cover
Contact Name
Mukhamad Khumaidi Usman
Contact Email
jurnal.nozzle@poltekharber.ac.id
Phone
+628919579264
Journal Mail Official
jurnal.nozzle@poltekharber.ac.id
Editorial Address
Tim Redaksi NOZZLE : Journal Mechanical Engineering Program Studi D3 Teknik Mesin Politeknik Harapan Bersama Jl. Mataram No.9, Pesurungan Lor, Kec. Margadana, Kota Tegal, Jawa Tengah 52147 Email : jurnal.nozzle@poltekharber.ac.id
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
Nozzle : Journal Mechanical Engineering
ISSN : 23016957     EISSN : 2776219X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Nozzle : Jurnal Teknik Mesin (p-ISSN 2301-6957, e-ISSN 2776-219X) menerbitkan artikel penelitian, artikel konseptual, laporan kajian lapangan, praktik terbaik dan kebijakan teknik mesin di kancah nasional dan internasional (Lihat Fokus dan Ruang Lingkup ). Artikel jurnal ini diterbitkan setiap enam bulan sekali, yaitu pada bulan Januari dan Juli (2 edisi per tahun), dan diterbitkan oleh Politeknik Harapan Bersama Tegal. Editor hanya akan menerima naskah yang memenuhi format yang ditentukan. Nozzle : Journal Mechanical Engineering (p-ISSN 2301-6957, e-ISSN 2776-219X) publishes research articles, conceptual articles, reports field studies, the best practices and policies of mechanical engineering on a national and international stage (See Focus and Scope). The articles of this journal are published every six months, that is in January and July (2 issues per year), and published by the Politeknik Harapan Bersama Tegal. The editors will only accept the manuscripts which meet the assigned format. The journal publishes original papers in the field of Mechine but not limited to, the following scope: Mechine: Electronic Materials, Materials Engineering, Energy Manufacturing, Machinery, Electronic Instrumentation, Automation, Control, Embedded Systems, Mechatronics, Eectric power, Technology, Energy Storage Systems, Transmission, Energy Distribution, New Renewable Energy, and other related topics.
Articles 144 Documents
RANCANG BANGUN SISTEM SUSPENSI DEPAN DOUBLE WISHBONE MOBIL URBAN TUXUCI Syaefani Arif Romadhon
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 4, No 2 (2015): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v4i2.794

Abstract

AbstrakPerkembangan industri otomotif yang sangat pesat saat ini sangat mengutamakan kenyamanan dan keamanan dalam berkendaran. Salah satu faktor utama dalam menunjang keamanan dan kenyamanan dalam berkendara ialah suspense, Pegas berfungsi untuk menerima getaran atau goncangan roda akibat dari kondisi jalan yang tidak rata yang dilalui dengan tujuan agar getaran atau goncangan dari roda tidak menyalur ke bodi atau rangka kendaraan.Pada saat ini beberapa pilihan mengenai tipe-tipe suspensi sangat bervariasi, untuk kali ini suspensi yang akan digunakan pada rancang bangun sistem suspensi depan adalah tipe double wishbone yang akan di padukan pada pembuatan mobil urban concept, dalam proses pembuatan rancang bangun sistem suspensi depan double wishbone cukup sederhana dan sering dijumpai di bengkel-bengkel umum yaitu peralatan, bahan, Proses Pembuatan Lengan Wishbone, Lengan wishbone merupakan bagian paling utama mengapa disebut wishbone, karena bentuk dan konstruksinya yang menyerupai tulang wishbone. Pada proses pembuatan lengan wishbone di butuhkan alat dan bahan diantaranya Las Listrik, Meteran, Penggaris siku, Bor, Gerinda, Palu, Cat Avian, bahan yang digunakan Pipa besi, Plat besi, Shock Absorber, Mur, dan Baut. Kerangka dibuat dari pipa besi dengan panjang 27cm x 6 buah dan 24cm x 2 buah, Digunakannya pipa besi berdiameter 2cm agar daya tekanan yang dihasilkan lebih efisien dan mengurangi beban yang berlebih pada kendaraan. Kata Kunci : Suspensi depan, Double Wishbone, urban concept
ANALISIS PENGARUH HOLDING TIME TERHADAP SIFAT MEKANIK MATERIAL BAJA ST 41 PADA PROSES CARBURIZING UNTUK PEMBUATAN CHUCK MESIN CNC LATHE Nur Aidi Ariyanto; Reza Arfi Faisal; Ahmad Faoji
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 10, No 1 (2021): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v10i1.2411

Abstract

Di dunia industri pada komponen chuck mesin CNC sangat rentan mengalami kerusakan disebabkan terjadinya salah pemrograman yang bisa menyebabkan terjadi benturan antara tool dengan chuck mesin. Biaya produksi pembuatan chuck original relatif mahal dan di pasaranpun komponen ini relatif sulit di dapatkan. Hal ini tentu menghambat proses produksi. Chuck mesin CNC di buat dari material khusus yang kuat dan ulet, ketika terjadi benturan maka chuk tidak langsung patah, hanya terjadi perubahan bentuk dan ukuran. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan data pengujian Carburizing material baja ST 41 dengan variasi parameter waktu penahanan (Holding Time) 15 menit, 30 menit, 45 menit dan 60 menit. Setelah pengujian spesimen carburizing dilakukan uji kekerasan. Hasil dari penelitian ini didapat parameter pengujian kekerasan tertinggi pada spesimen dengan variasi waktu penahanan 60 menit dengan nilai kekerasan sebesar 167 HB. Hal ini dapat dijelaskan bahwa pengerasan material terpengaruh oleh parameter waktu penahanan (Holding Time) dengan suhu pemanasan tetap.
PENGGUNAAN SISTEM AIR CYCLE SEBAGAI SISTEM AC MOBIL TOYOTAKIJANG INNOVA Agus Suprihadi; Syarifudin Syarifudin
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 6, No 1 (2017): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v6i1.819

Abstract

AbstrakKebutuhan akan kondisi udara yang nyaman pada saat ini nampaknya sudah merupakan kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia, terutama pada kendaraan seperti pada mobil, bus, kereta, pesawat, dll. Upaya manusia untuk menciptakan kondisi yang nyaman diantaranya dengan menggunakan sistem Air Conditioning (AC). Definisi dari AC adalah suatu proses pengkondisian udara dimana udara itu didinginkan, dikeringkan, dibersihkan dan disirkulasikan yang selanjutnya jumlah dan kualitas dari udara yang dikondisikan tersebut di kontrol. Pengontrolan itu meliputi temperatur, kelembaban danvolume udara pada setiap kondisi yang diinginkan. Pemakaian sistem AC pada mobil bertujuan untuk mempertahankan temperatur udara di dalam mobil pada kondisi nyaman khususnya bagi pengemudi dan penumpang. Selain itu, pemasangan AC mobil juga dapat bermanfaat untuk menghindari terjadinya pengembunan pada kaca mobil ketika musim hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan sistem refrigerasi siklus udara (air cycle) sebagai sistem AC mobil pada kendaraan penumpangAnalisis komponen sistem bertujuan untuk menentukan spesifikasi dari komponen utama sistem yaitu kompresor, penukar kalor, turbin dan kipas penghisap dengan mempertimbangkan keterbatasan ruang dalam kendaraan penumpang. Kajian ini meliputi analisis jenis siklus yang sesuai beserta komponen-komponennya, beban pendinginan, serta konsumsi energi dari sistem yang digunakan. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh daya teoritis sistem sebesar 1821,6 W dan COP sebesar 2,44. Kata Kunci : Air Cycle, Kijang Inova
ANALISIS SISTEM KEMUDI MOBIL TUXUCI POLITEKNIK HARAPAN BERSAMA TEGAL Agus Suprihadi
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 3, No 2 (2014): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v3i2.785

Abstract

AbstrakPerkembangan teknologi yang semakin cepat mendorong manusia untuk mengembangkan produk teknologi yang lebih baik dari sebelumnya. Di Indonesia pun telah banyak usaha yang dilakukan dalam bidang hemat energi. Pada urban concept Tuxuci yang termasuk dalam kelas bensin, akan dirancang menggunakan mesin pembakaran dalam (internal combustion) 4 langkah yang telah dimodifikasi, serta didukung dengan sistem transmisi otomatis agar kendaraan mendapatkan perbandingan tenaga yang sesuai kebutuhan untuk memaksimalkan efisiensi bahan bakar, dalam sebuah kendaraan banyak hal yang dapat diperhatikan sebagai faktor keamanan, yang salah satunya adalah sistem kemudi (steering system). Sistem kemudi adalah salah satu sistem pada chasis mobil yang berfungsi untuk merubah arah kendaraan  dan laju kendaraan dengan cara menggerakkan atau membelokkan  roda-roda depan mobil dan menjaga agar posisi mobil tetap stabil, Pengujian yang dilakukan dengan cara menentukan titik awal dengan menandai titik terluar dari ban depan mobil, kemudian memutarkan kemudi secara penuh kekiri dan menjalankan mobil agar  mobil berputar 360  dan dihasilkan radius putar, pengujian pada mobil Urban Bala Manter dengan cara menjalankan mobil dengan kemudi diputar secara penuh kekiri dan dihasilkan radius putar adalah 4.85 Meter, Perlunya merumuskan wakil jenis kendaraan (merk / jenis) dari setiap kelompok jenis kendaraan (Penumpang, Bis, Truk, dan Trailer) memudahkan menetapkan dimensi unsur kendaraan. Kata kunci : Sistem kemudi, Radius putar
Analisa Hasil Pengelasan 2g Dan 3g Dengan Bahan Plat Besi St 40 Ketebalan 10 mm Dan Voltase 20 - 35 Menggunakan Mesin Las Mig Amin Nur Akhmadi; M. Taufik Qurohman
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 9, No 2 (2020): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v9i2.2259

Abstract

Pengelasan secara umum dapat diartikan sebagai suatu ikatan metalurgi pada sambugan logam atau logam paduan yang dilaksanakan pada saat logam dalam keadaan cair. Prosedur pengelasan kelihatannya sangat sepele dan sederhana dalam pengelasan, pengetahuan harus turut serta mendampingi praktek. Secara lebih terperinci dapat dikatakan bahwa dalam perancangan konstruksi bangunan dan mesin dengan sambungan las, harus direncanakan pula tentang cara pengelasan, cara pemeriksaan, bahan las dan jenis las yang akan dipergunakan berdasarkan fungsi dari bagian-bagian bangunan atau mesin yang dirancang. Definisi las berdasarkan DIN (Deutche Industrie Normen) adalah ikatan metalurgi pada sambungan logam atau logam panduan yang dilaksanakan dalam keadaan lumer atau cair.Secara umum pengelasan dapat didefinisikan sebagai penyambungan dari beberapa batang logam dengan memanfaatkan energi panas Adapun jenis-jenis las yaitu seperti las tig, las mig, las listrik dan las karbit. Las mig yaitu merupakan proses penyambungan dua material logam atau lebih menjadi satu melalui proses pencairan setempat, dengan menggunakan elektroda gulungan (filler metal) yang sama dengan logam dasarnya (base metal) dan menggunakan gas pelindung ( inert gas ). Dalam pengujian bahan di lakukan uji lengkung pada sambungan las plat besi ST 40, uji tekan adalah suatu alat uji mekanik yang berguna untuk mengukur dan mengetahui kekuatan benda terhadap gaya tekan. Metode pengujian dilakukan di laboratoriumdiketahui bahwa bahan mengalami beban tekanan maksimum 24,21 kgf,kemudian mengalami kuat tarik 62,64 kgf/cm².
Rancang Bangun Mesin Shredder Pencacah Sampah Plastik Berbantu Perangkat Lunak Autodesk Inventor 2015 Amin Nur Akhmadi
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 8, No 2 (2019): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v8i2.2217

Abstract

Mesin pencacah sampah plastik ini merupakan alat untuk membantu para pengepul dalam mencacah sampah plastik untuk mempermudah pembawaannya ke agen yang nantinya akan dijadikan bijih plastik. Dalam pengoperasiannya,  mesin pencacah ini dibantu oleh beberapa komponen penunjang yaitu motor listrik, reducer, box mata pisau, dan rangka. Dan peranan dari komponen penunjang tersebut sangatlah penting, karena itu perlu dilakukan perancangan yang baik dan salah satunya yaitu dari segi kekuatan, dimana rangka mesin menerima beban dari beberapa komponen itu sendiri maupun dari sampah plastik yang akan cacah. Dalam penulisan tugas akhir ini, akan dibahas mengenai perencanaan box mata pisau, dan kapasitas produksi, dalam perancangan ini perlu dilakukan suatu analisis untuk memastikan hasil perancangan dapat digunakan. Bila dahulu proses perancangan dilakukan suatu mesin dilakukan dengan cara “trial and error “ hingga diperoleh hasil yang optimal, maka sekarang ini rancang bangun mesin dilakukan dengan proses komputerisasi dalam hal ini mesin pencacah botol plastik digambar dengan menggunakan software Autodesk Inventor. Dan material rangka mesin yang dipakai adalah baja konstruksi holow.
ANALISA JENIS PELUMAS SUSPENSI DEPAN SEPEDA MOTOR LISTRIK TRAIL Nur Aidi Ariyanto
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 5, No 2 (2016): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v5i2.809

Abstract

Abstrak Sepeda motor listrik merupakan model transportasi yang ramah lingkungan tanpa menggunakan bahan bakar dari minyak bumi yang semakin tahun mulai menipis ketersediannya. Suspensi pada sepeda motor memliki peranan yang sangat penting terkait dengan kenyamanan di dalam berkendaraan. Suspensi berfungsi sebagai peredam kejut akibat kondisi permukaan jalan yang tidak rata. Untuk  mengurangi getaran dan gucangan harus dilengkapi dengan dengan suspensi salah satunya  yaitu shock absorber. Kinerja shock absorber dipengaruhi oleh jenis viskositas oli peredam. Salah satu yang menjadi kajian penelitian ini adalah seberapa besar pengaruh viskositas oli peredam  terhadap beban yang diperoleh oleh shock absorber. Pada pengujian shock absorber menggunakan uji tekan dengan memvariasikan viskositas oli peredam shock absorber SAE 10,SAE 15 dan SAE 20  menggunakan mesin uji tekan dengan langkah mesin uji 20 mm dan pengujian di sepeda motor listrik trail. Hasil uji tekan dilaboratorium UPTD Disperindag Kabupaten tegal, pengujian menggunakan viskositas oli SAE 10 memperoleh beban maksimal 73,29 Kgf dan defleksi 59 mm, oli SAE 15 memperoleh beban maksimal 57,36 Kgf dan defleksi 54 mm, oli SAE 20 memperoleh beban maksimal 54,17 Kgf dan defleksi 49 mm. Pengujian di sepeda motor listrik trail dengan beban 65 kg diperoleh hasil dengan SAE 10 defleksinya 73 mm, SAE 15 defleksinya 60 mm dan SAE 20 defleksinya 54 mm. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa penggunaan viskositas oli peredam shock absorber sepeda motor listrik trail yaitu menggunakan SAE 15. Pada oli SAE 15 memiliki nilai redaman yang baik dibanding SAE 10 dan 20 yaitu dengan nilai defleksi 54 mm untuk beban 57,36 kg.f dan 60 mm pada beban 65 kg.f , sehingga cocok untuk oli peredam shock absorber sepeda motor listrik trail. Kata Kunci : Sepeda motor listrik, suspensi, viskositas oli, uji tekan.
OPTIMALISASI SISTEM PENGAPIAN CDI (CAPASITOR DISCHARGE IGNITION) PADA MOTOR HONDA CB 100CC Muhamad Nuryasin, Agus Suprihadi
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 3, No 1 (2014): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v3i1.194

Abstract

Sistem pengapian merupakan bagian dari kelengkapan engine berfungsi menghasilkan arus listrik tegangan tinggi yang digunakan untuk proses pembakaran bakar. Sistem pengapian yang digunakan pada sepeda motor Honda CB 100 adalah pengapian konvensional platina. System pengapian ini dirubah menjadi system pengapian CDI (Capasito Discharge Ignition) terdiri dari beberapa komponen utama yaitu Baterai, Unit CDI, koil pulsa (pick up coil), koil pengapian, generator dan busi. Baterai befungsi sebagai sumber arus dan koil pulsa berfungsi sebagai pemberi sinyal ke unit CDI serta mengatur waktu pengapian. Unit CDI berfungsi sebagai penyalur dan pemutus arus sedangkan koil pengapian berfungsi untuk menghasilkan tegangan tinggi yang kemudian menghasilkan bunga api listrik pada busi. Gangguan yang terjadi pada sistem pengapian Honda CB 100 adalah bunga api yang dihasilkan kurang baik disebabkan adanya perubahan celah platina. Berdasarkan alasan tersebut maka adanya penggantian CDI modifikasi Honda Grand dengan harapan akan memaksimalkan kinerja sistem pengapian.Sistem optimalisasi pengapian CDI ini bekerja secara maksimal dimana dari hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan alat prony break untuk mengukur beban pada poros torsi mesin. Torsi sebagai fungsi putaran poros mempunyai nilai maksimal sebesar 2.97Nm pada putaran 2000rpm dengan persamaan linear, Daya sebagai fungsi putaran poros mempunyai nilai sebesar maksimal 0.619kW pada putaran 2000rpm dengan persamaan linear dan Konsumsi bahan bakar spesifik sebagai fungsi putaran poros mempunyai nilai sebesar 1.009kg/kW-h pada putaran 2000rpm dengan persamaan linear. Hubungan antara daya dengan SFC mempunyai persamaan linear. Data pada penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja sistem pengapian CDI bekerja secara optimal dikarenakan adanya peningkatan nilai torsi dan daya pada mesin.Kata Kunci : Optimalisasi, Pengapian CDI
PEMBUATAN MESIN PRESS HIDROLIK MANUAL BERKAPASITAS 20 TON -, Hartono
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 12, No 2 (2023): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v12i2.6669

Abstract

Abstract  A manual hydraulic press machine with a capacity of 20 tons is a production tool that functions to press or press thick-layered workpieces with the help of a hydraulic pump. The aim of this research is to determine the process of making a manual hydraulic press machine with a capacity of 20 tons. In this research, the research method used is a descriptive qualitative research method, because this research will only explain the process of making a 20 ton capacity manual hydraulic press machine, therefore research activities are only limited to finding out about tools and materials. what is needed in the process of making the machine and also about the process of making the machine. Based on research, the appropriate materials used in the process of making a 20 ton capacity manual hydraulic press machine are materials that have been well tested, such as UNP ST 37 iron material which produces a maximum tensile strength of 481,559 N/nm2 with a loading force of 77, 5000 kN. and in testing assental iron with a diameter of 16mm and a length of 24cm, it produces a bending test of 17.6044 kgf/mm2 with a loading force of 3,575.06 kgf, has a yield load of 56.4063 kN and a tensile load of 350.490 N/nm2. Apart from that, in making a manual hydraulic press machine with a capacity of 20 tons, there are several processes, namely design, measuring, cutting, welding, smoothing, assembling, punching, and painting and tensile testing on ST 37 steel plates.
ANALISA SISTEM KERUSAKAN PADA TRAINER AIR CONDITIONER (AC) MOBIL DAIHATSU XENIA 2004 Agus Supriadi
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 4, No 2 (2015): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v4i2.799

Abstract

AbstrakDunia otomotif sekarang ini mempunyai berbagai pertimbangan, dalam menentukan suatu produk mulai dari sisi teknologi, keamanan, kenyamanan, tentunya dengan mempertimbangkan daya beli dan daya saing yang cukup ketat. hal ini memerlukan sebuah alat yang dapat menciptakan atau mengatur spesifikasi kapasitas trainer AC sehingga aplikasinya temperatur dalam ruangan suatu kendaraan agar lebih sejuk dan nyaman  bagi penumpang didalamnya. Untuk dapat mengetahui secara langsung bentuk instalasi secara kesuluruhan dan prinsip kerja dari mesin pendingin. Maka diperlukan suatu penelitian tentang bagaimana cara menganalisa sistem kerusakan trainer AC mobil supaya kondisinya selalu optimal, Alat yang di gunakan dalam proses perawatan dan perbaikan trainer Air Conditioner (AC) mobil cukup sederhana dan sering di jumpai di bengkel-bengkel,metode yang digunakan dalam proses perawatan dan perbaikan trainer Air Conditioner (AC) mobil cukup sederhana dan sering di jumpai di bengkel-bengkel Dalam proses perawatan trainer AC mobil, Kurang volume pengisian refrigeran, Pengisian refrigeran yang berlebih atau daya pendinginan kondensor kurang, Kemasukan udara di dalam saluran instalasi, Di dalam saluran instalasi terdapat air, sirkulasi refrigeran tidak berjalan Kata kunci : kerusakan trainer AC Mobil, observasi

Page 11 of 15 | Total Record : 144


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 13, No 1 (2024): Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 12, No 2 (2023): Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 12, No 1 (2023): Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 11, No 2 (2022): Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 11, No 1 (2022): Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 10, No 2 (2021): Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 10, No 1 (2021): Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 9, No 2 (2020): Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 9, No 1 (2020): Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 8, No 2 (2019): Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 8, No 1 (2019): Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 7, No 2 (2018): Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 7, No 1 (2018): Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 6, No 2 (2017): Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 6, No 1 (2017): Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 5, No 2 (2016): Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 5, No 1 (2016): Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 4, No 2 (2015): Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 4, No 1 (2015): Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 3, No 2 (2014): Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 3, No 1 (2014): Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 2, No 1 (2013): Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 1, No 2 (2012): Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 1, No 1 (2012): Nozzle : Journal Mechanical Engineering More Issue