cover
Contact Name
Ichsan Setiawan
Contact Email
ichsansetiawan@usk.ac.id
Phone
+6285220189228
Journal Mail Official
depik@usk.ac.id
Editorial Address
Faculty of Marine and Fisheries Universitas Syiah Kuala Jalan Meureubo No. 1, Kopelma Darussalam Banda Aceh, 23111, Indonesia
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan
ISSN : 20897790     EISSN : 25026194     DOI : 10.13170/depik
Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan is a peer review international journal, this journal is publishing high-quality articles in aquatic sciences and fisheries in general. The aim of the journal is to publish and disseminate the current or new findings of the research, and give a significant contribution to the development of fisheries and aquatic sciences in several topics, but not limited to: Fisheries (Aquaculture, Capture Fisheries, Fish Processing) Aquatic Ecology (Freshwater, Marine, and Brackishwater) Aquatic Biology (Fish, Mollusk, Crustacean, Plankton, Coral reefs) Oceanography.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 3 (2020): December 2020" : 20 Documents clear
Estimasi hasil tangkapan maksimum ekonomi sumberdaya ikan pelagis di perairan Laut Kabupaten Tojo Una-Una, Indonesia Alimudin Laapo; Dafina Howara; Marhawati Mappatoba
Depik Vol 9, No 3 (2020): December 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.9.3.18165

Abstract

The marine area of Tojo Una-Una District has the potential for fishery resources and small islands resources which are used for fishery activities and marine ecotourism. Although most of its territorial waters are a conservation area of the Togean Islands National Park (TINP), in the utilization of fish resources in this area, some still use destructive tools that threaten the habitat and preserve of pelagic fish resources and the economic sustainability of local communities. This study aims to estimate the maximum economic potential of the catch and the level of utilization of pelagic fish resources in Tojo Una-Una district’s sea waters. The research data used combines time-series data from pelagic fish catches and fishing effort (trips) from 2003 to 2015, field survey data, and analyzed using the Gordon-Schaefer Bioeconomic Model approach or the Surplus Production Model. The estimation results show that the total maximum economic Yield (MEY) of pelagic fish resources in the waters of Tojo Una-Una District is quite large, namely 14,950.54 tons per year. Although the potential level of economic utilization of large pelagic fish resources is higher than the use of small pelagic fish, the potential economic rent obtained from the use of small pelagic fish is still higher than that of large pelagic fish. Given that the utilization of pelagic fish resources in the waters of Tojo Una-Una District is under MEY, a careful addition to the capacity of the fishing effort is needed to increase the economic benefits of fish resources for fishermen and the region.Keywords:Estimation,Maximum Economic Yield Pelagic FishABSTRAKWilayah perairan laut Kabupaten Tojo Una-Una memiliki potensi sumberdaya perikanan dan sumberdaya pulau-pulau kecil yang dimanfaatkan untuk kegiatan perikanan dan ekowisata bahari. Wilayah perairan Kabupaten Tojo Una-Una sebagian besar merupakan kawasan konservasi Taman Nasional Kepulauan Togean (TNKT), namun dalam pemanfaatan sumberdaya ikan di wilayah ini masih ada yang menggunakan alat yang sifatnya destruktif sehingga mengancam habitat, kelestarian sumberdaya ikan pelagis dan keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi potensi ekonomi maksimum hasil tangkapan dan tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan pelagis di perairan laut kabupaten Tojo Una-Una. Analisis data dilakukan dengan menggabungkan data time-series hasil tangkapan ikan pelagis dan upaya tangkap (trip) dari tahun 2003 hingga 2015. Data survei lapangan dianalisis dengan menggunakan pendekatan Model Bioekonomi Gordon-Schaefer atau Model Produksi Surplus. Hasil analisis menunjukkan bahwa total tangkapan maksimum ekonomi (MEY) sumberdaya ikan pelagis di perairan Kabupaten Tojo Una-Una mencapai 14.950,54 ton per tahun. Namun demikian, potensi tingkat pemanfaatan secara ekonomi sumberdaya ikan pelagis besar lebih tinggi dibanding pemanfaatan ikan pelagis kecil, meskipun potensi rente ekonomi yang diperoleh dari pemanfaatan ikan pelagis kecil masih lebih tinggi dibanding ikan pelagis besar. Kesimpulannya, pemanfaatan sumberdaya ikan pelagis di wilayah perairan Kabupaten Tojo Una-Una berada di bawah MEY, maka penambahan secara hati-hati kapasitas upaya tangkap diperlukan untuk meningkatkan manfaat ekonomi sumberdaya ikan bagi nelayan dan daerah.Kata kunci:Estimasi, Hasil ekonomi maksimum,Ikan Pelagis
Analisis dinamika populasi ikan selar kuning (Selaroides leptolepis) dalam upaya pengelolaan sumberdaya ikan pelagis kecil di perairan Bintan, Provinsi Kepulauan Riau Septiyawati Septiyawati; Muhammad Fauzi; Deni Efizon
Depik Vol 9, No 3 (2020): December 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.9.3.17351

Abstract

This raw fish is used as fisheries products such as salted fish, grilled fish, fishmeal and surimi. This study aims to analyze mortality and recruitment of yellowstipe scad (Selaroides leptolepis) and the information about management of small pelagic fisheries resources in Bintan Waters. This research was carried out in February-June 2019 at the Barek Motor Fish Landing Area (TPI) with fishing areas in Bintan waters. The number of fish studied was 2.550 with a length of 102-215 mm and a weight of 15-102 gr. The highest recruitment peak occurred in Mei of 18.11% and June of 19.48%. The highest and lowest condition factors are 0.83 and 1.09. The total mortality rate (Z) of yellow strait fish is 4.61 per year with a natural mortality rate (M) of 1.66 per year and the capture mortality rate of 2.95 per year so that the exploitation rate is 0.63. The death of yellowstipe scade in the Bintan Sea most of the caused by fishing activities (F) of 2.95 per year.Keywords:Yellowstipe scad Bintan WatersRecrutmentCondition factorsMortalityABSTRAKIkan selar kuning merupakan salah satu jenis ikan ekonomis penting. Ikan ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku produk olahan perikanan seperti ikan asin, ikan bakar, pindang, tepung ikan dan surimi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, mortalitas dan rekrutmen ikan selar kuning (Selaroides leptolepis) dan informasi tentang pengelolaan sumberdaya ikan pelagis kecil di Perairan Bintan. Penelitian ini telah dilaksanakan bulan Februari-Juni 2019 di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Barek Motor dengan wilayah penangkapan di perairan Bintan. Jumlah ikan yang diteliti 2.550 ekor dengan panjang 102-215 mm dan berat 15-102 gr. Puncak rekrutmen tertinggi terjadi bulan Mei sebesar 18,11% dan Juni sebesar 19,48%,. Nilai tertinggi dan terendah faktor kondisi yaitu 0,82 dan 1,09. Laju mortalitas total (Z) ikan selar kuning 4,61 per tahun dengan laju mortalitas alami (M) 1,66 per tahun dan laju mortalitas penangkapan 2,95 per tahun sehingga diperoleh laju eksploitasi 0,63. Kematian ikan selar kuning di laut Bintan sebagian besar diakibatkan oleh aktivitas penangkapan (F) sebesar 2,95 per tahun.Kata kunci:Ikan selar kuning Perairan Bintan Rekrutmen Faktor kondisi Mortalitas
Kajian kualitas air laut di perairan Kota Banda Aceh Koko Ondara; Ulung Jantama; Sri Agustina; Ichsan Setiawan; Syahrul Purnawan
Depik Vol 9, No 3 (2020): December 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.9.3.16981

Abstract

Studying the water quality is significant to protect and for coastal area-use planning in Banda Aceh City, Aceh Province. This study took seawater samples from 13 stations in the northern waters of Banda Aceh on September 10-11 2019. Surface water samples were taken using Van Dorn bottle, which were then tested on 22 types of parameters to evaluate the water quality in the area. In general, the results of tests on various water parameters indicate that the sea waters in Banda Aceh are in good condition. Attention needs to be paid to nitrates and phosphates, which indicate values that exceed water quality standards, thus possible to trigger algal blooms.Keywords:Water qualityNitrateFisheryABSTRAKKajian kualitas air sangat penting untuk melindungi serta untuk perencanaan pemanfaatan ruang pesisir di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. Penelitian ini mengambil sampel air laut dari 13 stasiun yang di perairan utara Banda Aceh pada 10 – 11 September 2019. Sampel air permukaan laut diambil menggunakan botol Van Dorn, yang kemudian dilakukan uji terhadap 22 jenis parameter untuk mengevaluasi kualitas air di perairan utara Kota Banda Aceh. Secara umum, hasil pengujian pada berbagai parameter air menunjukkan bahwa air laut di Banda Aceh dalam kondisi baik. Perhatian perlu diberikan pada kadar nitrat dan fosfat, yang menunjukkan nilai yang melebihi baku mutu air, dimana memungkinkan untuk memicu pertumbuhan alga yang berlebihan di kawasan tersebut.Kata kunci:Kualitas perairanNitratPerikanan
Komposisi biota dasar hasil tangkapan alat garok pada perairan pesisir Kronjo, Tangerang Yonvitner Yonvitner; Rokhmin Dahuri; Isdradjad Setyobudi Andi; Mennofatria Boer
Depik Vol 9, No 3 (2020): December 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.9.3.13509

Abstract

Garok is a fishing gear that operates at the bottom or surface of the substrate that is caught of various benthic species. The garok gear that operates in sediment, even in the long term can cause changes in the composition of the biota. Because exploitative fishing proses, can cause damage, vulnerability and at the long-term impact to the sustainability of the population. The research was carried out in Kronjo Bay, Tangerang from March to May 2011. The samples were collected from the operation, then determined the species, quantity, and weight of each species. Descriptive statistical analysis and ANOVA were used to determine the significance of the composition between stations and observation times. The caught consist of Placuna placenta, Anadara, Murex, Tellina, and crustaceans which belong to the mollusk and crustacean groups. Statistical analysis did not show a significant difference between the research stations, but it was significantly based on the observation time with Fhit 3,1 and Ftab 1,7. It turned out that the abundance of basic biota was found to be high in April then decreased in May. Likewise, the abundance did not show a significant difference in the location and time of observation. The catch composition on the Kronjo coast is dominated by the gastropod group with an average composition of above 50% per operation.Keywords:GarokCompositionDemersalKronjoCoastalABSTRAKGarok adalah alat tangkap yang dioperasikan di dasar perairan yang menangkap berbagai jenis biota dasar.  Alat garok yang dioperasikan dapat menangkap beragam jenis biota dasar dan dalam jangka lama dapat menyebabkan terjadinya perubahan komposisi biota. Alat tangkap yang bersifat eksploitatif dapat menyebabkan kerusakan, kerentanan sehingga menganggu keberlanjutan populasi secara jangka panjang. Penelitian dari praktek penggunaan alat garok ini dilakukan di Teluk Kronjo Tangerang mulai Maret-Mei tahun 2011. Sampel dikumpulkan secara eskploratif dari operasi alat garok, kemudian tentukan jenis, jumlah dan bobotnya dari setiap jenis.  Analisis statistik deskriptif dan ANOVA digunakan untuk mengetahui perbedaan komposisi antar stasiun dan antara waktu pengamatan.  Hasil tangkapan terdiri dari jenis Placuna placenta, Anadara, Murex, Tellina, dan krustasea yang termasuk kelompok moluska dan krustasea. Analisis statistik tidak menunjukan perbedaan yang nyata antara stasiun penelitian, namun berbeda nyata berdasarkan waktu pengamatan dengan Fhit 3,1 dan Ftab 1,7. Kelimpahan biota dasar ditemukan tinggi pada bulan April kemudian menurun pada bulan Mei.  Begitu juga kelimpahan tidak menunjukan perbedaan yang nyata pada lokasi dan waktu pengamatan. Komposisi tangkapan di pesisir Kronjo didominasi oleh kelompok gastropoda dengan komposisi rata-rata diatas 50% setiap kali operasi.Kata kunci:GarokKomposisiDemersalKronjoPesisir
Komunitas perifiton dan karakteristik fisika kimia sebagai indikator kualitas perairan di daerah aliran sungai (DAS) Mamberamo Provinsi Papua Dwirastina Mirna; Dwi Atminarso; Arif Wibowo
Depik Vol 9, No 3 (2020): December 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.9.3.16497

Abstract

The waters of the Mamberamo watershed are around 7.7 million hectares. Some territorial waters are surrounded by jungles that are rich in unique biodiversity. Diverse biodiversity must be accompanied by a state of good water quality. So that the monitoring of water quality is very good in terms of physical and chemical physics parameters. Monitoring using chemical physics parameters has been widely used, but using aquatic biota is still rare, so it is expected to be more assertive in exposing the state of river damage. Aquatic biota used is periphyton. Periphyton has the potential to be a study of ecological indicators, a major producer in the food chain and its inherent nature in aquatic substrates. The purpose of this study was to determine the diversity of the periphyton community, determine the quality of waters in terms of chemical physics in the Mamberamo watershed and see the relationship between the two parameters. The method of determining the location was purposive sampling with descriptive analysis of the correlation results. Field observations and sampling were carried out on three tributaries and ponds in the form of flood-exposed lakes in the Membramo watershed in February, May, August and October 2016. The results showed the highest periphyton composition of Bacillariophyceae class followed by Chlorophyceae and Cyanophyceae. The diversity value of the Mamberamo river is 1 H '= 3 which indicates moderate diversity, and the dominance index value ranges from 0.15 to 0.45, which indicates that there is no species that dominates in the waters of the Mamberamo River. Based on the results of the water quality assessment in the presence of periphyton and the physical chemistry characteristics of the water, it is found that the criteria for river water quality are classified as good and not polluted.Keywords:Ecological indicatorsChemical physics characteristicsPeriphytonMamberamo RiverPapuaABSTRAKLuas perairan DAS Mamberamo berkisar 7,7 juta hektar. Sebagian wilayah perairan dikeliling oleh hutan rimba yang kaya akan keanekaragaman hayati yang unik. Keanekaragaman hayati yang beragam harus disertai keadaan kualitas air yang baik. Sehingga pemantauan kualitas perairan sangat perlu baik ditinjau dari parameter fisika kimia dan biologi. Pemantauan menggunakan parameter fisika kimia telah banyak digunakan, tetapi menggunakan biota perairan masih jarang ,sehingga diharapkan dapat lebih tegas dalam mengekspresikan keadaan kerusakan sungai. Biota perairan yang digunakan dalam penelitian ini adalah perifiton. Perifiton berpotensi sebagai kajian indikator ekologis, produsen utama dalam rantai makanan serta sifatnya yang menempel di substrat perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman komunitas perifiton, mengetahui kualitas perairan dari segi fisika kimia di DAS Mamberamo serta melihat hubungan antara kedua parameter tersebut. Metode penentuan lokasi purposive sampling dengan analisis deskripitif dari hasil korelasi. Pengamatan lapangan dan pengambilan sampel dilakukan pada tiga aliran anak sungai dan telaga yang berupa danau paparan banjir di DAS Membramo pada Februari, Mei, Agustus dan Oktober 2016. Hasil penelitian menunjukkan komposisi perifiton tertinggi kelas Bacillariophyceae diikuti Chlorophyceae dan Cyanophyceae. Nilai keanekaragaman sungai Mamberamo adalah 1H’=3 yang menyatakan keanekaragaman sedang, dan nilai indeks dominasi berkisar 0,15-0,45 yang menandakan bahwa tidak ada jenis yang mendominasi di perairan Sungai Mamberamo. Berdasarkan hasil penilaian kualitas air secara keberadaan perifiton dan karakteristik fisika kimia air maka didapat kriteria kualitas perairan sungai yang tergolong bagus dan belum tercemar.Kata kunci:Indikator ekologisKarakteristik fisika kimiaPerifitonSungai MamberamoPapua
Karakterisasi parasit pada komoditas perikanan di Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Semarang, Jawa Tengah. Melinda Febrina; Mohammad Faizal Ulkhaq; Hayu Widyadi; Darmawan Setia Budi; Suciyono Suciyono
Depik Vol 9, No 3 (2020): December 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.9.3.17693

Abstract

Parasite is one of the infectious disease pathogens in fish which can cause secondary infection by bacteria, fungi and viruses. Therefore, fish quarantine activities are needed to prevent disease transmission and are carried out by the fish quarantine center. This study aimed to characterize the types of parasites that infect fish commodities that will be trafficked at the Fish Quarantine Center, Quality Control and Safety of Fishery Products in Semarang, Central Java. Parasitic examination was carried out using the original microscopic method by scraping the mucus, gills and internal organs, then characterizing it morphologically. The results showed that the infected parasites in fish samples included ectoparasites (Trichodina, Gyrodactylus, Dactylogyrus, Chilodonella, and Argulus) and endoparasites (Anisakis).Keywords:ParasitesFishery CommodityBKIPMHP SemarangABSTRAKParasit merupakan salah satu patogen penyebab penyakit infeksius yang dapat memicu terjadinya infeksi sekunder oleh bakteri, jamur maupun virus. Oleh sebab itu, perlu dilakukan tindakan karantina ikan untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit yang dilakukan oleh balai karantina ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi jenis parasit yang menginfeksi komoditas ikan yang akan dilalulintaskan di Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Semarang, Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan yaitu pemeriksaan secara mikroskopis menggunakan metode natif/langsung pada lendir, insang dan organ dalam ikan, dilakukan karakterisasi secara morfologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel ikan terinfeksi parasit dari golongan ektoparasit (Trichodina, Gyrodactylus, Dactylogyrus, Chilodonella, and Argulus) dan endoparasit (Anisakis).Kata kunci:ParasitKomoditas Perikanan BKIPMHP Semarang
Dinamika pertumbuhan sepat siam (Trichopodus pectoralis, Regan 1910) di Perairan Rawa Banjiran Patra Tani Sumatra Selatan Aroef Hukmanan Rais; Sevi Sawestri; Dina Muthmainnah
Depik Vol 9, No 3 (2020): December 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.9.3.17696

Abstract

The exploitation of Sepat siam (Trichopodus pectoralis, Regan 1910) that include native species of floodplain has been done on many years. One of the main fishing areas of this commodity is Patratani floodplain, Muara Enim Regency, South Sumatra. This commodity has been exploited over a long period and is expected to have a high pressure of fishing. The aim of this paper is to compare the utilization of sepat siam resources based on growth, mortality, and exploitation parameters between 2010 and 2017. Fish samples were collected monthly started from March to December in 2010, and April to December in 2017. The sample got from local fishers who fished around Patratani flood-plain waters. Sepat siam samples were measured on length (cm) and weight (gram) every month. The analysis has concluded based on the condition factor in both years. The growth parameters were analyzed by FiSATII software. The result of FiSAT II analysis drawn the growth factor was 0.86 in 2010, and have been growing slow to be 0.55 in 2017. The length infinitive in 2010 was around 21.5 cm and decreased to 18.3 in 2017. The other results showed that the exploitation level decreased from 0.61 in 2010 to 0.53 in 2017. The exploitation rate proved that the utilization of sepat siam was decreased but sill on overfishing conditions. The length size of sepat siam related to the optimum mesh size fishing gears was decreasing in 2017 compared to 2010. The age analysis shows for 21.5 cm of the infinitive length is achieved for 7 months in 2010, while 18.3 cm of that is reached for 10,5 months in 2017.Keywords:Exploitation levelFloodplainSepat siamABSTRAKKegiatan penangkapan Sepat siam (Trichopodus pectoralis, Regan 1910) yang merupakan spesies asli ikan rawa banjiran sudah dilakukan bertahun-tahun. Salah satu lokasi penangkapan komoditas ini adalah di rawa banjiran Patratani, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatra Selatan.Komoditas ini telah mengalami eksploitasi dalam jangka waktu yang lama dan diperkirakan mengalami tekanan penangkapan yang besar.Tulisan ini bertujuan untuk menampilkan eksploitasi atau pemanfaatan ikan sepat siam berdasarkan parameter pertumbuhan, mortalitas, dan eksploitasi pada tahun 2010 dan 2017. Sampel ikan dikumpulkan setiap bulan yaitu dimulai Maret hingga Desember 2010.Kegiatan pengumpulan sampel dilanjutkan pada April hingga Desember 2017.Sampel ikan diperoleh dari tangkapan nelayan lokal yang memancing di sekitar perairan rawa banjiran Patratani.Sampel ikan diukur panjang (cm) dan berat (gram).Parameter pertumbuhan dianalisis menggunakan perangkat lunak FiSAT II. Hasil analisis FiSAT II menggambarkan faktor pertumbuhan sepat siam pada 2010 sebesar 0,86, dan tumbuh melambat menjadi 0,55 pada 2017. Panjang infinitif sepat siam pada 2010 sekitar 21,5 cm dan turun menjadi 18,3 pada 2017. Analisis tingkat eksploitasi menunjukkan hasil menurun dari 0,61 pada 2010 dan 0,53 pada 2017, namun masih dalam kondisi penangkapan ikan menunjukkan tangkapan berlebih. Hubungan antara ukuran panjang sepat siam dengan ukuran optimal alat tangkap menunjukkan hasil menurun pada 2017. Analisis usia menunjukkan bahwa panjang infinitif 21,5 cm dicapai selama 7 bulan pada 2010, sementara perlu waktu 10,5 bulan pada 2017 untuk mencapai panjang infinitif 18,3 cm.Katakunci:Tingkat eksploitasiRawa BanjiranSepat siam
Preferensi lokasi penyu bertelur di Pantai Taman Kili-Kili, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Indonesia Arief Darmawan; Dhira Khurniawan Saputra; Ari Gunawan; Sabul Masani
Depik Vol 9, No 3 (2020): December 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.9.3.14329

Abstract

Taman Kili-Kili Beach, Trenggalek Regency, East Java Province is one of location where sea turtles landing and laying their eggs. This location is a community-based conservation area. Based on information from Wonocoyo Village Pokmaswas who worked at the location, the landing and nesting area of sea turtles tends to be on the west side of the coast. This study aimed to provide a scientific explanation of these conditions by using remote sensing data of time series Sentinel Image 2a, beach sand texture data, beach profiles, sea turtle landing location, supratidal area prediction using GIS analysis and eggs data. Result showed that the preference of the landing and nesting area of sea turtles on the west side of Taman Kili-Kili Beach was related to the dynamics of the coastal conditions especially the coastline and supratidal area. Environmental factors greatly influence the dynamics of this supratidal area.Keywords:TurtlesSupratidalRemote SensingGISABSTRAKPantai Taman Kili-Kili, Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu lokasi penyu laut mendarat dan bertelur. Lokasi ini merupakan kawasan konservasi berbasis masyarakat. Berdasarkan informasi Pokmaswas Desa Wonocoyo yang bekerja di lokasi tersebut, area pendaratan dan bertelurnya penyu laut cenderung pada sisi barat pantai. Penelitian ini bertujuan memberikan penjelasan ilmiah mengenai kondisi tersebut dengan menggunakan data penginderaan jauh berupa Citra Sentinel 2a multi waktu, data tekstur pasir pantai, profil pantai, data lokasi pendaratan penyu laut, prediksi area supratidal menggunakan analisis SIG serta data telur. Hasil menunjukkan bahwa kecenderungan area pendaratan dan bertelurnya penyu laut di sisi barat Pantai Taman Kili-Kili ini terkait dengan dinamika kondisi pantai khususnya garis pantai dan area supratidal. Faktor-faktor lingkungan sangat berpengaruh terhadap dinamika area supratidal ini.Kata kunci:PenyuSupratidalPenginderan jauhSIG
Kondisi suhu dan salinitas serta korelasinya dengan variabilitas eddy di Perairan Halmahera dan Mindanao Gadza B.T. Suharyo; Noir P Purba; Lintang P.S. Yuliandi; Mega L. Syamsuddin
Depik Vol 9, No 3 (2020): December 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.9.3.15534

Abstract

The purpose of this study was to determine the dynamics of the waters around Halmahera Eddy (HE) and Mindanao Eddy (ME) both horizontally and vertically. The location of the study is in the Pacific Equator Pacific Waters with embedded at 20 - 10oN and 125o-135o E. The data used were temperature and salinity downloaded from Argo Float data centre and combined with surface currents data from MyOcean. The results showed that the two eddies have different impacts on water conditions. In HE, the characteristics are shown by convergent moving mass of water, increasing surface temperature and decreasing salinity. The characteristics of eddy in these waters indicate the existence of downwelling. In ME the mass of water moves divergently, the condition of the sea surface temperature is lower and the salinity level increases. The characteristics of eddy in these waters indicate upwelling.Keywords:EddiesUpwellingIndonesia ThroughflowArgo floatABSTRAKTujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dinamika perairan di sekitar Halmahera Eddy (HE) dan Mindanao Eddy (ME) baik secara horizontal dan vertikal. Lokasi kajian berada di Perairan Pasifik Equator Barat dengan koordinat 2o LS – 10o LU dan 125o BT – 135o BT. Data yang digunakan adalah data suhu dan salinitas dari Argo Float dan data arus permukaan dari MyOcean. Hasil penelitian menunjukan bahwa kedua eddy ini memberikan dampak yang berbeda terhadap kondisi perairan. Di HE, karakteristiknya ditunjukkan dengan massa air yang bergerak secara konvergen, meningkatnya suhu di permukaan dan menurunnya kadar salinitas. Karakteristik eddy di perairan ini menunjukkan adanya downwelling. Di ME massa air bergerak secara divergen, kondisi suhu permukaan lautnya lebih rendah dan kadar salinitasnya meningkat. Karakteristik eddy di perairan ini ini menunjukkan adanya upwelling.Kata kunci:EddiesTaikan airArus Lintas IndonesiaArgo float
Karakteristik morfologi dan pertumbuhan lamun Halophila ovalis pada beberapa kawasan pesisir Pulau Bintan Aditya Hikmat Nugraha; Hazrul Hazrul; Susiana Susiana; Try Febrianto
Depik Vol 9, No 3 (2020): December 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.9.3.17781

Abstract

Halophila ovalis is one of the pioneer seagrass species. The physico-chemical factors of the waters greatly influence the life processes of the seagrass. This study aims to compare the morphometric characteristics and growth of H. ovalis seagrass on water quality in several coastal areas in Bintan Island. Observation of morphometric characteristics includes measurement of rhizome diameter, leaf length, leaf of width, root length, internode length and number of leaves. Observation of growth rate was done by using the cutting method for leaves and marking method for rhizome. Observations of the growth rate were carried out twice, namely on the 14th and 28th days. The results showed that the H. ovalis type of seagrass found at Dompak Station had greater morphological characters than other stations. The condition of the bottom substrate is related to the morphological characters of the seagrass. The growth pattern of the seagrass leaves for one month of observation has a decline in growth trend. The rhizome growth pattern at all observation stations has an increasing trend. The results of the principal component analysis and correspondence analysis show that environmental parameters such as substrate type and nutrient concentration have a role in the morphological structure and growth of H. ovalis.Keywords:BintanGrowthHalophila ovalisMorphologySeagrassABSTRAKHalophila ovalis merupakan salah satu jenis lamun pionir. Faktor fisika-kimia perairan sangat mempengaruhi proses kehidupan lamun tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakteristik morfometrik dan pertumbuhan lamun H. ovalis pada beberapa kawasan pesisir di Pulau Bintan yang memiliki kondisi lingkungan berbeda. Pengamatan karakteristik morfologi meliputi pengukuran diameter rhizome, panjang daun, lebar daun, panjang akar, panjang internode dan jumlah daun. Pengamatan laju pertumbuhan dilakukan dengan metode pemangkasan untuk daun dan metode penandaan untuk rhizome. Pengamatan terhadap laju pertumbuhan dilakukan sebanyak dua kali yaitu pada hari ke-14 dan ke-28. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lamun jenis H. ovalis yang terdapat di Stasiun Dompak memiliki karakter morfologi lebih besar dibandingkan dengan stasiun lainnya. Adapun kondisi substrat dasar perairan memiliki keterkaitan dengan karakter morfologi lamun. Pola pertumbuhan daun lamun selama satu bulan pengamatan memiliki trend penurunan pertumbuhan. Pola pertumbuhan rhizome pada seluruh stasiun pengamatan memiliki trend peningkatan. Hasil analisis komponen utama dan analisis koresponden menunjukkan bahwa parameter lingkungan seperti tipe substrat dan konsentrasi nutrien memiliki peran terhadap struktur morfologi dan pertumbuhan lamun H. ovalis.Kata kunci:BintanHalophila ovalisLamunMorfologiPertumbuhan

Page 1 of 2 | Total Record : 20


Filter by Year

2020 2020