cover
Contact Name
Fajar Setiawan
Contact Email
faja006@brin.go.id
Phone
+6281297425123
Journal Mail Official
JLWRjournal@gmail.com
Editorial Address
Gedung Laboratorium Penginderaan Jauh, KST Soekarno Jl. Raya Jakarta-Bogor Km. 46 Cibinong 16911 Bogor Jawa Barat, Indonesia
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
LIMNOTEK
Published by BRIN Publishing
The journal establishes an integrated understanding of the interface between natural processes of water resources and inland water ecosystems with their human domains. Incorporating broad themes concerning ecology of inland water ecosystems and perspectives regarding sustainable utilizations of the water resources. Science on inland water ecosystems is an applied multi/interdisciplinary field relating to efforts to monitor, manage, and restore both fresh and brackish water ecosystems. The journal thus underlines significant work that draws on and incorporates elements of hydrology, meteorology, ecology, limnology, ecological economics, and social environmental sciences related to water resources and inland water ecosystems. The journal allows for both monodisciplinary and interdisciplinary submissions and a broad range of methodological approaches, thus appealing to diverse readers. Specific research areas covered include: modeling the impacts of management scenarios (socio-economics-ecological-hydrological impacts); simulation of the alteration of the quality of inland water ecosystems (long-term data series); novel approaches for alternative utilization of inland water ecosystems; the development of novel indices/ criteria to assess the quality of inland water ecosystems; assessments of the economic value of inland water ecosystems’ ecosystem services; the advances of alternative governance to sustainably manage inland water ecosystems; progress on alternative conservation strategies for inland water ecosystems; the development of alternative technologies to mitigate impacts of anthropogenic activities on inland water ecosystems; the advances of technologies to rehabilitate and to restore the quality of inland water ecosystems, water disaster risks and disaster preparedness, resiliencies of water infrastructure and management. Further, research on water resources is concerned with the conservation of quantity and quality of water. Thus, topics related to water resources such: water resources management, water resources information system, water policies and planning, hydrology and hydrogeology, water quality and environment, hydraulics, water and wastewater treatment sustainability, resilience, and adaptation of water resources and infrastructure to uncertain and evolving environments, surface and groundwater resources will be important key part from the journal.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "vol. 21 no. 2 (2014)" : 11 Documents clear
KARAKTERISTIK DANAU ASAL VULKANIK STUDI KASUS: DANAU TOLIRE, PULAU TERNATE Fajar Setiawan; Hendro Wibowo; Arianto Budi Santoso; Sulung Nomosatryo; Ivana Yuniarti
LIMNOTEK Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol. 21 No. 2 (2014)
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/limnotek.2014.13279

Abstract

Ternate merupakan sebuah pulau vulkanik di Maluku Utara, didalamnya terdapat gunung api aktif (G. Gamalama) berketinggian 1.715 m dpl. Di pulau ini terdapat tiga danau (Tolire Besar, Ngade dan Tolire Kecil) yang berdasarkan proses terbentuknya digolongkan sebagai danau vulkanik dengan type Maar. Pengukuran yang dilakukan di Danau Tolire Besar pada tahun 2011 menghasilkan informasi kondisi fisik danau dan daerah tangkapannya. Danau Tolire dikelilingi oleh tebing curam setinggi 60-80 m, tidak mempunyai outlet dan inlet hanya berupa alur air dari puncak Gunung. Luas DTA danau adalah 244,2 Ha dengan tanah ber-ordo Inceptisols dan Ultisols, dengan Iklim termasuk tipe iklim B (Basah). Kedalaman maksimum danau 43,1 m, diameter 600 m, luas badan air 26,5 Ha, kecerahan danau hanya 4 m, salinitas, DO serta profil pH dan ORP mempunyai pola yang hampir sama, yang mengindikasikan bahwa pada kedalaman antara 8 dan 9 m adalah lapisan chemocline atau oxycline. Lapisan permukaan cenderung bersifat oksidatif dan lapisan dasar reduktif. Tidak dijumpai adanya stratifikasi lapisan danau oleh perbedaan suhu, dengan suhu permukaan 30°C. Daya dukung danau terhadap biota ikan sangat rendah, karena faktor tingginya kandungan sulfida dan lingkungan yang terisolir.
DISTRIBUSI SPASIAL TERHADAP KELIMPAHAN, BIOMASSA FITOPLANKTON DAN KETERKAITANNYA DENGAN KESUBURAN PERAIRAN DI SUNGAI ROKAN, PROVINSI RIAU Mirna Dwirastina; Makri Makri
LIMNOTEK Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol. 21 No. 2 (2014)
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/limnotek.2014.13280

Abstract

Distribusi spasial fitoplankton sungai Rokan ini meliputi kelimpahan dan biomassa fitoplankton, hal ini menggambarkan karakteristik umum suatu badan air sehingga dapat digunakan untuk menentukan kesuburan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi spasial kelimpahan dan biomassa fitoplankton berdasarkan kesuburan perairan di Sungai Rokan Riau. Pengambilan contoh fitoplankton dilakukan selama empat kali dalam setahun yaitu bulan Maret, Mei, Juni dan Oktober tahun 2011. Contoh fitoplankton diambil menggunakan Kemmerer water sampler volume 500 mL dengan metode pengendapan dan diidentifikasi di laboratorium Balai Penelitian Perikanan Perairan Umum Palembang menggunakan mikroskop inverted dengan pembesaran 40 kali. Kelimpahan fitoplankton dihitung menggunakan metode Sedweigt Rafter dan biomassa dihitung berdasarkan kandungan klorofil-a perairan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Sungai Rokan ditemukan tiga kelas fitoplankton yaitu Bacillariophyceae (19 genera), Chlorophycea (15 genera) dan Cyanophyceae (8 genera). Kelimpahan total fitoplankton berkisar 8.800 sell/L– 210.300 sell/L. Rata-rata kelimpahan fitoplankton tertinggi terjadi pada bulan Maret yaitu 210.300 sell/l dan terendah bulan Juni yaitu 8800 sell/l. Biomassa fitoplankton berkisar 0,56 mg/L – 2,23 mg/L menunjukan eutrofikasi yang rendah. Parameter yang mencerminkan kesuburan perairan adalah kecerahan 17-52 cm, kekeruhan (TSS) <50 mg/L, kadar oksigen terlarut tidak kurang dari 4 mg/L, suhu 26,5 – 32,7oC dan pH=7, serta total nitrogen (TN) berkisar 0,292 – 0,98 mg/L dan total fosfat (TP) berkisar 0,063 -0,087 mg/L. Biomassa fitoplankton berkisar 0,56 mg/L - 2,23 mg/L. Kualitas perairan di Sungai Rokan masih dalam katergori bagus untuk kehidupan petumbuhan plankton.
DISTRIBUSI KONSENTRASI OKSIGEN, NITROGEN DAN FOSFAT DI WADUK SAGULING, JAWA BARAT Sri Endah Purnamaningtyas
LIMNOTEK Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol. 21 No. 2 (2014)
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/limnotek.2014.13281

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi konsentrasioksigen, nitrogen (nitrat, nitrit, dan amonium) dan P (orthofosfat) di Waduk Saguling dan tinjauan kelayakannya untuk kegiatan perikanan. Lokasi pengambilan contoh ditetapkan sebanyak 5 stasiun pengamatan yaitu : (1) Maroko, (2) Cihaur, (3) Pakuon, (4) Bunder, dan (5) Dam. Penelitian dilakukan pada bulan April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember 2009. Metode yang digunakan adalah pengambilan contoh bertingkat (stratified sampling method) dengan menggunakan Kemmerer Bottle Sampler. Berdasarkan analisis kualitas air di Waduk Saguling didapatkan hasil sebagai berikut: 1. kandungan oksigen berkisar antara 0 – 7,125 mg/L, kandungan amonia berkisar antara 0,011 – 14,654 mg/L, kandungan nitrit dan nitrat berturut-turut adalah berkisar antara 0,07 – 0,353 mg/L, dan antara: 0,03 – 1,063 mg/L, dan kandungan fosfat berkisar antara 0,04 - 0,43 mg/L. Pada kondisi-kondisi tersebut diatas menunjukkan ketersediaan oksigen masih dapat menunjang kehidupan ikan tetapi tidak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, konsentrasi ammonia sudah cukup tinggi dan membahayakan bagi kehidupan ikan, kadar nitrit telah melebihi baku mutu yang disarankan dan merupakan gas beracun bagi ikan, kadar nitrat berada pada kondisi yang sesuai dengan kadar baku yang di sarankan, sedangkan kadar ortofosfat yang tinggi akan mendorong pertumbuhan alga terutama dari kelas Cyanophyceae. Stasiun yang banyak tertekan oleh limbah organik maupun limbah anorganik adalah stasiun Maroko dan Cihaur.
KUALITAS MIKROBIOLOGIS AIR SUNGAI DAN PIPA DISTRIBUSI DI KABUPATEN ACEH BESAR DAN KOTA BANDA ACEH Ignasius Sutapa; Tri Widiyanto
LIMNOTEK Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol. 21 No. 2 (2014)
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/limnotek.2014.13282

Abstract

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki fungsi sangat penting bagi kehidupan.Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji kondisi sumber daya air dan sistem penyediaan air bersih di Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh. Sumber daya air berupa sungai dan danau mengalami kerusakan pasca bencana tsunami. Salah satu parameter penting kualitas air adalah kondisi mikrobiologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat Coliform di semua titik pengambilan air sungai. Jumlah populasi bakteri Coliform yang paling tinggi terdapat pada Sungai Krueng Raya Muara sebanyak 3100 koloni/100mL. Bakteri fekal Coliform tertinggi terdapat pada Sungai Simpang Surabaya sebanyak 1600 koloni/ 100mL dan bakteri fekal Streptococcus tertinggi terdapat pada Sungai Krueng Raya I sebanyak 420 koloni/100mL. Pipa distribusi daerah Lampaseh tercemar oleh total Coliform sebanyak 140 koloni/100 mLdan fekal Streptococcus sebanyak 80 koloni/100 mL. Sumur dangkal daerah Lampaseh tercemar bakteri total Coliform sebanyak 850 koloni/100 mLdan fekal Streptococcus sebanyak 190 koloni/100 mL. Kondisi perairan sungai di Banda Aceh hampir seluruhnya perlu dilakukan pengolahan lebih lanjut untuk dapat digunakan sebagai sumber air baku untuk air bersih, termasuk pipa distribusi dan sumber air sumur daerah Lampaseh.
WATER QUALITY AND QUANTITY ISSUES OF URBAN LAKES IN MEGACITY JAKARTA Cynthia Henny; Ami A. Meutia
LIMNOTEK Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol. 21 No. 2 (2014)
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/limnotek.2014.13283

Abstract

The lakes in urban megacity Jakarta, called as “setu or situ†by the local people, play a central role in integrated water resources management. Despite its pivotal role in maintaining the balance of urban water system, they have not received sufficient attention. Rapid urban development in a very distinct urban watershed type of lake’s surroundings has impacted on the water quantity and quality of urban lakes in megacity Jakarta. Chronic problems faced by downstream area in megacity Jakarta such as flash floods in the rainy season and water scarcity in the dry season have indicated that the lakes have not been managed and functioned well. Human and nature disturbances such as shoreline encroachment, shoreline erosion, garbage dump and inflow from untreated sewage and urban runoff have polluted the lake water and reduced its volume capacity. Nearly half of the existing lakes have reduced from 10 to > 50% of its water volume capacity due to lake area shrinkage, siltation and even excessive growth ofinvasive macrophytes. The lakes are mostly in disturbed to damaged environmental conditions. Lakes in urban and rural villages have less in water quantity and higher solids, organic matter, nutrients and even fecal bacteria concentrations than the lakes in planned residential, high-rise residential and industrial areas types of urban surroundings. As the lakes in the urban village and industrial area, elevated toxic metal concentrations have become public concern due to lake hygiene problems. Elevated nutrient concentrations have caused the lake eutrophication, where some lakes have suffered from excessive macrophyte coverage, algal bloom even toxic cyanobacterial bloom. The urban lakes in megacity Jakarta constantly have been degrading physically and ecologically affecting its water quantity and quality which is increasing the threat to human’s health and impact future human’s resilience in urban megacity Jakarta.
PENYISIHAN NUTRIEN DENGAN KULTUR Eichornia Crassipes DALAM AIR LIMBAH KOLAM IKAN RESIRKULASI SEMI TERTUTUP Awalina Satya; Tjandra Chrismadha; Fachmijany Sulawesty; Gunawan P. Yoga; Yayah Mardiyati
LIMNOTEK Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol. 21 No. 2 (2014)
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/limnotek.2014.13284

Abstract

Air Limbah kolam ikan resirkulasi memiliki karakteristik yang mirip dengan perairan eutrofik sehingga tidak aman untuk dibuang ke perairan umum secara langsung. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi kemampuan tiga variasi kepadatan eceng gondok (Eichornia crassipes) untuk memperbaiki kualitas air limbah kolam ikan resirkulasi tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk 1) mengungkapkan dinamika kualitas air dalam “batch culture†2) kinetika laju reduksi nutrien nitrogenik-fosforik dan konstituen pencemar lainnya, dan 3) efektifitas penyisihan nutrien. Eksperimen terdiri atas empat bak plastik, B1, B2, B3 dan B4. Bak B1 merupakan kontrol, hanya berisi air limbah tanpa eceng gondok. Bak B2, B3 dan B4 berisi eceng gondok dengan kepadatan awalnya berturut-turut adalah 1.618,40 gram/m2; 2.436,51 gram/m2 ; dan 3.243,93 gram/m2. Percobaan dilakukan selama empat hari. Pengukuran pH,Oksigen terlarut (Dissolved Oxygen,DO), konduktifitas, suhu, Total Dissolved Solid (TDS), dan % DO saturation dilakukan tiga kali sehari pada jam 09.00-09.30 ; 12.00-12.30 dan 16.00-16.30, sedangkan Senyawa nutrien nitrogenik (N-NH3+; N-NO2-; N-NO3-, Total Nitrogen (TN)), fosfor (TP), Total Suspended Solid (TSS) dan Total Organic Matter (TOM) dianalisis dua kali sehari pada pagi dan sore hari. Reduksi parameter konduktifitas,TDS, nutrien, nitrogenik, dan fosforik dalam bak-bak yang ditumbuhi eceng gondok mengikuti model kinetika order pertama. Kepadatan eceng gondok ideal adalah 2.436,51 gram/m2 (bak B3) karena menghasilkan pertambahan densitas yang paling tinggi (147,13 gram/m2). Bak berisi eceng gondok paling efektif menyisihkan turbiditas (94,28%-100%), N-nitrit (98,21%-98,93%), TP (92,86%-93,62%), N-nitrat (58,33%-83,33%), TN (59,46%-66,06%), N-ammonia (18.82%-46,88%) dan konduktifitas (16,34%-23,54%). Seluruh perlakuan dan kontrol terbukti tidak efektif untuk menyisihkan material organik.
EVALUASI MODEL IKLIM REGIONAL RegCM3 UNTUK REKONSTRUKSI DATA IKLIM HISTORIS Unggul Handoko; Akhmad Faqih; Rizaldi Boer; Wahyoe Soepri
LIMNOTEK Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol. 21 No. 2 (2014)
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/limnotek.2014.13285

Abstract

Penelitian mengenai rekonstruksi data iklim historis dengan menggunakan model iklim regional RegCM3 telah dilakukan untuk wilayah Sub DAS Seluna, Provinsi Jawa Tengah. Rekonstruksi dilakukan pada data curah hujan dan suhu masing-masing untuk periode 1998-2010 dan 1990-1997. Sebagai bagian dari proses rekonstruksi, dilakukan penentuan faktor koreksi untuk analisis koreksi bias data iklim luaran model. Data luaran yang telah dikoreksi kemudian dievaluasi dengan data observasi dengan menggunakan beberapa metode pengujian statistik, diantaranya MSE, R2 dan NSE. Hasil evaluasi keluaran model yang telah dikoreksi tersebut menunjukkan hasil perbandingan yang cukup baik dengan data observasi sehingga dapat digunakan untuk rekonstruksi data iklim historis. Data yang telah direkonstruksi dapat diaplikasikan untuk analisis hidrologi dan analisis lainnya yang memerlukan input parameter cuaca/iklim.
LAJU PERTUMBUHAN IKAN MAS (Cyprinus carpio L) DENGAN PEMBERIAN PAKAN LEMNA (Lemna perpusilla TORR.) SEGAR PADA KOLAM SISTEM ALIRAN TERTUTUP Fachmijany Sulawesty; Tjandra Chrismadha; Endang Mulyana
LIMNOTEK Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol. 21 No. 2 (2014)
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/limnotek.2014.13286

Abstract

Penelitian telah dilakukan untuk meningkatkan kinerja budidaya perikanan melalui pemanfaatan pakan alternative yang murah dan ramah lingkungan. Pakan alternatif yang dipilih adalah jenis tumbuhan air, lemna (Lemna perpusilla Torr) yang dikultur secaraintegratif pada suatu sistem produksi perikanan sehingga mempunyai fungsi sebagai sumberpakan alami sekaligus menyerap bahan pencemar kegiatan budidaya. Pengamatan inibertujuan untuk melihat pengaruh pemberian lemna segar terhadap laju pertumbuhan ikan mas(Cyprinus carpio L) pada kolam sistem aliran tertutup. Biomassa lemna segar digunakan untukmengantikan pellet pada porsi setara 50% dari berat kering pakan yang diberikan pada ikanmas sebanyak 3% dari berat badannya per hari. Pengamatan dilakukan selama 24 minggu.Ukuran berat awal ikan mas rata-rata 4,75 - 6,5 g dngan padat penebaran100 ekor per wadah.Parameter pengamatan adalah berat rata-rata ikan,, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversipakan, faktor kondisi, dan tingkat kelangsungan hidup ikan. Pemberian campuran lemna segarpada pakan ikan mas memberikan nilai laju pertumbuhan spesifik lebih tinggi, yaitu sebesar2,00 %/hari, dibandingkan dengan yang hanya diberi pakan pellet (1,75 %/hari). Berat ratarata,nilai konversi pakan, dan tingkat kelangsungan hidup ikan yang diberi pakan campuranlemna segar bertutut-turut: 162,7 g, 2,00, dan 64 %, lebih tinggi dibandingkan dengan ikanyang diberi ransum pellet saja (berturut-turut 108,9 g, 3,34, dan 61 %). Pertumbuhan ikanbersifat allometrik negatif (nilai b < 3) dengan nilai b pada ikan yang diberi pakan campuranpellet dan lemna segar lebih tinggi (2,737) dibandingkan dengan ikan yang diberi pakan pelletsaja (2,537). Hasil ini mengindikasikan adanya pengaruh positif pemberian lemna segar yaitudapat meningkatkan pertumbuhan ikan mas. Pemanfaatan biomassa lemna segar untukcampuran pakan ikan mas dapat meningkatkan efisiensi produksi pada usaha budidaya ikanmas.
KEMAMPUAN LEMNA (LEMNA PERPUSILLA TORR.) SEBAGAI FITOREMEDIATOR UNTUK MENYERAP LIMBAH NITROGEN DALAM BUDIDAYA IKAN LELE (CLARIAS GARIEPINUS) DI SISTEM RESIRKULASI Febrina Amalia; Kukuh Nirmala; Enang Harris; Tri Widiyanto
LIMNOTEK Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol. 21 No. 2 (2014)
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/limnotek.2014.13287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan lemna (Lemna perpusilla Torr.) sebagai fitoremediator dalam menyerap limbah nitrogen dalam budidaya ikan lele (Clarias gariepinus). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 ulangan. Perlakuan berupa luas tutupan lemna sebesar 14,7%, 29,4%, dan 44,1% dari kolam filter. Padat tebar ikan lele adalah 200 ekor m-3 dengan bobot rata-rata awal 9,67±1,01 g. Hasil penelitian setelah 30 hari menunjukkan bahwa perlakuan luas tutupan lemna 44,1% dapat menyerap limbah N sebesar 4,48±0,04 g N, sedangkan untuk perlakuan luas tutupan lemna 29,4% dan 14,7% dapat menyerap limbah N masing-masing sebesar 4,03±0,02 g N dan 3,50±0,07 g N. Jumlah N dalam biomassa lemna tertinggi juga dicapai oleh perlakuan luas tutupan lemna 44,1% sebesar 28,13±0,74 g N. Sintasan tertinggi 76,33±4,04% juga diperoleh pada perlakuan luas tutupan 44,1%.
PEMANFAATAN Lemna perpusilla SEBAGAI PAKAN KOMBINASI UNTUK IKAN NILA (Oreochromis niloticus) PADA SISTEM RESIRKULASI Anita Prihatini Ilyas; Kukuh Nirmala; Enang Harris; Tri Widiyanto
LIMNOTEK Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol. 21 No. 2 (2014)
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/limnotek.2014.13288

Abstract

Lemna perpusilla adalah suatu makrofit yang hidup terapung di air, terdapat di seluruh dunia dan banyak ditemukan di air tawar yang kaya nutrien. Tumbuhan ini lebih dikenal sebagai gulma yang cenderung sulit untuk dikendalikan karena memiliki produktivitas yang sangat tinggi. Penelitian untuk menganalisis kemampuan ikan nila (Oreochromis niloticus) dalam memanfaatkan L. perpusilla sebagai pakan kombinasi telah dilakukan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat taraf perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan konsentrasi pakan 100% L. perpusilla + 0% pelet, 25% L. perpusilla + 75% pelet, 50% L. perpusilla + 50% pelet, 0% L. perpusilla + 100% pelet. Ikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan nila (O. niloticus). Padat tebar ikan 20 individu per waring dengan bobot rata-rata 20±0,01 g per individu. Ikan diberi pakan sebanyak dua kali per hari selama 50 hari. Setiap tujuh hari sekali dilakukan penimbangan bobot tubuh ikan nila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa L. perpusilla dapat menggantikan pelet sebagai pakan sebesar 25%. Lemna tidak dapat menggantikan pakan secara keseluruhan karena terkait dengan tingginya serat yang terkandung di dalamnya yang dapat mempersingkat waktu tubuh untuk melakukan proses pencernaan dan penyerapan nutrisi.

Page 1 of 2 | Total Record : 11