cover
Contact Name
Nasrudin
Contact Email
anazhaitami@uinsgd.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
anazhaitami@uinsgd.ac.id
Editorial Address
Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Cimincrang, Panyileukan Kecamatan Gedebage, Kota Bandung Telp./Hp. 082240015474
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Islamic Law (EJIL)
ISSN : -     EISSN : 3031951X     DOI : 10.15575/ejil.v1i1
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) adalah Jurnal pengembangan Hukum Islam yang diterbitkan pertama kali oleh Program Doktor Hukum Islam Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Terbit setiap enam bulan sekali sebagai media publikasi artikel ilmiah pada Bidang Hukum Islam. Isi atau artikel yang dimuat dalam Jurnal ini tidak mencerminkan pandangan dan pemikiran redaksi atau institusi.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 41 Documents
PENGUATAN PILAR TAUHID DAN KEADILAN DALAM MEMBANGUN EKONOMI SYARIAH YANG RESPONSIF TERHADAP TANTANGAN EKONOMI GLOBAL Ridwan, Irwan Fauzy
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 3 No. 2 (2025): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v3i2.1962

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kembali fondasi konseptual ekonomi syariah dengan menekankan penguatan nilai-nilai tauhid dan keadilan sebagai pilar utama dalam merespons tantangan ekonomi global yang semakin kompleks. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan normatif, studi ini menganalisis sumber-sumber primer hukum Islam (Al-Qur’an dan Hadis) serta literatur lainnya yang berhubungan dengan ekonomi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan tauhid tidak hanya mencerminkan aspek teologis, tetapi juga membentuk kerangka moral dan etis dalam pengambilan keputusan ekonomi. Prinsip keadilan yang berlandaskan maqasid syariah menjadi dasar untuk menciptakan sistem ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan. Penelitian ini berupaya memadukan antara tauhid dengan keadilan dalam membangun ekonomi syariah yang responsif terhadap dinamika global seperti krisis ekonomi, ketimpangan sosial, dan disrupsi teknologi. Sehingga diharapkan dapat membuka arah baru untuk riset lanjutan mengenai implementasi nilai-nilai ketauhidan dalam kebijakan ekonomi dan sektor keuangan Islam.
KEADILAN ISLAM DAN POLITIK EKONOMI HILIRISASI NIKEL DI INDONESIA TIMUR Sawalni, Sawalni
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 3 No. 2 (2025): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v3i2.1963

Abstract

Hilirisasi nikel di Indonesia Timur merupakan agenda strategis nasional yang bertujuan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, implementasinya kerap menimbulkan ketegangan antara kepentingan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan keadilan sosial bagi masyarakat lokal. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk menelaah kebijakan hilirisasi nikel melalui perspektif keadilan Islam, yang menekankan keseimbangan antara kemaslahatan umum, distribusi manfaat, dan keberlanjutan sumber daya. Tujuan penelitian adalah menganalisis kesesuaian kebijakan hilirisasi berdasarkan prinsip-prinsip keadilan Islam, sekaligus mengidentifikasi implikasi politik ekonominya bagi wilayah Indonesia Timur (khususnya Papua dan Sulawesi). Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif dan pendekatan normatif, mengkaji peraturan perundang-undangan, fatwa, dokumen kebijakan, serta literatur keislaman yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan hilirisasi memiliki potensi besar dalam meningkatkan pendapatan daerah dan menciptakan lapangan kerja, namun implementasinya masih menghadapi masalah ketidakmerataan distribusi manfaat, minimnya partisipasi masyarakat lokal, dan risiko degradasi lingkungan. Penelitian ini menawarkan gagasan dalam membangun jembatan analitis antara teori keadilan Islam, khususnya konsep maslahah mursalah pada sektor hilirisasi sumber daya alam. Selain itu, penelitian ini juga memperkenalkan kerangka evaluasi berbasis nilai normatif Islam terhadap ketimpangan struktural dan relasi kuasa dalam hilirisasi nikel, yang selama ini lebih banyak dianalisis melalui perspektif ekonomi konvensional atau pendekatan hukum positif.
LARANGAN SUMPAH PALSU MENURUT SURAH AL MAIDAH AYAT 89 DAN RELEVANSINYA TERHADAP PEMBENTUKAN SISTEM JUAL BELI YANG JUJUR DAN AMANAH Ramdan, Rahmat Nur
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 3 No. 2 (2025): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v3i2.1964

Abstract

Praktik sumpah palsu dalam transaksi jual beli merupakan bentuk pelanggaran etika yang menggerus nilai kepercayaan dan kejujuran dalam sistem perdagangan. Islam, melalui Surah Al-Mā’idah ayat 89, memberikan landasan moral yang tegas dan melarang penggunaan sumpah secara tidak benar. Penelitian ini bertujuan untuk menggali secara normatif kandungan makna ayat tersebut serta menganalisis relevansinya dalam pembentukan sistem jual beli yang jujur dan amanah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan normatif melalui analisis teks Al-Qur’an, tafsir klasik dan kontemporer, serta literatur fikih muamalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan sumpah palsu dalam ayat tersebut mengandung dimensi spiritual, sosial, dan hukum yang mampu mencegah manipulasi dan membangun sistem transaksi yang berlandaskan nilai ilahiah. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan tafsir tematik terhadap ayat sebagai fondasi pembentukan etika dagang Islami. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan wacana ekonomi Islam yang tidak hanya berbasis hukum, tetapi juga nilai dan akhlak sebagai fondasi hubungan dagang.
PENGUATAN TATA KELOLA HALAL PADA RUMAH POTONG HEWAN BERBASIS HUKUM DAN ETIKA ISLAM Madani, Farid
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 3 No. 2 (2025): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v3i2.1968

Abstract

Ketersediaan produk hewani yang terjamin kehalalannya menjadi tuntutan mendesak dalam sistem pangan global. Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola halal pada Rumah Potong Hewan (RPH) melalui pendekatan berbasis hukum positif dan etika Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif, yang bertujuan untuk menganalisis tata kelola halal pada Rumah Potong Hewan (RPH) dari perspektif hukum positif dan etika Islam. Pendekatan normatif digunakan untuk menelaah peraturan perundang-undangan, fatwa keagamaan, dan prinsip syariah yang berkaitan dengan penyembelihan hewan dan manajemen rantai pasok halal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama dalam implementasi halal di RPH bukan hanya terletak pada infrastruktur dan sertifikasi, tetapi juga pada lemahnya pemahaman aktor terhadap nilai-nilai maqasid syariah, seperti perlindungan jiwa dan keberlangsungan lingkungan. Integrasi antara norma hukum formal (seperti UU JPH dan regulasi BPJPH) dengan prinsip etika Islam menghasilkan model tata kelola yang lebih utuh, adaptif, dan spiritual. Penelitian ini menghadirkan pendekatan baru yang menggabungkan norma hukum positif (seperti UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal) dengan etika Islam berbasis maqasid syariah dalam konteks tata kelola Rumah Potong Hewan (RPH). Model ini belum banyak diulas secara sistematis dalam literatur terdahulu yang cenderung memisahkan aspek hukum dan syariah secara sektoral. Penelitian ini turut memperkuat ekosistem halal nasional dengan mengedepankan prinsip tanggung jawab sosial dan religius dalam penyediaan produk hewani yang thayyib bagi masyarakat Muslim.
TELAAH FILSAFAT HUKUM ISLAM TERHADAP AKAD DALAM KEBIJAKAN EKONOMI SYARIAH Rosadi, Imron
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 3 No. 2 (2025): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v3i2.1978

Abstract

Perkembangan ekonomi syariah menuntut sinkronisasi antara nilai-nilai normatif Islam dengan kebijakan negara. Akad sebagai dasar utama dalam transaksi syariah memiliki fungsi strategis, tidak hanya secara hukum, tetapi juga sebagai cerminan etika Islam dalam interaksi ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara filosofis konsep akad dipahami dan diimplementasikan dalam kebijakan ekonomi syariah secara nasional, dan menilai sejauh mana nilai-nilai keadilan, kemaslahatan, dan maqasid syariah terakomodasi dalam regulasi negara. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan fokus pada pendekatan normatif, adapun metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan memberikan deskripsi dan analisis secara menyeluruh mengenai filsafat hukum Islam terhadap akad dalam kebijakan ekonomi syariah nasional. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dominasi kerangka legalistik dalam pengaturan akad cenderung mereduksi prinsip-prinsip etis dan nilai-nilai moral Islam, sehingga melemahkan peran hukum Islam sebagai instrumen keadilan dan kemaslahatan dalam sistem ekonomi syariah. Penelitian ini menawarkan kebaruan melalui sintesis filsafat hukum Islam dan kebijakan ekonomi syariah dalam memahami kembali fungsi akad sebagai fondasi etik hukum ekonomi syariah. Kontribusinya berupa kerangka konseptual yang mendorong formulasi regulasi yang tidak hanya legal-formalistik, tetapi juga mencerminkan otoritas nilai-nilai maqasid syariah secara substansial.
DINAMIKA PEMIKIRAN EKONOMI SYARIAH DALAM MENJAWAB REALITAS EKONOMI MODERN Hidayat, Rahmat
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 3 No. 2 (2025): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v3i2.2000

Abstract

Perkembangan ekonomi global yang ditandai oleh disrupsi teknologi, globalisasi pasar, dan krisis multidimensi menuntut sistem ekonomi yang lebih berkeadilan, berkelanjutan, dan berlandaskan nilai moral. Ekonomi syariah hadir sebagai alternatif dengan fondasi teoritis dan filosofis yang menekankan keadilan distributif, keseimbangan, serta etika bisnis. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika pemikiran ekonomi syariah dalam merespons tantangan ekonomi modern, termasuk inovasi finansial digital, tuntutan keberlanjutan, dan krisis kepercayaan terhadap sistem kapitalisme konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan normatif melalui analisis literatur untuk mengkaji dinamika pemikiran ekonomi syariah dan relevansinya terhadap realitas ekonomi modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekonomi syariah mengalami transformasi signifikan dalam metodologi penerapan, tanpa mengabaikan prinsip syariah, melalui inovasi instrumen keuangan, penguatan regulasi, dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi finansial. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan komprehensif evolusi pemikiran ekonomi syariah yang tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga implementasi dalam ekosistem ekonomi global kontemporer. Kontribusinyanya menawarkan kerangka konseptual yang dapat dijadikan acuan untuk reformasi kebijakan ekonomi berbasis nilai-nilai syariah di era modern.
Legitimasi Perdagangan Karbon dalam Islam Melalui Analisis Tafsir Tematik dan Hadis terhadap Instrumen Lingkungan Modern Kharisma Utami, Citra; Ridwan, Ahmad Hasan
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 4 No. 1 (2026): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v4i1.1219

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi akan berkembangnya perdagangan karbon sebagai instrumen lingkungan modern yang menimbulkan perdebatan mengenai legitimasi normatifnya perspektif Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis legitimasi perdagangan karbon berdasarkan tafsir tematik Al-Qur’an dan hadis dengan menempatkannya dalam kerangka etika lingkungan Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif melalui kajian kepustakaan terhadap ayat Al-Qur’an tentang lingkungan, konsep khalifah, amanah, dan hadis terkait tanggung jawab ekologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perdagangan karbon dapat memiliki legitimasi normatif dalam Islam sepanjang berorientasi pada kemaslahatan, keadilan, dan perlindungan lingkungan serta terhindar dari praktik spekulatif. Kebaruan penelitian ini terlihat pada penggunaan tafsir tematik dan hadis sebagai landasan normatif dalam menilai instrumen pasar karbon. Kajian ini berkontribusi sebagai dasar konseptual bagi penelitian lanjutan mengenai fiqh lingkungan dan kebijakan iklim berbasis nilai Islam.
Dimensi Etika dan Spiritual dalam Konsep Harta Islam serta Relevansinya terhadap Krisis Ketimpangan Ekonomi di Indonesia Nurjaman, Mumad
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 4 No. 1 (2026): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v4i1.1976

Abstract

Krisis ketimpangan ekonomi di Indonesia menunjukkan kecenderungan meningkatnya konsentrasi kekayaan pada kelompok tertentu, sementara sebagian besar masyarakat masih menghadapi keterbatasan akses terhadap sumber daya ekonomi. Hal ini menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai relevansi konsep harta dalam Islam yang tidak hanya bersifat material, tetapi juga etis dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dimensi etika dan spiritual dalam konsep harta Islam berdasarkan Al-Qur’an, hadis, dan literatur fikih, serta mengkaji relevansinya terhadap problem ketimpangan ekonomi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif berbasis studi kepustakaan dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Islam harta dipandang sebagai amanah, sarana ibadah, dan instrumen distribusi keadilan sosial melalui mekanisme zakat, infak, sedekah, dan larangan penumpukan harta. Kebaruan penelitian ini menawarkan rekonstruksi konseptual harta sebagai instrumen transformasi sosial yang tidak hanya dipahami dalam kerangka kepemilikan individual, tetapi sebagai mekanisme normatif untuk membangun keadilan distributif dan keseimbangan sosial. Kontribusi penelitian ini diharapkan menjadi rumusan kerangka normatif yang dapat menjadi dasar kebijakan ekonomi berbasis nilai keadilan distributif dalam perspektif Islam.
Prinsip dan Kaidah Dasar Ekonomi Syariah dalam Membangun Ekonomi Berkeadilan pada Ekosistem Fintech Syariah Indonesia Siregar, Muhammad Rafi; Ishak, Muhammad Nur; Rifai, Ahmad
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 4 No. 1 (2026): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v4i1.2027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip dasar ekonomi Islam dalam pengembangan fintech syariah di Indonesia dan mengevaluasi kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi berkeadilan di era digital. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif berbasis studi literatur terhadap regulasi, fatwa, dan model bisnis fintech syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip keadilan, maslahah, larangan riba, gharar, dan maysir telah diimplementasikan melalui akad murabahah, mudharabah, dan musyarakah, yang mendorong inklusi keuangan bagi pelaku UMKM dan kelompok berpenghasilan rendah. Namun, efektivitasnya masih menghadapi tantangan pada aspek pengawasan syariah, literasi keuangan, dan respons regulasi terhadap inovasi digital. Secara ilmiah, penelitian ini menawarkan perspektif bahwa fintech syariah perlu dinilai tidak hanya dari aspek kepatuhan normatif terhadap prinsip syariah, tetapi juga dari kontribusinya dalam mewujudkan distribusi ekonomi yang lebih adil, sehingga memperkaya kerangka evaluasi pengembangan ekonomi Islam berbasis teknologi.
Penguatan Nilai Maṣlaḥah dalam Pengembangan Strategi Pemasaran Berkelanjutan Fattah, Abdul; Bisri, Hasan
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 4 No. 1 (2026): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v4i1.2039

Abstract

Transformasi pasar global yang semakin kompetitif dan berbasis digital mendorong perusahaan untuk tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada nilai keberlanjutan dan tanggung jawab sosial. Dalam konteks ini, konsep maṣlaḥah sebagai prinsip utama dalam ekonomi Islam menawarkan nilai yang menekankan pada kemanfaatan, keadilan, dan keseimbangan dalam aktivitas bisnis, termasuk strategi pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan nilai maṣlaḥah dalam pengembangan strategi pemasaran berkelanjutan dan mengidentifikasi implikasi strategisnya bagi praktik bisnis modern. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif-konseptual berbasis studi literatur terhadap teori pemasaran modern, konsep maṣlaḥah dalam ushul fikih dan ekonomi Islam, serta praktik pemasaran berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan nilai maṣlaḥah dapat diwujudkan melalui strategi pemasaran yang transparan, berorientasi pada kebutuhan riil konsumen, bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan, serta menghindari praktik manipulatif dan eksploitatif. Penguatan nilai ini mendorong terciptanya kepercayaan, loyalitas pelanggan, dan keberlanjutan jangka panjang perusahaan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan kerangka konseptual yang menempatkan maṣlaḥah sebagai dasar substantif dalam perumusan strategi pemasaran berkelanjutan, sehingga tidak hanya dipahami sebagai prinsip normatif, tetapi sebagai landasan operasional dalam menentukan arah, kebijakan, dan praktik pemasaran.