cover
Contact Name
La Ode Liaumin Azim
Contact Email
alymelhamed09@uho.ac.id
Phone
+6282394631001
Journal Mail Official
itkavicennalppm@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Published by ITK Avicenna
ISSN : -     EISSN : 28295536     DOI : https://doi.org/10.69677/avicenna.v3i1
Core Subject : Health,
Jurnal ini memuat hasil-hasil peneltian dibidang sains dan kesehatan terutama pada fokus kesehatan masyarakat, epidemiologi, kesehatan kerja, kesehatan lingkungan, gizi, administrasi kesehatan, promosi kesehatan, kesehatan reproduksi, keperawatan, farmasi
Articles 148 Documents
Pengaruh Wellnes Intervention Terapi Relaksasi Otot Progresif Pada Pasien Kanker Dengan Kemoterapi Widiarini, Luh Mutiara; Purnamayanti, Ni Kadek Diah; Juliani, Made
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i1.274

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyakit tidak menular yang telah menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Di Indonesia angka kejadian kasus meningkat mencapai 396.914 kasus dengan total kematian sebanyak 234.511 kasus pada tahun 2020. Faktor risiko termasuk mutasi genetik, usia, merokok, dan paparan bahan berbahaya. Penatalaksanaan kanker dapat dilakukan melalui pembedahan atau pembedahan, kemoterapi, radioterapi, terapi biologis sistem kekebalan tubuh dengan cara menggunakan agen biologis. Mual, muntah, cemas dan tegang, kelelahan, melemahnya sistem kekebalan tubuh, peningkatan risiko infeksi, suasana hati. perubahan, depresi, dan perasaan putus asa akibat kemoterapi pada pasien kanker dapat diberikan intervensi nonfarmakologis berupa teknik relaksasi otot progresif. Metode penelitian scoping review mengenai wellness intervention dan terapi otot progresif pada pasien kanker kemoterapi melibatkan pencarian sumber relevan, seleksi berdasarkan abstrak, analisis jenis penelitian dan intervensi, serta penyusunan ringkasan temuan kunci. Kriteria inklusi dan eksklusi diaplikasikan dengan cermat, menghasilkan 5 artikel yang memenuhi syarat untuk analisis kualitatif. Hasil penelitian mencakup karakteristik artikel yang berasal dari berbagai jurnal, dengan intervensi berupa teknik rilaksasi otot progresif melalui 15 gerakan dan pemberian kuesioner. Luaran intervensi diharapkan dapat mengurangi kecemasan, mual, muntah, dan stres pada pasien kanker kemoterapi. Ekstraksi data dilakukan untuk menyajikan informasi penting dari artikel-artikel yang relevan. Intervensi wellness dengan terapi otot progresif memberikan manfaat signifikan bagi pasien kanker kemoterapi, termasuk penurunan kecemasan, mengatasi mual, merilekskan tubuh, dan meningkatkan semangat. Peran perawat penting dalam memahami, menerapkan teknik relaksasi, dan memantau respons pasien serta efek samping kemoterapi. Monitoring yang cermat diperlukan untuk evaluasi dan penyesuaian perawatan
Hubungan Rumah Sehat dengan Kejadian ISPA pada Bayi yang Menyusu di Wilayah Puskesmas Talang Betutu Kota Palembang Hartini, Sri; Septiani, Rima; Eliyani, Yunita
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i1.280

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas pada bayi, terutama pada bayi yang masih menyusui. Faktor lingkungan, seperti debu, ventilasi yang buruk, asap rokok, dan kepadatan hunian, dapat meningkatkan risiko kejadian ISPA pada bayi. Rumah sehat, yang mengacu pada kondisi hunian yang memenuhi standar kesehatan, diyakini dapat berperan dalam pencegahan ISPA pada bayi. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengkaji hubungan rumah sehat dengan kejadian penyakit ISPA pada bayi yang menyusu. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah bayi yang berkunjung atau berobat pada bulan April- Mei tahun 2024 dengan sampel sebanyak 30 responden. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan orangtua mengenai kondisi rumah dan catatan medis bayi terkait kejadian ISPA. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik chi-square untuk melihat hubungan antara variabel-variabel rumah sehat dengan kejadian ISPA. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara debu (p=0,002), ventilasi (p=0,009), asap rokok (p=0,026), dan kepadatan hunian (p=0,024) dengan kejadian ISPA pada bayi yang menyusui. Faktor-faktor tersebut berperan penting dalam meningkatkan risiko ISPA pada bayi di wilayah tersebut. Kesimpulan: Kondisi rumah yang tidak memenuhi standar sehat, seperti adanya debu, ventilasi yang buruk, paparan asap rokok, dan kepadatan hunian yang tinggi, dapat meningkatkan risiko kejadian ISPA pada bayi yang masih menyusui. Oleh karena itu, upaya peningkatan kondisi rumah sehat perlu dilakukan untuk menurunkan kejadian ISPA pada bayi.
Pengaruh Faktor Iklim Terhadap Kejadian Demam Berdarah (DBD) di Jakarta Pusat Tahun 2014-2023 Muhaeminah, Nemi; Wulandari, Ririn Arminsih
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i1.282

Abstract

World Health Organization (WHO) documented a ten-fold surge in reported cases worldwide increasing from 500 000 to 5.2 million. In Indonesia, the increase from 2018 to 2022 includes 440 cases (85,6%) in 2018, rising to 484 cases in 2022. Meanwhile, in Central Jakarta there has been an increase in cases, in 2018 they’re 112 case increase 752 Dengue Fever cases in 2022. Purpose: This study aims to analyze the impact climatic factors (air temperature, humidity, rainfall, and wind direction) on dengue fever cases in Central Jakarta. Methods: This research method uses a time-trend ecological study design with the inclusion criteria of cities that have weather monitoring stations from the Climatology and Geophysics Meteorology Agency. Results: The climatic factors that influence of Dengue Fever in Central Jakarta from Januari 2014 to December 2023 are as follows : humadity with p value 0,02<0,05 has positive correlation coefficient (r=0,210). The duration of sunlight has a weak negative correlation with DF incidence (r= -0,185) ad shows a significant with p value 0,044. In contrast, the temperature variable has a very weak positive correlation with DF incidence (r=0,003) and is not signification related (p=0,977). Rainfall has a weak positive correlation with DF incidence (r=0,141) and is not significant (p=0,123). Wind direction shows a weak positive correlation (r=0,126) and is not significant (p=0,170). Wind speed has a very weak negative correlation (r= -0,089) and is not significantly related p=0,336. Conclusion: The increase in population is accompanied by an increase in dengue cases. Climatic factors in this case humidity, rainfall, and wind direction have a significant effect on the incidence of DHF.
Paparan Stresor Tidak Terprediksi Secara Kronis Meningkatkan Perilaku Depresi dan Rasio Neutrofil Limfosit Tikus Sitanggang, Fajar Islam; Elpita Tarigan; Sindi Farhana
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i1.284

Abstract

Latar Belakang: Stres kronis telah diakui sebagai faktor penting pada gangguan depresi, Dampaknya tidak hanya pada aspek perilaku tetapi juga pada fungsi fisiologis. Paparan stres yang berlangsung lama dapat mengganggu regulasi emosi dan motivasi, memicu perubahan pada sistem imun memebentuk kondisi inflamasi sistemik. Dalam konteks tersebut, penggunaan model hewan eksperimental menjadi pendekatan penting untuk memahami perilaku depresi serta keterkaitannya dengan respons biologis yang menyertainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek paparan stres kronis tidak terprediksi terhadap perilaku menyerupai depresi dan status inflamasi sistemik pada tikus. Metode: Penelitian ini menggunakan tikus jantan Sprague Dawley, yang dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok kontrol normal dan kelompok tikus terpapar stres kronis. Metode paparan stress merupakan metode stress kronis yang dimodifikasi dari beberapa penelitia sebelumnya. Kelompok stres dipaparkan empat jenis stresor secara acak satu kali setiap hari selama 28 hari untuk mencegah adaptasi terhadap stres. Perilaku menyerupai depresi dievaluasi melalui uji nest building dan uji spontaneous grooming, yang merefleksikan tingkat motivasi, perilaku perawatan diri, serta kondisi afektif hewan. Status inflamasi sistemik dinilai melalui pengukuran rasio neutrofil terhadap limfosit dari darah perifer. Analisis statistik dilakukan untuk membandingkan antara kelompok kontrol dan kelompok stres. Hasil: Paparan stres kronis tidak terprediksi menyebabkan gangguan perilaku yang nyata pada tikus. Tikus kelompok stres menunjukkan penurunan signifikan skor nest building, mengindikasikan berkurangnya motivasi dan perilaku berorientasi tujuan. Tikus stress menunjukkan peningkatan waktu latensi grooming disertai penurunan durasi grooming, mengindikasikan gangguan perilaku perawatan diri. Kelompok stres juga menunjukkan peningkatan rasio neutrofil terhadap limfosit, menunjukkan aktivasi respons inflamasi sistemik akibat stres berkepanjangan. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa paparan stres kronis tidak terprediksi mampu menginduksi perubahan perilaku menyerupai depresi yang disertai dengan peningkatan marker inflamasi perifer pada tikus. Hasil ini memperkuat validitas model stres kronis sebagai pendekatan eksperimental untuk merepresentasikan keterkaitan antara disfungsi perilaku dan disregulasi imun yang berasosiasi dengan kondisi depresi
Implementasi Promosi Kesehatan dan Keselamatan Kerja Bagi Karyawan Perusahaan Xx di Lampung Tahun 2025 Rosita, Yeni; Sapta, Wibowo Ady
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i1.288

Abstract

Latar Belakang: Salah satu perusahaan pengolahan singkong menjadi tepung tapioka yang juga merupakan lahan praktik mahasiswa Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Kesehatan Lingkungan memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan promosi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Namun, implementasinya masih menghadapi kendala yang berpengaruh terhadap efektivitas. Survei awal mencatat 22 kasus kecelakaan kerja sepanjang tahun 2024, dengan sebagian pekerja mengaku tidak nyaman menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), sehingga enam dari sepuluh pekerja yang diwawancarai tidak menggunakannya secara lengkap. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi promosi K3 berdasarkan kerangka Ottawa Charter serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi. Metode: penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi, dengan pemilihan subjek menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan K3 telah menegaskan komitmen perusahaan melalui kebijakan penggunaan APD. Namun, masih diperlukan penguatan dalam aspek lingkungan kerja, layanan promotif–preventif, pemerataan pelatihan, serta peningkatan partisipasi pekerja untuk membangun budaya kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan. Kesimpulan: penerapan K3 sudah berjalan namun masih memerlukan perbaikan pada aspek lingkungan, promosi preventif, pelatihan, dan keterlibatan pekerja
Evaluasi Program PMT Lokal Terhadap Perubahan Z-Score BB/U Balita Afifah, Nur; Effendy, Devi Savitri; Asriati
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i1.294

Abstract

Latar Belakang: Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan status gizi balita, terutama di daerah pesisir. Namun, efektivitasnya terhadap peningkatan Z-score berat badan per umur (BB/U) masih perlu dievaluasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh PMT berbasis pangan lokal terhadap perubahan Z-score BB/U balita serta hubungannya dengan kepatuhan konsumsi dan asupan energi dan protein. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan sampel 86 balita berusia 12–59 bulan. Data Z-score BB/U dikumpulkan sebelum dan sesudah intervensi. Kepatuhan konsumsi PMT serta asupan energi dan protein harian dicatat. Analisis statistik nonparametrik dilakukan menggunakan uji Wilcoxon, Mann–Whitney, dan korelasi Spearman. Hasil: Sebagian besar balita menunjukkan peningkatan Z-score BB/U setelah intervensi, namun perbedaan ini tidak signifikan secara statistik (Z = −1,096; p = 0,273). Tidak terdapat perbedaan bermakna pada perubahan Z-score BB/U berdasarkan kepatuhan konsumsi PMT (U = 772,5; p = 0,114). Korelasi Spearman menunjukkan hubungan negatif lemah antara asupan energi dan perubahan Z-score BB/U (r = −0,246; p = 0,022), sedangkan asupan protein tidak berhubungan dengan perubahan Z-score (r = 0,004; p = 0,969). Kesimpulan: PMT berbasis pangan lokal cenderung meningkatkan status gizi balita secara deskriptif, tetapi efektivitasnya dipengaruhi oleh durasi intervensi, kepatuhan konsumsi, kualitas asupan rumah tangga, dan faktor kesehatan serta sosial ekonomi. Disarankan agar PMT diberikan dalam durasi lebih panjang, disertai edukasi gizi, pemantauan konsumsi, dan perbaikan pola makan keluarga untuk meningkatkan dampak pada status gizi balita.
Karakterisasi dan Aktivitas Antibakteri Nanoemulsi Ekstrak Etanol Propolis Trigona Itama terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Ramadhan, Wahyu; Veni Dwi Lestari; Dela Agung Septriady; Sabrina Hayati
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i1.297

Abstract

Latar Belakang: Jerawat merupakan salah satu masalah dermatologis yang sering dijumpai dan berhubungan dengan kolonisasi bakteri anaerob gram positif Propionibacterium acnes pada folikel sebasea. Penggunaan terapi antimikroba sintetis jangka panjang dapat menimbulkan efek samping dan resistensi, sehingga diperlukan alternatif alami yang lebih aman. Propolis yang berasal dari lebah Trigona itama diketahui memiliki aktivitas antibakteri, tetapi kelarutannya yang rendah membatasi efektivitas terapeutiknya. Teknologi nanoemulsi berpotensi meningkatkan kelarutan, stabilitas, dan bioavailabilitas senyawa bioaktif dalam propolis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengarakterisasi formulasi nanoemulsi ekstrak etanol propolis Trigona itama dan mengevaluasi aktivitas antibakterinya terhadap Propionibacterium acnes. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post test only control group. Nanoemulsi disusun dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol Trigona itama dan diuji aktivitas antibakterinya menggunakan metode difusi agar dengan mengukur diameter zona hambat terhadap Propionibacterium acnes. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Post Hoc Tamhane untuk mengetahui perbedaan antar kelompok perlakuan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formulasi nanoemulsi memberikan efek antibakteri yang kuat dengan diameter zona hambat masing-masing sebesar 20,05 mm, 22,01 mm, dan 24,05 mm. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan (p < 0,05), yang mengindikasikan peningkatan aktivitas antibakteri seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak dalam nanoemulsi. Kesimpulan: nanoemulsi ekstrak etanol propolis Trigona itama memiliki aktivitas antibakteri yang signifikan terhadap Propionibacterium acnes dan berpotensi dikembangkan sebagai alternatif alami untuk terapi jerawat.
Pengaruh Edukasi Telenursing Terhadap Pengetahuan Kader Posyandu Tentang Kepatuhan Terapi Diabetes Melitus dan Hipertensi di Desa Panji Jyoti, Kadek Julia Chandra; Pradiptha, I Dewa Agung Gde Fanji; Wijana, I Ketut
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i1.303

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan dalam pelayanan kesehatan, khususnya pada penatalaksanaan penyakit kronis seperti diabetes melitus dan hipertensi. Prevalensi kedua penyakit tersebut di Indonesia masih tergolong tinggi, sementara tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani terapi jangka panjang masih rendah sehingga berisiko menimbulkan komplikasi. Kader posyandu memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat komunitas, namun keterbatasan pengetahuan dan pemanfaatan teknologi digital menyebabkan peran tersebut belum optimal. Edukasi telenursing menjadi salah satu pendekatan inovatif yang berpotensi meningkatkan pengetahuan kader posyandu dalam mendukung kepatuhan terapi pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi telenursing terhadap pengetahuan kader posyandu tentang kepatuhan terapi pasien diabetes melitus dan hipertensi di Desa Wisata Panji. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one-group pretest–posttest. Sampel penelitian terdiri dari 68 kader posyandu yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan terstruktur, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan kader posyandu setelah diberikan edukasi telenursing. Analisis statistik menunjukkan perbedaan yang bermakna antara skor pretest dan posttest, yang menandakan bahwa edukasi telenursing berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan kader posyandu mengenai kepatuhan terapi pasien diabetes melitus dan hipertensi. Kesimpulan: Edukasi telenursing berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan kader posyandu dalam mendukung kepatuhan terapi pasien diabetes melitus dan hipertensi. Intervensi ini dapat digunakan sebagai strategi efektif untuk memperkuat peran kader dalam pengelolaan penyakit kronis di tingkat komunitas.