cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Sainstek
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3, 2008" : 7 Documents clear
AKTIVITAS ANTIMAKAN EKSTRAK KULIT BATANG MUNDU (Garcinia dulcis (Roxb.) Kurz) TERHADAP LARVA Epilachna varivestis Widiyantoro, Ari; ., Kustiati; Kusharyanti, Indri
Sainstek Vol 3, No 3, 2008
Publisher : Jurnal Sainstek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.325 KB)

Abstract

Isolasi senyawa antimakan dari 1,5 kg kulit batang mundu (Garcinia dulcis (Roxb.) Kurz) menghasilkan senyawa golongan santon (50 mg) berupa kristal berwarna kuning dengan titik leleh 208210oC dan uji fitokimia menunjukkan positif polifenol. Spektrum UV isolat menunjukkan adanya gugus kromofor seperti gugus C=O, C=C aromatik, dan OH. Spektrum IR isolat menunjukkan adanya gugus fungsi seperti OH, C=O, C-O-C, C=C aromatik, dan C-H aromatik.Uji aktivitas antimakan terhadap Epilachna varivestis menunjukkan bahwa fraksi etil asetat batang mundu pada konsentrasi 0,5% tidak menunjukkan aktivitas antimakan. Sementara pada konsentrasi 2% menunjukkan rata-rata ratio antimakan 50,78 4,87 terhadap placebo. Aktivitas antimakan ini disebabkan oleh aktivitas senyawa yang terdapat dapat fraksi etil asetat yaitu golongan senyawa polifenol dan flavonoid. Aktivitas antimakan isolat (positif polifenol) kulit batang mundu terhadap Epilachna varivestis pada konsentrasi 0,5 % menunjukkan rata-rata ratio antimakan terhadap placebo sebesar 35,45 4,51 Sementara pada konsentrasi 2% menunjukkan rata-rata ratio antimakan 91,87 4,56 terhadap placebo.
PENGARUH DOSIS INFUS RIMPANG TEMULAWAK (CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB ) TERHADAP EFEK ANTIINFLAMASI PADA MENCIT (MUS MUSCULUS L). Dumanauw, E.N. Barung; Banne, Yos
Sainstek Vol 3, No 3, 2008
Publisher : Sainstek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.783 KB)

Abstract

Kasus inflamasi pada usia di atas 18 tahun diperkirakan 0,1% sampai 0,3 % dari jumlah penduduk mengalami inflamasi, dan untuk anak dan remaja di bawah 18 tahun sekitar 1 banding 100.000. Walaupun jumlah kasus inflamasi sangat rendah yang terjadi di masyarakat, Penyakit ini paling sering menyebabkan kesakitan dan kecacatan. pengobatan secara tradisional dengan menggunakan rimpang temulawak yang memiliki zat warna curcumin, yang tanaman ini mudah di dapatkan dan diolah serta dijadikan obat inflamasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek antiinflamasi infus rimpang temulawak pada mencit, mengetahui onset dari infus rimpang temulawak sebagai antiinflamasi pada mencit dan untuk mengetahui adanya pengaruh dosis infus rimpang temulawak 1x, 10x dan 100x dosis lazim manusia terhadap efek antiinflamasi pada mencit. Penelitian ini bersifat eksperimen laboratorium dengan design post test with control group. Sampel penelitian adalah rimpang temulawak, rimpang temulawak dibuat dalam infus. Infus rimpang temulawak dibuat 1x dosis lazim manusia, 10x dosis lazim manusia dan 100x dosis lazim manusia. Kemudian diujikan pada mencit yang setiap perlakuan dikelompokan 5 mencit, yang sebelumnya telapak kaki mencit diinduksi dengan formalin sehingga terjadi peradangan. Dan kemudiaan di amati dan di ukur serta dianalisis. Hasil pengujian diolah dan dianalisis dengan menggunakan program statistik komputer versi SPSS 13 melalui uji one way anova. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa infus rimpang temulawak memiliki efek antiinflamasi pada mencit dan dapat dilihat dengan nilai signifikasi < 0.05 sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh dosis infus rimpang temulawak 1x, 10x dan 100x dosis lazim manusia terhadap efek antiinflamasi pada mencit.
NANO-OKSIDASI SI MENGGUNAKAN MODULASI AC PADA LITOGRAFI ATOMIC FORCE MICROSCOPE Paendong, Evie
Sainstek Vol 3, No 3, 2008
Publisher : Sainstek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.191 KB)

Abstract

Pada litografi anodisasi Atomic Force Microscope (AFM), modulasi tegangan merupakan faktor penting untuk mempertinggi tingkat pertumbuhan oksida, meningkatkan aspek rasio dari pola oksida dan memperbaiki kontrol dari tampilan oksida. Melalui pengurangan muatan ruang (space charge) yang terbangun di dalam oksida, modulasi ac mengatasi karakter self-limiting dari oksida. Ketika modulasi ac diterapkan pada substrat, aspek rasio dari pola tonjolan oksida meningkat lima kali dibandingkan pulsa dc. Pengontrolan waktu paparan elektron antara tegangan positif dan negatif merupakan faktor penting dalam pengontrolan aspek rasio dari pola oksida. Hal ini menunjukkan ketergantungan antara tipe tegangan yang diterapkan dan variasi waktu paparan elektron pada modulasi ac. Dengan menyesuaikan waktu paparan elektron dan mengurangi muatan ruang pada oksida, studi ini berhasil mengungkapkan bahwa modulasi ac lebih unggul dalam menghasilkan aspek rasio yang tinggi dibandingkan pulsa dc.
SURVEI DEMOGRAFI DAN KESEHATAN INDONESIA (SDKI) PROVINSI GORONTALO TAHUN 2007 PanaI, Abdul Haris
Sainstek Vol 3, No 3, 2008
Publisher : Sainstek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.341 KB)

Abstract

The objective of this research was to find out the Demographic and Health Survey/DHS in Gorontalo Province 2007. It used a descriptive method. The research subject is the Latbang BKKBN Gorontalo Province, Health Department Gorontalo Province, and Division Data Colecting BPS Gorontalo Province. The data were collected by using the guidelines interview. The data analisys is the qualitatif descriptif tecnique. The research finding indicate that Demographic and Health Survey in Gorontalo Province 2007 (1) The implementation of Demographic and Health Survey at Gorontalo Province has indicated that BKKBN, BPS, and Health Department of Gorontalo Province are well-prepared.(2) There has not been good cooperation as a system of setting a goal, i.e. the success of SDKI 2007 in Gorontalo), (3) Each department has been playing its roles well.
EFEK ASAM METOKSIASETAT (MAA) TERHADAP KUALITAS EMBRIO MENCIT (Mus musculus) SWISS WEBSTER TAHAP PRAIMPLANTASI Ibrahim, Mustamin
Sainstek Vol 3, No 3, 2008
Publisher : Jurnal Sainstek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The effects of methoxyacetic acid on embrio development had been studied. Female mice were mated in the afternoon and the presence of vaginal plug next morning was determined as day 0 of pregnany. On the day 1 of pregnancy, female mice of treated groups were adminintered with a dose of MAA 2 mmol/kg b.w. by gavage, whereas the control groups were administered with serilized ditilled water with the same volume. On the day 3 of pregnancy, pregnan mice from treated groups and control groups were sacrificed by cervical dislocation and dissected. Observations were done on the number of 8 cell embryos, uncompacted morule, compacted morulae, early bastocyst, late blastocyst and abnormal embryos. Observation of number of blastomers was done in day 3.5 of pregnancy using Tarkowskys\' method. The results showed that single dose of MAA 2 mmol/kg b.w. decreased the percentage of embryos that reached late blastocyst significantly (P
PEMANASAN GLOBAL: DAMPAK DAN UPAYA MEMINIMALISASINYA Utina, Ramli
Sainstek Vol 3, No 3, 2008
Publisher : Jurnal Sainstek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Global warming, or what has been called the Greenhouse effect, refers to an average increase in the earth\'s temperature, which in turn causes changes in climate. The Greenhouse Effect is the results from a four step process. First, sunlight radiates from the sun, through space to earth\'s atmosphere. Second, the sunlight enters the atmosphere and hits earth. Some of it turns into heat energy in the form of infrared light. The heat is absorbed by surrounding air and land, which in turn makes it warm. Third, infrared rays, which are remitted into the atmosphere, are trapped by greenhouse gases. The gas absorbs the light and is remitted back to the earth\'s surface and warms it even more. Greenhouse gases primarily carbon dioxide, methane, and nitrous oxide. Global warming caused by greenhouse effect, feedback effect and solar cycle variations. Global warming causes climate changes and extreme weather events, rising sea levels, increasing of precipitation are likely to have detrimental effects on human health that accompany malnutrition. The objective of this study is to give information about global warming, and how to change people attitude toward environment by conservation, efficiency of energy, reduction of energy, and educational approach.
EFEKTIFITAS IKAN KOAN (Ctenopharingodon idella Vall) DALAM MENGKONSUMSI ECENG GONDOK (Eichornia crassipes Solms) DI DABAU LIMBOTO Ahmad, Jusna; Kandowangko, Novri
Sainstek Vol 3, No 3, 2008
Publisher : Jurnal Sainstek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ikan koan dalam mengkonsumsi eceng gondok di danau Limboto serta untuk mengetahui pada umur berapa ikan koan efektif dalam mengkonsumsi ikan koan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah kantong jaringdengan populasi eceng gondok sebanyak 2,5 kg/m2 dan ditebarkan ikan koan umur 5 bulan sebanyak 250 ekor, perlakuan kedua kantong jaring dengan populasi eceng gondok sebanyak 2,5 kg/m2 dan ditebarkan ikan koan umur 1 tahun sebanyak 250 ekor, dan perlakuan ke tiga adalah kantong jaring dengan populasi eceng gondok sebanyak 2,5 kg/m2 yang tidak diberi ikan koan. Parameter yang diamati yaitu perbandingan biomasa eceng gondok sebelum ditebari ikan koan dengan biomasa akhir eceng gondok sebagai indikator efektivitas ikan koan mengkonsumsi eceng gondok. Hasil yang didapatkan adalah, ikan koan efektif mengkonsumsi eceng gondok dan ikan koan yang paling efektif dalam mengkonsumsi eceng gondok adalah uang berumur 1 tahun.

Page 1 of 1 | Total Record : 7