cover
Contact Name
La Ode Liaumin Azim
Contact Email
alymelhamed09@uho.ac.id
Phone
+6282394631001
Journal Mail Official
itkavicennalppm@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Published by ITK Avicenna
ISSN : -     EISSN : 28295536     DOI : https://doi.org/10.69677/avicenna.v3i1
Core Subject : Health,
Jurnal ini memuat hasil-hasil peneltian dibidang sains dan kesehatan terutama pada fokus kesehatan masyarakat, epidemiologi, kesehatan kerja, kesehatan lingkungan, gizi, administrasi kesehatan, promosi kesehatan, kesehatan reproduksi, keperawatan, farmasi
Articles 163 Documents
Analisis Komunikasi Interpersonal Dokter dan Pasien dan Dampaknya terhadap Kepuasan Paisen di Puskesmas Wolo Kabupaten Kolaka Karamelka, Wartina; Salma, Wa Ode; Yuniar, Nani
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i2.359

Abstract

Latar Belakang: Komunikasi interpersonal antara dokter dan pasien merupakan faktor penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, khususnya di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Komunikasi yang kurang efektif dapat berdampak pada rendahnya kepuasan pasien serta menurunnya pemanfaatan layanan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi interpersonal dokter dan pasien serta dampaknya terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Wolo Kabupaten Kolaka. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci yang terdiri dari Kepala Puskesmas, Dokter Umum, dan Dokter Gigi, serta informan pendukung yang terdiri dari perawat, bidan, dan pasien yang berjumlah 20 orang. Teknik pengumpulan data dilengkapi dengan observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal dokter dan pasien di Puskesmas Wolo pada umumnya telah berlangsung secara dua arah melalui proses anamnesis, yang mencerminkan adanya keterbukaan dalam komunikasi. Namun, efektivitas komunikasi masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu pelayanan, beban kerja tenaga medis, serta kondisi psikologis dan perbedaan latar belakang pendidikan pasien. Unsur empati dan dukungan lebih dominan ditunjukkan oleh perawat dan bidan yang berperan sebagai penghubung komunikasi antara dokter dan pasien. Kesimpulan: Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi interpersonal merupakan komponen penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan primer. Oleh karena itu, penguatan kompetensi komunikasi tenaga kesehatan serta dukungan sistem pelayanan yang berorientasi pada pasien perlu terus ditingkatkan.
Determinan Faktor Sosial dan Klinis yang Berhubungan dengan Kejadian TB Paru pada Pasien HIV/AIDS di Puskesmas Lepo-lepo Sawitri, Putu Ayu; Salma, Wa Ode; Jumakil
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i2.361

Abstract

Latar Belakang: HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan global yang meningkatkan risiko infeksi oportunistik, termasuk tuberkulosis (TB) paru. Penurunan sistem imun pada pasien HIV menyebabkan meningkatnya kerentanan terhadap TB yang berkontribusi pada tingginya angka morbiditas dan mortalitas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor sosial (pengetahuan dan pekerjaan) serta faktor klinis (stadium klinis HIV/AIDS, kadar hemoglobin, status gizi, viral load, dan kepatuhan terapi antiretroviral/ARV) dengan kejadian TB paru pada pasien HIV/AIDS di Puskesmas Lepo-lepo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case-control. Sampel berjumlah 88 responden yang terdiri dari 44 kasus (HIV dengan TB paru) dan 44 kontrol (HIV tanpa TB paru). Analisis data dilakukan menggunakan uji bivariat dan regresi logistik multivariat. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan seluruh variabel berhubungan signifikan dengan kejadian TB paru, yaitu pengetahuan (OR=3,200; p=0,017), pekerjaan (OR=3,852; p=0,005), stadium klinis (OR=10,219; p=0,000), kadar hemoglobin (OR=4,143; p=0,003), status gizi (OR=7,286; p=0,000), viral load (OR=5,800; p=0,000), dan kepatuhan ARV (OR=7,111; p=0,000). Namun, hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh signifikan adalah stadium klinis (p=0,021), kadar hemoglobin (p=0,047), status gizi (p=0,049), viral load (p=0,013), dan kepatuhan ARV (p=0,005), sedangkan pengetahuan dan pekerjaan tidak signifikan. Variabel viral load merupakan faktor paling dominan dengan nilai Exp(B)=7,859. Kesimpulan: kejadian TB paru pada pasien HIV/AIDS dipengaruhi oleh faktor klinis dan perilaku, dengan viral load sebagai faktor dominan. Pengendalian viral load melalui kepatuhan terapi ARV, serta perbaikan status gizi dan kondisi klinis pasien menjadi langkah penting dalam pencegahan TB paru.
Kombinasi Aloe Vera Dan Edukasi Self-Care Kulit dalam Penurunan Pruritus pada Pasien Psoriasis: Studi Kasus Zakiya Fajri Wahyudi; Edi Purwanto
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i2.379

Abstract

Latar belakang: Psoriasis merupakan penyakit kulit inflamasi kronis yang sering disertai pruritus sehingga mengganggu kenyamanan dan kualitas hidup pasien. Aloe vera dan edukasi Self-care kulit dapat digunakan sebagai terapi komplementer untuk membantu mengurangi keluhan pruritus. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan mendeskripsikan perubahan tingkat pruritus pada pasien psoriasis setelah pemberian Aloe vera dan edukasi self-care kulit selama tiga minggu. Metode: Penelitian studi kasus dengan pendekatan one-subject pre–post intervention pada seorang perempuan usia 43 tahun dengan psoriasis dan pruritus. Intervensi berupa aplikasi gel Aloe vera 3 kali sehari dan edukasi Self-care kulit selama 3 minggu. Evaluasi menggunakan Self-care Diary, NRS, 12-PSS, dan sPGA. Hasil: Setelah intervensi, skor pruritus NRS menurun dari 7 (gatal berat) menjadi 2 (gatal ringan). Skor 12-PSS menurun dari 24 (sedang) menjadi 13 (ringan). Skor sPGA juga menurun dari 4 (marked) menjadi 1 (almost clear), yang menunjukkan adanya perbaikan klinis pada lesi kulit. Selain itu, terjadi peningkatan kualitas tidur, penurunan frekuensi garukan, serta meningkatnya kepatuhan pasien dalam melakukan self-care kulit. Kesimpulan: Kombinasi pemberian Aloe vera dan edukasi self-care kulit menunjukkan penurunan skor pruritus dan perbaikan kondisi klinis pasien psoriasis dalam waktu relatif singkat, sehingga berpotensi menjadi terapi komplementer dalam asuhan keperawatan.