cover
Contact Name
Nurul Avidhah
Contact Email
nurul_avidhah@unars.ac.id
Phone
+6281329999001
Journal Mail Official
biogenic@unars.ac.id
Editorial Address
Kampus 2 Universitas Abdurachman Saleh Situbondo Jl. Baluran - Sumberkolak, Situbondo, Jawa Timur
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
ISSN : 30250935     EISSN : 29885566     DOI : https://doi.org/10.36841/biogenic.v1i2
Biogenic: Jurnal Ilmiah Biologi adalah jurnal ilmiah di bidang Biologi yang diterbitkan secara offline dan online dua kali dalam setahun (Juni dan Desember) oleh Program Studi Biologi, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi media diseminasi penelitian dan catatan ilmiah yang berkualitas oleh para peneliti serta praktisi yang tertarik di bidang Pendidikan Biologi. Cakupan artikel pada jurnal ini fokus pada kajian ilmu Botani, Zoologi, Mikrobiologi, Bioteknologi, Ekologi & Konservasi, Biokimia, Biologi Sel dan Genetika. Jurnal ini diharapkan dapat bermanfaat bagi mahasiswa, dosen, praktisi dan pihak lainya untuk lebih memahami Biologi. Memberikan masukan atau ide yang menjadikan inspirasi untuk penelitian selanjutnya serta diharapkan memberikan kontribusi untuk solusi di bidang Biologi. Jurnal ini dapat diakses dan diunduh secara bebas untuk semua orang.
Articles 35 Documents
ISOLASI BAKTERI ASAM LAKTAT DARI FERMENTASI AIR CUCIAN BERAS MERAH DAN UJI ANTIBAKTERI TERHADAP ESCHERICHIA COLI Manalu, Adelya Irawan; Pardosi, Lukas
BIOGENIC : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 2 No 2 (2024): BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Program Studi Biologi UNARS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/biogenic.v2i2.5497

Abstract

Bakteri asam laktat (BAL) adalah sekelompok mikroorganisme yang memproduksi asam laktat sebagai produk utama dalam fermentasi karbohidrat. Air bekas pencucian beras merah mengandung karbohidrat yang cukup tinggi, sehingga berpotensi menjadi media yang cocok untuk fermentasi BAL. Tujuan penelitian ini untuk mengisolasi BAL dari fementasi air cucian beras merah dan menguji kemampuannya sebagai agen antibakteri terhadap bakteri patogen. Metode yang digunakan meliputi persiapan sampel, isolasi BAL, pemurnian, karakterisasi isolat, dan uji antibakteri. Isolasi bakteri menghasilkan dua isolat BAL yang menunjukkan karakteristik koloni berbeda dalam bentuk, tepi, elevasi, dan warna. Isolat tersebut adalah bakteri gram positif berbentuk batang dari genus Lactobacillus. Uji antibakteri terhadap E. coli, isolat AC1 menghasilkan zona hambat dengan diameter 8,62 mm, sedangkan isolat AC2 menghasilkan zona hambat sebesar 6,90 mm, bakteri tersebut memiliki potensi sebagai antibakteri.
Keanekaragaman dan Kelimpahan Serangga pada Tanaman Gaharu (Aquilaria Mallacensis Lamk.) di Desa Silue Lue Kecamatan Namorambe Kabupaten Deli Serdang Mariya, Haniam; Lazuardi, Lazuardi
BIOGENIC : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 2 No 2 (2024): BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Program Studi Biologi UNARS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/biogenic.v2i2.5479

Abstract

Serangga merupakan kelompok organisme dominan dibandingkan kelompok organisme lainnya dalam filum Arthropoda. Keberadaan serangga pada suatu tempat dapat menjadi keanekaragaman dan kelimpahan serangga dalam ekosistem tanaman gaharu. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui keanekaragaman dan kelimpahan serangga serta mengetahui hubungan faktor lingkungan dengan keanekaragaman serangga pada tanaman gaharu di Desa Silue Lue Kabupaten Deli Serdang. Urgensi penelitian adalah untuk mengetahui jenis serrangga hama yang mernyerrang daurn dan batang tanaman gaharu di Desa Silue Lue yang dapat merngganggur prosers fotosintersis dan perrturmburhan tanaman. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan metode perangkap yellow sticky trap dan perangkap light trap. Hasil penelitian menunjukkan keanekaragaman jenis serangga tertinggi pada yellow sticky trap diperoleh ordo Hymenoptera. Sedangkan pada light trap keanekaragaman tertinggi dari ordo Coleoptera. Indeks keanekaragaman dengan metode yellow sticky trap 3,0134 dikategorikan indeks keanekaragaman tinggi. Indeks keanekaragaman pada metode light trap 2,7017 dikategorikan indeks keanekaragaman sedang. Kelimpahan relatif serangga metode yellow sticky trap, kelimpahan relatif spesies tertinggi pada spesies Plagiolepis sp. (10%). Pada metode light trap kelimpahan relatif tertinggi pada spesies Cotinis sp. (14%). Kisaran suhu udara pada lahan gaharu berkisar 28°C - 32,8°C, dengan kelembaban udara berkisar 74,2% – 78,4%.
KERAGAMAN SPESIES TUMBUHAN MANGROVE PANTAI TANGSI SITUBONDO JAWA TIMUR Fajria, Valent In; Fajar, Muhammad Thoifur Ibnu
BIOGENIC : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 2 No 2 (2024): BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Program Studi Biologi UNARS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/biogenic.v2i2.5415

Abstract

Luas hutan mangrove Situbondo berdasarkan data BPS Situbondo tahun 2017 adalah 725 hektar. Luas hutan mangrove yang berada di pantai Tangsi adalah 23,63 hektar. Keberadaan area lahan tanaman mangrove di pantai Tangsi berdasarkan informasi masyarakat pantai, mengalami kerusakan akibat aktivitas manusia yang mencemari perairan dengan membuang sampah tambak ikan di kawasan hutan mangrove. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk memetakan keberadaan keragaman spesies tanaman mangrove pada pantai Tangsi Kabupaten SItubondo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif secara acak, menggunakan sampling 3 titik dengan jarak antar titik selisih 10 meter. Pengumpulan data dengan metode garis transek berpetak ganda dengan ukuran petak 10 meter tegakan pohon, ukuran petak 5 meter tegakan pancang dan ukuran petak 2 meter tegakan semai. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa tumbuhan mangrove yang ditemukan di Pantai Tangsi sebanyak 5 spesies yang terdiri dari Avecennia marina, Avecennia alba, Rhizopora mucronata, Rhizopora stylosa, dan Sonneratia alba. Spesies mangrove yang ditemukan berasal dari 3 famili yaitu Acanthaceae, Rhizoporaceae dan Lythraceae. Keanekaragaman tumbuhan mangrove tergolong rendah dengan indeks keanekaragaman (H’) sebesar 1,19-1,384 dan tumbuhan mangrove dengan INP paling tinggi ditemukan pada spesies Avicennia marina.
ANALISIS PARAMETER POHON DENGAN MENGUKUR TINGGI DAN BUKAAN KANOPI DI TAMAN MONAS JAKARTA Putri, Nadiah Danisha; Hidayah, Rizka Rifaatul; Talia, Sarah; Vidiastuti, Yunilla; Suryanda, Ade; Azrai, Eka Putri
BIOGENIC : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 3 No 1 (2025): Jurnal BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Program Studi Biologi UNARS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/biogenic.v3i1.5986

Abstract

Taman Monumen Nasional (Monas) Jakarta memiliki nilai ekologi yang signifikan sebagai ruang terbuka hijau di tengah kota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi parameter pohon, meliputi tinggi pohon dan bukaan kanopi, guna mendukung pengelolaan ruang hijau yang lebih efektif. Metode yang digunakan mencakup pengukuran langsung tinggi pohon menggunakan Clinometer serta analisis bukaan kanopi dengan aplikasi GLAMA berbasis fotografi hemispherical. Data dikumpulkan dari berbagai jenis pohon di kawasan Monas. Hasil penelitian menunjukkan variasi tinggi pohon dengan nilai tertinggi sebesar 13,52 meter dan terendah 2,64 meter. Bukaan kanopi sebagian besar menunjukkan tingkat penutupan tinggi, yang berkontribusi pada keseimbangan mikroklimat dan perlindungan ekosistem di bawahnya. Studi ini memberikan wawasan penting untuk pengelolaan vegetasi perkotaan berbasis data dan relevansi teknologi dalam ekologi pohon. Data tinggi pohon dan bukaan kanopi memiliki implikasi strategis dalam perencanaan dan pengelolaan ruang hijau, terutama dalam memastikan fungsi ekologis tetap optimal di tengah tekanan urbanisasi. Penelitian ini menunjukkan pentingnya keterpaduan antara tujuan konservasi ekologi dan strategi manajemen lanskap kota secara berkelanjutan, sehingga relevansi antara parameter ekologis dengan kebijakan tata kelola ruang hijau menjadi lebih komprehensif.
STUDI ASOSIASI ALGA DENGAN LICHEN PADA TUMBUHAN MAHONI (SWIETENIA MAHAGONI) DI TEBET ECO-PARK Sophian, Syifa Kamilah; Magdalena, Sintia Erika; Hutapea, Erika Juliarti; Alfarizi, Muhammad Rafi; Suryanda, Ade
BIOGENIC : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 3 No 1 (2025): Jurnal BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Program Studi Biologi UNARS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/biogenic.v3i1.5984

Abstract

Keanekaragaman hayati di ruang terbuka hijau perkotaan memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, termasuk interaksi mikroorganisme seperti alga dan lichen. Studi ini mengamati asosiasi interspesifik antara alga dan lichen pada batang pohon mahoni (Swietenia mahagoni) di Tebet Eco-Park, Jakarta. Metode purposive sampling digunakan untuk menentukan lokasi penelitian, dengan pengamatan dilakukan pada plot kuadrat berukuran 8 × 8 cm. Data dianalisis menggunakan uji chi-kuadrat untuk mengevaluasi hubungan antara kedua organisme. Hasil analisis menunjukkan adanya asosiasi positif yang signifikan, beberapa faktor lingkungan yg dapat mempengaruhi seperti intensitas cahaya dan kelembapan. Alga dan lichen yang berasosiasi pada substrat ini tidak hanya menunjukkan adaptasi ekologis, tetapi juga berfungsi sebagai indikator biologis kualitas lingkungan. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang dinamika mikroorganisme di kawasan perkotaan, khususnya dalam konteks ekosistem ruang terbuka hijau.
HUBUNGAN USIA DENGAN KADAR C-REACTIVE PROTEIN PADA PASIEN DEMAM TIFOID DI KLINIK ULTRA MEDIKA TULUNGAGUNG Wardani, Kartika Arum; Putri, Sefrina Ayu Aisya; Rani, Dewi Eka Prawita
BIOGENIC : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 3 No 1 (2025): Jurnal BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Program Studi Biologi UNARS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/biogenic.v3i1.5925

Abstract

Demam tifoid adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella thypy. Penyakit ini dapat menyerang segala usia dan merupakan demam akut yang dapat mengekskresikan protein fase akut yang disebut dengan C-Reactive Protein (CRP). Kadar CRP yang dihasilkan di hati akan naik jika terjadi proses inflamasi didalam tubuh. Pada penelitian ini dilakukan pemeriksaan penunjang demam tifoid dan juga kadar CRP. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor usia dengan peningkatan kadar CRP pada pasien demam tifoid. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2023 di Laboratorium Klinik Ultra Medika Tulungagung. Metode penelitian ini ialah kuantitatif cross sectional, menggunakan total sampling. Besar sampel yang digunakan dari penelitian ini adalah 22 sampel. Pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan widal dan kadar CRP secara imunoserologi. Data diolah menggunakan spss uji korelasi Pearson. Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil p=0,29 >0,05 yang menunjukkan tidak adanya korelasi antara usia dengan kadar CRP.
IDENTIFIKASI JENIS DROSOPHILA SP. DENGAN MEDIA TANGKAP BUAH NANAS (ANANAS COMOSUS) Wicjaksono, Dealvi; Fitri, Islakahul Destia; Nasution, Purnama; Tazzania, Rivanna; Siburian, Jodion; Tentia, Ine
BIOGENIC : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 3 No 1 (2025): Jurnal BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Program Studi Biologi UNARS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/biogenic.v3i1.5873

Abstract

Lalat buah (Drosophila sp.) merupakan salah satu hama penting pada tanaman hortikultura yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas buah melalui kerusakan akibat aktivitas larva. Preferensi makanan lalat buah terhadap berbagai media tumbuh, termasuk media alami seperti buah nanas, menjadi salah satu aspek penting yang perlu dikaji untuk memahami perilaku dan karakteristik spesies ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis Drosophila sp. yang tertarik pada media tangkap berupa buah nanas (Ananas comosus) dengan tingkat kematangan yang berbeda. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif, menggunakan buah nanas matang sebagai media tangkap dan diidentifikasi menggunakan kunci determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat spesies Drosophila sp. yang berhasil diidentifikasi, yaitu Drosophila melanogaster, Drosophila nebulosa, dan Drosophila ananassae. Dari ketiga jenis tersebut, Drosophila melanogaster merupakan spesies dominan yang ditemukan, baik pada individu jantan maupun betina. Dominasi spesies ini mengindikasikan kemampuan adaptasi yang tinggi dan preferensinya terhadap media tangkap berupa buah nanas. Selain itu, ditemukan ciri morfologi spesifik yang membedakan jantan dan betina, seperti bentuk abdomen dan keberadaan sex comb pada individu jantan.
PEMANTAUAN PRA PEMULIHAN EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI PERAIRAN PULAU CILIK DAN PULAU SINTOK TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA Sulisyati, Rohmani; Syaifudin, Yusuf; Atmojo, Nugroho Dri; Mukmin, Muchammad; Rahman, Endang Abdur
BIOGENIC : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 3 No 1 (2025): Jurnal BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Program Studi Biologi UNARS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/biogenic.v3i1.6101

Abstract

Taman Nasional Karimunjawa merupakan gugusan 22 kepulauan yang terletak 60 mil laut sebelah utara Jawa Tengah dengan luas 111.625 Ha. Pemulihan ekosistem terumbu karang diperlukan sebagai upaya untuk menjaga dan memelihara ekosistem tetap seimbang dan dinamis. Tujuan pemantauan pra pemulihan adalah untuk melakukan verifikasi luasan ekosistem terumbu karang, mengetahui kondisi substrat dan kondisi alami pada area yang akan dilakukan pemulihan ekosistem. Pemantauan dilakukan pada lokasi sisi sebelah barat Pulau Cilik seluas 23,42 m2. Survey menggunakan metode transek sabuk di perairan Pulau Cilik dan berkembang menggunakan metode kuadran transek dan point intercept transect di perairan Pulau Sintok. Analisis data karang meliputi persentasi penutupan karang dan pengukuran indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominansi. Berdasarkan hasil pemantauan lokasi survey di Perairan Pulau Cilik telah tertutup karang keras mencapai 73% (kriteria baik), tertutup Montipora 32%, Porites 20%, Acropora 11%, Echinopora 6%, dan DCA (dead coral algae) 26%. Nilai keanekaragaman 2,08 menunjukkan bahwa kelimpahan karang menengah sedang, kondisi komunitas labil dan tidak ada dominansi. Famili ikan kebanyakan Pomacentridae berukuran 5 – 10 cm. Karena telah terjadi suksesi alami, rencana pemulihan ekosistem kemudian dialihkan ke area terbuka di Pulau Sintok. Pengamatan untuk melihat bentuk pertumbuhan dan rekruitmen karang. Bentuk pertumbuhan berupa karang bercabang, encrusting, foliose, jamur, summassive dan massive. Total rekruitmen 45 individu kebanyakan Montipora dan Acropora. Pengambilan data ikan menggunakan metode time swimming, dapat dijumpai 15 famili ikan. Substrat berupa karang mati pada rataan terumbu dan area tubir berupa karang mati. Pemulihan dengan menggunakan jaring laba-laba (web spider) diperkirakan paling sesuai untuk digunakan di Pulau Sintok.
STRUKTUR SEL EPIDERMIS DAN STOMATA BEBERAPA TUMBUHAN GENUS DIEFFENBACHIA Nadhiroh, Ayu Lailatun
BIOGENIC : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 3 No 1 (2025): Jurnal BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Program Studi Biologi UNARS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/biogenic.v3i1.4263

Abstract

Tumbuhan Dieffenbachia merupakan tanaman hias yang masih jarang dikaji di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menginterpretasikan struktur sel epidermis dan stomata daun tumbuhan genus Dieffenbachia khususnya beras kutah (D. seguine (Jacq.) Schott), green magic (D. oerstedii), dan sri rejeki (D. maculata). Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengamatan sel epidermis dan stomata menggunakan preparat daun Dieffenbachia, preparat dibuat dengan metode replika. Data dianalisis secara kualitatif dalam bentuk deskripsi untuk menginterpretasi struktur sel epidermis dan stomata beberapa tumbuhan genus Dieffenbachia. Berdasarkan hasil penelitian bahwa tumbuhan genus Dieffenbachia yaitu beras kutah, green magic, dan sri rejeki memiliki perbedaan bentuk sel epidermis dan tipe stomata. Beras kutah memiliki struktur sel epidermis tidak beraturan, dinding sel epidermis tidak rata dan tipe stomata anomositik. Green magic memiliki struktur sel epidermis tidak beraturan, pada dinding sel rata dan tipe stomata anomositik. Sri rejeki memiliki struktur sel epidermis memanjang, tidak beraturan, dinding sel epidermis rata dan tipe stomata anisositik. Tumbuhan tersebut memiliki bentuk stomata yang sama yaitu halter.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN BUFFER ALTERNATIF PADA ISOLASI DNA BUAH KEBEMBEM (MANGIFERA ODORATA GRIFF.) DENGAN METODE KITCHEN PREPARATION Rahmawati, Dini; Maharani, Agnes Yuantin; Nurochim, Imam; Sani, Mayadita Dwi
BIOGENIC : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 3 No 2 (2025): Jurnal BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Program Studi Biologi UNARS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/biogenic.v3i2.6283

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan buffer alternatif pada isolasi DNA dari buah kebembem (Mangifera odorata Griff.) dengan menggunakan metode kitchen preparation. Jenis buah ini diketahui merupakan hasil persilangan dari Mangifera indica dan Mangifera foetida. Namun karena rasanya yang cenderung asam dan daging buahnya memiliki serat yang kasar, kebembem kurang diminati. Kebembem dikonsumsi dalam bentuk rujak, selai, asinan dan perisa alami untuk minuman. Kebembem memiliki nilai jual yang rendah, sehingga tidak banyak yang melestarikan keberadaannya dan terindikasi akan mengalami kepunahan. Isolasi DNA buah kebembem dilakukan menggunakan teknik kitchen preparation yang merupakan teknik sederhana menggunakan alat dan bahan yang mudah ditemui di sekitar. Buah pisang juga diisolasi sebagai pembanding (kontrol). Hasil penelitian menunjukan DNA buah kebembem dan pisang dapat terekstraksi dan terisolasi dengan jelas. Perbedaan hasil ditunjukan pada sampel dengan perlakuan buffer yang berbeda. Pada buffer sabun pencuci piring DNA yang diisolasi tidak jenih dan pita DNA tidak terlihat jelas jika dibandingkan dengan buffer berupa larutan detergen cair. Hal ini terjadi karena perbedaan konsentrasi bahan aktif surfaktan, dimana sabun pencuci piring mengngandung konsentrasi surfaktan yang lebih rendah. Konsentrasi surfaktan menentukan kemampuan buffer dalam memecah dinding sel, semakin kuat surfaktan maka semakin mudah dinding sel dihancurkan.

Page 3 of 4 | Total Record : 35