cover
Contact Name
Nurul Avidhah
Contact Email
nurul_avidhah@unars.ac.id
Phone
+6281329999001
Journal Mail Official
biogenic@unars.ac.id
Editorial Address
Kampus 2 Universitas Abdurachman Saleh Situbondo Jl. Baluran - Sumberkolak, Situbondo, Jawa Timur
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
ISSN : 30250935     EISSN : 29885566     DOI : https://doi.org/10.36841/biogenic.v1i2
Biogenic: Jurnal Ilmiah Biologi adalah jurnal ilmiah di bidang Biologi yang diterbitkan secara offline dan online dua kali dalam setahun (Juni dan Desember) oleh Program Studi Biologi, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi media diseminasi penelitian dan catatan ilmiah yang berkualitas oleh para peneliti serta praktisi yang tertarik di bidang Pendidikan Biologi. Cakupan artikel pada jurnal ini fokus pada kajian ilmu Botani, Zoologi, Mikrobiologi, Bioteknologi, Ekologi & Konservasi, Biokimia, Biologi Sel dan Genetika. Jurnal ini diharapkan dapat bermanfaat bagi mahasiswa, dosen, praktisi dan pihak lainya untuk lebih memahami Biologi. Memberikan masukan atau ide yang menjadikan inspirasi untuk penelitian selanjutnya serta diharapkan memberikan kontribusi untuk solusi di bidang Biologi. Jurnal ini dapat diakses dan diunduh secara bebas untuk semua orang.
Articles 43 Documents
KOMPOSISI DAN STRUKTUR VEGETASI HUTAN MANGROVE DI PANTAI JAMBAK KOTA PADANG: PERAN DALAM PERLINDUNGAN GARIS PANTAI Sisna Nooralia Rahmi; Irhly Nuryanita; Syamsurizal Syamsurizal
BIOGENIC : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 4 No 1 (2026): BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Program Studi Biologi UNARS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/biogenic.v4i1.6565

Abstract

Hutan mangrove merupakan ekosistem pesisir yang memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, melindungi pantai dari abrasi, serta mendukung keberlangsungan berbagai organisme yang hidup di wilayah pesisir. Pantai Jambak di Kota Padang merupakan salah satu kawasan yang memiliki vegetasi mangrove yang berfungsi sebagai penyangga ekosistem pantai. Namun, tekanan akibat aktivitas manusia dan perubahan lingkungan berpotensi memengaruhi kondisi serta keberlanjutan ekosistem tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi dan struktur vegetasi mangrove di Pantai Jambak serta menganalisis kondisi regenerasi vegetasi mangrove pada kawasan tersebut. Pengumpulan data melalui observasi lapangan pada plot pengamatan berukuran 5 m². Parameter yang diamati meliputi jenis spesies, jumlah individu, kerapatan, dan distribusi vegetasi mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga spesies mangrove yang ditemukan, yaitu Avicennia germinans, Rhizophora mangle, dan Rhizophora mucronata Lamk. Total individu mangrove yang tercatat pada seluruh plot pengamatan sebanyak 217 individu dengan rata-rata kerapatan 43,4 individu/m². Tingginya jumlah individu yang ditemukan menunjukkan bahwa proses regenerasi vegetasi mangrove di kawasan Pantai Jambak berlangsung dengan baik dan mencerminkan kondisi ekosistem yang relatif sehat serta produktif. Keberadaan ketiga spesies mangrove tersebut berperan penting dalam menjaga stabilitas lingkungan pesisir dan mendukung keberlanjutan fungsi ekologis kawasan pantai. Oleh karena itu, upaya konservasi dan pengelolaan mangrove perlu terus dilakukan untuk mempertahankan kelestarian ekosistem pesisir Pantai Jambak.
DETEKSI BAKTERI GRAM NEGATIF DAN PROFIL BAKTERI PADA SERBUK LIMBAH KANDANG MENCIT (MUS MUSCULUS) Ibnu Fatieh Nurzakki; Syarifatul Maula; Evi Roviati
BIOGENIC : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 4 No 1 (2026): BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Program Studi Biologi UNARS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/biogenic.v4i1.6718

Abstract

Bakteri gram-negatif umum ditemukan di saluran pencernaan manusia dan hewan serta bersifat oportunistik sehingga berpotensi menyebabkan infeksi pada inang yang rentan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan bakteri gram-negatif pada serbuk limbah kandang mencit (Mus musculus) dan mendeskripsikan profil morfologi koloni bakteri hasil isolasi. Isolasi dilakukan menggunakan media selektif-diferensial MacConkey Agar (MCA) dan Eosin Methylene Blue Agar (EMBA), dilanjutkan dengan pengamatan morfologi koloni dan pewarnaan gram untuk menentukan karakteristik dinding sel bakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua media mampu menumbuhkan bakteri gram-negatif dengan karakteristik morfologi koloni yang konsisten pada setiap ulangan, dengan perbedaan pada pigmentasi koloni. Berdasarkan karakteristik morfologi, bakteri yang tumbuh pada media EMBA diduga secara presumptif termasuk dalam famili Enterobacteriaceae, meskipun identifikasi definitif memerlukan konfirmasi melalui uji biokimia atau metode molekuler.
STUDI EKSPLORATIF PERUBAHAN WARNA DAGING BUAH SEMANGKA (CITRULLUS LANATUS) PASCA APLIKASI HORMON GIBERELIN Meiliana Friska; Sriwinaty Harahap; Siti Hardianti Wahyuni; Jumaria Nasution; Surya Handayani
BIOGENIC : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 4 No 1 (2026): BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Program Studi Biologi UNARS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/biogenic.v4i1.8413

Abstract

Semangka (Citrullus lanatus) merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak diminati konsumen. Salah satu indikator kualitas buah semangka adalah warna daging buah yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian hormon giberelin terhadap kualitas warna daging buah semangka. Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non-faktorial yang terdiri atas empat taraf konsentrasi giberelin, yaitu G0 = 0 ppm, G1 = 100 ppm, G2 = 200 ppm, dan G3 = 300 ppm dengan enam ulangan. Parameter yang diamati adalah warna daging buah menggunakan Royal Horticultural Society (RHS) Colour Chart. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian hormon giberelin mampu meningkatkan intensitas warna merah daging buah semangka. Perlakuan G0 menghasilkan warna 47D Red Pink, perlakuan G1 menghasilkan warna 42B Medium Red, sedangkan perlakuan G2 dan G3 menghasilkan warna 45B Dark Red. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemberian giberelin pada konsentrasi 200 ppm dan 300 ppm menghasilkan warna merah daging buah yang lebih pekat dibandingkan perlakuan lainnya. Dengan demikian, aplikasi hormon giberelin berpotensi meningkatkan intensitas warna merah daging buah semangka.