cover
Contact Name
Yakobus Adi Saingo
Contact Email
y.a.s.visi2050@gmail.com
Phone
+6281239999587
Journal Mail Official
y.a.s.visi2050@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tajoin Tuan, Sunkain, Kel. Naimata, Kec. Maulafa Kota Kupang, Nusa Tengggara Timur
Location
Kab. kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Apostolos: Journal of Theology and Christian Education
ISSN : 2777077X     EISSN : 2777076     DOI : https://doi.org/10.52960/a.v3i1
Apostolos Journal of Theology and Christian Religious Education invites scholars, researchers, and students to contribute the results of their studies and research in fields related to 1. Contemporary Theology 2. Church History 3. Christian Education a. Childrens Education b. Teenagers Education c. Contextual Education 4. Hermeneutics 5. Pastoral 6. Systematic Theology 7. Contextual Theology 8. Arts and Music
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2025): May" : 6 Documents clear
Kedudukan Hukum Janda dalam Perjanjian Baru berdasarkan Tiga Aspek: Anak, Harta Warisan, dan Relasi dengan Allah Saefatu, Meyrlin
APOSTOLOS Vol 5 No 1 (2025): May
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52960/a.v5i1.387

Abstract

In the New Testament, we can find various texts that speak about widows, especially in the Synoptic Gospels, the Acts of the Apostles, and Paul's Letters. Generally speaking, widows were regarded as a disadvantaged or underprivileged social group in Jewish society. Widows often faced negative stigma, particularly those who did not have children or an inheritance from their deceased husbands. The purpose of this writing is to gain an understanding of the legal status of widows in Jewish society during the New Testament period, particularly according to the authors Luke and Paul, especially in 1 Timothy. To achieve this, the writer will study and analyze various texts or literature (textual analysis), especially the Gospel of Luke and Paul's Letters to Timothy, which discuss the legal status of widows, including literature from the Rabbinic tradition. Based on this study, it becomes evident that the status of widows in Jewish society during the New Testament period was not always negative. The status of being a widow was also viewed positively, with legal guarantees and protections. These guarantees were influenced by three important aspects: children, inheritance, and the widow's relationship with God. These aspects significantly determined the status of widows in Jewish society during the New Testament period.
Nore Kore: Hospitalitas Menurut Lukas 10: 25-35 dalam Kehidupan Masyarakat Suku Lani Papua Arie Rissing Natalia; Layan, Santi
APOSTOLOS Vol 5 No 1 (2025): May
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52960/a.v5i1.393

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk memberikan deskripsi mengenai perwujudan sikap hidup hospitalitas masayarakat suku Lani di Papua melalui prinsip hidup Nore Kore berdasarkan Lukas 10:25-36 tentang panggilan gereja untuk hidup bagi orang lain. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif etnografi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Nore Kore sebagai suatu sikap hidup hospitalitas diwujudkan secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat oleh masyarakat suku Lani di Papua dimanapun mereka berada, mereka dapat terbuka terhadap orang lain. Inilah panggilan gereja tidak bersikap ekslusif tetapi dapat membuka diri untuk hadir dan hidup bagi orang lain. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumbangan bagi gereja untuk dapat melihat orang lain sama seperti Allah melihat mereka, Ia tidak mau satu orangpun binasa.
KONTEKSTUALISASI ROMA 13:1-7: Tanggung Jawab Manusia sebagai Warga Negara Indonesia Untuk Membayar Pajak Kepada Pemerintah Sine, Jefri Lorens. A
APOSTOLOS Vol 5 No 1 (2025): May
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52960/a.v5i1.411

Abstract

Abstrak Kesadaran membayar pajak memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pembangunan negara. Namun, di Indonesia, kesadaran ini masih rendah, dan hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah. Penelitian ini berfokus pada analisis fenomena tersebut dari perspektif teologis, dengan menggunakan teks Roma 13:1-7. Dalam penelitian ini, metode penafsiran Historis-Kritis diterapkan untuk menggali makna teks tersebut. Penelitian ini mempelajari konteks historis, politik, ekonomi, budaya, sosial, dan latar belakang Paulus dalam mendorong ketaatan kepada pemerintah sebagai panggilan etis bagi umat Kristen. Selain itu, metode kualitatif juga digunakan untuk mengumpulkan data dari sumber internet terkait rendahnya tingkat pembayaran pajak di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paulus menekankan pentingnya mendukung pemerintah sebagai institusi yang ditetapkan Tuhan untuk menjaga ketertiban dan keadilan di masyarakat. Implikasi dari penafsiran ini dapat membantu meningkatkan kesadaran etis masyarakat Indonesia terkait kewajiban membayar pajak, yang tidak hanya sebagai tanggung jawab sipil, tetapi juga sebagai bentuk ketaatan iman. Dengan demikian, penelitian ini memberikan perspektif bahwa membayar pajak adalah bagian dari panggilan etis dan iman, yang dapat memotivasi warga negara untuk lebih taat dalam menjalankan kewajiban perpajakan mereka. Kata-kata Kunci: Indonesia, kesadaran membayar pajak, ketaatan iman, tanggung jawab sipil.
Pembenaran Menurut Pemikiran Reformasi dan Konsili Trente serta Implikasinya Bagi Kekristenan Modern Markes, Karlitu Dias; Tubagus, Steven; Objantoro, Enggar
APOSTOLOS Vol 5 No 1 (2025): May
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52960/a.v5i1.418

Abstract

This research examines one of the theological issues that is considered as a central issue in the study of Christian theology, namely Justification. The main focus of the study of justification in this research is directed to the debate between the thoughts of reform theolog, especially Martin Luther, and the decisions of the Council of Trent regarding the issue of justification by faith. This study uses a qualitative descriptive method by conducting a literature review of several scientific works, both books and articles, whose topics of study are related to theological subject matter, namely justification by faith according to the Council of Trent and Protestant Reformation thought. The findings of this study are that in essence the two opinions have the same starting point regarding the concept of justification as God's gift, but the basic difference is that Luther's thought as a reformer wanted to release the concept of justification as God's sovereign gift from all human intervention through services or deeds. Good. While the Council of Trent decided in its Decree that it was impossible to separate justification by the grace of God from good works
Filosofi Liang serta Sumbangsihnya bagi Keberlanjutan Ekologi dan Kaitannya dengan Kejadian 2:15: Kajian Ekoteolgi Kontekstual Paya Rombe, Ascteria; Wati, Wira; Yudistira, Vincentsius
APOSTOLOS Vol 5 No 1 (2025): May
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52960/a.v5i1.421

Abstract

Liang merupakan pekuburan orang Toraja. Pekuburan tersebut adalah tebing batu yang dipahat dan ke dalamnya ditempatkan mayat. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki filosofi Liang serta Sumbangsihnya bagi Keberlanjutan Ekologi dan Kaitannya dengan Kejadian 2:15. Urgensi dari penelitian ini adalah masalah pemanfaatan lahan yang berkontribusi dalam kerusakan lingkungan, dapat ditangani secara baik jika ada kesadaran untuk melihat kembali bagaimana kerafian lokal justru pro-alam dan bersahabat terhadap ekologi dan kaitannya dengan tanggungjawab Stewardship dalam Kej. 2:15. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui penelitian lapangan dan studi kepustakaan. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu Filosofi Liang sebagai tempat pekuburan orang Toraja menggambarkan kearifan lokal yang penuh dengan nilai ekologis. Pilihan untuk menguburkan jenazah di tebing atau gua batu, mencerminkan pandangan bahwa tanah adalah sumber kehidupan yang produktif—tempat bercocok tanam untuk keberlangsungan hidup manusia. Dengan tidak menggunakan tanah sebagai lahan pemakaman, masyarakat Toraja menunjukkan kesadaran ekologis yang tinggi, yaitu menjaga tanah agar tetap berfungsi sebagai sumber daya produktif. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi lokal mampu memberikan solusi terhadap isu keberlanjutan lingkungan.
Church planting Menurut Tim Morey dan Implementasinya Terhadap Gereja ONKP Jemaat Pinang Sebatang Timur Resort Riau Lawolo, Aprianus; Liem, Stephanus
APOSTOLOS Vol 5 No 1 (2025): May
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52960/a.v5i1.428

Abstract

Gereja merupakan salah satu karya terbesar Allah di bumi. Melalui gereja Injil dapat diberitakan kepada semua bangsa. Namun, merintis gereja dewasa ini jauh dari teladan Yesus Kristus. Banyak gembala yang terjebak dalam sikap hanya ingin mencari ketenaran dan kuantitas jemaat. Mereka tidak mempedulikan kerohanian mereka. Gembala yang memiliki pemikiran untuk diperhatikan dan dipuji; kurangnya kesabaran gembala terhadap orang-orang yang mereka gembalakan; kebutuhan gembala untuk terlihat “sukses”, kecenderungan gembala untuk mengatur para pemimpin awam secara berlebihan agar mereka tidak melakukan kesalahan. Hal ini justru akan berdampak pada gereja yang dipimpin. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah menawarkan sebuah gagasan mengenai church planting menurut Tim Morrey. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini studi literatur. Sumber utama di dalam penelitian ini adalah memakai buku Tim Morey yang berjudul “Planting a church without losing your soul.” Kemudian penulis menggunakan sumber kedua seperti jurnal, buku, pemikiran dari bapa gereja untuk mendapatkan jawaban dari permasalahan yang ada. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesehatan rohani seorang gembala harus menjadi kunci untuk merintis sebuah gereja. Kata kunci: Church planting, gembala, gereja, jemaat.

Page 1 of 1 | Total Record : 6