cover
Contact Name
Nasrudin
Contact Email
anazhaitami@uinsgd.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
anazhaitami@uinsgd.ac.id
Editorial Address
Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Cimincrang, Panyileukan Kecamatan Gedebage, Kota Bandung Telp./Hp. 082240015474
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Islamic Law (EJIL)
ISSN : -     EISSN : 3031951X     DOI : 10.15575/ejil.v1i1
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) adalah Jurnal pengembangan Hukum Islam yang diterbitkan pertama kali oleh Program Doktor Hukum Islam Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Terbit setiap enam bulan sekali sebagai media publikasi artikel ilmiah pada Bidang Hukum Islam. Isi atau artikel yang dimuat dalam Jurnal ini tidak mencerminkan pandangan dan pemikiran redaksi atau institusi.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 56 Documents
Reformasi Dialektis Hukum Perkawinan dan Kewarisan di Republik Islam Iran Erfani Erfani; Siah Khosyi’ah
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 4 No. 1 (2026): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v4i1.2085

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis corak dan pola reformasi hukum perkawinan dan kewarisan di Iran, sekaligus mengidentifikasi bentuk perubahan normatif dan institusional yang berkembang. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan yuridis-normatif terkait hukum perkawinan dan kewarisan di Iran yang mencerminkan integrasi antara nilai-nilai Islam yang eksklusif dan tantangan serta tuntutan modernisasi yang masif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reformasi hukum keluarga di Iran merepresentasikan dialektika antara prinsip-prinsip fikih Ja‘fari sebagai basis ideologis negara dan tuntutan modernisasi, termasuk isu kesetaraan gender, perlindungan hak perempuan, dan nilai-nilai kemanusiaan universal. Reformasi di bidang perkawinan telah diakomodasi secara formal dalam Civil Code Iran melalui berbagai penyesuaian regulatif, sedangkan dalam bidang kewarisan perubahan cenderung bersifat interpretatif dan yurisprudensial melalui fatwa walāyat al-faqīh dan putusan pengadilan, tanpa revisi eksplisit terhadap teks undang-undang. Pola ini menunjukkan karakter khas sistem hukum Iran yang teokratis-konstitusional, di mana otoritas keagamaan memainkan peran strategis dalam pembaruan hukum keluarga. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian komparatif hukum keluarga Islam dengan memetakan karakter reformasi yang otoritatif, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan sosial-politik kontemporer di Iran.
Nilai Perlindungan dan Risiko Takaful Perspektif Hadis Ekonomi Asep Supriyatna
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 4 No. 1 (2026): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v4i1.2015

Abstract

Perkembangan asuransi syariah (takaful) sebagai instrumen pengelolaan risiko dalam ekonomi Islam menuntut landasan normatif yang lebih kokoh, khususnya dari perspektif hadis yang selama ini masih terbatas dikaji secara konseptual. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai perlindungan dan risiko dalam takaful berdasarkan hadis ekonomi guna memperkuat legitimasi teoretis dan relevansinya dalam konteks modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif (yuridis-normatif) dengan menelaah hadis-hadis terkait konsep risiko, tanggung jawab, dan tolong-menolong (ta’awun), serta literatur fikih dan ekonomi syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis memandang risiko sebagai instrumen yang harus dikelola melalui prinsip solidaritas kolektif, keadilan, dan perlindungan terhadap harta dan jiwa yang sejalan dengan mekanisme risk sharing dalam takaful dan tujuan maqashid syariah. Penelitian ini menawarkan kebaruan melalui pendekatan reinterpretatif terhadap hadis ekonomi dalam membangun teori risiko Islam yang lebih sistematis. Adapun kontribusinya adalah membuka arah baru penelitian yang tidak hanya normatif, tetapi juga transformatif dalam merumuskan model asuransi syariah berbasis nilai.
Penguatan Prinsip Ijarah dalam Freelancing Syariah Melalui Trust-Based Decision Theory (Teori Pengambilan Keputusan Berbasis Kepercayaan) Nisa Raudatul Janah
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 4 No. 1 (2026): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v4i1.2035

Abstract

Perkembangan ekonomi digital telah melahirkan ekosistem freelancing yang semakin kompleks, namun belum sepenuhnya didukung oleh kerangka syariah yang sistematis, khususnya dalam penerapan akad ijarah dan aspek kepercayaan dalam pengambilan keputusan. Kondisi ini memunculkan tantangan berupa ketidakpastian kontrak, asimetri informasi, dan lemahnya trust antarpelaku dalam ekosistem freelancing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memperkuat prinsip ijarah dalam ekosistem freelancing syariah melalui Trust-Based Decision Theory (teori pengambilan keputusan berbasis kepercayaan). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan normatif dengan analisis terhadap literatur fikih muamalah, konsep ijarah, serta teori kepercayaan dalam ekonomi modern yang kemudian dikontekstualisasikan dalam praktik freelancing digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akad ijarah memiliki kesesuaian mendasar dengan praktik freelancing, terutama dalam aspek kejelasan manfaat, upah, dan tanggung jawab, sementara kepercayaan berfungsi sebagai elemen kunci dalam mengurangi risiko dan meningkatkan kualitas keputusan antarpihak. Integrasi keduanya menghasilkan model konseptual freelancing syariah yang lebih transparan, adil, dan adaptif terhadap dinamika ekonomi digital.
Peran Strategis Baitul Maal wa Tamwil dalam Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Perspektif Maqashid Syariah Agus Ahmad Nasrulloh; Budiman Budiman; Kadar Nurjaman
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 4 No. 1 (2026): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v4i1.2046

Abstract

Peran Baitul Maal wa Tamwil (BMT) sebagai lembaga keuangan mikro syariah semakin strategis dalam mendorong pemberdayaan sumber daya manusia di tengah tantangan ekonomi modern yang ditandai dengan ketimpangan akses, keterbatasan kapasitas, dan rendahnya kualitas SDM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis BMT dalam pemberdayaan sumber daya manusia dengan menggunakan perspektif maqashid syariah sebagai kerangka analisis utama. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan normatif dengan menelaah literatur terkait BMT, pemberdayaan SDM, dan konsep maqashid syariah, kemudian dianalisis secara konseptual dalam konteks praktik kelembagaan BMT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BMT memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kualitas SDM melalui pembiayaan produktif, pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha, dan penguatan nilai spiritual serta etika kerja yang selaras dengan tujuan maqashid syariah dalam menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Namun, efektivitas peran tersebut masih menghadapi tantangan pada aspek kapasitas kelembagaan dan kualitas SDM internal. Penelitian ini menawarkan kebaruan melalui pendekatan pemberdayaan SDM berbasis maqashid syariah yang memposisikan BMT sebagai sarana pengembangan manusia secara menyeluruh, melampaui orientasi ekonomi semata.
Pengembangan Sumber Daya Manusia Unggul Melalui Transformasi Digital Berbasis Ekonomi Islam Asep Hasan Sulaeman
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 4 No. 1 (2026): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v4i1.2063

Abstract

Transformasi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai sektor ekonomi, termasuk ekonomi Islam, yang dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai syariah. Kondisi ini menempatkan sumber daya manusia sebagai faktor utama dalam menentukan keberhasilan, terutama di tengah rendahnya literasi digital, kesenjangan kompetensi, dan kebutuhan terhadap tenaga kerja yang adaptif serta berintegritas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengembangan sumber daya manusia unggul melalui transformasi digital berbasis ekonomi Islam dengan menekankan integrasi antara kompetensi teknologi dan nilai-nilai syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif dengan metode penelitian deskriptif-analitis melalui kajian literatur terhadap konsep transformasi digital, pengembangan sumber daya manusia, dan prinsip ekonomi Islam dari berbagai sumber ilmiah, buku, serta regulasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital dalam ekonomi Islam tidak hanya menuntut penguasaan teknologi, tetapi juga penguatan etika, profesionalisme, amanah, dan tanggung jawab sosial sebagai bagian dari pembangunan manusia. Pengembangan SDM unggul dilakukan melalui peningkatan literasi digital, inovasi pendidikan, penguatan kompetensi berbasis teknologi, dan internalisasi nilai maqashid syariah dalam aktivitas ekonomi digital. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi konseptual dalam pengembangan strategi SDM ekonomi Islam yang adaptif terhadap era digital dan tetap berlandaskan prinsip-prinsip syariah.
Strategi Pengembangan Pembiayaan Berbasis Musyarakah Mutanaqisah pada Lembaga Keuangan Syariah Ira Laksana Dewi; Oyo Sunaryo Mukhlas
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 4 No. 1 (2026): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v4i1.2078

Abstract

Perkembangan industri keuangan yang semakin kompetitif menuntut lembaga keuangan syariah untuk menghadirkan strategi pembiayaan yang inovatif, adaptif, dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Salah satu model pembiayaan yang dinilai memiliki prospek strategis adalah Musyarakah Mutanaqisah (MMQ), yaitu akad kemitraan dengan mekanisme pengurangan porsi kepemilikan secara bertahap antara lembaga keuangan dan nasabah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan pembiayaan berbasis Musyarakah Mutanaqisah pada lembaga keuangan syariah dan mengidentifikasi peluang serta tantangan implementasinya dalam mendukung penguatan industri keuangan syariah modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif dengan metode deskriptif-analitis dan jenis data kualitatif. Data diperoleh melalui studi kepustakaan yang bersumber dari jurnal ilmiah, buku, fatwa DSN-MUI, peraturan, dan literatur terkait pembiayaan Musyarakah Mutanaqisah pada lembaga keuangan syariah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan dianalisis secara sistematis untuk memahami strategi pengembangan serta implementasi akad MMQ dalam lembaga keuangan syariah modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pembiayaan berbasis MMQ dapat dilakukan melalui optimalisasi inovasi produk, digitalisasi layanan keuangan, penguatan manajemen risiko, peningkatan literasi masyarakat, serta penyesuaian regulasi yang mendukung implementasi akad secara efektif dan berkelanjutan. Selain itu, akad MMQ memiliki keunggulan dalam menciptakan sistem pembiayaan yang lebih adil, transparan, dan berbasis kemitraan dibandingkan dengan pembiayaan konvensional berbasis utang, sehingga mampu meningkatkan kepercayaan dan minat masyarakat terhadap produk keuangan syariah. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan pemahaman akademik mengenai strategi pengembangan pembiayaan berbasis Musyarakah Mutanaqisah sekaligus menjadi referensi bagi lembaga keuangan syariah dalam mengembangkan produk pembiayaan yang inovatif, kompetitif, dan selaras dengan prinsip maqashid syariah.
Kajian Normatif Regulasi Murābaḥah pada Lembaga Keuangan Syariah Indonesia Rahmat Hidayat
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 4 No. 1 (2026): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v4i1.2086

Abstract

Penelitian ini membahas secara komprehensif regulasi Murābaḥah (المرابحة) di Indonesia dalam perspektif hukum Islam dan hukum positif nasional. Murābaḥah, sebagai salah satu bentuk ‘aqd al-bay‘ (عقد البيع), merupakan akad jual beli yang dilakukan dengan menyebutkan harga pokok dan keuntungan yang disepakati. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif dengan metode penelitian deskriptif-analitis. Adapun fokus kajian tertuju pada sinkronisasi antara al-aḥkām al-shar’iyyah (الأحكام الشرعية) dengan al-qawānīn al-waḍ’iyyah (القوانين الوضعية), serta problem implementasi yang muncul dalam praktik lembaga keuangan Syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif, regulasi Murābaḥah telah diakomodasi dalam fatwa DSN-MUI, Undang-Undang Perbankan Syariah, serta regulasi dari OJK dan Bank Indonesia. Namun, implementasi di lapangan masih menghadapi sejumlah permasalahan, seperti ketidaksesuaian antara bentuk dan substansi akad, kepemilikan barang yang tidak riil, serta penetapan margin yang menyerupai bunga. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pengawasan syariah (al-raqabah al-shar’iyyah), peningkatan literasi nasabah, dan komitmen etis dari lembaga keuangan syariah agar praktik Murābaḥah tetap berada dalam koridor al-sharī’ah dan mencerminkan prinsip al-‘adālah (العدالة) dan al-amānah (الأمانة) dalam transaksi keuangan Islam.
Regulasi Ijarah Muntahiyyah Bi Tamlik dalam Penguatan Industri Keuangan Syariah Nasional Mohammad Syarifuddin Amarullah
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 4 No. 1 (2026): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v4i1.2089

Abstract

Transformasi dan pertumbuhan industri keuangan syariah di Indonesia telah mendorong pengembangan berbagai instrumen pembiayaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan masyarakat akan layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Dalam praktik lembaga keuangan syariah, Ijarah Muntahiyyah Bi Tamlik dikenal sebagai akad pembiayaan yang menggabungkan pemanfaatan aset melalui mekanisme sewa dengan janji pengalihan kepemilikan kepada penyewa setelah seluruh kewajiban selama masa akad terpenuhi. Peningkatan penggunaan akad ini menuntut kepastian hukum dan harmonisasi regulasi agar implementasinya tetap sesuai dengan prinsip syariah dan ketentuan hukum nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dasar hukum dan harmonisasi regulasi Ijarah Muntahiyyah Bi Tamlik dalam sistem hukum Indonesia, khususnya terkait fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) dan peraturan perundang-undangan yang mengatur lembaga keuangan syariah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan normatif, didukung oleh studi kepustakaan terhadap berbagai sumber hukum primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan Ijarah Muntahiyyah Bi Tamlik telah memperoleh landasan hukum yang memadai melalui Fatwa DSN-MUI Nomor 27/DSN-MUI/III/2002, Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, dan berbagai regulasi yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Namun, implementasinya masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain inkonsistensi penerapan akad oleh lembaga keuangan, rendahnya tingkat literasi masyarakat terhadap produk pembiayaan syariah, dan belum optimalnya fungsi pengawasan terhadap kepatuhan syariah. Karena itu, diperlukan penguatan harmonisasi regulasi, peningkatan efektivitas pengawasan, dan edukasi masyarakat secara berkelanjutan guna mendukung kepastian hukum, memperkuat kepercayaan publik, serta mengoptimalkan peran Ijarah Muntahiyyah Bi Tamlik dalam pengembangan industri keuangan syariah di Indonesia.
Dinamika Hukum Islam dalam Pengaturan Perkawinan dan Kewarisan di Turki Perspektif Pluralisme Hukum Idawati Idawati; Siah Khosyi’ah; Oyo Sunaryo Mukhlas
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 4 No. 2 (2026): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v4i2.2098

Abstract

Transformasi hukum keluarga di Turki memperlihatkan perubahan mendasar dari sistem hukum yang berakar pada tradisi Islam menuju sistem hukum sipil yang berorientasi pada sekularisme. Sejak diberlakukannya Turkish Civil Code pada 1926, pengaturan perkawinan dan kewarisan tidak lagi didasarkan pada hukum Islam sebagai sumber hukum formal. Perubahan tersebut tidak serta-merta menghilangkan pengaruh agama dalam kehidupan keluarga, karena nilai dan praktik keagamaan masih dapat ditemukan dalam pilihan perkawinan, pelaksanaan ritual, hubungan keluarga, kepemilikan, dan pembagian harta warisan. Kondisi ini menimbulkan persoalan mengenai perubahan posisi dan bentuk keberlakuan hukum Islam dalam sistem hukum Turki kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika hukum Islam dalam pengaturan perkawinan dan kewarisan di Turki serta mengidentifikasi bentuk interaksinya dengan hukum negara dan praktik keagamaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode deskriptif-analitis. Data berupa bahan hukum primer, sekunder, dan literatur hukum Islam dianalisis secara kualitatif melalui pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum Islam telah kehilangan kedudukan sebagai sumber hukum formal dalam pengaturan perkawinan dan kewarisan, tetapi tidak sepenuhnya kehilangan daya normatif dalam kehidupan masyarakat. Norma keagamaan tetap berperan melalui praktik sosial, pilihan keluarga, dan konstruksi nilai-nilai dalam masyarakat. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas kajian hukum Islam kontemporer dengan menunjukkan bahwa sekularisasi hukum dapat mengubah bentuk keberlakuan hukum Islam tanpa sepenuhnya menghapus eksistensinya dalam masyarakat.
Landasan Teoritis dan Filosofis Motivasi Ekonomi terhadap Tujuan Sosial dalam Sistem Ekonomi Syariah Muhamad Afif Sholahudin; Ayi Yunus Rusyana
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 4 No. 1 (2026): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v4i1.2104

Abstract

Landasan filosofis dan teoritis suatu sistem ekonomi pada dasarnya mencerminkan orientasi, tujuan, serta nilai yang melandasi aktivitas ekonomi di dalamnya. Penelitian ini mengkaji relasi antara nilai spiritual dan tujuan sosial dalam sistem ekonomi syariah melalui analisis terhadap landasan filosofis dan teoritis yang membentuk motivasi ekonomi serta tujuan kolektif dalam perspektif Islam. Ekonomi syariah tidak hanya menempatkan aspek material sebagai orientasi utama, tetapi juga mengintegrasikan nilai etika, moral, dan spiritual ke dalam aktivitas ekonomi untuk menciptakan sistem yang adil dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana sinergi antara motivasi individu yang berlandaskan prinsip-prinsip Islam dengan tujuan sosial kolektif, yang diwujudkan melalui mekanisme redistribusi seperti zakat, infak, dan wakaf, dapat membangun sistem ekonomi yang inklusif, seimbang, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif dengan metode deskriptif-analitis, sedangkan jenis data yang digunakan adalah data kualitatif yang diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap sumber primer dan sekunder, termasuk literatur ekonomi Islam, teori motivasi modern, jurnal ilmiah, serta referensi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara dimensi material dan spiritual dalam ekonomi syariah mampu membentuk perilaku ekonomi yang lebih etis, memperkuat solidaritas sosial, serta mendorong distribusi kekayaan yang lebih adil. Penelitian ini juga menemukan bahwa penguatan nilai spiritual dalam aktivitas ekonomi berkontribusi terhadap terciptanya stabilitas ekonomi dan kesejahteraan sosial yang berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi kerangka konseptual bagi akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan sistem ekonomi syariah yang lebih humanis, adaptif, dan responsif terhadap tantangan ekonomi global kontemporer.