cover
Contact Name
Nurul Avidhah
Contact Email
nurul_avidhah@unars.ac.id
Phone
+6281329999001
Journal Mail Official
biogenic@unars.ac.id
Editorial Address
Kampus 2 Universitas Abdurachman Saleh Situbondo Jl. Baluran - Sumberkolak, Situbondo, Jawa Timur
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
ISSN : 30250935     EISSN : 29885566     DOI : https://doi.org/10.36841/biogenic.v1i2
Biogenic: Jurnal Ilmiah Biologi adalah jurnal ilmiah di bidang Biologi yang diterbitkan secara offline dan online dua kali dalam setahun (Juni dan Desember) oleh Program Studi Biologi, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi media diseminasi penelitian dan catatan ilmiah yang berkualitas oleh para peneliti serta praktisi yang tertarik di bidang Pendidikan Biologi. Cakupan artikel pada jurnal ini fokus pada kajian ilmu Botani, Zoologi, Mikrobiologi, Bioteknologi, Ekologi & Konservasi, Biokimia, Biologi Sel dan Genetika. Jurnal ini diharapkan dapat bermanfaat bagi mahasiswa, dosen, praktisi dan pihak lainya untuk lebih memahami Biologi. Memberikan masukan atau ide yang menjadikan inspirasi untuk penelitian selanjutnya serta diharapkan memberikan kontribusi untuk solusi di bidang Biologi. Jurnal ini dapat diakses dan diunduh secara bebas untuk semua orang.
Articles 35 Documents
Serangga Hama Sawi Hijau (Brassica rapa var. chinensis) Hidroponik Di Desa Pinang Merah Kecamatan Alam Barajo Provinsi Jambi Manalu, Melina; Husnudin, Uni Baroroh
BIOGENIC : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 1 No 2 (2023): BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Program Studi Biologi UNARS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/biogenic.v1i2.4234

Abstract

Sawi hijau (Brassica rapa var. chinensis) termasuk kelompok sayuran dari famili Brassicaceae yang umum dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Budidaya sawi hijau di Indonesia kini dilakukan menggunakan teknik konvensional dan moderen. Salah satu teknik budidaya moderen yang diterapkan pada sawi hijau adalah secara hidroponik menggunakan air sebagai media tanam. Permasalahan yang dihadapi dalam budidaya sawi hijau secara umum adalah serangan serangga hama yang mengakibatkan kerusakan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serangga hama penyebab kerusakan pada tanaman sawi hijau hidroponik di Desa Pinang Merah Kecamatan Alam Barajo Provinsi Jambi. Penelitian yang dilakukan meliputi observasi, pengambilan sampel serangga hama, pengamatan dan pencatatan kerusakan yang disebabkan serangga hama. Sampel serangga hama diambil menggunakan teknik netting dan hand picking. Selanjutnya sampel akan diidentifikasi menggunakan buku identifikasi serangga. Hasil penelitian menunjukkan serangga hama pada tanaman sawi hijau hidroponik terdiri dari 7 spesies yang berasal dari 6 famili yaitu Dictyopharidae, Chrysomelidae, Lasiocampidae, Plutellidae, Acrididae dan Formicidae. Gejala yang ditimbulkan yaitu daun layu dan menguning, daun berlubang, daun berlubang dan mengerut serta ada daun yang layu.
UJI SENSITIVITAS BAKTERI ESCHERICHIA COLI TERHADAP EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA L.) Elhany, Nurul Avidhah; Prawita Rani, Dewi Eka; Fatimah, Siti
BIOGENIC : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 2 No 1 (2024): BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Program Studi Biologi UNARS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/biogenic.v2i1.4921

Abstract

Indonesia sebagai negara tropis banyak ditumbuhi oleh tanaman yang diketahui secara empiris berkhasiat obat. Salah satu tanaman yang memiliki khasiat obat adalah tanaman kelor (Moringa oleifera L.). Daun kelor mengandung zat fitokimia yang membuat tanaman tersebut mampu melakukan ekanisme pertahanan diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji aktivitas antibakteri dari ekstrak daun kelor terhadap bakteri Escherichia coli, sehingga dapat diketahui konsentrasi optimal ekstrak daun kelor dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi ekstrak daun kelor, ui sensitivtas dengan metode difusi, dan Uji sensitivitas dengan metode dilusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun kelor memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri yang dibuktikan dengan adanya zona bening di sekitar cakram disk, tetapi tidak ditemukan nilai MIC dan MBC. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor diantaranya adalah pelarut yang digunakan untuk mengekstrak daun kelor yang kurang tepat.
KEANEKARAGAMAN SERANGGA PADA TANAMAN CABAI (CAPSICUM ANNUUM L.) DI KORONG KAMPUNG KANDANG KOTO GADIS KABUPATEN PADANG PARIAMAN Humaira, Astri; Zulyusri, Zulyusri
BIOGENIC : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 2 No 1 (2024): BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Program Studi Biologi UNARS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/biogenic.v2i1.3814

Abstract

Tumbuhan cabai (Capsicum annuum L.) adalah tumbuhan yang paling banyak di tanam oleh masyarakat. Salah satu kendala dalam budidaya tanaman cabai adalah adanya serangga hama yang menyebabkan kerusakan tanaman cabai. Penelitian bertujuan menjelaskan variasi spesies serangga yang ditemukan pada tanaman cabai di Korong Kampung Kandang Koto Gadis, Kabupaten Padang Pariaman. Peneltian bersifat deskriptif eksploratif, analisis keragaman serangga berdasarkan indeks Shannon-Wiener. Hasil penelitian menunjukkan serangga yang ditemukan yaitu 5 dari 4 famili dari 3 ordo. Indeks keanekaragaman Shanon-Wiener (H’) yaitu 1,267 yang menunjukkan tingkat keanekaragaman spesies termasuk kategoru sedang.
PERAN BADAN GOLGI DALAM PENGEMBANGAN TERAPI KANKER Hikmah, Ade Nurul; Sophian, Syifa Kamilah; Alfarizi, Muhammad Rafi; Supriyatin, Supriyatin; Djamahar, Refirman
BIOGENIC : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 2 No 1 (2024): BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Program Studi Biologi UNARS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/biogenic.v2i1.3877

Abstract

Badan golgi berperan penting dalam pemrosesan, penyortiran, dan pengiriman protein, lipid, dan komponen seluler lainnya. Badan Golgi juga berfungsi untuk mengatur proses pengiriman, pelepasan, dan modifikasi protein setelah translasi, yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Badan Golgi dalam regulasi pertumbuhan sel kanker dan potensinya sebagai target terapi yang inovatif. Meskipun penelitian mengenai kemoterapi yang menargetkan badan golgi masih dalam tahap awal, tetapi beberapa pendekatan menjanjikan sedang diteliti yang mencakup penargetan protein gen interferon melalui jalur STING, pengarahan glikosilasi untuk mengatasi perubahan molekul gula dalam sel kanker, dan penargetan distribusi Golgi untuk menghambat proses distribusi protein di dalam sel sehingga mengurangi pertumbuhan tumor. Dengan metode penelitian studi literatur, penelitian ini mendukung hipotesis bahwa Badan Golgi dapat menjadi target potensial dalam terapi kanker dengan perannya dalam mekanisme sel kanker. Pentargetan glikosilasi yang terjadi di badan golgi serta pendekatan terapi GRASPIN dapat menghambat pertumbuhan tumor dan kapasitas metastasis sel kanker. Sehingga, diharapkan penelitian ini dapat menjadi gagasan baru untuk pengembangan terapi kanker yang lebih efektif dan berkelanjutan.
KEANEKARAGAMAN SERANGGA PADA TANAMAN MENTIMUN (CUCUMIS SATIVUS L.) DI KECAMATAN LENGAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN Yeni, Nia Sefri; Zulyusri, Zulyusri
BIOGENIC : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 2 No 1 (2024): BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Program Studi Biologi UNARS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/biogenic.v2i1.3802

Abstract

Serangga merupakan kelompok hewan dari kelas Insecta. Ciri khas serangga yaitu bagian tubuhnya dibagi menjadi kepala, thorax, dan abdomen. Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu sayuran yang banyak ditanam oleh para petani, tetapi dalam penanamannya terdapat hama serangga yang menyerang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis serangga yang menyerang tanaman mentimun. Jenis penelitian merupakan deskriptif menggunakan metode eksploratif. Penelitian dilakukan di perkebunan mentimun di Nagari Talang Tan Saidi, Desa Kambang, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 ordo, 4 famili, dan 7 spesies serangga pada tanaman mentimun. Famili Crambidae terdapat 2 spesies yaitu Diaphania indica dan Palpita unionalis. Famili Pentatomidae terdapat 1 spesies yaitu Zicrona caerulae. Famili Coreidae terdapat 1 spesies yaitu Gonocerus acutean. Famili Chrysomelidae terdapat 2 spesies yaitu Altica lythri dan Aulacophora femoralis. Famili Coccinellidae terdapat 1 spesies yaitu Epilachna varivestis. Kata Kunci: serangga, mentimun, serangan hama
KONSERVASI ELANG BONDOL (HALIASTUR INDUS) DI JAKARTA SEBAGAI HEWAN ENDEMIK Sari, Yusiana Fatika; Fia, Alay; Balqist, Sayyidah; Magdalena, Sintia Erika; Suryanda, Ade
BIOGENIC : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 2 No 1 (2024): BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Program Studi Biologi UNARS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/biogenic.v2i1.3878

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan hayati yang sangat beragam sehingga menjadikannya fokus utama dalam menjaga keanekaragaman hayati, termasuk diantaranya adalah perlindungan burung. Tingginya kerentanan burung disebabkan oleh tingginya populasi manusia. Elang bondol (Haliastur indus) resmi dijadikan sebagai maskot Ibukota Jakarta karena burung ini mulai terancam keberadaannya. Populasi elang bondol terus mengalami penurunan tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di hampir semua wilayah persebarannya. Menurut IUCN red list, elang bondol (Haliastur indus) menjadi sasaran perburuan terbanyak untuk perdagangan satwa liar. Salah satu langkah untuk memelihara jumlah populasi adalah dengan melakukan upaya konservasi dan membebaskan elang bondol kembali ke habitat alaminya. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti lokasi pusat konservasi elang bondol di DKI Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur mengenai konservasi elang bondol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persebaran elang bondol di Jakarta terpusat pada kawasan konservasi Pulau Kotok dan Taman Margasatwa Ragunan.
PENGARUH DOSIS APLIKASI BEAUVERIA BASSIANA (BALS.) TERHADAP SERANGAN HAMA PENGGEREK BUAH KOPI HYPOTHENEMUS HAMPEII Wahyuni, Siti Hardianti; Friska, Meiliana; Harahap, Parmanoan; Handayani, Surya
BIOGENIC : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 2 No 1 (2024): BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Program Studi Biologi UNARS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/biogenic.v2i1.4659

Abstract

Hypothenemus hampeii merupakan serangga penggerek biji yang dapat menurunkan produktivitas 40-50% kopi. Salah satu upaya untuk menekan populasi H. hampeii yaitu dengan aplikasi spora kapang Beauveria bassiana yang bersifat entomopatogen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh beberapa dosis B. bassiana terhadap serangan hama H. hampeii pada buah kopi. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama terdiri dari 5 taraf berupa dosis B. bassiana yang terdiri dari 5 taraf yaitu B0: tanpa perlakuan, B1: aplikasi B. bassiana 0,1 gr/tanaman, B2: aplikasi B. bassiana 0,2 g/tanaman, B3: aplikasi B. bassiana 0,3 gr/tanaman, B4: aplikasi B. bassiana 0,4 gr/tanaman. Faktor kedua yaitu waktu aplikasi yang terdiri dari 2 taraf yaitu W1: aplikasi 6 mingu sekali dan W2: aplikasi 3 minggu sekali. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan pemberian B. bassiana 0,4 gr/tanaman dengan aplikasi 3 minggu sekali merupakan perlakuan yang efektif untuk menekan serangan H. hampeii. Serangan dapat ditekan sebesar 94,5%.
ISOLASI BAKTERI PENYEBAB PENYAKIT DARI KASUS FOWL CHOLERA PADA MERPATI (COLUMBIA LIVIA) Rahmaniar, Reina Puspita; Widhowati, Dyah; Ningsih, Awalul Fitria
BIOGENIC : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 2 No 2 (2024): BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Program Studi Biologi UNARS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/biogenic.v2i2.5771

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melakukan melakukan pemeriksaan patologi anatomi terhadap perubahan organ secara makroskopis dan isolasi dan identifikasi bakteri penyebab gejala fowl cholera pada merpati (Columba livia). Merpati mengalami gangguan pernafasan, keluar discharge nasal berwarna keruh, feses berbentuk pasta berwarna hijau, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tanda klinis yang muncul, selanjutnya dilakukan nekropsi dan pemeriksaan patologi anatomi serta isolasi bakteri dari best sample yang mengalami perubahan. Hasil pemeriksaan menunjukkan pulmo mengalami hemoragi dengan konsistensi rapuh. Hepar mengalami hemoragi, Jantung mengalami hiperemi. Hasil isolasi bakteri menunjukkan adanya bakteri Pasteurella multocida penyebab penyakit fowl cholera. Bakteri tumbuh pada blood agar (BA) dengan morfologi koloni berwarna abu-abu, tanpa hemolisa, pada mac conkey agar (MCA) tidak terdapat pertumbuhan bakteri, bakteri gram negatif, coccobasil, pada media triple sugar iron agar (TSIA), bagian slant acid, butt acid, gas dan H2S negatif, hasil pengujian sulfide indole motility (SIM) terdapat cincin merah artinya indol positif dan bakteri non motil, katalase positif, methyl red (MR) positif, simmon citrate agar (SCA), urease dan voges proskauer (VP) negatif. Disimpulkan bahwa terdapat bakteri Pasteurella multocida pada merpati dengan nomor sampel M-139.
EKSPLORASI KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN AIR TAWAR DI SUNGAI GADINGAN KECAMATAN JANGKAR KABUPATEN SITUBONDO Rahmah, Miftahur; Elhany, Nurul Avidhah; Fajar, Muhammad Thoifur Ibnu
BIOGENIC : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 2 No 2 (2024): BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Program Studi Biologi UNARS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/biogenic.v2i2.5538

Abstract

Sungai Gadingan merupakan sungai yang menghubungkan jalan antar Desa Gadingan dan Desa Agel di Situbondo. Sungai Gadingan dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk mencari ikan sebagai lauk dan dijual untuk kebutuhan ekonomi. Namun, Sungai Gadingan juga menjadi sasaran tempat pembuangan sampah oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis ikan air tawar dan mengetahui indeks keanekaragaman, keseragaman, dan indeks dominansi. Penelitian dibagi menjadi 3 area yaitu, Stasiun I, stasiun II, dan Stasiun III. Hasil menunjukan, jenis ikan air tawar yang mendiami Sungai Gadingan Kecamatan Jangkar meliputi ikan nila, ikan menga/gobi, ikan wader pari, ikan wader cakul, ikan cere, ikan palatima, dan ikan lele lokal. Pada stasiun I indeks keanekaragaman menunjukkan kategori rendah (H’=0) indeks keseragaman menunjukkan kategori rendah (E=0) indeks dominansi menunjukkan kategori rendah (C=1). Pada Stasiun II indeks keseragaman menunjukkan kategori sedang (H’=1,404) indeks keseragaman menunjukkan kategori sedang (E=0,721) indeks dominansi menunjukkan kategori sedang (C=0,6022). Pada Stasiun III indeks keanekaragaman menunjukkan kategori rendah (H’=0) indeks keseragaman menunjukkan kategori rendah (H’=0) indeks keseragaman menunjukkan kategori rendah (E=0) indeks dominansi menunjukkan kategori rendah (C=1). Jenis ikan yang mendominasi pada stasiun I dan III adalah Oreochromis niloticus dari family Cichlidae, pada staisun II adalah Gobius cobitis dari family Gobiidae.
UJI CEMARAN MIKROBA SEDIAAN GEL EKSTRAK KULIT BUAH PISANG (MUSA ACUMINATA COLLA) Azizah, Siti Nur; Rani, Dewi Eka Prawita; Wardani, Kartika Arum; Hidayah, Amaliyah Nurul
BIOGENIC : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 2 No 2 (2024): BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Program Studi Biologi UNARS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/biogenic.v2i2.5924

Abstract

Luka bakar adalah bentuk kerusakan jaringan yang disebabkan kontak dengan sumber panas seperti api, air panas, bahan kimia, listrik maupun karena suatu radiasi. Kulit pisang mengandung flavonoid, saponin, steroid, glikosida, alkaloid, tanin dan katekin yang mampu bertindak sebagai antioksidan dan umumnya terdapat pada tanaman. Penelitian ini menggunakan sediaan gel yang mengandung ekstrak kulit pisang mas. Sediaan gel yang digunakan untuk luka bakar harus memiliki cemaran mikroba yang negatif. Negatif berarti tidak ditemukan cemaran bakteri maupun jamur pada saat proses produksi dan pada saat proses penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu penyimpanan terhadap cemaran jamur dan bakteri pada sediaan gel ekstrak kulit buah pisang mas (Musa acuminata Cola) formulasi yang telah disimpan pada waktu 1 bulan, 2 bulan dan 3 bulan. Penelitian ini terdiri dari dua tahap. Tahap pertama adalah uji cemaran bakteri. Cemaran bakteri menggunakan media metode ALTB (Angka Lempeng Total Bakteri) pada Nutrien yang dilakukan dengan pengenceran 10-1 dalam NaCl 0,85%. Penanaman mikroba dilakukan secara Pour plate. Tahap kedua adalah perhitungan jumlah koloni bakteri pada sampel sesuai ALTB kemudian hasilnya disesuaikan dengan BPOM untuk menarik kesimpulan tentang keamanan dari sampel uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel sediaan gel pada formulasi I,II ,III dengan penyimpanan selama 3 bulan memiliki jumlah cemaran 0. Oleh karena itu, sediaan tersebut masih dikatakan aman sehingga dapat digunakan sebagai sediaan gel untuk luka maupun tanpa luka.

Page 2 of 4 | Total Record : 35