cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
katonfath@gmail.com
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 30267854     DOI : https://doi.org/10.62017/merdeka.v1i1
Core Subject : Education,
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Jurnal ini merupakan jurnal ilmiah multidisiplin yang bersifat peer-review dan terbuka. Jurnal ini terbit 6 kali dalam setahun yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Fokus dan ruang lingkupnya meliputi: Ilmu Sosial, Humaniora, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Desain Komunikasi Visual, Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis. MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,068 Documents
GURU PROFESIONAL SEBAGAI FAKTOR PENENTU PENDIDIKAN BERMUTU Dorlan Naibaho; Lasminar Nababan
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i1.484

Abstract

Pengembangan kompetensi profesional dalam menghadapi era Indonesia emas mutlak diperlukan untuk keberhasilan pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan. Tanpa pengembangan profesionalisme, proses pembelajaran dan mutu pendidikan hanya akan jalan di tempat. Tidak ada inovasi, dan tidak ada pula kreatifitas serta tidak ada pembelajaran yang efektif.Paradigma pendidikan sudah seharusnya menggunakan paradigma baru, yaitu mutu.Pendidikan yang bermutu lahir dari guru yang bermutu dan professional. Guru profesional dapat berpengaruh terhadap pendidikan bermutu. Di sisi lain Standar Nasional Pendidikan berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu. Dengan demikian guru profesional sebagai faktor penentu pendidikan bermutu adalah guru yang memenuhi standar pendidik dan tenaga kependidikan, yaitu kreteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan. Dari pembahasan dapat disimpulkan, bahwa : 1).Guru yang profesional harus disiapkan oleh lembaga pendidikan tinggi kependidikan (LPTK) yang berkualitas dan terstandar; 2). Guru profesional wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikasi pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional; 3). Guru profesional sebagai faktor penentu pendidikan bermutu adalah guru yang memenuhi standar pendidik dan tenaga kependidikan, yaitu kreteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan.
Peran Kode Etik Guru Untuk Meningkatkan Profesional Guru Yohana Sitorus
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i1.485

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu cara untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan di dalam dunia pendidikan tentulah ada seorang guru atau pendidik yang berperan sebagai pembimbing. Tidak sedikit guru yang melanggar dan mengabaikan tentang kode etik guru, padahal kode etik guru sangatlah penting bagi dunia pendidikan. Guru bukan hanya bertugas sebagai orang yang mengajar dan membagikan ilmu yang dimilikinya kepada peserta didik. Guru adalah suri tauladan bagi peserta didiknya. Selain mengajar, guru juga harus mengayomi para peserta didik, melatih, mengevalusi, dan mengawasi apa peserta didik lakukan selama berada dalam ruang lingkup pendidikan. Mengikuti kode etik yang telah ditentukan oleh Undang-Undang guru diharuskan untuk merencanakan pembelajaran, meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik, bertindak objektif dan tidak diskriminatif, mematuhi seluruh aturan yang ada, dan menjaga kebersamaan antar individu. Guru yang profesional tentunya terikat dengan kode etik yang ada, namun sangat disayangkan masih banyak guru dengan sertifikasi guru profesional justru tidak mencerminkan profesionalisme dan melanggar kode etik guru. Padahal kode etik guru ada untuk membuat guru bertindak professional sebagai seorang pendidik di dalam pendidikan, karena guru yang melanggar kode etik tentunya akan mendapatkan sebuah sanksi. Sanksi yang didapatkan itu dapat berupa sanksi sosial yang diberikan oleh masyarakat atau sanksi secara pidana yang dilakukan oleh lembaga berwenang untuk menindak lanjuti pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh guru. Artikel ini akan membahas mengenai guru dan kode etik guru, kemudian membahas peran kode etik guru untuk meningkatkan professional guru. Metode yang digunakan untuk menyusun arikel ini ialah metode studi literatur yang menggunakan jurnal serta artikel dari Google Scholar sebagai referensi.
Analisa Kompetensi Profesionalisme Guru PAK Dalam Menyusun Pembelajaran Siswa Kelas X SMA NEGERI 1 SIPOHOLON Dorlan Naibaho; Tiur.L.R.Butarbutar
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i1.486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi guru dalam menyusun perencanaan, pembelajaran di SMA Negeri 1 Sipoholon. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Dari penelitian ini ada dua orang yang menjadi subjek yaitu Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Sipoholon dan Guru PAK SMA Negeri 1 Sipoholon. Yang melatar belakangi penelitian ini adalah peneliti menemukan guru PAK yang mengabaikan kompetensi yang dimiliki mulai dari tidak menyusun perencanaan pembelajaran, sehingga proses pembelajaran yang dilakukan kurang kondusif ketika sedang mengajar di dalam kelas. Dari kompetensi-kompetensi yang dimiliki guru PAK, sangat berpengaruh bagi peserta didik bukan hanya untuk setiap siswa namun juga untuk orang lain baik dari guru-guru yang lain maupun juga untuk orang tua sehingga hal itu sangat penting untuk dipahami oleh setiap guru termasuk guru PAK di SMA Negeri 1 Sipoholon. Berdasarkan hasil penelitian guru pendidikan agama Kristen sudah mampu menyusun perencanaan pembelajaran dengan memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan perencanaan pembelajaran.
GURU PROFESIONAL DALAM PENINGKATAN MINAT BELAJAR DAN MUTU PENDIDIKAN Dorlan Naibaho; Dahlia J. Butarbutar
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i1.487

Abstract

Profesionalisme guru adalah sebuah kondisi arah, nilai, dan tujuan dan kualitas suatu keahlian dan kewenangan dalam bidang pengajaran dan yang berkaitan dengan pekerjaan seseorang. Sementara itu guru professional adalah guru yang memiliki kompetensi yang dipersyaratkan untuk melakukan tugas pendidikan dan pengajaran. Guru yang berkualitas, berkompetensi professional, akan mempengaruhi proses belajar mengajar siswa, yang akan menghasilkan minat belajar siswa yang lebih baik. Kompetensi ini meliputi pengetahuan, sikap dan keterampilan professional baik yang bersifat pribadi, sosial atau akademis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui professionalisme guru sebagai pendidik dalam rangka meningkatkan kualitas pendidik dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan beserta upaya dalam meningkatkan professionalisme tersebut. Metode penelitian yang digunakan ialah studi literatur berbasis referensi yang relevan dengan topik permasalahan. Hasil dari penelitian ini, yaitu: (1) indikator keberhasilan guru professional dapat dilihat dari kualitas proses maupun hasil belajar peserta didik yang merupakan tanggung jawab dari guru tersebut; (2) guru harus memiliki kompetensi keguruan; dan (3) terdapat berbagai upaya dalam meningkatkan professionalisme guru.
STRATEGI PENINGKATAN KOMPETENSI PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN (PAK) TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN Lamsari Dameria Situmorang; Dorlan Naibaho
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i1.488

Abstract

Guru sebagai seorang pendidik adalah komponen penting dalam proses pendidikan. Kompetensi dan profesionalisme guru pendidikan agama kristen adalah salah satu faktor penting dalam pembinaan guru sebagai suatu profesi. Kompetensi profesional adalah penguasaan teori pembelajaran yang menyeluruh dan mendalam yang wajib dikuasai oleh guru termasuk penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan penguasaan terhadap struktur atau metodologi keilmuan. Profesional guru PAK adalah dia yang melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dibidang PAK dengan mengandalkan kemampuan dan karakter yang tinggi sekaligus mengacu pada pribadi Yesus sang Guru Agung.
MEMAHAMI PROFESIONAL PENGAJARAN GURU TERHADAP PEMBELAJARAN PAK DALAM BIDANG PENGUASAAN MATERI YANG DIAJARKAN Christofel Agner Sipayung
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i1.489

Abstract

Kompetensi Protesional adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran atau bidang studi secara luas dan mendalan yang mencakup penguasaan isi materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansı keilmuan yang men rungi materi kurikulum tersebut. serta menambah wawasan keilmuan sebagai guru, yang menyakinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Pendidikan Nasional, Kompetensi profesional seorang Guru ini merupakaan seperangkat kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru agar ia dapat melaksanakan tugas mengajarnya dengan berhasil. Adapun kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru, terdiri dari 3 (tiga) yaitu; kompetensi pribadi, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional mengajar. Keberhasilan guru dalam menjalankan profesinya sangat ditentukan oleh ketiganya dengan penekanan pada kemampuan mengajar. Dengan demikian, bahwa untuk menjadi guru profesional yang memiliki akuntabilitas dalam melaksanakan ketiga kompetensi tersebut, dibutuhkan tekad dan keinginan yang kuat dalam diri setiap guru atau calon guru untuk mewujudkannya, oleh Karena itu, kompetensi profesional guru dapat diartikan sebagai kemampuan dan kewenangan guru dalam menjalankan profesi keguruannya dengan kemampuan tinggi. Profesionalisme seorang guru merupakan suatu keharusan dalam mewujudkan sekolah berbasis pengetahuan, yaitu pemahaman tentang pembelajaran, kurikulum, dan perkembangan manusia termasuk gaya belajar. Pada umumnya di sekolah-sekolah yang memiliki guru dengan kompetensi profesional akan menerapkan “pembelajaran dengan melakukan” untuk menggantikan cara mengajar dimana guru hanya berbicara dan peserta didik hanya mendengarkan apa yang disampaikan oleh guru tanpa adanya keinginan untuk bertanya.
PERAN GURU DALAM MEMBANGUN HUBUNGAN YANG KUAT MELALUI KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI YANG EFEKTIF DENGAN SISWA, WALI PESERTA DIDIK DAN SESAMA GURU Netti Lorensia Turnip; Dorlan Naibaho
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i1.490

Abstract

Jurnal ini membahas tentang pentingnya peran guru dalam membangun hubungan yang kuat dengan siswa, orang tua/wali siswa, serta guru dan dosen lain melalui  keterampilan komunikasi yang efektif. siswa yang sedang berkembang. Komunikasi yang baik antara guru dan siswa tidak hanya menciptakan lingkungan belajar yang positif, tetapi juga mendorong perkembangan akademik dan sosial siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterampilan komunikasi guru dalam menghadapi siswa, orang tua dan guru lainnya. Metode penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library study), yang didalamnya dievaluasi berbagai aspek komunikasi guru.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi guru berperan penting dalam penciptaan lingkungan belajar yang efektif. Guru yang dapat berkomunikasi dengan jelas, empati dan tanggap terhadap kebutuhan siswa dapat meningkatkan motivasi belajar dan keterlibatan siswa. Komunikasi yang efektif dengan orang tua siswa juga terbukti penting dalam menciptakan hubungan positif dan mendukung perkembangan akademik anak. Selain itu, interaksi positif antar guru lain dapat meningkatkan kolaborasi dalam pengembangan kurikulum dan strategi pembelajaran. Implikasi Penelitian Mendukung pengembangan pelatihan keterampilan komunikasi guru untuk meningkatkan efisiensi pembelajaran dan partisipasi seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
PENTINGNYA KOMPETENSI SOSIAL GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN Louisa Silalahi; Dorlan Naibaho
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i1.491

Abstract

Pendidikan merupakan Fondasi Utama pembentukan karakter dan potensi peserta didik. Dalam konteks ini, peran guru sebagai fasilitator pembelajaran tidak hanya berkutat pada penyampaian materi, tetapi juga melibatkan aspek sosial yang mendasar. Kompetensi sosial guru menjadi faktor krusial dalam membentuk lingkungan pembelajaran yang inklusif dan mendukung perkembangan holistik pesera didik. Tujuan penulis menulis artikel ini adalah untuk mengeksplorasi dan menyoroti pentingnya kompetensi soial guru dalam proses pembelajaran.
MODEL PEMBINAAN WARGA GEREJA MENURUT KOLOSSE Marta Ragillia Simanjuntak; Irawati Adelia Br Sianturi; Rani Apriana Purba; Andar Gunawan Pasaribu
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i1.492

Abstract

Tulisan ini membahas bagaimana Surat Paulus kepada jemaat Kolose memberikan pemahaman umum tentang teologi untuk membantu pembacanya menemukan manusia yang asli dan kematangan spiritual yang selaras dengan keinginan Tuhan untuk umat-Nya, yang memberikan penghakiman yang adil dan bijaksana. Dia mengirimkan Anak-Nya untuk mewujudkan perdamaian. Yesus mengatasi dosa manusia dengan mati di kayu salib agar umat-Nya dapat hidup dalam kehidupan yang benar. Mereka menunjukkan hal ini dengan menunjukkan iman mereka dan dibaptis di dalam Yesus Kristus.Paulus pada dasarnya ingin mengungkapkan pemahamannya tentang beberapa tema teologi terpenting. Salah satunya ditujukan kepada gereja. Roh Kudus dan gereja meninggalkan indikasi yang dapat membantu kita memahami cara memasukkan pesan teks lama ke dalam kondisi saat ini.Paulus mengatakan bahwa dia ingin suratnya dibaca di dalam gereja (4:16). Ini juga mengingatkan gereja bahwa gereja tidak dapat memahami surat-surat Paulus secara lengkap.Setiap orang Kristen yang dewasa bertanggung jawab atas iman yang mereka anut. Namun, kebenaran Kristen tetap milik bersama. Paulus menulis surat ini untuk memastikan bahwa jemaat di kolose adalah warga Kerajaan Allah; tidak ada keraguan bahwa pernyataan ini menjadi bukti iman kepada Kristus. Paulus juga mengatakan bahwa gereja adalah tubuh Kristus dan memiliki tanggung jawab untuk bersaksi tentang Kerajaan Allah bagi semua orang.
PERAN KOPETENSI SOSIAL GURU DALAM MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BELAJAR YANG INKLUSIF Riski Aprilia Lumban Tobing; Dorlan Naibaho
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i1.493

Abstract

Pendidikan memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Lebih jauh lagi, pendidikan berperan dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia, mencapai kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan masyarakat. Menurut Hermino (2013: 18), “Pendidikan merupakan inti kemajuan suatu bangsa dalam mewujudkan cita-citanya demi kelangsungan hidupnya.1” Sesuai dengan perkembangan dan kemajuan zaman, pendidikan mempunyai arti yang tidak hanya mencakup pendidikan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan teknologi, tetapi juga pendidikan karakter, etika, dan moral.Selain mengembangkan ilmu pengetahuan, keterampilan dan teknologi, kami juga memberikan pendidikan karakter, etika dan moralitas.Dalam penulisan karya ini, penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan.Merupakan seperangkat metode pengumpulan data perpustakaan, atau dikumpulkan dari berbagai sumber (buku, ensiklopedia, jurnal ilmiah, surat kabar, terbitan berkala, dokumen).Penelitian kepustakaan atau literatur mengacu pada serangkaian kegiatan penelitian yang memperoleh data dari data perpustakaan, bukan data lapangan.Data yang diperoleh dari buku, majalah atau internet diolah dengan memilih data yang relevan dengan penelitian yang sedang dibahas. Tujuan dari penelitian kepustakaan adalah untuk menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat, komunikasi memegang peranan penting dalam kelancaran pembelajaran.Oleh karena itu, guru dituntut untuk memiliki keterampilan sosial.Guru yang efektif secara sosial khawatir bahwa guru yang baik akan ditiru oleh siswanya.Dengan menciptakan lingkungan belajar inklusif, semua anak dapat memahami dan belajar bahwa pendekatan pembelajaran yang baik adalah 'learning by doing'.Inilah tepatnya yang dimaksud dengan ``pembelajaran aktif'' adalah ``melibatkan siswa dalam pembelajaran.'' Dapat disimpulkan bahwa keterampilan sosial guru berperan penting dalam menciptakan lingkungan pembelajaran inklusif..

Page 5 of 107 | Total Record : 1068