cover
Contact Name
Ludovikus Bomans Wadu
Contact Email
actualinsight21@gmail.com
Phone
+6281233597270
Journal Mail Official
jurnalrhizome@gmail.com
Editorial Address
Jalan Abdurahman Saleeh Blok GJ2 Kedungkandang Kota Malang Jawa Timur, Malang, Provinsi Jawa Timur, 65148
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Rhizome: Jurnal Kajian Ilmu Humaniora
Published by Actual Insight
ISSN : 27764850     EISSN : 27755851     DOI : https://doi.org/10.56393/rhizome.v1i1.28
Rhizome: Jurnal Kajian Ilmu Humaniora adalah jurnal penelitian yang bergerak sebagai jaringan akar keilmuan yang merambah di bidang ilmu-ilmu humaniora, termasuk di bidang antropologi, linguistik, seni klasik & kontemporer, sosial-politik, tradisi lisan, filologi, sastra. Rhizome menyediakan ruang kajian bagi dosen, akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk menyebarkan ilmu berupa artikel penelitian empiris dan teoritis, studi kasus, dan kajian pustaka. Jurnal ini juga mengundang para profesional di dunia pendidikan, penelitian, dan kewirausahaan untuk berpartisipasi dalam menyebarluaskan ide, konsep, teori baru, atau perkembangan ilmu-ilmu kemanusiaan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2023): Januari" : 5 Documents clear
Internalisasi Nilai Pancasila Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Putri, Fani Widia; Dewi, Dinie Anggraeni
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/rhizome.v1i9.250

Abstract

Secara historis, pendidikan telah memainkan peran penting dalam mendorong rasa nasionalisme di kalangan masyarakat Indonesia. Pendidikan saat ini khususnya pendidikan kewarganegaraan memegang peranan strategis dan penting dalam melestarikan, meningkatkan juga mentransformasikan ideologi negara dan nilai-nilai nasionalisme kepada generasi muda. Di era globalisasi saat ini Pendidikan Kewarganegaraan memiliki tujuan sebagai pendidikan politik, nilai pendidikan, pendidikan nasionalisme, pendidikan demokrasi, pendidikan multikultural, dan konflik pendidikan resolusi. Pendidikan Kewarganegaraan harus diinterpretasikan dalam interpretasi yang maksimal yang artinya mengajarkan siswa untuk secara kritis dan analitis memecahkan masalah sosial dan melaksanakan negara ideologi dan nilai-nilai nasionalisme. Oleh karena itu, Pendidikan Kewarganegaraan tidak hanya diajarkan dengan transmisi tetapi juga diajarkan sebagai penyelidikan reflektif. Untuk melakukan ini, Pendidikan Kewarganegaraan disarankan memadukan pendekatan langsung dan tidak langsung dalam pendidikan nilai, sehingga diharapkan siswa mampu menginternalisasi ideologi negara dan nilai-nilai nasionalisme sebagai keyakinannya. Beberapa prinsip proses belajar mengajar mengajar yang mumpuni juga harus mewarnai Pendidikan Kewarganegaraan di seluruh sekolah di Indonesia.
Pemilihan Umum dan Pandemi Covid-19 Dalam Metodologi Program Riset Darlina, Darlina
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/rhizome.v1i6.439

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk merespon kebijakan pemerintah dalam pemilu di tahun 2020 melalui sudut pandang Imre Lakatos. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Studi kasus secara sederhana diartikan sebagai proses penyelidikan atau pemeriksaan secara mendalam, terperinci, dan detail pada suatu peristiwa tertentu atau khusus yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Covid-19 dan pemilihan umum adalah dua hal yang saling bertolak belakang, namun terjadi dalam suatu waktu yang sama. Pada perspektif Lakatos, perwujudan kedua hal yang bertolak belakang ini dapat disederhanakan dengan adanya solusi diantara keduanya. Pemerintah bisa saja secara langsung mengadakan pemilu dengan berbagai cara saat pandemi berlangsung. Namun, dengan banyak faktor yang telah berlangsung, terutama pada perubahan-perubahan pada bidang-bidang umum yang beredar. Anggapan masyarakat juga menjadi salah satu faktor tersebut, apabila isu-isu negatif tidak terjadi, penanganan pandemi Covid-19 akan berjalan sesuai dengan ketentuan pemerintah. Bila hal ini terus terjadi, berbagai kemungkinan mengenai pandemi ini akan terus menyerang Kesehatan masyarakat republik Indonesia.
Menggali Nilai-Nilai Budaya Tura Jajisukulio Dalam Hubunganya Dengan Pancasila Panggo, Rintoanus Nong; Natsir, Rodja Abdul
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/rhizome.v2i6.934

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai budaya Tura Jaji dalam hubungannya dengan Pancasila dan untuk mengetahui dampak budaya Tura Jaji terhadap kehidupan masyarakat suku Lio. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Teknik pengumpulan data yaitu: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan cara menganalisa data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan di lapangan kemudian disusun secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan ada empat nilai budaya Tura Jaji dalam hubunganya dengan Pancasila dan ada dampak budaya Tura Jaji terhadap masyarakat suku Lio.Empat nilai itu yakni,Nilai Kemanusiaan(Wunu Moke Iwa Repa Soe, Wunu Re’a Iwa Repa Leda, Lowa Tau Bo’o Maja Tau Ndeka),Nilai Persatuan (Imu Sama, Mae Repa Bani, Mae Repa Tebo Keda) Nilai Musyawarah-Mufakat ( Umu Du),dan Nilai Ketuhanan (Du'a Gheta Lulu Wula dan Ngga'e Ghale Wena Tana). Budaya Tura Jaji, dengan demikian harus dilestarikan karena mempunyai makna yang sangat berarti bagi kehidupan masyarakat suku Lio pada umumnya dan juga berperan sebagai media penyelesaian konflik sosial.
The Interrogative Sentence in English and Buton Tomia Language Ekhsan, Nur Syamsiyah; Rifanti, Rifanti
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/rhizome.v3i1.1098

Abstract

This research has analyzed some differences of interrogative sentences in English and Buton Tomia language in order to contribute positively in language learning and teaching. Researcher used qualitative methods. Data in this research obtained by using literature study and interview. The results of the analysis found that the similarities between interrogative sentences in English and Buton Tomia is that each sentence uses a subject, verb, and object. While the difference in the form of interrogative sentences in English and Buton Tomia is that each interrogative sentence (yes/no question) in English begins with an auxiliary verb in the Buton Tomia language does not use auxiliary verbs and the form of interrogative sentence (yes/no question) in the Buton Tomia language.
Indonesian Culturally-Bound Words Translation in the Legends into English Tursini, Umi; Jelita, Nanda Pratiwi Cahya
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/rhizome.v3i2.1669

Abstract

The aim of this research is to find out the culturally-bound words found in the legends and how the culturaly-bound words in legends are translated into English. Three legends entitled Lutung Kasarung, Timun Mas, and Keong Mas are analyzed qualitatively by using the culturally-bound words categories and translation strategies by Newmark (1988).The results show that there are 23 words included culturally-bound words which are separated into four categories and was translated by using six strategies by Newmark (1988). The four categories namely ecology; material culture; organisation, custom, activities; and gesture and habit. The six strategies by Newmark (1988) were cultural equivalent, functional equivalent, descriptive equivalent, modulation, transference, and synonymy. The findings provide reference to understand the Indonesian culturally-bound words and how they are translated into English.

Page 1 of 1 | Total Record : 5