cover
Contact Name
Hadrian Erlanda
Contact Email
hadrian0701@gmail.com
Phone
+628116621223
Journal Mail Official
hadrian0701@gmail.com
Editorial Address
Komp.PERUM Unand Blok B Ulu Gadut Padang Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jakia : Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak
ISSN : -     EISSN : 30320119     DOI : https://doi.org/10.62527/jakia.1.1.8
Core Subject : Health, Education,
Ruang lingkup jurnal mencakup (namun tidak terbatas pada) hal-hal berikut: Kesehatan Ibu dan Anak : menyusui, bayi Kebidanan: KB,Kehamilan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 44 Documents
ANALISIS DAMPAK GADGET TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL-EMOSIONAL ANAK: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Amirotun Nabila Hisyam; Nova Lusiana
JAKIA : Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 2 No. 2 (2026): JAKIA : Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62527/jakia.2.2.62

Abstract

Penggunaan gadget pada anak usia dini (0-6 tahun) di Indonesia mencapai 33,44%, sering melebihi rekomendasi WHO maksimal 1 jam/hari untuk usia 2-5 tahun, memicu kekhawatiran terhadap masa golden age perkembangan sosial-emosional mereka akibat paparan pasif tanpa pendampingan. Penelitian ini bertujuan mensintesis dampak konsisten gadget dan faktor penentunya melalui Systematic Literature Review (SLR). Pencarian sistematis di Google Scholar (2021-2026) dengan kata kunci terkait menghasilkan 8 artikel kualitatif peer-reviewed setelah seleksi PRISMA. Analisis tematik mengungkap dampak negatif dominan: individualisme sosial, rendahnya partisipasi kelompok, dan gangguan regulasi emosi seperti tantrum/agresivitas. Penelitian ini mengidentifikasi empat faktor yang memengaruhi variabel: mediasi orang tua aktif, jenis konten edukatif-interaktif, durasi <1 jam, serta usia anak yang menjelaskan variasi dampak tidak seragam. Temuan ini memberikan kerangka komprehensif bagi orang tua, pendidik, dan kebijakan untuk mediasi efektif, mencegah isolasi sosial-emosional di era digital.
Keterkaitan Tindakan Suami Dengan Fenomena Postpartum Depression Pada Ibu Pasca Kelahiran Alya Salwatul Aisy; Nova Lusiana
JAKIA : Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 2 No. 2 (2026): JAKIA : Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62527/jakia.2.2.63

Abstract

Postpartum depression (PPD) merupakan gangguan kesehatan mental yang sering tidak terdiagnosis pada ibu setelah melahirkan, dengan prevalensi mencapai 50% pada populasi urban Indonesia (Sukesi et al., 2026) dan 18,6% di Kabupaten Buleleng (Pratiwi et al., 2025). Tindakan suami mencakup dukungan emosional, instrumental, informatif, kualitas pernikahan, hingga keterlibatan aktif dalam perawatan pasca salin merupakan faktor protektif yang paling konsisten terhadap PPD. Systematic Literature Review (SLR) ini menyintesis temuan dari 17 artikel (2016–2026) yang diperoleh melalui penelusuran di Google Scholar, PubMed, Garuda, DOAJ, dan Jurnal Ipteks Terapan, menggunakan diagram alir PRISMA sebagai kerangka seleksi. Dari 248 rekam awal, 17 studi memenuhi kriteria inklusi. Sintesis menunjukkan bahwa ketidakpuasan pernikahan adalah prediktor PPD yang lebih kuat dibandingkan maternity blues (Kızıldemir et al., 2026); dukungan emosional suami adalah dimensi yang paling konsisten berpengaruh pada 14 dari 17 studi (Pebryatie et al., 2022); edukasi suami terbukti menurunkan skor EPDS dari 13,4 menjadi 7,1 (Putri, 2025); dan absennya pendampingan suami saat sectio caesarea darurat meningkatkan risiko PPD (Amelia, 2016). Postpartum depression (PPD) is a mental health disorder frequently undiagnosed in postpartum mothers, with a prevalence reaching 50% in urban Indonesia (Sukesi et al., 2026) and 18.6% in Buleleng Regency (Pratiwi et al., 2025). Husband's actions encompassing emotional support, instrumental support, informational support, marital quality, and active involvement in postpartum care constitute the most consistent protective factor against PPD. This Systematic Literature Review (SLR) synthesizes findings from 17 articles (2016–2026) retrieved through searches across Google Scholar, PubMed, Garuda, DOAJ, and Jurnal Ipteks Terapan, using the PRISMA flowchart as a selection framework. Of 248 initial records, 17 studies met all inclusion criteria. The synthesis demonstrates that marital dissatisfaction is a stronger predictor of PPD than maternity blues (Kızıldemir et al., 2026); emotional support from husbands is the most consistently influential dimension evident in 14 of 17 studies (Pebryatie et al., 2022); and husband education interventions demonstrably reduced EPDS scores from 13.4 to 7.1 (Putri, 2025). The absence of husband support during emergency cesarean section was also found to increase the risk of PPD and trauma (Amelia, 2016).
IMPLEMENTASI BABY FRIENDLY HOSPITAL INITIATIVE DI KAB. MALANG & KOTA SIDOARJO: EVALUASI PROSES, CAKUPAN, DAN KEPUASAN IBU Lina Yuliana; Hendri Hartati
JAKIA : Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 2 No. 2 (2026): JAKIA : Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62527/jakia.2.2.64

Abstract

Background: The Baby Friendly Hospital Initiative (BFHI) is a global strategy to improve breastfeeding practices. Objective: To evaluate BFHI implementation in Malang district and Sidoarjo city Hospitals and Primary Health Centers, maternal satisfaction, and process assessment. Methods: A mixed-methods study combining quantitative survey (n=120 mothers) and qualitative interviews with health workers. Results: Early initiation of breastfeeding coverage reached 78%, rooming-in 85%, and exclusive breastfeeding counseling 72%. Most mothers reported satisfaction with services. Conclusion: BFHI implementation in Malang & Sidoarjo Hospitals and PHCs is satisfactory, but continuous counseling support is needed. Latar Belakang: Baby Friendly Hospital Initiative (BFHI) merupakan strategi global untuk meningkatkan praktik menyusui. Tujuan: Mengevaluasi implementasi BFHI di Rumah Sakit dan Puskesmas di Kab. Malang dan Kota Sidoarjo melalui cakupan indikator, kepuasan ibu, dan proses pelaksanaan. Metode: Studi mixed-methods dengan survei kuantitatif (n=120 ibu) dan wawancara mendalam tenaga kesehatan. Hasil: Cakupan inisiasi menyusu dini mencapai 78%, rooming-in 85%, dan konseling ASI eksklusif 72%. Mayoritas ibu menyatakan puas terhadap layanan. Kesimpulan: Implementasi BFHI di Rumah Sakit dan Puskesmas di Kota Sidoarjp dan Kab. Malang berjalan baik, namun perlu penguatan konseling berkelanjutan.
DETERMINAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA IBU POST SECTIO CAESAREA DI RSUP DR.M. DJAMIL PADANG Vitria Komala Sari; Detty Afriyanti; Ridesvina; Siska Rahmadiya
JAKIA : Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 2 No. 2 (2026): JAKIA : Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62527/jakia.2.2.65

Abstract

Preeklampsia merupakan komplikasi obstetri serius yang masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal, termasuk pada periode postpartum. Ibu yang menjalani sectio caesarea (SC) memiliki risiko lebih tinggi mengalami preeklampsia pascapersalinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan usia ibu, paritas, indeks massa tubuh (IMT), dan riwayat hipertensi kehamilan sebelumnya dengan kejadian preeklampsia pada ibu post SC. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan case control. Sampel terdiri dari 304 ibu post SC, terbagi menjadi 152 kasus dan 152 kontrol yang dipilih secara purposive. Data berasal dari rekam medis RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 2022–2024 dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan odds ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia (p = 0,093) dan paritas (p = 0,126) tidak menunjukkan hubungan bermakna.Sedangkan IMT (p = 0,001; OR = 2,328) dan riwayat hipertensi (p = 0,000; OR = 20,109) berhubungan signifikan dengan kejadian preeklampsia post SC. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu IMT tidak normal dan riwayat hipertensi merupakan determinan utama kejadian preeklampsia pada ibu post SC serta menunjukkan besaran risiko yang cukup tinggi sehingga perlu menjadi fokus utama dalam upaya pencegahan. Disarankan agar tenaga kesehatan memperkuat skrining antenatal untuk IMT dan riwayat hipertensi, meningkatkan edukasi mengenai pengendalian status gizi dan tekanan darah, serta melakukan pemantauan secara lebih komprehensif.