cover
Contact Name
Nurul Avidhah
Contact Email
nurul_avidhah@unars.ac.id
Phone
+6281329999001
Journal Mail Official
biogenic@unars.ac.id
Editorial Address
Kampus 2 Universitas Abdurachman Saleh Situbondo Jl. Baluran - Sumberkolak, Situbondo, Jawa Timur
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
ISSN : 30250935     EISSN : 29885566     DOI : https://doi.org/10.36841/biogenic.v1i2
Biogenic: Jurnal Ilmiah Biologi adalah jurnal ilmiah di bidang Biologi yang diterbitkan secara offline dan online dua kali dalam setahun (Juni dan Desember) oleh Program Studi Biologi, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi media diseminasi penelitian dan catatan ilmiah yang berkualitas oleh para peneliti serta praktisi yang tertarik di bidang Pendidikan Biologi. Cakupan artikel pada jurnal ini fokus pada kajian ilmu Botani, Zoologi, Mikrobiologi, Bioteknologi, Ekologi & Konservasi, Biokimia, Biologi Sel dan Genetika. Jurnal ini diharapkan dapat bermanfaat bagi mahasiswa, dosen, praktisi dan pihak lainya untuk lebih memahami Biologi. Memberikan masukan atau ide yang menjadikan inspirasi untuk penelitian selanjutnya serta diharapkan memberikan kontribusi untuk solusi di bidang Biologi. Jurnal ini dapat diakses dan diunduh secara bebas untuk semua orang.
Articles 35 Documents
ANALISIS PENURUNAN SIFAT POLIDAKTILI: STUDI KASUS BEBERAPA WILAYAH DI PROVINSI JAMBI Ramadhani, Amanda Riskina; Wati, Elka Indra; indah, Cahaya; Asdenafika, Febilia; Siburian, Jodion; Anggereini, Evita; Tentia, Ine; Saparuddin, Saparuddin
BIOGENIC : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 3 No 2 (2025): Jurnal BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Program Studi Biologi UNARS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/biogenic.v3i2.7429

Abstract

Polidaktili merupakan kondisi bawaan ketika seseorang memiliki jumlah jari tangan atau jari kaki lebih dari lima akibat gangguan pembentukan atau diferensiasi jaringan pada masa perkembangan embrio. Polidaktili diklasifikasikan menjadi tiga jenis utama, yaitu preaksial, postaksial, dan sentral. Kasus polidaktili juga terjadi di Jambi, namun data tentang kasus polidaktili dan pola pewarisannya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola pewarisan polidaktili pada beberapa kasus di wilayah Jambi. Metode yang digunakan adalah studi kasus melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi langsung terhadap individu yang mengalami polidaktili. Data dianalisis untuk menentukan pola pewarisan berdasarkan kemunculannya pada generasi berikutnya. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan tipe polidaktili preaksial dan postaksial. Temuan ini menunjukkan bahwa alel penyebab polidaktili dapat diwariskan secara de novo dan baru muncul pada generasi tertentu.
KERAGAMAN JENIS ASTEROIDEA BERDASARKAN SUBSTRAT DI PANTAI TARIMBANG DAN IMPLIKASI SEBAGAI ENSIKLOPEDIA Melip, Aminarti; Ina, Anita Tamu; Matulessy, Yoin Meissy
BIOGENIC : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 3 No 2 (2025): Jurnal BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Program Studi Biologi UNARS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/biogenic.v3i2.7075

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji keanekaragaman Asteroidea di Pantai Tarimbang, Kecamatan Tabundung, Kabupaten Sumba Timur, serta mengevaluasi pemanfaatannya sebagai bahan ajar berbentuk ensiklopedia untuk siswa SMA sesuai Kurikulum 2013. Penelitian dilakukan pada Juli 2025 dengan metode metode transek garis dengan plot yang mewakili substrat keras, campuran, dan halus. Parameter lingkungan seperti suhu, salinitas, dan pH diukur untuk memastikan kesesuaian habitat. Indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H′ = 0,820) menunjukkan tingkat keanekaragaman Asteroidea yang tergolong rendah. Tiga spesies berhasil teridentifikasi, yaitu Linckia laevigata, Echinaster luzonicus, dan Archaster angulatus. L. laevigata memiliki kepadatan tertinggi (25,45 individu/ha) dengan frekuensi 0,27 dan dominan pada substrat keras. E. luzonicus ditemukan pada substrat campuran dengan kepadatan 18,18 individu/ha dan frekuensi 0,16. Sementara itu, A. angulatus hanya dijumpai pada substrat halus, dengan kepadatan 1,818 individu/ha dan frekuensi 0,05. Indeks dominansi Simpson (C = 0,4752) menunjukkan tidak ada spesies yang mendominasi secara absolut. Kondisi lingkungan tercatat berada dalam kisaran optimal untuk keberadaan ketiga spesies tersebut. Ensiklopedia hasil kajian telah melalui validasi isi sebanyak 100 % dan dinyatakan sangat layak sebagai sumber belajar bagi siswa SMA menurut standar Kurikulum 2013. Hasil penelitian ini tidak hanya memperkaya informasi tentang biodiversitas lokal di Pantai Tarimbang, tetapi juga memperkuat relevansi pemanfaatan Asteroidea sebagai media pembelajaran ilmu hayati berbasis lingkungan.
PROFIL KADAR HEMOGLOBIN PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) SETELAH PEMBERIAN TIMBAL DAN INFUSA DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) Pranatami, Dwimei Ayudewandari; Khairunnisa’, Vicka; Istiqomah, Farhatun; Febriani, Nailah Saffanah; Gastiadirrijal, Ahmad Verrel
BIOGENIC : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 3 No 2 (2025): Jurnal BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Program Studi Biologi UNARS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/biogenic.v3i2.7022

Abstract

Hemoglobin merupakan protein utama dalam sel darah merah yang tersusun atas globin dan heme, serta berperan penting dalam pengangkutan oksigen ke seluruh tubuh. Paparan polusi yang mengandung timbal dalam kehidupan sehari-hari diketahui dapat menurunkan kadar hemoglobin dalam darah. Membran sel darah merah rentan mengalami kerusakan akibat radikal bebas, yang dapat dicegah melalui aktivitas antioksidan. Salah satu sumber antioksidan alami dengan sifat neuroprotektif adalah daun kelor (Moringa oleifera), yang bekerja melalui mekanisme antioksidatif. Selain itu, daun kelor juga merupakan sumber zat besi lokal yang melimpah, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi profil kadar hemoglobin pada tikus putih yang diberi paparan timbal dan diberikan infusa daun kelor. Sampel yang digunakan adalah delapan ekor tikus putih (Rattus norvegicus) yang dibagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan yang terdiri atas empat ekor tikus dan kelompok kontrol yang terdiri atas empat ekor tikus. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen murni (true experimental design) dengan rancangan pre and post test with control group. Hasil analisis menunjukkan tidak adanya pengaruh pemberian infusa daun kelor terhadap kadar hemoglobin tikus putih. Temuan ini mengindikasikan bahwa efektivitas infusa daun kelor dalam meningkatkan kadar hemoglobin dipengaruhi oleh dosis serta durasi pemberian. Dosis yang terlalu rendah atau waktu pemberian yang terlalu singkat dapat menyebabkan respons fisiologis yang belum optimal, sehingga belum terjadi peningkatan kadar hemoglobin.
EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI GELATIN DARI TULANG IKAN TENGGIRI (SCOMBEROMORUS SP.) MENGGUNAKAN VARIASI JENIS ASAM Salsabila, Hanum; Hanin, Labibah Fatihatu; Umami, Muhimatul
BIOGENIC : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 3 No 2 (2025): Jurnal BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Program Studi Biologi UNARS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/biogenic.v3i2.6682

Abstract

Gelatin merupakan protein hasil hidrolisis kolagen yang banyak digunakan dalam industri pangan maupun non-pangan. Salah satu bahan baku alternatif yang potensial untuk produksi gelatin adalah limbah tulang ikan tenggiri (Scomberomorus sp.) yang kaya akan kolagen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut asam terhadap karakteristik gelatin yang dihasilkan dari tulang ikan tenggiri. Tiga jenis asam yang digunakan sebagai perlakuan adalah asam klorida (HCl), asam asetat (CH₃COOH), dan asam sulfat (H₂SO₄). Metode esktraksi meliputi proses degreasing, demineralisasi selama dua hari, ekstraksi pada suhu 70℃ selama tiga jam, dan pengeringan filtrat pada suhu 60℃ selama 24 jam. Karakteristik gelatin dilakukan melalui uji warna, pH, kandungan protein (uji biuret), dan viskositas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis asam berpengaruh terhadap mutu gelatin yang dihasilkan. Gelatin dari pelarut HCl menghasilkan warna paling bening, pH 3, kandungan protein tinggi, dan viskositas tercepat. Gelatin dari CH₃COOH memiliki warna kuning bening, pH 5, kandungan protein sedang, dan viskositas yang sama dengan H₂SO₄. Sedangkan H₂SO₄ menghasilkan gelatin berwarna kuning kecoklatan, pH 2, dengan protein rendah. Berdasarkan hasil tersebut, pelarut HCl dinilai paling optimal dalam menghasilkan gelatin dengan karakteristik terbaik. Penelitian ini mendukung potensi pemanfaatan limbah ikan sebagai bahan baku gelatin yang halal, serta ramah lingkungan.
SUPLEMENTASI AIR KELAPA PADA MEDIA MURASHIGE & SKOOG UNTUK PERTUMBUHAN TANAMAN KENTANG SECARA IN VITRO Armita, Devi; Riyanti, Indra
BIOGENIC : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 3 No 2 (2025): Jurnal BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Program Studi Biologi UNARS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/biogenic.v3i2.6148

Abstract

Kentang (Solanum tuberosum) merupakan salah satu komoditas pertanian yang potensial dikembangkan sebagai alternatif sumber karbohidrat. Akan tetapi produksi kentang di Indonesia saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan nasional karena keterbatasan bibit yang berkualitas. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk pemenuhan bibit kentang berkualitas yaitu melalui perbanyakan in vitro (kultur jaringan). Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas penambahan air kelapa pada media Murashige & Skoog (MS) eksplan batang kentang. Alasan penggunaan air kelapa karena kandungan hormon, asam amino, dan berbagai jenis unsur hara esensial yang penting bagi pertumbuhan eksplan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), perlakuan terdiri dari empat konsentrasi air kelapa (50 ml/L, 60 ml/L, 100 ml/L, dan 150 ml/L) dengan 3 kali ulangan. Parameter pengamatan meliputi persentase planlet hidup, tinggi tunas, jumlah daun, dan tinggi planlet. Hasil menunjukkan pemberian air kelapa tidak berpengaruh signifikan terhadap seluruh parameter pertumbuhan planlet kentang yang diamati. Namun konsentrasi air kelapa yang menghasilkan pertumbuhan planlet kentang tertinggi yaitu pada konsentrasi 100 ml/L untuk parameter tinggi planlet dan konsentrasi 150 ml/L untuk parameter tinggi tunas, jumlah daun serta persentase hidup eksplan. Sehingga pemberian air kelapa dengan konsentrasi 100 ml/L dan 150 ml/L direkomendasikan sebagai suplemen dalam media MS untuk pertumbuhan kentang secara in vitro.

Page 4 of 4 | Total Record : 35