cover
Contact Name
Oris Krianto Sulaiman
Contact Email
ibcjurnalbuana@gmail.com
Phone
+6285358157277
Journal Mail Official
ibcjurnalbuana@gmail.com
Editorial Address
Jl. Batang Kuis - Lubuk Pakam Gg. Cempaka Dusun III No. 3, Tanjung Sari, Batang Kuis, Kab. Deli Serdang Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Buana
Published by Ilmu Bersama Center
ISSN : -     EISSN : 3025163X     DOI : https://doi.org/10.56211/buana
Buana Jurnal Geografi, Ekologi dan Kebencanaan menerima naskah dengan scope Pendidikan Geografi, Geografi Fisik, Geografi Sosial, Geografi Kesehatan, Sistem Informasi Geografis, Kartografi, Penginderaan Jauh, Geografi Pariwisata, Sistem Informasi Geografis, Perencanaan dan Pengembangan Wilayah, Pembangunan Berkelanjutan, Perubahan Iklim, Ekologi dan Kebencanan. Dan lain-lain (topik lainnya yang berhubungan dengan Ilmu Gografi, Ekologi dan Kebencanaan)
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi Agustus" : 3 Documents clear
Analisis Kesesuaian Lahan Pertanian Sawah Menggunakan Metode Fuzzy Logic (Studi Kasus: Kabupaten Tanah Datar) Fahma, Ilma; Nurizah, Syahdia
Buana Jurnal Geografi, Ekologi dan Kebencanaan Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/buana.v2i1.620

Abstract

Indonesia sebagai bentuk negara agrarian yang di dominase oleh kawasan pertanian sebagai lahan yang di pandang sebagai suatu sumberdaya yang perlu mendapat pengelolaan secara bijaksana agar berdaya guna dan berhasil guna dengan berpedoman pada kaidah penataan ruang, sehingga kualitas ruang pada suatu wilayah dapat terjaga keberlanjutannya demi terwujudnya kesejahteraan umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tingkat kesesuaian lahan pertanian sawah serta mengidentifikasi kawasan yang memilliki potensial dalam pengembangan lahan pertanian yang berada di Kabupaten Tanah Datar. Struktur klasifikasi kesesuaian lahan terdiri dari empat karegori utama yaitu ordo, kelas, sub kelas dan satuan kesesuaian lahan. Kategori S dan N dibagi masing-masing ke dalam kelas S1, S2 dan S3, N. Melalui perhitungan fuzzy logic dan melibatkan proses pengolahan data spasial menggunakan system informasi geografi, penelitian ini menjabarkan bagaimana bentuk kawasan yang memiliki tingkat kesesuaian lahan pertanian sawah yang memiliki acuan pada kriteria syarat tumbuh tanaman pertanian sawah. Secara spasial penelitian ini menghasilkan kawasan yang teridentifikasi memiliki tingkat kesesuai lahan yang baik dapat menjadikan kawasan tersebut menjadi kawasan yang potensial sebagai kawasan pengembangan lahan pertanian di Kabupaten Tanah Datar. Hasil penelitian yang diperoleh diharapakan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan atau acuan dalam merencanakan pengembangan suatu kawasan merupakan kawasan agroekologi, mengevaluasi penggunaan lahan serta perencanaan tataruang di Kabupaten Tanah Datar
Penanggalan Tradisional Suku Nias Dalam Prespektif Ilmu Astronomi Di Desa Bawodobara Gowasa, Retno; Fitri, Hadiani; Sumantri, Pulung
Buana Jurnal Geografi, Ekologi dan Kebencanaan Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/buana.v2i1.999

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem penanggalan tradisional yang digunakan oleh masyarakat Suku Nias di Desa Bawodobara, serta menganalisisnya dari sudut pandang ilmu astronomi. Penanggalan tradisional ini diwariskan secara turun-temurun dan digunakan sebagai panduan dalam menentukan waktu bercocok tanam, melaut, serta pelaksanaan upacara adat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode etnografi, melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penanggalan masyarakat Nias berbasis pada pengamatan siklus bulan (fase-fase bulan), seperti bulan sabit, bulan penuh, dan bulan mati, yang sangat selaras dengan konsep kalender lunar dalam astronomi. Tokoh adat berperan penting sebagai penjaga waktu tradisional yang memahami tanda-tanda alam secara empiris. Dari perspektif etnoastronomi, praktik ini membuktikan bahwa pengetahuan lokal memiliki dasar observasi yang logis dan dapat dijelaskan secara ilmiah. Temuan ini juga mengungkap bahwa waktu dalam kebudayaan Nias tidak hanya bernilai praktis, tetapi juga sakral dan bermakna sosial. Meskipun mulai tergeser oleh modernisasi, sistem ini tetap menjadi bagian penting dalam identitas budaya masyarakat. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelestarian kearifan lokal melalui integrasi ilmu pengetahuan modern untuk menjaga warisan budaya yang berakar pada hubungan harmonis antara manusia dan alam semesta.
Konflik Islam dan Kristen dalam Perubahan Sosial, Geografi, Ekologi, dan Kebencanaan di Aceh Singkil Sardiana, Siti; Sumantri, Pulung; Nugraha, Muhammad Adika
Buana Jurnal Geografi, Ekologi dan Kebencanaan Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konflik antara komunitas Islam dan Kristen di Aceh Singkil dengan pendekatan multidimensi yang mencakup aspek sosial, geografis, ekologis, dan kebencanaan. Pendekatan kualitatif digunakan melalui metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik tidak semata-mata dilatarbelakangi oleh perbedaan agama, melainkan juga oleh perubahan struktur sosial akibat migrasi, ketimpangan akses terhadap sumber daya, kerusakan lingkungan, serta penanganan bencana yang tidak merata. Identitas keagamaan yang kuat, ditambah dengan minimnya ruang dialog dan lemahnya kebijakan inklusif, memperparah ketegangan antar kelompok. Rumah ibadah menjadi simbol resistensi dan representasi eksistensi kelompok, sehingga sering kali menjadi titik rawan konflik. Temuan ini sejalan dengan teori konflik sosial Coser dan teori identitas sosial Tajfel, serta diperkuat oleh teori ekologi politik Bryant & Bailey. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa penyelesaian konflik tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui pendekatan lintas sektor yang melibatkan dialog antaragama, pembangunan berbasis keadilan sosial, dan penguatan peran masyarakat lokal. Penelitian ini diharapkan menjadi kontribusi akademik sekaligus masukan kebijakan bagi pemangku kepentingan dalam merancang solusi jangka panjang yang lebih inklusif dan berkelanjutan di wilayah multikultural seperti Aceh Singkil.

Page 1 of 1 | Total Record : 3