cover
Contact Name
La Ode Liaumin Azim
Contact Email
alymelhamed09@uho.ac.id
Phone
+6282394631001
Journal Mail Official
itkavicennalppm@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Published by ITK Avicenna
ISSN : -     EISSN : 28295536     DOI : https://doi.org/10.69677/avicenna.v3i1
Core Subject : Health,
Jurnal ini memuat hasil-hasil peneltian dibidang sains dan kesehatan terutama pada fokus kesehatan masyarakat, epidemiologi, kesehatan kerja, kesehatan lingkungan, gizi, administrasi kesehatan, promosi kesehatan, kesehatan reproduksi, keperawatan, farmasi
Articles 177 Documents
Analisis Komunikasi Interpersonal Dokter dan Pasien dan Dampaknya terhadap Kepuasan Paisen di Puskesmas Wolo Kabupaten Kolaka Wartina Karamelka; Wa Ode Salma; Nani Yuniar
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i2.359

Abstract

Latar Belakang: Komunikasi interpersonal antara dokter dan pasien merupakan faktor penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, khususnya di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Komunikasi yang kurang efektif dapat berdampak pada rendahnya kepuasan pasien serta menurunnya pemanfaatan layanan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi interpersonal dokter dan pasien serta dampaknya terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Wolo Kabupaten Kolaka. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci yang terdiri dari Kepala Puskesmas, Dokter Umum, dan Dokter Gigi, serta informan pendukung yang terdiri dari perawat, bidan, dan pasien yang berjumlah 20 orang. Teknik pengumpulan data dilengkapi dengan observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal dokter dan pasien di Puskesmas Wolo pada umumnya telah berlangsung secara dua arah melalui proses anamnesis, yang mencerminkan adanya keterbukaan dalam komunikasi. Namun, efektivitas komunikasi masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu pelayanan, beban kerja tenaga medis, serta kondisi psikologis dan perbedaan latar belakang pendidikan pasien. Unsur empati dan dukungan lebih dominan ditunjukkan oleh perawat dan bidan yang berperan sebagai penghubung komunikasi antara dokter dan pasien. Kesimpulan: Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi interpersonal merupakan komponen penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan primer. Oleh karena itu, penguatan kompetensi komunikasi tenaga kesehatan serta dukungan sistem pelayanan yang berorientasi pada pasien perlu terus ditingkatkan.
Determinan Faktor Sosial dan Klinis yang Berhubungan dengan Kejadian TB Paru pada Pasien HIV/AIDS di Puskesmas Lepo-lepo Putu Ayu Sawitri; Wa Ode Salma; Jumakil
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i2.361

Abstract

Latar Belakang: HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan global yang meningkatkan risiko infeksi oportunistik, termasuk tuberkulosis (TB) paru. Penurunan sistem imun pada pasien HIV menyebabkan meningkatnya kerentanan terhadap TB yang berkontribusi pada tingginya angka morbiditas dan mortalitas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor sosial (pengetahuan dan pekerjaan) serta faktor klinis (stadium klinis HIV/AIDS, kadar hemoglobin, status gizi, viral load, dan kepatuhan terapi antiretroviral/ARV) dengan kejadian TB paru pada pasien HIV/AIDS di Puskesmas Lepo-lepo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case-control. Sampel berjumlah 88 responden yang terdiri dari 44 kasus (HIV dengan TB paru) dan 44 kontrol (HIV tanpa TB paru). Analisis data dilakukan menggunakan uji bivariat dan regresi logistik multivariat. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan seluruh variabel berhubungan signifikan dengan kejadian TB paru, yaitu pengetahuan (OR=3,200; p=0,017), pekerjaan (OR=3,852; p=0,005), stadium klinis (OR=10,219; p=0,000), kadar hemoglobin (OR=4,143; p=0,003), status gizi (OR=7,286; p=0,000), viral load (OR=5,800; p=0,000), dan kepatuhan ARV (OR=7,111; p=0,000). Namun, hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh signifikan adalah stadium klinis (p=0,021), kadar hemoglobin (p=0,047), status gizi (p=0,049), viral load (p=0,013), dan kepatuhan ARV (p=0,005), sedangkan pengetahuan dan pekerjaan tidak signifikan. Variabel viral load merupakan faktor paling dominan dengan nilai Exp(B)=7,859. Kesimpulan: kejadian TB paru pada pasien HIV/AIDS dipengaruhi oleh faktor klinis dan perilaku, dengan viral load sebagai faktor dominan. Pengendalian viral load melalui kepatuhan terapi ARV, serta perbaikan status gizi dan kondisi klinis pasien menjadi langkah penting dalam pencegahan TB paru.
Kombinasi Aloe Vera Dan Edukasi Self-Care Kulit dalam Penurunan Pruritus pada Pasien Psoriasis: Studi Kasus Zakiya Fajri Wahyudi; Edi Purwanto
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i2.379

Abstract

Latar belakang: Psoriasis merupakan penyakit kulit inflamasi kronis yang sering disertai pruritus sehingga mengganggu kenyamanan dan kualitas hidup pasien. Aloe vera dan edukasi Self-care kulit dapat digunakan sebagai terapi komplementer untuk membantu mengurangi keluhan pruritus. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan mendeskripsikan perubahan tingkat pruritus pada pasien psoriasis setelah pemberian Aloe vera dan edukasi self-care kulit selama tiga minggu. Metode: Penelitian studi kasus dengan pendekatan one-subject pre–post intervention pada seorang perempuan usia 43 tahun dengan psoriasis dan pruritus. Intervensi berupa aplikasi gel Aloe vera 3 kali sehari dan edukasi Self-care kulit selama 3 minggu. Evaluasi menggunakan Self-care Diary, NRS, 12-PSS, dan sPGA. Hasil: Setelah intervensi, skor pruritus NRS menurun dari 7 (gatal berat) menjadi 2 (gatal ringan). Skor 12-PSS menurun dari 24 (sedang) menjadi 13 (ringan). Skor sPGA juga menurun dari 4 (marked) menjadi 1 (almost clear), yang menunjukkan adanya perbaikan klinis pada lesi kulit. Selain itu, terjadi peningkatan kualitas tidur, penurunan frekuensi garukan, serta meningkatnya kepatuhan pasien dalam melakukan self-care kulit. Kesimpulan: Kombinasi pemberian Aloe vera dan edukasi self-care kulit menunjukkan penurunan skor pruritus dan perbaikan kondisi klinis pasien psoriasis dalam waktu relatif singkat, sehingga berpotensi menjadi terapi komplementer dalam asuhan keperawatan.
Analisis Faktor Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada Remaja Menggunakan Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC Rizka Aprilliana Sari; Rd. Halim; Ashar Nuzulul Putra; Marta Butar Butar
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i2.380

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit tidak menular dengan angka kematian tinggi di dunia. Remaja sebagai penentu kualitas hidup di masa depan rentan terhadap gaya hidup tidak sehat yang meningkatkan risiko kejadian DM tipe 2. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko dari risiko kejadian DM tipe 2 pada remaja SMA di wilayah kerja Puskesmas Pakuan Baru tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan metode oservasional analitik dengan pendekatan potong lintang (Cross-sectional). Sebanyak 183 siswa dilakukan skrining awal, dan 139 responden memenuhi kriteria analisis setelah proses data cleaning. Responden diwawancarai dengan kuesioner utama yaitu Finnih Diabetes Risk Factors (FINDRISC). Hasil: Hasil menunjukkan sebanyak 75,5% responden memiliki risiko DM tipe 2 yang sangat rendah dan sebanyak (24,5%) responden memiliki risiko DM tipe 2 yang sedikit meningkat-sangat tinggi. Dari hasil uji statistik bivariat Chi-Square didapat bahwa ada hubungan Jenis Kelamin (p-value 0,016 dan PR 2,21 (95% CI 1,19-4,10)), Pendapatan Orang Tua (p-value 0003 dan PR 3,01 (95% CI 1,41-6,45)), IMT (p-value 0,000 dan PR=5,45 (95% CI 3,02-9,83)), Lingkar Pinggang (p-value 0,000 PR= 16,25 (95% CI 7,40-35,7)), riwayat gula darah tinggi (p-value 0,045 dan PR= 3,27 (95% CI 1,71-6,22)), dan riwayat keluarga (p-value 0,000 dan PR= 2,98 (95% CI 1,67-5,35)). Sedangkan faktor yang tidak memiliki hubungan dengan risiko DM tipe 2 adalah Aktivitas Fisik (p-value 0,812 dan PR=0,878 (95% CI 0,49-1,57)) dan Konsumsi Sayur dan Buah (p-value 0,389 dan PR=1,45 (95% CI 0,71-2,94)). Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan risiko kejadian DM tipe 2 adalah jenis kelamin, pendapatan orang tua, IMT, lingkar pinggang, riwayat gula darah tinggi dan riwayat keluarga. Sementara itu, aktivitas fisik dan konsumsi sayur dan buah tidak menunjukkan hubungan.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Masalah Mental Emosional Anak Prasekolah (3 - 5 tahun) di TK Al - Kautsar Kecamatan Cikancung Anissa Puteri Ayu CIta Resmi Sang Dyah Pitaloka; Riana Pascawati; Yulinda; Sri Wisnu Wardani
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i2.181

Abstract

Latar belakang: Perkembangan psikologis anak di usia prasekolah rentan terganggu oleh persoalan mental emosional, yang jika tidak tertangani dapat membawa konsekuensi hingga masa depan mereka. Cara orang tua mengasuh menjadi salah satu unsur penentu bagaimana anak belajar mengatur emosi dan menampilkan perilakunya sehari-hari. Tujuan: Riset ini disusun guna mengungkap keterkaitan antara gaya pengasuhan orang tua dengan timbulnya persoalan mental emosional pada anak usia 3–5 tahun. Metode: Menggunakan desain cross-sectional, sebanyak 67 responden direkrut lewat simple random sampling. Pengukuran gaya pengasuhan memakai Parenting Style and Dimensions Questionnaire (PSDQ), sementara kondisi mental emosional anak dinilai lewat Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMME); data selanjutnya diuji memakai Chi-Square. Ditemukan bahwa gaya pengasuhan otoriter paling banyak dianut orang tua, sedangkan mayoritas anak berada pada kategori tanpa risiko masalah mental emosional. Hasil: Uji statistik mengonfirmasi keterkaitan yang bermakna antara gaya pengasuhan dengan kondisi mental emosional anak (p = 0,035); gaya otoriter dan permisif tercatat sebagai penyumbang terbesar munculnya persoalan tersebut. Simpulan: Merujuk pada hasil tersebut, orang tua dianjurkan beralih ke gaya pengasuhan demokratis yang menonjolkan keterbukaan komunikasi, kehadiran dukungan emosional, dan konsistensi aturan sebagai penunjang kesehatan emosi anak. Kata Kunci: anak prasekolah; masalah mental emosional; pola asuh orang tua
Analisis Mortalitas Penyakit dan Beban Ganda terhadap SDGs di Indonesia Ervira Dwiaprini As Syifa; Tarbiyah Nurjanah; Sri Utami Rizta; Andi Cahyono
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i1.261

Abstract

Latar belakang: Mortalitas merupakan indikator utama kesehatan masyarakat yang mencerminkan efektivitas sistem kesehatan dalam menangani penyakit. Indonesia saat ini menghadapi transisi epidemiologi dengan beban ganda penyakit, di mana penyakit menular masih menjadi penyebab kematian signifikan, sementara penyakit tidak menular terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyakit dengan mortalitas tertinggi di Indonesia berdasarkan data World Health Organization (WHO) Global Health Estimates tahun 2021 serta menganalisis relevansinya terhadap upaya peningkatan awareness masyarakat dan kebijakan kesehatan menuju pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan data sekunder yang dianalisis melalui pipeline Python. Hasil: Hasil menunjukkan lima penyebab kematian tertinggi yaitu COVID-19, stroke, penyakit jantung iskemik, tuberkulosis, dan sirosis hati. Temuan ini menegaskan adanya beban ganda penyakit di Indonesia serta perlunya strategi komprehensif untuk pengendalian penyakit menular sekaligus penguatan pencegahan penyakit tidak menular.. Simpulan: Data WHO 2021 dapat dijadikan baseline evidence dalam perencanaan program kesehatan, peningkatan awareness, dan evaluasi progres Indonesia dalam pencapaian SDGs 2030.
Pengaruh Mobilisasi Dini terhadap Tingkat Nyeri dan Kecepatan Pemulihan Fungsional Pasca Sectio Caesarea Dwiharini Puspitaningsih; Anndy Prastya; Fitria Wahyu Ariyanti; Novitasari
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i1.268

Abstract

Latar Belakang: Pembedahan sectio caesarea (SC) menimbulkan nyeri yang dapat menyebabkan ketakutan menggerakkan sendi dan membatasi aktivitas sehari-hari ibu. Nyeri post-SC dapat diatasi dengan teknik non-farmakologi, salah satunya mobilisasi dini. Mobilisasi dini penting untuk mengurangi nyeri dan mempercepat pemulihan agar ibu dapat beraktivitas normal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mobilisasi dini terhadap intensitas nyeri dan waktu pemulihan fungsional pada pasien post-SC di RS Arafah Anwar Medika, Sidoarjo. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental dengan rancangan time series. Sampel sebanyak 34 responden dipilih menggunakan simple random sampling, dibagi menjadi kelompok intervensi (17 responden) dan kelompok kontrol (17 responden). Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi Numeric Rating Scale (NRS) untuk nyeri dan pencatatan waktu pemulihan fungsional. Data dianalisis menggunakan uji Friedman. Hasil: Sebelum intervensi, seluruh responden mengalami nyeri berat. Setelah mobilisasi dini, seluruh responden kelompok intervensi mengalami nyeri ringan, sementara 14 responden (82,4%) di kelompok kontrol mengalami nyeri sedang. Waktu pemulihan fungsional pada kelompok intervensi seluruhnya 24 jam, sedangkan pada kelompok kontrol 9 responden (52,9%) memerlukan 48 jam. Hasil uji Friedman menunjukkan pengaruh signifikan mobilisasi dini terhadap intensitas nyeri (sig = 0,000 < 0,05) dan waktu pemulihan fungsional (sig = 0,002 < 0,05). Kesimpulan: Mobilisasi dini efektif mengurangi nyeri post-SC dan mempercepat pemulihan fungsional dengan mengurangi aktivasi mediator kimiawi yang meningkatkan respons nyeri. Intervensi ini membantu pasien kembali beraktivitas normal lebih cepat.
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN METODE EKSPOSITORI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PASIEN DIABETES MELITUS DALAM PENANGANAN HIPOGLIKEMIA DI PUSKESMAS PAMULANG amelia nurul hakim; Siti Chasani; Susi Dewi Asih Kusumawati; Gilang Rahmatullah; Tri Rahayuning1
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i1.301

Abstract

Latar Belakang: Kejadian diare pada anak di wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari Latar belakang: Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan berkelanjutan dan berisiko menimbulkan komplikasi akut, salah satunya hipoglikemia. Rendahnya pengetahuan pasien mengenai tanda, pencegahan, dan penanganan hipoglikemia meningkatkan risiko keterlambatan penanganan dan komplikasi serius. Promosi kesehatan dengan metode ekspositori, yang menyampaikan materi secara langsung, sistematis, dan terstruktur, dinilai efektif untuk meningkatkan pengetahuan pasien. Tujuan: Untuk mengetauhi pengaruh promosi kesehatan metode ekspositori terhadap peningkatan pengetahuan pasien Diabetes Melitus dalam penanganan hipoglikemia di Puskesmas Pamulang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Pre-Experimental Design dengan rancangan One Group Pretest–Posttest, yaitu pengukuran tingkat pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan promosi kesehatan metode ekspositori. Populasi penelitian adalah seluruh pasien Diabetes Melitus yang berkunjung ke Puskesmas Pamulang sebanyak 133 pasien. Sampel berjumlah 42 responden yang dipilih menggunakan consecutive sampling, sesuai kriteria inklusi. Intervensi dilakukan dalam satu sesi penyuluhan kelompok selama ±30–45 menit menggunakan metode ceramah terarah, diskusi, dan media leaflet. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan menggunakan kuesioner yang sama pada pretest dan posttest. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil analisis menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 11,07 menjadi 14,57. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan promosi kesehatan metode ekspositori terhadap peningkatan pengetahuan pasien. Implikasi: Promosi kesehatan metode ekspositori efektif digunakan sebagai strategi edukasi di pelayanan kesehatan primer untuk meningkatkan kesiapsiagaan pasien Diabetes Melitus dalam menangani hipoglikemia.
Efektivitas Pendidikan Kesehatan Melalui Video Animasi Terhadap Perubahan Pola Asuh Mengenai Penggunaan Gadget Prasekolah Yasmine Yasmine Az-zahra Fatihah; Sri Wisnu Wardani; Anita Megawati Fajrin
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i2.308

Abstract

Di era perkembangan teknologi ini banyak tantangan dalam pola asuh orang tua yang mempengaruhi perkembangan anak usia prasekolah yaitu penggunaan gadget yang berlebihan, karena dapat memengaruhi perkembangan sosial anak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis efektivitas pendidikan kesehatan melalui video animasi terhadap perubahan pola asuh orang tua mengenai penggunaan gadget pada anak prasekolah. Desain penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest control design. Pengumpulan data yang dilakukan melalui kuesioner. Sampel dalam penelitian ini yaitu 60 orang tua yang mempunyai anak usia prasekolah dan memberikan gadget pada anaknya di TK Paripurna Kota Cimahi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Berdasarkan hasil uji Chisquare terdapat efektivitas pendidikan kesehatan melalui video animasi terhadap perubahan pola asuh orang tua mengenai penggunaan gadget pada anak prasekolah dengan perubahan pola asuh demokratis pada kelompok perlakuan dengan nilai p-value=0,035. Disimpulkan bahwa terdapat efektivitas pendidikan kesehatan melalui video animasi terhadap perubahan pola asuh orang tua mengenai penggunaan gadget pada anak prasekolah.
Efektivitas Terapi Herbal Dalam Menurunkan Resistensi Insulin pada Policystic Ovary Syndrome (PCOS): A Systematic Review Ida Ayu Jayasri Setiadewi; Ni Kadek Diah Purnamayanti; Komang Alit Suriyasmini; Putu Windy Astuti; Ketut Widya Sari; Kadek Ayu Martini
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i2.351

Abstract

Latar belakang: Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) merupakan gangguan endokrin yang kompleks dan banyak dialami oleh wanita usia subur, dengan resistensi insulin (IR) sebagai salah satu komponen utama dalam patofisiologinya. Penggunaan terapi herbal sebagai alternatif atau komplementer untuk mengatasi IR pada PCOS semakin banyak diteliti karena dianggap lebih aman dan memiliki potensi efek farmakologis. Tujuan: Untuk mengevaluasi efektivitas berbagai jenis herbal dalam menurunkan resistensi insulin pada pasien dengan PCOS. Metode: Kajian ini merupakan tinjauan literatur sistematis dengan menggunakan pedoman PRISMA. Penelusuran dilakukan pada data base ScienceDirect, PubMed, dan Google Scholar dengan kata kunci yang relevan. Artikel yang diikutsertakan merupakan studi eksperimental dan RCT dalam lima tahun terakhir yang mengevaluasi efek intervensi herbal terhadap IR pada PCOS. Dari hasil penelusuran didapatkan total 8.190 artikel yang kemudian dilakukan hasil seleksi dengan menghilangkan duplikasi artikel dan menyesuaikan dengan kriteria inklusi yang telah disusun, hingga didapatkan 10 artikel (Pubmed = 5, Sciencedirect = 2, dan Google Scholar = 3). Hasil: dari 10 artikel yang direview, sebagian besar menunjukan bahwa herbal, seperti Moringa oleifera, Tinospora cordifolia, Rubus chingii, Liuwei Dihuang Pills, Woxuanzhongzhou Formula dan kombinasi herbal tertentu mampu menurunkan HOMA-IR, kadar insulin, dan meningkatkan sensitivitas insulin. Mekanisme kerja herbal meliputi aktivasi regulasi ekspresi gen metabolik, antiinflamasi, antioksidan, serta perbaikan mikrobiota usus. Namun, salah satu herbal berupa Banxia Xiexin Decoction tidak menunjukan hasil yang signifikan dalam menurunkan IR pada PCOS, yang kemungkinan disebabkan akibat pemberian dosis yang rendah dan durasi intervensi yang tidak memadai. Kesimpulan: Penggunaan herbal berpotensi sebagai terapi komplementer dalam mengatasi resistensi insulin pada PCOS dilihat dari beberapa herbal menunjukkan penurunan indeks HOMA IR. Namun penggunaan untuk memberikan efek klinis pada manusia perlu dilakukan penelitian klinis dan standarisasi lebih lanjut.