cover
Contact Name
ZAINUL ANWAR
Contact Email
anwarzein205@gmail.com
Phone
+6285790776665
Journal Mail Official
nuranirahmania@gmail.com
Editorial Address
Jl. K.H. Abdul Fattah, Nglawak, Kertosono, Kab. Nganjuk, Jawa Timur
Location
Kab. nganjuk,
Jawa timur
INDONESIA
MENTARI : Journal Of Islamic Primary School
Published by STAI Miftahul Ula
ISSN : 30218497     EISSN : 30218497     DOI : -
Core Subject : Education,
Mentari : Journal of Islamic Primary School is a double-blind peer-reviewed journal published by the Study Program of Education for Islamic Elementary School Teachers , Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Ula Kertosono Nganjuk. The journal publishes research articles of Islamic primary education or primary education in Islamic country (See Focus and Scope). The articles of this journal are published annually; March, June, September and Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 3 (2023): September 2023" : 5 Documents clear
PENDEKATAN PSIKOLOGI TRANSPERSONAL TEORI WILLIAM JAMES PADA SHOLAT SEBAGAI KETENANGAN JIWA MAHASISWA DI KOS ANGGREK Effiana Cahya Ningrum
Mentari : Journal of Islamic Primary School Vol 1 No 3 (2023): September 2023
Publisher : PGMI, STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah psikologi transpersonal, konsep psikologi transpersonal, makna sholat dalam pandangan psikologi transpersonal dan sholat sebagai ketenangan jiwa. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi. Dengan partisipan 10 mahasiswa kos anggrek . Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dalam sholat, sebagaimana juga pandangan psikologi transpersonal, seseorang akan berusaha untuk menapaki jalan spiritual untuk mempertemukan diri atau aku yang fana dengan kekuatan ilahiah (divine power) atau AKU yang kekal (baqa’). Sholat merupakan suatu aktivitas jiwa (soul) yang termasuk dalam kajian ilmu psikologi transpersonal, karena sholat adalah proses perjalanan spiritual yang penuh makna yang dilakukan seorang manusia untuk menemui Tuhan Semesta Alam. Pelaksanaan sholat diarahkan untuk mencapai jiwa yang tenang dan mantap terhindar dari kecemasan, dan ketakutan kesempitan batin. Melalui sholat diharapkan juga agar jiwa menjadi aman dan tidak merasa cemas serta sedih. Seseorang individu tidak akan mengalami perasaan yang bahagia sekiranya jiwanya tidak tenang.
PERAN GURU TAHFIDZ DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI “MENGHAFAL AL-QUR’AN” SISWA KELAS VI MI ISLAMIYAH AL-WATHANIYAH Mukhammad Sahal Mahfudz
Mentari : Journal of Islamic Primary School Vol 1 No 3 (2023): September 2023
Publisher : PGMI, STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siswa sekolah dasar saat ini memiliki banyak hal di piring mereka, dan menambahkan "menghafal Al-Qur'an" ke dalam daftar itu mungkin akan membuat kewalahan. Mereka perlu memiliki waktu untuk berkomitmen mempelajari Al-Qur'an dengan hati dan membacanya secara teratur. Tantangan bagi guru tahfidz adalah mencari tahu bagaimana membangkitkan minat anak didiknya terhadap tajwid (bahasa Arab untuk "menghafal Al-Qur'an"). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah siswa kelas VI MI Islamiyah Al-Wathaniyah lebih termotivasi untuk “menghafal Al-Qur’an” sebagai hasil dari paparan pengajar tahfidz. Metode penelitian kualitatif seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan untuk menyusun laporan ini. Teknik analisis data meliputi reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa instruktur tahfidz dapat membantu murid-muridnya dalam mengembangkan kebiasaan muraja'ah dengan menyuruh mereka menghafal Al-Qur'an setiap pagi sebelum masuk kelas menggunakan huruf yang dipilih khusus untuk kelas tersebut. Siswa didorong dan didorong untuk "menghafal Al-Qur'an" dengan harapan mereka akan mengembangkan minat yang tulus dalam melakukannya dan meningkatkan keterampilan menghafal mereka. Seorang siswa yang telah lulus ujian tasmi' dengan menghafal juz 30, surah yasin, al-mulk dan al-waqiah yang dipersyaratkan tahfidz Al-Qur'an sebagai cara untuk menumbuhkan semangat "menghafal Al-Qur'an" di kelas.
DAMPAK POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN EMOSIONAL ANAK SEKOLAH DASAR Ana Quthratun Nada; Alia Latifah; Shaleh Shaleh; Sedya Santosa
Mentari : Journal of Islamic Primary School Vol 1 No 3 (2023): September 2023
Publisher : PGMI, STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orang tua sebagai pendidik pertama, mempunyai kewajiban membimbing, melindungi serta membesarkan anak. Keberadaan orang tua sangatlah penting, sehingga peran orang tua merupakan dasar pertama dalam pembentukan pribadi anak. Upaya tersebut dapat terwujud apabila orang tua menerapkan pola asuh yang tepat, karena pola asuh yang diberikan kepada anak akan mempengerahui pekembangan sosial-emosional anak. Setiap orang tua tentu mempunyai pola asuh yang berbeda, diantanyanya yaitu: Pola asuh otorite, pola asuh demokratis, dan pola asuh permisif. Pola asuh orang tua pada anak usia dini mencakup pemberian rangsangan fisik, mental, emosional, moral, maupun sosial yang akan mendorong tumbuh kembang anak secara optimal. Gaya pengasuhan terhadap anaknya, akan mempengaruhi pada perkembangan sosial dan kepribadian anak. Gaya pengasuhan yang tidak baik akan menurunkan perkembangan sosial anak yang baik. Pola asuh orang tua berarti kebiasaan orang tua, ayah dan ibu dalam memimpin, mengasuh dan membimbing anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh orang tua dalam membentuk perkembangan emosional anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa perkembangan emosional anak dengan kecenderungan pola asuh demokratis berkembang baik
Telaah Kurikulum 13 dan Kurikulum Merdeka di SD/MI Anwar, Zainul; Jannah, Raudhatul
Mentari : Journal of Islamic Primary School Vol 1 No 3 (2023): September 2023
Publisher : PGMI, STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum 13 dan kurikulum merdeka merupakan dua kurikulum terakhir yang dipakai oleh lembaga pendidikan di Indonesia, salah satunya yakni pada tingkatan SD/MI. Kurikulum 13 yang diharapkan mampu menjawab tantangan yang mucul diberbagai lini nyatanya pada tahu 2021 diganti dengan kurikulum merdeka dengan tujuan memerdekakan pendidikan di Indonesia. Namun, seiring berjalannya waktu pelaksanaan kurikulum merdeka tidak kalah dengan persoalan yang dialami oleh kurikulum sebelumnya. Berangkat dari hal tersebut, penelitian ini berupaya mengungkap perbandingan serta kelebihan dan kekurangan kurikulum 13 dan kurikulum merdeka di Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. Dengan menggunakan studi pustaka, peneliti mempunyai temuan terdapat beberapa pembanding yaitu daari aspek kerangka dasar, kompetensi yang ingin dicapai, struktur kurikulum, pembelajaran serta pada aspek penilaian. Serta mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing disektor yang berbeda, namun terdapat kesamaan yang terkesan terburu-buru dalam pelaksanaan kurikulum sehingga menyebabkan tak sedikit guru SD/MI yang belum mampu menguasai dalam pelaksaannya.
Merdeka Belajar dalam Perspektif Filsafat Progresivisme Moh. Ali Fauzi
Mentari : Journal of Islamic Primary School Vol 1 No 3 (2023): September 2023
Publisher : PGMI, STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merdeka Belajar adalah konsep yang mengedepankan kebebasan individu untuk menentukan arah dan jalan belajarnya sendiri dengan dukungan yang memadai dari lingkungan sekitarnya. Dalam perspektif progresivisme, Merdeka Belajar sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman yang adaptif dan responsif. Konsep ini memungkinkan individu untuk belajar secara mandiri, memilih metode dan teknologi yang sesuai, serta menentukan jadwal dan tempat belajar yang nyaman. Tujuan dari penelitianini adalah untuk mengetahui bagaimanakah konsep merdeka belajar dalam perspektif progresivisme. Penelitian ini menggunakan metode Library Research sebagai sumber informasi berupa informasi sekunder melalui tahapan identifikasi, evaluasi dengan sumber rujukan 5 artikel jurnal nasional dan sumber buku sebagai pendukung argumen peneliti. Dari hasil studi literatur ditemukan bahwa Konsep merdeka belajar memiliki kesamaan dengan konsep Pendidikan filsafat progresivisme yang dipelopori oleh John Dewey dimana Lembaga Pendidikan diberikan kebebasan dan keleluasaan dalam mengembangkan potensi dan karakter dari peserta didik karena pada dasarnya setiap peserta didik mempunyai kecenderungan dan potensinya masing-masing.

Page 1 of 1 | Total Record : 5