahyu, nilai-nilai absolut, serta respons umat Islam terhadap relativisme dan pluralitas pemikiran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research, mengumpulkan data dari literatur utama dan sekunder, termasuk buku, artikel jurnal, dan penelitian akademik. Analisis dilakukan dengan menelaah konsep-konsep utama postmodernisme, seperti kritik terhadap universalitas kebenaran dan dominasi rasionalitas, serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip Islam, seperti tauhid, wahyu, dan akhlak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa postmodernisme, dengan penolakannya terhadap kebenaran tunggal dan objektivitas mutlak, membuka ruang bagi kebebasan berpikir dan interpretasi yang lebih luas, namun juga membawa risiko relativisme yang dapat bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Dalam konteks media massa, postmodernisme berkontribusi pada fenomena hiperrealitas, di mana informasi dan citra yang disajikan sering kali lebih dominan daripada kenyataan, sehingga membentuk opini publik yang tidak selalu berbasis fakta. Islam, dengan keseimbangan antara rasionalitas dan wahyu, menawarkan pendekatan yang dapat merespons tantangan ini dengan mengedepankan integrasi antara ilmu, iman, dan amal. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa meskipun postmodernisme dapat memberikan kontribusi bagi keterbukaan intelektual, diperlukan sikap kritis dan selektif dalam mengadopsi gagasannya agar tidak mengorbankan prinsip-prinsip fundamental Islam. Dengan demikian, postmodernisme dan Islam dapat dikaji secara konstruktif untuk memperkaya diskursus intelektual tanpa kehilangan esensi ajaran agama.